
Aulia benar-benar tidak menyangka jika cobaan hidup yang ia rasakan saat ini sungguh sangat diluar ekspektasinya, padahal yang ia inginkan yaitu hidup Tetap tenang tidak ada gangguan sedikitpun bahkan bisa dibilang ya mengalir saja mengikuti alurnya.
Nina kebetulan yang datang ke kota itu hanya untuk jalan-jalan dan menemui Aulia otomatis tidak membawa barang yang begitu banyak, cukup satu koper yang cukup besar lalu setelah itu ia pun pergi dari tempat itu yang nantinya entah kapan bakalan kembali dirinya juga tidak tahu.
sopir yang masih berada di dalam taksi tersebut untuk menunggu Nina Yang Sedang membereskan semua barang-barangnya menatap heran ke arah Aulia yang duduk di jok belakang, wanita itu terlihat murung seperti tidak ada semangatnya sama sekali bahkan terlihat begitu banyak bekas ****** yang masih tertinggal di lehernya dan juga di sela-sela telinganya itu.
pria itu bukan anak kecil yang tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi kepada wanita tersebut, namun dirinya cukup bukan teman dekat dengannya jadi otomatis Kalau mencari tahu terhadap pelanggannya itu merupakan sesuatu yang tidak baik dan juga melanggar privasi konsumen itu sendiri.
Nina yang sudah selesai langsung masuk kembali ke dalam mobil dan hanya bisa menghela nafasnya kasar ketika melihat Aulia tertidur dengan wajahnya yang seperti menangis, dia tidak bisa membantu jika sahabatnya itu hanya diam saja seperti ini karena kalau membantu tanpa mengetahui masalah yang pastinya itu merupakan sebuah kesalahan yang sangat fatal karena tidak punya bukti yang kuat.
Meskipun begitu dirinya sekarang bisa melakukan sesuatu yaitu menjadi teman Aulia kemanapun wanita itu menginginkan untuk pergi tidak akan pernah meninggalkannya, dan juga akan selalu memberi support agar Aulia tidak merasa sendiri yang di dunia ini karena ada dirinya yang siap membantunya di segala keadaan dan juga di segala cuaca.
"Ayo Pak jalan, kalau misalnya Bapak mengantar kami ke pinggiran kota yang ada penginapannya bisa atau tidak? Kalau soal bayaran Tenang saja saya bakalan tanggung jawab sesuai dengan permintaan saya yang penting intinya Bapak tolong kami, sebab lihat kan wanita ini benar-benar sedang ingin menyendiri dan juga tidak ingin diganggu siapapun soalnya beban pikirannya ini sepertinya sangat besar sekali! "Nina terpaksa mau tidak mau mengatakan semuanya di hadapan pria itu karena sekarang itu kalau kamu minta tolong terus mengatakan sesuatu itu hanya secara segaris besar otomatis pertolongan itu tidak akan pernah kamu dapatkan karena mereka merasa bahwa engkau sedang membohongi mereka.
"Oh tidak masalah kalau soal itu karena memang dari tadi saya melihat Mbak itu udah sepertinya punya banyak pikiran, jadi kalau memang saya bisa membantu ya pasti bakalan saya lakukan!" Sahut Sopir itu santai.
Nina tersenyum bahagia ketika merasa ada yang berbaik hati untuk menolong mereka karena dirinya merupakan orang asing di tempat itu tidak punya kenalan siapa-siapa selain Abizar dan juga Aulia, kalau dirinya menelpon pria itu yang ada nanti bakalan ketahuan kalau mereka sudah membawa pergi Aulia dari hadapan mereka dan itu bisa berakibat yang tidak baik untuk Aulia dan juga hidup mereka kedepannya.
Kalau menelpon kedua orang tuanya Aulia itu juga merupakan bukan solusi yang tepat untuk saat ini mengingat Bagaimana sikap Abah dan Umi nya Aulia yang bakalan begitu panik nantinya, maka dari itu lebih baik dirinya membantu Aulia secara diam-diam toh mereka berdua juga bukan wanita yang lemah-lemah amat sih jadi mau saja ditindas oleh orang lain.
"Sebenarnya kalau boleh tahu itu Mbaknya Kenapa ya kok terlihat seperti orang yang pernah memendam begitu banyak masalah dalam hidupnya, dan Kalau saran saya lebih baik harus ditemani terus jangan sampai dia putus asa dalam melakukan hal yang tidak tidak! "saran dari pria tersebut yang menurutnya memang tidak ada salahnya sama sekali karena itu yang sedang dalam pikirannya saat ini.
"Bapak saja tidak tahu sedangkan saya yang merupakan teman dekatnya saja lebih tidak tahu lagi dengan apa yang terjadi kepadanya, doakan saja semoga dia selalu kuat dan dalam menghadapi semua ini dan juga biar segala yang membuat pikirannya tidak nyaman bisa segera di hilangkan!"jelas Nina yang memang sedang berkata jujur karena soal masalahnya Aulia dirinya tidak tahu menahu sama sekali bahkan yang ada ya berencana meninggalkan kantor Sanjaya saat itu untung juga Aulia keluar tepat waktu.
