Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Abah Dan Umi


__ADS_3

Dimas sebenarnya tidak tega melakukan hal itu semua padahal saat ini lembaga Sedang pusing memikirkan tentang keberadaan Aulia, hanya saja pekerjaannya saat ini tidak bisa ditinggalkan Jadi kalau dirinya harus fokus dengan Aulia ya Otomatis Percuma saja membuat janji dengan klien.


pria itu hanya ingin agar sebagai sadar kalau sebenarnya tidak bisa mencampur adukkan antara masalah pribadi dengan urusan pekerjaan, karena nantinya imbasnya bakalan berbuntut panjang dan alhasil semua kesepakatan dari awal bakalan Percuma saja.


"Maafkan saya tuan, Bukannya ingin Lancang dan dengan membuat anda tidak nyaman tetapi saya terpaksa melakukan semua ini! "gumam Dimas dalam hati yang kalau misalnya ia berubah pikiran maka bisa dipastikan saat ini juga balas bakalan menyuruhnya untuk mencari keberadaan istri dari pria itu.


Sedangkan Bagas pikirannya sedang tidak fokus karena dirinya merasa ada keganjilan dengan perkataan yang dilontarkan oleh Aulia tadi, soal dirinya sekarang yang sedang makan di salah satu restoran.


sebab menurutnya kalau Aulia sekarang berada di restoran Ya otomatis otomatis pasti berada di restoran milik sahabatnya itu, dan juga artinya Aulia bertemu dengan pria yang jelas-jelas menyimpan perasaan kepadanya.


"Ah ini semua gara-gara Dimas yang menolak untuk aku suruh pergi mencari keberadaan istriku, coba saja kalau pria itu kan nurut pasti sekarang perkaranya tidak seperti ini dan aku juga tidak kebingungan?"sungut Bagas namun tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan memilih untuk tetap tenang berharap agar Apa yang membuat ia khawatir benar-benar tidak menjadi kenyataan.


Bagas ingin sekali pergi untuk memastikan keberadaan istrinya hanya saja nanti Aulia bakalan marah besar seperti biasanya, karena melihat dirinya yang terlalu posesif dan juga terlalu sibuk dengan urusannya.


"kalau misalnya aku pergi sendiri menuju ke sana kira-kira dia bakalan marah tidak ya, tapi sepertinya dia akan marah deh soalnya hobinya kan selalu seperti itu tidak menyukai kalau aku menyusulnya ke manapun? "frustrasi itulah dirasakan oleh Bagas saat ini.


Aulia menatap heran ke arah ponselnya karena memang benar-benar tidak mengerti dengan arah isi otaknya Dimas tadi, Memang sih ia tahu bahwa pria itu merupakan bawahan dari Bagas tetapi tidak perlu juga kan harus mengikuti semua yang ia katakan?


"itu orang kok aneh sekali ya? Masa iya baru bertemu tadi kemudian sekarang sudah mencari tahu keberadaanku, Memangnya pekerjaannya di kantor itu tidak ada sama sekali sampai-sampai harus sibuk dengan urusan orang lain? "gumam Aulia kesal membuat Abizar yang berada di depan wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pertanda tidak mengerti dengan arah rumah tangga yang sedang dijalani oleh Aulia saat ini.


"kalau rasa tidak sanggup lebih baik buat cerai saja setelah itu menikah denganku, Percaya deh pokoknya aku bakalan mengizinkan kamu Kemanapun kamu pergi yang penting intinya harus aku juga ikut! "ujar Abizar membuat Aulia mendengus kesal karena itu sama saja lebih parah daripada Apa yang dilakukan oleh Bagas.


"Ih mendingan aku jadi janda tua deh daripada menikah sama kamu, Lagian model seperti aku ini kalau pergi ke luar negeri bakalan langsung ke aku kok jadi Kalian tidak usah menawarkan diri seperti itu karena aku tidak akan pernah berminat! "jelas Aulia sambil tersenyum mengejek ke arah Abizar.


