Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Interogasi


__ADS_3

Deni merasa heran ketika melihat ada mobil asing di depan rumahnya padahal selama ini benda beroda empat itu tidak pernah ada di hadapannya,maka dari itu dirinya memilih untuk pergi mendekat dan memastikan milik siapa yang ada di hadapannya kini.


Dimas sebenarnya sedikit ragu ketika melihat tatapan Deni yang seolah ingin menerkamnya, padahal maksud hati ingin bertanya semua dengan sebaik-baiknya tentang keberadaan Nyonya mereka.


"Ada keperluan apa ya datang ke rumah saya, kalau ingin bertanya maaf saya tidak punya jawaban kalau ingin bertamu Maaf saya tidak sedang ingin menerima tamu?"tanya Deni memastikan...


Dimas hanya bisa mematung di tempat karena memang tidak percaya dengan orang tua yang ada di hadapannya saat ini sebab bisa-bisanya langsung membatasi ruang gerak orang lain, padahal setidaknya sebagai tuan rumah harusnya mempersilahkan tamunya duduk baru setelah itu Ya sekedar berbahasa-basi.


"Saya disuruh Tuan Bagas untuk datang ke sini menanyakan soal keberadaan Nyonya Aulia, soalnya tadi saat dihubungi katanya dia sedang berada di hotel tetapi saya bingung hotelnya itu tepatnya ada di mana? Mungkin Bapak mengetahuinya dengan begitu saya bisa langsung menjemput Nyonya di sana, karena tidak mungkin saya harus mencari tahu hotel di kota ini secara satu persatu karena itu hanya merupakan sebuah kemustahilan?" tanya Dimas membuat Deni menatap heran ke arahnya.


Sebab menurutnya maksud dan tujuan kedatangan pria itu sangat aneh masa tidak menemukan anaknya malah mencari kembali di rumah orang tuanya Kalau kayak begini Percuma saja Dia memiliki suami, karena suaminya itu tidak menjaga putrinya dengan baik sampai-sampai melacak keberadaannya secara sendirian saja tidak bisa dilakukan.


"kamu pulang terus ketemu sama majikan kamu dan jangan lupa ngomong ke dia kalau dia itu merupakan menantu yang tidak berguna, karena menjaga satu orang wanita saja tidak bisa padahal katanya istrinya itu banyak sedangkan yang lain saja tidak hilang Kenapa anak saya bisa menghilang?"Deni tidak terima kalau sampai Aulia kenapa-napa di luaran sana.


Dimas menggaruk kepalanya yang tak gatal karena beginilah Lagi Dan Lagi dirinya yang akan disalahkan padahal yang jelas-jelas dirinya tidak tahu apa-apa soal masalah Aulia, dan seharusnya yang datang ke sini dan dimarahi adalah Bagas sebab pria itu adalah suami dari anak Pak Tua yang sedang menceramahi dirinya ini.


"Tuan Bagas lagi sibuk jadi tidak bisa meninggalkan pekerjaannya makanya menyuruh saya untuk datang dan mewakili dia mencari tahu keberadaan Nyonya Aulia yang entah di mana, Tetapi kalau memang Bapak tidak tahu Ya tidak masalah nanti saya bakalan mencari tahu di orang lain saja!"Sahut Dimas sambil menundukkan kepalanya sebab dari tadi pria itu tidak disuruh duduk oleh Deni.


"Satu kali lagi kamu panggil saya bapak saya bakalan merubah kamu menjadi ibunya, Lain kali kalau datang ke sini lagi panggil saja saya dengan sebutan Abah dan kamu harus camkan itu baik-baik!"perintah Deni yang tidak ada bercanda di dalamnya soalnya pria itu memang dari dulu selalu mengajarkan orang yang pertama di rumahnya siapapun itu harus memanggil dirinya dengan sebutan Abah agar tidak ada yang merasa di nomor 2 kan dan merasa di anak tirikan karena berbeda-beda panggilan.