__ADS_1
Bagas yang sudah keluar dari kamar mandi begitu heran ketika melihat kamar tidur tersebut dalam kondisi kosong melompong seolah-olah tidak ada orang sama sekali di dalam situ, padahal setahunya saat ia masuk ke dalam kamar mandi tadi Aulia masih berada di situ karena memang wanita itu sepertinya terlihat sangat kelelahan akibat apa yang ia lakukan.
Bagas segera memakai pakaiannya kembali lalu keluar ke dalam ruangannya memastikan keberadaan istrinya tersebut, namun tetap saja tidak ada nampak Aulia di situ membuat pria itu begitu cemas dan langsung berlari keluar untuk mencari Dimas dan memastikan segalanya.
Dimas menatap heran ke arah tuannya itu yang terlihat tergesa-gesa seperti sedang mengejar hantu padahal dari dulu sampai sekarang hantu yang selalu mengejar manusia, didekatinya lah pria itu lalu ingin mencari tahu sebenarnya apa yang membuat pikiran Bagas begitu gusar seperti tengah memikirkan suatu hal.
"Ada yang bisa saya bantu tuan? "Tanya Dimas memastikan.
Bagas masih celingukan ke sana kemari berusaha mencari keberadaan Aulia jangan sampai memang wanita itu berada di tempat itu, Namun sayang sepanjang matanya menyusur setiap sudut istrinya itu tidak nampak sama sekali datang hidungnya membuat pria itu sedikit merasa kecemasan.
"Kamu tadi lihat istri saya tidak melewati pintu itu, atau mungkin dia ada pergi keluar dan sudah ngomong kepada kamu supaya saya jangan mencarinya? " tanya Bagas memastikan.
Dimas mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Bagas barusan, sebab menurutnya apakah pria itu tidak salah memberikan pertanyaan? Karena bukankah dari tadi itu Aulia bersama dengan Bagas, ya Otomatis yang mengetahui keberadaan wanita itu adalah dirinya tetapi kenapa malah bertanya balik kepadanya?
"Maksud kamu mata saya ini tidak berfungsi dengan benar jadi tidak bisa membedakan mana istri saya dan mana yang bukan, tidak usah mencari tahu lebih detailnya lagi lebih baik jawab saja pertanyaan saya kalau memang tidak tahu ya sudah tinggal ngomong saja kan?" Ketus Bagas karena kesal bukannya jawaban yang ia dapatkan sesuai dengan keinginan malah yang ada dirinya diberikan pertanyaan lagi kalau sudah seperti begini Siapa coba yang bakalan menjawab pertanyaannya tadi.
"kamu hari ini kan bertugas untuk menggantikan resepsionis yang lagi sedang cuti melahirkan jadi kamu otomatis berdiri di sini kan dari tadi, jadi kamu tahu tidak Apakah istri saya keluar dari pintu untuk pergi ke suatu tempat atau mungkin dia dijemput sama seseorang? "tanya Bagas terhadap Anggi yang sedang berusaha untuk menetralkan kegugupannya karena memang dirinya tahu tadi Aulia pergi dengan siapa dan ke arah mana serta menggunakan apa tetapi ancaman Aulia tadi juga tidak main-main tidak mungkin juga pendirinya melanggar.
"Saya memang dari tadi di sini Tuan tetapi untuk Nyonya pergi ke mana pastinya Saya tidak tahu sama sekali, dan saya juga tidak mungkin bertanya karena nanti rasanya seperti sangat tidak sopan kalau sampai saya melakukan hal itu! "jelas Anggi sambil menundukkan wajahnya membuat Bagas menatapnya penuh kecurigaan karena dirinya tahu pas di wanita itu sedang menyembunyikan sesuatu yang penting kepadanya.
"Kamu tahu kan jika selama ini kehidupan kamu itu bergantung kepada perusahaan milik saya dan juga bergantung pada kemurahan hatinya saya, jadi jangan pernah kamu mencoba untuk membohongi saya jika nantinya Hal itu membuat kamu yang bakalan kewalahan sendiri! "sarkas Bagas yang benar-benar nada bicaranya itu sangat tidak bersahabat dan Percayalah di sini lagi-lagi Anggi lah yang disalahkan padahal jelas-jelas wanita itu tidak tahu apapun.
Anggi mau tidak mau harus berkata jujur tentang apa yang ia lihat tadi tetapi untuk pastinya dirinya juga memang tidak tahu sama sekali tentang Aulia pergi ke mana, namun Biar bagaimanapun dirinya harus jujur kepada Bagas meskipun ada rasa bersalah kepada Aulia Tapi ini semua demi kelangsungan hidupnya yang bergantung penuh pada bisnis dari keluarga Sanjaya.