"tapi kalau dibayangkan dengan suami kamu rasanya aku paling pantas, daripada kamu menolakku tanpa sesuatu yang jelas? Lagian Apa susahnya sih mengakui kalau aku juga merupakan deretan pria yang paling terkeren sejagat raya ini, dan juga adalah orang yang pantas bersanding dengan kamu? "jelas Abizar membuat Aulia ingin sekali menggetok kepala pria itu agar menghentikan segala macam tingkah yang ia lakukan.

__ADS_1


keduanya tertawa bersama-sama yang Bahkan melupakan kalau saat ini Aulia itu sudah cuek terhadap suaminya, sebab jika tadi merasa bahwa Dimas telepon itu atas perintahnya Bagas ya wanita itu jelas harus menelpon kembali suaminya untuk mengatakan di mana keberadaannya.


"aku itu heran sama kamu dan juga istri keduanya suami kamu itu, soalnya Sepertinya dia tidak ingin bercerai dengan suaminya Tetapi malah kamu yang dipertahankan olehnya! Padahal selama ini kamu cuek dan juga tidak peduli terhadap suami kamu sendiri, nyatanya pria itu sepertinya punya hati terhadap kamu! "jelas Abizar karena memang begitulah kenyataan yang ada saat ini dan tidak perlu harus dipungkiri lagi kebenarannya.


"kalau model seperti begitu kamu bilang deh sama dia supaya kami berdua bisa cepetan cerai, soalnya aku bingung tiap kali bertemu dengan para istrinya pasti aku yang bakalan disalahkan setiap saat! "ujar Aulia membuat Abizar bergidik ngeri karena membayangkan bagaimana nanti Respon yang diberikan oleh suami dari wanita itu yang pastinya bakalan marah besar karena ia terlalu ikut campur dengan urusan mereka.


"Aduh kalau soal urusan dengan suami kamu sepertinya aku angkat tangan deh, soalnya dia itu kan pria nekat bakalan melakukan apapun untuk membuat apa yang dia inginkan menjadi kenyataan dan kalau aku macam-macam bisa habis hidupku nantinya! "jelas Abizar yang menolak mati-matian permintaan yang diberikan oleh Aulia tadi.


Aulia tersenyum mengejek ke arah pria itu yang menurutmu terlalu cemen ketika berhadapan dengan Bagas suaminya, padahal bisa dibilang mereka manusia sama Jadi untuk apa harus merasa waspada Sampai sebegitunya.


"kamu jadi pria tidak ada gunanya sama sekali, masa iya berhadapan dengan orang-orang seperti begitu sedang kamu tidak bisa??? Padahal aku yang notabene merupakan seorang wanita saja tidak merasa takut dengannya, masa iya badan kamu segede gaban kayak begitu masih sempat-sempatnya merasa takut dengan manusia seperti dia?"ejek Aulia tetapi Ya begitulah Abizar memilih untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi sedikitpun karena dirinya sangat paham dengan arah pemikirannya Aulia yang selalu saja ingin mengerjainya.


"ya terserah kamu saja Mau mengatakan apapun, yang penting intinya aku tetap pada pendirianku yaitu tidak akan pernah mau mencari masalah dengan suami kamu itu!"Aulia dan Abidzar tertawa ketika membayangkan wajah Bagas yang marah-marah ketika tahu bahwa istrinya saat ini tengah berbincang dengan pria lain padahal dirinya sedang mencemaskan wanita itu tetapi sepertinya tidak dianggap sama sekali.


"Oh iya setelah dari sini Kamu mau pergi ke mana, Soalnya kebetulan pegawai aku sudah kumpul semua jadi mereka bisa membagi tugas dan ada yang bakalan berjaga di meja kasir? "tanya Abizar penasaran.