"Baiklah Abah, jadi Bolehkah saya tahu di mana keberadaan Nyonya Aulia sekarang? karena jika saya kembali dengan ke tangan kosong pasti bakalan kena amukan dari tuan Bagas, soalnya Tuan Bagas tidak pernah mentolerir anak buahnya yang tidak bisa melakukan perintahnya! "Pinta Dimas penuh permohonan.


Deni sebenarnya tidak tahu menahu soal keberadaan anaknya saat ini Karena memang tadi saat menelpon Aulia wanita itu tidak menjelaskan keberadaannya, malah yang ada panggilannya langsung dimatikan begitu saja membuat dirinya saja tidak bisa memberikan kepastian kalau ia tahu keberadaan Aulia untuk saat ini.

__ADS_1


"kamu kalau datang dan bertanya di mana Aulia Sebenarnya kamu salah tempat karena memang saya tidak tahu sama sekali sebab Dia kan sudah pindah ke rumah keluarga suaminya ya Otomatis Saya tidak tahu dia ke mana dan dengan siapa, yang seharusnya tahu itu kan suaminya kenapa sekarang malah Dia menyuruh kamu untuk mencari tahu seperti begini terus dia kegunaannya sebagai apa coba ?" Deni sudah habis kesabarannya dari tadi kalau terus saja dipermainkan oleh keluarga dari menantunya itu.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Deni, Dimas yakin kalau sebenarnya pria itu memang tidak tahu sama sekali keberadaan Nyonya Bos mereka. Maka dari itu dirinya memilih untuk mundur diri dan akan mencari tahu sendiri di mana keberadaan Aulia Yang pastinya, karena kalau berlama-lama di sini bisa dipastikan nanti Deni bakalan marah-marah lagi kepadanya padahal jelas-jelas Masalah ini tidak ada sangkut paut dengannya.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Abah Maaf kalau sudah mengganggu waktunya dan juga Maaf sudah membuat Abah merasa tidak nyaman, saya mewakili dari tuan Bagas hanya ingin memastikan keberadaan Nyonya Aulia tidak ada niatan untuk melakukan hal lainnya!"pamit Dimas sambil membungkukkan kepalanya dan memilih untuk segera pergi dari situ karena dilihatnya orang seperti Deni itu tidak suka yang namanya basa-basi apalagi bercanda di dalam hidupnya.


"Ya sudah kamu pulang sana dan kalau bisa jangan mencari sendiri, lebih baik kamu kembali lagi ketemu dengan Tuan kamu terus suruh dia yang mencari. Kalau dia bertanya bilang saja ini perintah dari saya, kalau sampai dia tidak mau melakukannya kamu lapor saja kepada saya supaya saya yang bakalan menelpon dan memarahi manusia satu itu karena tidak pernah bertanggung jawab kepada keluarganya sendiri!" Perintah Deni.


Dimas hanya tersenyum canggung perkataan pria paruh baya yang ada di hadapan nya kini, sebab tidak mungkin Ia melakukan apa yang diperintahkannya itu. Karena itu sama saja dengan ingin menjadi pengangguran kelas kakap, soalnya Ya begitu perintah seorang Bagas itu mutlak dan harus dilakukan tidak boleh ada namanya penolakan apalagi secara sengaja.


sepeninggal Dimas kini Deni berusaha menghubungi Aulia kembali sebab sebenarnya dirinya juga tidak menyukai sikap putrinya yang main pergi begitu saja dan membuat orang lain yang kesulitan, marah sih boleh tetapi kalau sampai bertindak di luar batas Itu sudah merupakan sesuatu yang tidak bisa dibenarkan dan akhirnya membuat orang lain yang bakalan kesusahan.


Aulia yang sedang menunggu sahabatnya datang mengerutkan keningnya ketika mendengar telepon dari Abahnya, sebenarnya Ia juga malas mengangkatnya takutnya sekarang itu ada Bagas di dekat Abahnya itu jadi mau tidak mau Deni menghubunginya terus.


