Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Jalan jalan


__ADS_3

Kini taksi yang ditumpangi oleh Aulia dan juga Nina sudah sampai di tempat tujuan yang sebenarnya Aulia tidak tahu sama sekali itu ada di mana, karena waktu pergi dirinya menyuruh Nina membawanya pergi sedikit jauh agar bisa menenangkan diri tetapi jauhnya ke mana Dirinya tidak bisa memastikan.


"Hei putri tidur ayo bangun, kalau mau bermimpi nanti malam hari saja deh sekarang masih sore! "Panggil Nina membangunkan Aulia yang dari tadi sepanjang perjalanan hanya molor saja Bahkan membuka matanya sedikit Lalu setelah itu kembali tidur lagi.


"Kita sudah sampai di mana, awas aja ya kalau kamu bawa aku kembali ke rumah orang itu? Kalau sampai hal itu terjadi kamu saja deh yang menjadi istrinya aku ogah Mendingan jadi jomblo seumur hidup, Daripada punya suami model seperti itu yang ada hanya bikin makan hati tiap hari!"Sungut Aulia karena mengira bahwa Nina membawa dirinya kepada alamat yang sangat tidak dirinya harapkan sama sekali.


Nina mencebikan bibirnya ketika mendengar apa yang Aulia katakan barusan, wanita itu bukannya berterima kasih kepadanya Yang ada malah memarahinya seperti dirinya tidak paham dengan apa yang sedang dialami oleh Aulia saat ini.


"Kamu itu memang tidak tahu terima kasih sama sekali loh, sudah diajak buat jalan terus ongkos taksinya juga aku yang bayar eh malah kamunya ngomong yang tidak jelas! "Nina benar-benar kesal tetapi ya dirinya hanya ingin menyampaikan protes saja namun itu semua tidak berasal dari hati melainkan hanya di ujung bibir setelah itu ya sudah selesai.


Sopir taksi yang dari tadi menemani Nina ngobrol hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar perdebatan di jok belakang itu, dirinya sedikit merasa terhibur dan tidak sumuk akibat perjalanan yang mereka lakukan itu mungkin bisa dibilang memakan 4 jam lebih karena mereka harus melewati penyeberangan dan setelah itu baru sampai ke tempat tujuan.


Aulia menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung sih tiba-tiba bangun dan langsung menyalahkan sahabatnya itu, padahal maksud dan tujuan dari Nina bagus untuk membantu dirinya kabur dari hadapan Bagas namun dirinya juga sedikit merasa cemas jangan sampai sahabatnya itu salah alamat.


"Ya habisnya kan aku takut kamu itu kan Kalau lihat orang ganteng sedikit langsung terpesona dan akhirnya sahabat dilupakan, tapi kalau memang kamu sadar kalau aku lebih dari segala-galanya ya lebih bagus jika begitu artinya kamu itu memang setia kawan!"sahut Aulia santai bahkan kecurigaannya kepada Nina tadi rasa-rasanya tidak sudah ia pikirkan lagi.


"Wah kamu ini memang orang tidak tahu terima kasih sama sekali, coba tadi aku buang kamu di jembatan penyeberangan boleh ya Biar dimakan hiu sekalian. Seharusnya kamu terima kasih lihat sekarang di sekitar kamu, hawanya baru suasananya juga baru tempatnya juga baru! "Sindir Nina sambil mengarahkan kepala Aulia agar menatap keluar jendela mobil untuk memastikan Sebenarnya sekarang mereka ada di mana.


"Widih ini tidak salah Kamu membawaku ke Bali, tapi sepertinya aku yakin kita bakalan dapat masalah deh soalnya itu orang koneksinya itu di mana-mana dan juga hotelnya juga ada di sini juga yang ada aku bakalan langsung ditemukan loh. "kegembiraan Aulia itu hanya berlangsung beberapa menit saja setelah itu langsung berubah menjadi kecemasan.