"Maksudnya aku bakalan mengantar kamu mau pergi kemanapun, ya sekalian daripada kamu harus keluar ongkos dan aku juga hanya Bengong di sini? "tanya Abi Sar lagi.


"Aku mau ke rumahnya Abah sama Umi soalnya mereka Berapa hari ini tidak ada kabar sama sekali, dan kalau memang kamu tidak ada kegiatannya tidak masalah tetapi aku juga tidak ingin merepotkan kamu loh!"ujar Aulia yang merasa tidak enak hati kepada Abizar.


"jangankan mengantar kamu ke rumah orang tuanya kamu mengantarkan ke ujung dunia pun aku sanggup melakukannya kok, jadi jangan pernah merasa tidak enak hati terhadapku karena aku sungguh ikhlas melakukan apapun untuk membuat kamu merasa lebih ringan bebannya dan juga tidak akan memikirkan apapun lagi! "jelas Abizar membuat Aulia ingin sekali muntah karena menurutnya kata-kata pria itu terlalu mendramatir keadaan seolah-olah Ia merupakan punggawa yang terkenal dan sedang membacakan lantunan syair yang indah agar membuat lawannya merasa terkecoh dan akhirnya terpesona namun Aulia tidak akan pernah merasakan hal itu karena menurutnya kebiasaan Abizar dari dulu ya seperti itu selalu saja ngomongin tidak jelas.


"Ya sudah aku mau bayar tagihan makanan ini berapa banyak ya Meskipun tadi aku sempat sakit hati karena kamu juga ikutan makan, tetapi karena sebagai sahabat yang baik aku mah ikhlas aja meskipun sampai saat ini Suamiku belum memberikanku nafkah sedikitpun! "ujar Aulia membuat Abizar menatap tak percaya ke arahnya sebab menurutnya Bagas itu memiliki bisnis di mana-mana masa iya memberikan nafkah kepada istri sendiri tidak pernah sama sekali ia lakukan itu Terdengar sangat mustahil dan juga tidak masuk akal menurut Abizar.


"kamu yakin sampai saat ini suami kamu belum memberikan nafkah sedikitpun, Wah ini tidak diterima dengan Nalar menurutku dan juga sangat keterlaluan? "tanya Abizar penasaran membuat Aulia mendengus kesal karena suara pria itu terdengar begitu lantang dan alhasil mereka berdua saat ini menjadi bahan tontonan untuk semua orang.

__ADS_1


"kamu kalau ngomong suka sembarangan deh, aku tadi tuh ngomongnya pakai bisik kenapa sekarang kamu malah pakai teriak mau mempermalukan Rumah tanggaku atau mau mempermalukan aku ? "kesal Aulia tetapi Abizar malah mengangkat kedua jarinya berbentuk V pertanda bahwa pria itu keceplosan tadi.


"Maaf tadi itu keceplosan tetapi Percayalah aku tidak ada niatan untuk buat mempermalukan kamu, karena kalau kamu malu artinya aku juga bakalan ikutan malu dan kalau sampai hal itu terjadi hancur hatiku. "semua pegawai Abizar tertawa melihat tingkah majikannya Itu sebab menurut mereka Abizar itu terlihat seperti sangat bucin terhadap Aulia hanya saja sayangnya Aulia itu sudah menikah dan tidak mungkin membuat mereka berdua bisa bersatu.


sedangkan saat ini Deni dan juga Santi Tengah kebingungan harus bersikap Bagaimana sebab anak mereka tidak bisa dihubungi sama sekali dari kemarin, padahal hari ini mereka belum mencoba sama sekali dan berpikiran kalau Aulia tetap saja posisinya seperti kemarin yaitu tidak bisa dihubungi karena ponselnya selalu di luar jangkauan.


"Umi merasa pasti Aulia saat ini tengah mengalami kesusahan yang paling berat di dalam hidupnya, dan Sayangnya kita sebagai orang tua tidak punya waktu untuk melihat keadaannya dan malah duduk Bengong di sini seolah-olah tidak punya tulang untuk bergerak! "Sindir Santi sambil menatap ke arah suaminya itu yang dari tadi hanya sibuk dengan ayam jago peliharaannya.