"Iya Abah kenapa lagi sih? Tadi kan sudah telepon masa iya sekarang ulang lagi padahal Aulia lagi ingin istirahat loh soalnya benar-benar capek, Tetapi kalau memang ada yang penting ya sudah ngomong aja Aulia Siapa mendengarkannya Sampai kapan mau Abah bicaranya!"perintah Aulia yang sebenarnya lagi malas-malasan pengennya bersantai-santai Ria tetapi sepertinya tidak mungkin karena semua orang pada sibuk mencarinya.


"Kamu sekarang ada di mana? Ingat ya jangan melakukan hal nekat nanti yang membuat kamu yang kesusahan sendiri, Abah menjadikan kamu itu istrinya Dia karena ingin kamu melancarkan balas dendam keluarga kita bukan malah bermain curang seperti begini?"tanya Deni yang benar-benar tersulut emosinya sudah habis kesabarannya meskipun dirinya tahu kalau Aulia ogah-ogahan menjalani pernikahan tetapi itu sudah terjadi dan yang dilakukan sekarang Yaitu sesuai dengan keinginannya.


Aulia membuang nafasnya kasar karena Lagi Dan Lagi dirinya pasti bakalan disalahkan padahal ini semua kan bukti dari protesnya tentang pernikahan yang dijalaninya, meskipun dirinya tahu dibalik itu ada keinginan yang mulia namun bagaimana lagi kalau sudah terlanjur tidak nyaman tidak mungkin kan memaksakan diri untuk biasa saja.


"Aku ada di rumah! Memangnya ada masalah apa sampai Abah menanyakan soal keberadaanku, apa ada masalah penting atau mungkin aku sedang dicari oleh Bagas? Biarkan saja itu orang mau berbuat apa soalnya aku juga lagi kesal dengannya, masa iya tadi dengan teganya menurunkan aku di tengah jalan padahal dia tahu kan orang jahat pasti bakalan melakukan apapun yang mereka mau kalau sikapnya seperti begitu?" Jelas Aulia.


"Maksudnya kamu selama ini Bagas selalu memperlakukan kamu tidak baik, Kenapa kamu tidak ngomong dari kemarin-kemarin biar Abah yang bakalan menyidang dia supaya kapok tidak lagi melakukan hal-hal itu kepada kamu?" Tanya Deni penasaran.

__ADS_1


"Memangnya dari kemarin-kemarin kalau aku ngomong Abah bakalan percaya begitu? Yang ada itu kan Abang selalu berkata bahwa aku harus sabar sampai semuanya kita dapatkan dulu baru aku bisa meninggalkan pria itu, ya Makanya sekarang aku mau milih untuk malas tahu kan?" Ujar Aulia ketus.


"Bukan seperti itu juga kan? Kalau memang kamu merasa dia memperlakukan kamu tidak adil, kamu bisa ngomong dong kepada kami sebagai orang tua kamu. Agar kami bisa ngomong kepada dia jangan bersikap seperti itu lagi, mungkin dengan begitu dia bisa menghentikan semua sikapnya selama ini yang tidak bagus?" Deni berusaha mengatakan hal yang tidak menyulut emosi dari Aulia.


"sepertinya sudah terlambat Abah soalnya kan dia sudah melakukan semua itu kepadaku Jadi kalau ngomong suruh dia menghentikan itu kayaknya tidak masuk akal, kenapa dulu saat Abah menyetujui kami menikah tidak membuat perjanjian lebih dulu supaya saat sudah menikah dia tidak bisa sewenang-wenang dong kepadaku?"Aulia sebenarnya sedikit berbohong dan juga sedikit meneramatir keadaan agar Deni benar-benar percaya kalau sebenarnya dirinya hidup dengan Bagas selama ini selalu ditindas padahal sebenarnya kebalikannya deh.


