Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Tak Peduli


__ADS_3

Jika Bagas itu merupakan orang lain pasti bakalan menerima saran yang diberikan oleh. asistennya tadi, Karena berhubung dia merupakan Bagas Sanjaya maka dari itu ia tidak akan pernah mengikuti apa yang dikatakan oleh asistennya itu.


Pria itu malah memberikan kode kepada Andra agar menghentikan taksi yang sudah mulai beroperasi di jam seperti itu, karena menurutnya tidak masalah menunggu di dalam taksi tetapi sudah berada di depan rumahnya Nina.


Andra Tentu saja tidak menolak apa yang dikatakan oleh Bagas meskipun terkesan sangat tidak masuk akal dan juga sangat terburu-buru, karena belum tentu Aulia ada di kediamannya Nina sedangkan mereka sudah melakukan hal yang memalukan yaitu bertamu di rumahnya orang pagi-pagi.


Bagas tidak tahu sama sekali kalau sebenarnya Nina itu merupakan anak dari rekan bisnis yang paling ia kenal dan baru saja ia jumpai kemarin yaitu Perdana, kalau memang dirinya sudah mengetahui hal itu pasti Tentu saja sangat memudahkan langkah mereka yaitu pria itu tinggal menghubungi Perdana saja.


"Aku mana bisa membantah kalau dia sudah memberikan kode seperti itu, Lagian kamu setidaknya kasih solusi yang terbaiklah yang ada nanti kita bakalan terkena masalah! "bisik Andra kesal kepada Dimas yang menurutnya sepertinya cari mati dengan cara membuat Bagas menjadi emosi kepada mereka berdua.


"aku mah Sedang berpikir realistis tidak asal gegabah mengambil kesimpulan yang ada malah merugikan diri sendiri, Lagian kita di sini itu tidak punya kenalan sama sekali Kalau misalnya saat kita bertemu di rumah orang pagi-pagi terus tuan rumahnya merasa tidak nyaman? "tanya Dimas yang sebenarnya sedang berdoa setiap hari agar Mungkin Tuhan menurunkan mukjizat agar bisa mengubah tabiat Bagas yang pemaksa dan juga tidak ada rasa pengertian sama sekali.


Andra tentu saja memilih untuk mencari taksi sesuai dengan kriteria tuannya dan juga membuat Bagas merasa nyaman, karena selama ini ia juga jarang sih menerima perintah dari Bagas karena dirinya hanyalah merupakan seorang pilot yang tahunya hanya membawa pesawat untuk terbang.


"Tuan Saya sudah mendapatkan taksi Jadi silakan kita pergi ke sana saja untuk langsung pergi ke tempat tujuan, Kalau anda merasa capek silahkan saja istirahat di dalam taksi karena sepertinya nyaman! "ujar Andra tetapi Bagas bukannya malah berterima kasih yang ada pria itu memilih untuk segera pergi ke dalam taksi dan duduk dengan tenang.


Percayalah fisik banget sekarang bukan seperti yang dulu ketika dibawa begadang semalaman pun tidak akan terjadi masalah, sekarang itu fisiknya sudah semakin peot apalagi tenaganya habis untuk mengurus para istrinya dan alhasil membuat pria itu tidak bisa tahan untuk begadang semalaman alhasil ia langsung tumbang ketika berada di dalam mobil.


Dimas dan Andre Saling pandang memilih untuk tidak mengganggu pria itu sebab mungkin dengan dirinya tidur mereka bisa sedikit mengulur waktu untuk bertamu di kediaman orang tuanya Nina, dan itu juga merupakan sebuah berkah bagi mereka karena alhasil tidak akan menanggung malu akibat kemauan Bagas yang begitu keras.

__ADS_1


Davina dan juga Nella sebenarnya merasa Aneh ketika dua malam Safira tidak pulang ke rumah sama sekali, Padahal selama ini wanita itu keluyuran di siang hari kalau malam langsung pulang sebab takut nanti Bagas bakalan menceraikannya.


"Kamu lihat Safira tidak? Soalnya Mama heran loh sudah dua hari ini dia tidak pernah pulang sama sekali, Padahal selama ini kan kalau keluyurannya tidak pernah sampai berhari-hari seperti itu? "tanya Nella memastikan.


Devina sebenarnya sepemikiran dengan mertuanya itu, karena biarpun Safira itu merupakan wanita pembangkang tetapi untuk mematuhi peraturan yang dibuat oleh Bagas dirinya tidak pernah sedikit membantah.


"kemarin aku sudah sempat menelponnya tetapi nomornya itu tidak bisa dihubungi sama sekali, dan juga aku sudah memastikan barang-barangnya di dalam kamar itu masih utuh dan juga tersimpan rapi di tempatnya." jelas Davina.


"Apa kamu tidak punya kenalan yang juga mengenal Safira, Siapa tahu dengan bertanya kepada mereka kita bisa tahu keberadaan Safira saat ini? "saran Nella.


"temannya Safira kan nyeleneh semua dan juga sangat tidak masuk akal, aku saja kadang-kadang merasa tidak nyaman ketika melihat gaya berpakaian Mereka kemudian gaya mereka membahas sesuatu itu sangat mengerikan! "jelas Davina karena memang wanita yang merupakan istri pertama dari Bagas itu merupakan seorang tipe wanita rumahan dan juga kalau keluar rumah ada perlunya saja dan lebih memilih untuk fokus membangun bisnis.


"Iya kamu benar juga sih hanya saja Mama tuh khawatir Takutnya kalau nanti Bagas pulang terus melihat istrinya tidak ada, Mama tidak bakalan bisa membayangkan Bagaimana murkanya Bagas dan juga entah apa yang bakalan ia lakukan kepada Safira!"ujar Nella meskipun ia merasa tidak nyaman dengan segala macam tingkah yang dibuat oleh Safira tetapi Biar bagaimanapun wanita itu masih merupakan menantu sahnya.