Deni seolah menulikan telinganya bukan karena tidak peduli dengan keadaan Aulia saat ini, hanya saja menurutnya kalau ada apa-apa pasti Bagas bakalan memberikan laporan namun sampai saat ini tidak ada apa-apa pun yang disampaikan kepada mereka berdua.


"eh ayam jago kesayangannya Abah, nanti Lain kali kalau nyari bini usahakan yang mulutnya jangan terlalu banyak Berkotek! soalnya mendengar kamu tiap hari berkokok saja telinganya Abah Ini sudah mau copot dari tempatnya, apalagi kalau mendengar bini kamu yang teriak-teriak minta ampun nanti Abah bakalan langsung masuk UGD karena keluhannya pertama adalah kebisingan di sekitar! "Sindir Deni yang tidak mau kalah membuat Santi mendengus kesal karena dirinya malah disamakan dengan ayam betina.


"binatang berkaki dua terus yang diurusin istri sendiri malah diabaikan, nanti kalau malam merasa kedinginan terus minta dihangatkan Panggil tuh ayam yang melakukannya Jangan panggil bini! "omel Santi membuat Deni ingin sekali tertawa tapi waspada karena pasti istrinya itu bakalan lebih marah lagi kepadanya.


Keduanya kini memilih untuk saling diam-diaman, Soalnya kalau terlalu banyak ngobrol alhasil nanti bakalan berantem untuk sesuatu hal yang tidak jelas.


selang 30 menit dari sekarang tidak lama tampak sebuah mobil yang masuk ke dalam pekarangan rumah mereka, dan di depan mobil tersebut tampak Aulia Tengah duduk di samping teman prianya yang selama ini selalu mengantar dan juga menjemput dirinya ketika mau dan juga pulang dari tempat kerja.


"Alhamdulillah, akhirnya anakku pulang juga! Padahal jantung aku itu rasanya mau copot Tuhan, dan juga rasa-rasanya semua orang yang ada di rumah ini pengen aku usir biar jangan nongol lagi! "ujar Santi yang sudah menghampiri Aulia yang tengah turun dari mobil dan tersenyum kepadanya.


"Assalamualaikum Umi dan juga Abah, lagi ngapain aja kok wajahnya pada cemberut seperti itu seolah-olah lagi berantem? "tanya Aulia yang memang melihat wajah Tak Biasa dari kedua orang tuanya dan ia sudah hafal kalau mereka seperti itu artinya Baru saja habis bertengkar.


Santi mendengus kesal menatap ke arah suaminya yang menurutnya kalau sudah ada pertanyaan seperti begini dari Aulia, pasti Deni tidak akan pernah menjawab dan menyerahkan tugas semuanya itu kepada dirinya.


"Ya seperti yang kamu tahu kebiasaan Umi sama Abah kalau lagi sendirian di rumah terus ada yang mencari perkara ya seperti itu, Lagian sudah tua Kok malah hobinya memancing emosi orang lain ya sudah Umi ladenin saja kan?"jelas Santi yang ingin membuat dirinya menang di hadapan Aulia dan dengan begitu otomatis dia ini merasa tidak terima dong ketika dirinya di kambing hitam kan.

__ADS_1


"Berantem sih boleh tetapi jangan sampai berlewatan seperti ini kan sampai-sampai saat kamu datang pun wajah kalian cemberut semuanya, kalau seperti begini mendingan tadi Aulia tidak bisa datang sekalian mungkin dengan kalian sudah perbaikan baru Aulia datang supaya lebih adem melihatnya?"Aulia sengaja mengatakan hal itu agar kedua orang tuanya bisa berhenti melakukan tindakan mereka yang sangat kekanak-kanakan.


__ADS_2