__ADS_1
"Saya sebenarnya tadi melihat Nyonya Aulia pergi menggunakan taksi bersama dengan temannya tetapi saya tidak berani bertanya karena wajah Nyonya yang sangat tidak bisa diajak kompromi, maka dari itu saya membiarkan saja mungkin saya pikir dia pergi sudah memberikan izin kepada anda maka dari itu saya tidak terlalu ikut campur!"jelas Anggi yang benar-benar merasa ketakutan jangan sampai Bagas menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi pada jelas-jelas ia tidak terlibat sama sekali dengan kepergian Aulia saat ini.
"Maksud kamu wanita yang tadi sudah saya usir dan saya suruh pergi karena tidak boleh mengganggu Nyonya Aulia, dan wanita itu sudah yang membawa Nyonya pergi dan kamu mengijinkan begitu saja? "tanya Dimas tidak terima karena menurutnya akibat keteledoran Anggi ini dirinya juga yang bakalan Kena masalah.
Anggi Tentu saja tidak terima jika Dimas menyalahkan dirinya seperti itu padahal jelas-jelas di sini Aulia sendiri yang memilih pergi bukan karena atas saran darinya, jadi kalau mau menyalahkannya itu sepertinya salah tempat dan juga salah orang sebab yang ia lakukan di situ hanyalah bekerja tidak ingin mengganggu urusan orang lain.
"Kamu kalau ngomong sadar diri dong jangan asal menyalahkan orang seperti begitu, Memangnya kamu ada di sini saat Nyonya Aulia pergi dan juga mendengar semua kata-kata aku? Lain kali kalau hanya mendengar saja tanpa bukti usahakan jangan terlalu percaya diri buat marah-marah tidak jelas, lagian Apa gunanya sih kamu sebagai asistennya tuan tidak bisa menjaganya sedikitpun Yang ada malah keluyuran tidak jelas?"Anggi bener-bener tidak terima dengan sikap Dimas yang menurutnya terlalu otoriter dan suka memerintah serta enak sekali menyalahkan dirinya yang jelas-jelas tidak suka ketika bertemu dengan pria itu.
"Jadi ceritanya di sini kamu malah menyalahkan saya dengan keteledoran yang sudah kamu lakukan, setidaknya kamu kalau melihat Nyonya pergi dengan wanita itu kamu harus menghubungi saya dengan begitu kan bisa menjaga agar mereka jangan pergi kan? "tanya Dimas yang benar-benar sama tidak paham dengan pemikiran semua wanita di dunia ini karena sudah salah tetapi ngotot Kalau merasa diri tetap benar.
"coba saja kalau tadi kamu melihat sendiri bagaimana keadaan Nyonya pasti kamu bakalan berpikir dua kali untuk menahan dia jangan pergi, dan satu lagi saya bakalan kembali ke hotel saat ini juga soalnya capek apa yang tidak saya lakukan malah disalahkan seperti begini!"Anggi tidak peduli jika dirinya dipecat atau apapun yang penting intinya hanya satu yaitu Ia tetap pada pendiriannya yaitu memang tidak tahu sama sekali tentang kepergian Aulia dan juga masalah yang sedang dihadapi oleh wanita itu dan juga majikan mereka.
Bagas tidak bisa lagi berbicara banyak ketika mendengar penjelasan singkat dari Anggi tadi tentang keadaan dari istrinya itu, dirinya yakin alasan kuat Aulia memilih untuk pergi adalah karena tidak nyaman berada di dekatnya.
Pria itu bingung pernikahan seperti apa yang tengah ia dan Aulia jalani sampai-sampai tidak lewat sehari pun untuk mereka berdamai, pasti ada saja perdebatan yang harus mereka habiskan tiap hari sampai-sampai orang lain di sekitar mereka pun bakalan terkena imbasnya.
"Kamu hubungi orang rumah pastikan Apakah dia pulang atau tidak, dan juga kamu tetap berada di sini sebelum saya suruh kamu pergi jangan berbuat seolah kamu merupakan tuan dari tempat ini!"perintah Bagas yang tidak ingin dibantah oleh siapapun membuat Anggi yang tadi merasa kesal dengan Dimas mau tidak mau mengikuti apa yang diperintahkan oleh tuannya itu.
"Baiklah Tuan saya bakal melakukan apa yang seperti anda perintahkan!"Dimas dan Anggi kompak membuat keduanya saling menatap Lalu setelah itu memilih untuk tidak peduli satu dan lainnya.
Bagas memilih untuk masuk kembali ke dalam ruangannya meskipun hatinya benar-benar merasa bersalah dengan kebodohan yang telah ia lakukan barusan, entah setan apa yang sudah merasukinya sampai-sampai menyakiti Aulia seperti itu padahal kesalahannya yang kemarin saja belum dimaafkan oleh wanita itu tetapi kenapa sekarang harus Mengulangi kesalahan yang sama lagi.
"Istriku yang lain kalau membangkang pasti tidak pernah aku pedulikan dan juga membiarkan saja sampai mereka baik sendiri tetapi kenapa saat berdekatan dengan dia aku merasa ingin diperhatikan, ingin selalu dia mendengar Apapun yang aku inginkan tidak boleh membantahku sedikit saja dan juga bisa menjadi wanita yang penurut!" Gumam Bagas.
__ADS_1