
Aulia yang melihat Bagas tidak bergerak sama sekali dari tempatnya Ya jelas saja tidak terima, sebab dirinya saat ini tengah ingin beristirahat dengan Indira serta tidak ingin diganggu oleh siapapun maka dari itu ketika Bagas masih berada di situ jelas saja dirinya tidak bisa beristirahat dengan tenang.
bersikap seolah tidak peduli sama sekali dengan ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Aulia Itu sebab dirinya tahu kemarahan Aulia pasti ditujukan untuknya, namun kalau dirinya tidak menggubris ya Otomatis wanita itu kalau sudah capek pasti bakalan berhenti sendiri dengan segala macam tingkah anehnya itu.
Indira terlihat biasa saja dan lebih memilih untuk tidur di samping Aulia sambil memeluk erat tubuh wanita itu, anak kecil itu malah merasa lebih nyaman bersama dengan Aulia dibandingkan dengan mama kandungnya sendiri yang jelas-jelas dengan merasa emosi kepadanya.
"kamu kalau lain kali melihat apapun kejadian di dalam rumah ini menyangkut orang gede lebih baik kamu menghindar saja ya, jangan Malah berdiri menontonnya soalnya itu acara yang tidak bagus sama sekali dan kamu dilarang loh untuk ikut melihat! " jelas Aulia sebabnya bagaimanapun Indira kalau dekat dengan ya yang otomatis tentang kebaikan anak itu dirinya pula yang mengaturnya.
"Aku tadi itu sebenarnya tidak mau melihatnya tetapi kan tiba-tiba Mama langsung datang marah-marah, makanya aku mau kemanapun jadi bingung tidak tahu harus bagaimana apalagi Bunda juga sudah tidak sadar itu kan jadinya seperti orang aneh!"Indira karena memang seperti itu kenyataannya yang benar-benar merasa terkejut dengan sikap Davina yang begitu anarkis seolah-olah-olah di rumah itu bukanlah sebuah tempat yang nyaman melainkan ring tinju untuk saling memamerkan kekuatan masing-masing dan juga untuk siapa yang bisa membuat lawannya menjadi tumbang.
__ADS_1
"Ya meskipun itu tiba-tiba Tetapi kan kamu harus sadar kalau sebenarnya semuanya sangat tidak sopan untuk dilihat, jadi anak tidak boleh membantah loh apa yang dikatakan oleh orang tua karena itu sama saja tidak sopan. "jelas Aulia juga.
Bagas merasa kehadirannya sama sekali tidak dihargai di tempat itu, sebab buktinya sekarang dirinya malah terlihat seperti seseorang yang tidak berguna dan juga tidak dibutuhkan serta tersirat bahwa ia sedang diusir secara tidak langsung.
"Papa kalau capek berdiri lebih baik pergi saja dan aku mah nanti aku bakalan di sini jagain Bunda, soalnya aku yang di sekolah berdirinya hanya beberapa menit saja kakiku pegel loh apalagi Papa yang dari tadi berdiri terus! "tawar Indira membuat Aulia tersenyum penuh kemenangan karena menurutnya saran yang diberikan oleh gadis kecil itu memang benar-benar tepat sasaran dan juga sesuai dengan keinginannya.
"Tapi kan kalau tidak menemani kalian di sini nanti ada yang Bunda butuhkan tidak ada yang akan memenuhinya, jadi seharusnya kamu yang lebih baik beristirahat di kamar kamu saja biar nanti Papa yang bakalan nungguin Bunda kamu di sini! "tolak Bagas yang masih berharap bisa berduaan dengan istrinya dan juga membahas tentang kehamilan wanita itu tidak perlu harus menggantung seperti saat ini yang tidak punya sesuatu untuk dibahas.
Cuek itulah yang dilakukan oleh Aulia terhadap Bagas mereka menurutnya pasti pria itu tidak akan melakukan apapun untuk membalas perbuatan Davina, ya Meskipun sebenarnya membalaskan dendam kepada orang lain itu dilarang oleh agama tetapi ia tidak menanti bahwa Sisi manusianya tidak mungkin menerima Jika ia diperlakukan seperti itu oleh Davina.
__ADS_1
Davina kini sudah sampai di kediaman kedua orang tuanya yang terlihat begitu sunyi karena semuanya pada sibuk dengan urusan masing-masing, dan ketika dirinya hendak masuk terlihat Aura sudah bersiap-siap entah ingin kemana dirinya juga tidak tahu sama sekali.
"Mama itu sebenarnya mau ke mana sih sudah rapi seperti itu, kalau mau pergi menghamburkan uang lebih baik tidak usah saja karena Sayang uangnya itu dipakai untuk tidak jelas lebih baik dipakai buat modal saja kan? "tanya Davina heran karena orang tuanya rela menjadi pengemis terhadap Bagas Tetapi malah tidak ingin menjatuhkan harga dirinya di depan para wanita sosialita lainnya yang hobinya hanya menghambakan uang hasil keringat suami mereka tanpa membawa pengaruh yang baik bagi keluarga sendiri.
"ya ini kan uangnya Papa sama Mama jadi kamu otomatis tidak punya hak dong untuk mengaturnya, yang bisa kamu lakukan adalah bagaimana caranya agar Bagas menyetujui permintaan modal yang Papa sama Mama minta kepada dia tadi siang!" Omel Aura yang tidak suka kalau sampai benar-benar Davina Ceraikan oleh Bagas ya Otomatis anaknya itu tidak akan bisa menjadi istri konglomerat seperti dulu lagi dan dengan begitu Ia juga tidak bakalan bisa meminta uang dalam jumlah yang begitu fantastis seperti biasanya untuk dipakai buat bergaya dan juga untuk dipakai buat melakukan apapun yang bisa membuat orang lain merasa bahwa dirinya merupakan seorang wanita kalangan atas.
Davina benar-benar kebingungan dengan sikap Aura yang terlihat tidak peduli dengan masalah yang tengah ia hadapi saat ini, wanita itu bahkan terkesan lebih memikirkan diri sendiri tidak ada niatan untuk memikirkan anggota keluarganya keadaannya Seperti apa dan juga sebenarnya mereka itu punya masalah atau tidak.
"Ya aku tahu memang itu merupakan uang kalian Tetapi kalau bisa jangan diambil-ambilkan untuk sesuatu yang tidak jelas dong, memangnya Mama mau kalau nanti akhirnya kita bakalan jatuh miskin dan tidak punya apapun gara-gara kelakuan kalian yang suka menghambur-hamburkan uang itu? "tanya Davina heran.
__ADS_1
"yyaitu merupakan tugas kamu sebagai seorang anak agar Bagaimana caranya kita tidak bakalan Jatuh Miskin Dan juga menjadi gembel di luaran sana, coba saja kalau kamu bisa memberikan apa yang Bagas inginkan ia tidak mungkin dong kamu bakalan dicampakkan seperti ini?"Aura sudah tidak peduli lagi dengan keadaan hatinya Davina yang sedang hancur berantakan akibat Sikap yang ditunjukkan oleh suaminya sebab terlihat wanita itu lebih memilih untuk refreshing dan juga menyegarkan pikiran sedangkan masalah dalam rumah itu merupakan masalah pribadi masing-masing tidak perlu harus dirinya ikut campur apalagi harus ikut mencari jalan keluarnya.
Aura pergi meninggalkan Davina tanpa peduli dengannya atau menanyakan kira-kira bagaimana hasil tadi ketika Davina pulang ke rumah, dan apa saja pembicaraan yang dilakukan oleh keluarga itu menanggapi perceraian yang terjadi antara dirinya dan juga Bagas.