"Ya sudah kalau begitu kalau memang kamu niatan untuk pulang silakan pulang Tetapi kalau tidak Ya sudah kamu balik saja ke rumah abah sama Umi, biar nanti dia kalau datang menjemput kamu Abah yang bakalan ngomong tidak usah kamu pakai minggat segala Memangnya kamu punya uang buat bayar tempat tinggal yang baru? "tanya Deni sembari mengejek putrinya itu.


"Asal Abang tahu ya aku ini salah satu wanita yang termasuk terkaya di dunia karena mempunyai suami yang juga tajirnya melintir, jadi kalau mau nginap di hotel bintang 10 sekalipun rasa-rasanya uang suamiku tidak bakalan habis jadi tenang saja!"tanpa sengaja Aulia sudah menyebutkan bahwa Bagas itu merupakan suaminya yang selama ini padahal Ia tolak mentah-mentah.


"Jadi ceritanya kamu sekarang beneran Lagi nginep di hotel, tahu tidak apa yang kamu lakukan itu membuat asistennya Bagas harus bersusah payah untuk mencari kamu kemana-mana Karena diperintah oleh majikannya itu? "tanya Deni membuat Aulia mendengus kesal.


"itu orang maunya apa sih? Dia kan masih punya istri yang lain kenapa harus repot dengan urusanku segala, sudah Biarkan saja dia mau mencari sampai model Bagaimana mau membayar orang Berapa banyak Terserah yang penting semampunya saja deh!"setelah mematikan ponselnya Aulia pun memilih untuk keluar dari kamarnya Sebab di dalam dirinya merasa sumuk.


ketika sampai di depan dirinya langsung berubah jadi antusias ketika melihat wajah sahabatnya yang kedua tangan kiri kanannya memegang penuh cemilan kesukaannya dengan berbagai varian, jika sudah begini perasaan emosi yang tadi ya rasakan langsung membawa pergi begitu saja sebab sudah punya teman satu server yang bisa diajak ngakak sepanjang hari.


"Hola my honey bunny sweety I miss you so much!"teriak Nina membuat Aulia menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ternyata temannya itu tidak pernah sadar tempat masa iya Hotel Iya jadikan seperti pasar yang suka-sukanya dipakai buat teriak.


"ih bisa tidak jangan pakai teriak-teriak segala Memangnya kamu pikir aku tidak bakalan mendengar suara kamu meskipun sekecil apapun di tempat sesunyi ini, jangan bikin malu deh tuh lihat semua orang pada ngelihat ke arah kamu yang gayanya eksotis tapi mulutnya embernya sejagat!"sungut Aulia sambil berbisik karena dari tadi ia melihat Anggi memasang Tatapan yang begitu takut ke arahnya seolah ia ini merupakan seorang kanibalisme yang gampang saja menelan bangkai orang hidup-hidup.


"ya suka-suka kita dong mau ngapain aja lagian kamu kan pasti tahu semboyannya itu Tamu adalah raja, Jadi kalau aku mau jungkir balik ataupun latihan mencium di lobby ini pun tidak masalah soalnya kan tidak ada tulisan yang melarang hal itu untuk terjadi?"Nina masih tetap saja nyeleneh merasa bahwa apa yang dia lakukan itu tidak ada yang salah.


"Ya sudah Sesuka kamu saja lah tetapi nanti setelah masuk dalam kamar dulu baru kamu mau ngapain aja terserah yang penting Intinya jangan di sini bikin malu, kalau kamu mah memang tidak tahu malu tetapi akunya urat Malu ku masih di depan stoknya masih banyak!" Omel Aulia.

__ADS_1


Anggi menahan nafasnya sejenak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Aulia barusan sebab takutnya ternyata Nyonya ketiganya itu memiliki kelainan atau perilaku yang menyimpang, dan kalau begitu kasihan bagasnya karena mendapatkan sesuatu barang yang bukan original melainkan KW.


__ADS_2