"Pagi Oma pagi juga Mama! Bunda Aulia belum pulang ya, Soalnya dari semalam aku nungguin tapi tidak datang-datang juga? "tanyain Indira dengan wajah yang sangat tidak semangat.


Devina menghela nafasnya kasar Karena Wanita itu sebenarnya secara tidak langsung mengakui jika Aulia datang itu sudah membawa banyak perubahan di rumah itu, mulai dari sikap Bagas yang terang-terangan merasa kehilangan ketika tidak ada Aulia.


Safira yang juga memberontak kepada Bagas karena tidak terima membawa adik madunya, Indira yang terlihat begitu nyaman ketika ada Aulia di sekitarnya sebab Wanita itu sangat memperhatikan dan juga menyayangi Indira secara Tulus.

__ADS_1


"Nanti kalau Bunda mau pulang pasti bakalan kita tahu dong, masa iya deh lama-lama tinggal di mana nantinya? Jadi lebih baik sekarang kamu ikut sarapan bareng saja soalnya nanti kamu harus ke sekolah kan pukul 06.30, daripada nanti telat terus jadi bahan Bulian teman-teman kamu lagi Siapa coba yang mau membela? "bujuk Davina tetapi Percayalah perkataan Davina itu bukan membuat Indira merasa tenang yang ada gadis kecil itu malah bertambah kesal.


"itu dia permasalahannya! kalau ada Bunda aku pasti bakalan dibelain kemudian teman-temanku yang nakal itu pasti bakalan kena jewer, tetapi sekarang aku kan sendirian di sekolah tidak ada yang mau membantu maka Lebih baik aku tidak bisa sekolah saja deh tunggu sampai Bunda pulang baru aku bakalan ke sekolah lagi! "tolak Indira membuat Davina mengeraskan rahangnya karena sedikit tersulut emosinya sebab Indira sekarang lebih suka membantah apa yang ia katakan.


"Kamu bisa tidak jangan terlalu berlebihan seperti itu! Bukankah dulu sebelum Bunda kamu itu datang, kamu sudah sekolah seperti biasanya? Tidak pernah takut dengan yang suka mengganggu kamu, sekarang kenapa kamu jadi cengeng dan juga tidak bisa mengandalkan diri sendiri malah membuat orang lain kerepotan? "Devina benar-benar kesal dengan anak bungsunya itu soalnya sudah sangat susah sekali diatur dan kalau Aulia yang mengaturnya pasti bakalan menurutinya dengan begitu bahagianya.


"Mama kenapa sih malah balik memarahi aku lagi, Memangnya salah kalau Indira menunggu Bunda sampai pulang terus baru Indira pergi ke sekolah lagi? "tanya Indira kesal lalu memilih untuk Pergi Kembali ke dalam kamarnya Aulia dan mengunci pintunya dari dalam.


"sudah Kamu jangan pergi menyusulnya lagi biar dia lebih tenang Nanti juga bakalan kembali lagi! Mama juga mau pergi ke teman-teman arisan soalnya pagi-pagi sekali kita mau touring ke Bandung, kalau memang kamu merasa Suntuk di rumah sendirian lebih baik ikut mama saja biar sekalian kita refreshing bareng gitu? "tawar Nella kepada menantunya itu tetapi Percayalah Davina sangat tidak suka dengan grup sosialitanya sang mertua yang menurutnya hobinya ngegibah daripada bertutur kata yang positif.


"Sepertinya aku nggak ikut deh Mah, Soalnya tadi ada janji bakalan ngelihat rumah yang aku sama anak-anak bakalan tempati nantinya! Soalnya tidak mungkin kan aku dengan Aulia tinggal serumah seperti ini, karena Takutnya nanti membuat Aulia merasa tidak nyaman dan juga mungkin selama ini dia pergi dari rumah karena ada aku dan juga anak-anak di sini. "jelas Davina dan memang Nella mengakui hal itu karena tidak mungkin ada dua ratu dalam satu rumah.


"Ya sudah nanti kamu usahakan cari Hunian yang membuat kamu sama anak-anak merasa nyaman bukan karena masalah harganya, nanti kalau kamu ngomong sama Bagas Dia tidak paham Mama yang bakalan bantu bicara sama dia! "sahut Nella lalu segera pergi kembali ke dalam kamarnya karena ia harus bersiap diri.


Bukan sebuah keputusan yang mudah ketika memilih pergi dan membiarkan istri muda suaminya yang tinggal di rumah yang selama ini sudah ia tempati, hanya saja dirinya sudah merasa tidak nyaman dan juga tahu bahwa Bagas sudah tidak menganggap kehadirannya sama sekali Jadi untuk apa mempertahankan diri tetap berada di situ sedangkan orang yang membuat ia berada di situ tidak pernah menghargai keberadaannya lagi.


"Aku bukannya kalah dengan memilih pergi dari sini, hanya saja kalau ini merupakan jalan yang terbaik Tidak ada salahnya kan kalau mencoba? Apalagi aku merasa kalau pernikahan Mas Bagas dan Safira itu tidak dalam keadaan baik-baik saja, sebab tidak mungkin wanita itu mau memilih pergi dari rumah ini sedangkan selama ini ia memilih untuk tetap bertahan meskipun Mas Bagas tidak pernah peduli padanya!" Batin Davina.


Devina memilih untuk menyusul Indira karena anaknya itu sudah saatnya pergi bersiap diri untuk ke sekolah, bersedih sih boleh tetapi tidak perlu sampai berlarut-larut dan membuat kegiatan sehari-hari jadi terbengkalai.

__ADS_1


__ADS_2