Nina membulatkan matanya sempurna ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya barusan itu, dirinya karena saking ingin berliburnya sampai melupakan hal sepenting itu padahal harusnya ia tahu bagaimana banyaknya harta keluarga Sanjaya itu.


"Ya maaf soalnya kan aku pikir suami kamu itu kan Kaya nya hanya biasa saja bukan kaleng-kaleng, jadinya menurutku tidak masalah kalau aku mengajak kamu ke sini eh tahu-tahunya seperti salah target ya? "tanya Nina yang memang benar-benar tidak percaya kalau keputusan yang ia ambil itu sangat salah.

__ADS_1


Aulia mendengus kesal ketika mendengar pertanyaan Nina yang sudah seperti orang stres, Padahal selama ini keluarga Sanjaya itu selalu saja nongol di Media elektronik maupun cetak tetapi masa iya dia kudet sampai segitunya.


"Eh kalau dia itu miskin belum tentu sanggup mempunyai istri lebih dari satu mau dikasih makan apa coba masa cinta bisa bikin kenyang, orang kalau doyan menikah terus dan juga Itu sudah merupakan kebiasaan jadi jangan heran hartanya pasti banyak makanya dia mampu melakukan hal itu. "sungut Aulia Ketus karena dirinya memang sedang benar-benar kesal.


Sopir tersebut memang sebenarnya tidak dalam ranahnya untuk ikut campur tetapi tidak ada salahnya kan kalau dirinya menimpali perkataan mereka, mungkin bisa memberi jalan agar kedua manusia itu paham bahwa semua masalah di dunia Ini sebenarnya ada jalan keluar yang bisa diambil jika memang sedang ingin berpikiran lebih jernih .


"Maaf jika saya lancang hanya saja Menurut saya Kenapa tidak sudah sampai di sini dinikmati saja semua yang ada, kalau perkara nanti ditemukan atau tidak Saya rasa itu urusan belakangan karena masih ada beberapa jam lamanya kan untuk menikmati keadaan saat ini ? "tanya sopir tersebut memastikan membuat Nina dan Aulia Saling pandang karena ternyata pria itu sudah sedikit jenius dan membantu mereka.


"Wah Pak sopir anda itu sebenarnya tidak cocok jadi sopir lebih cocoknya jadi seorang motivator dan juga tour guide, soalnya akhirnya pemikiran kami yang tadi dangkal tiba-tiba langsung berubah drastis dan mengakui jika saran yang Anda berikan tadi itu merupakan sebuah hal yang paling tepat saat ini! "ujar Nina antusias membuat Aulia mendengus kesal karena menurutnya Respon yang diberikan oleh Nina itu terlalu berlebihan.


"Iya menyebutnya sih Oke tapi jangan terlalu juga dong kuping aku tuh rasanya mau lepas tahu tidak, masa iya hanya segitu saja kok kamu sampai teriak-teriak seperti begitu kenapa tidak sekalian langsung jingkrak-jingkrak di tengah jalan biar para bule langsung klepek-klepek lihat kegilaan cewek aneh seperti kamu? "Aulia mengatakan hal tersebut sambil tersenyum sinis membuat Nina mah merasa biasa saja karena itu merupakan sebuah referensi yang paling harus ia coba.


"ih Kamu kenapa sih nggak ngomong dari tadi biar aku langsung buktikan semua perkataan kamu jangan sampai memang saat datang di sini jodohku itu memang orang bule, yang hidungnya macam tombak selalu berdiri terus. Terus kalau mau menghirup oksigen, paling boros Tetapi kalau mau cium cepat sampai? "ujar Nina sambil mencolek pipi sahabatnya itu membuat Aulia hanya bergidik ngeri karena sepertinya otak Nina itu sedikit rada bergeser karena buktinya Perkataan wanita itu Terdengar sangat nyeleneh dan tidak masuk akal.


"sepertinya Besok aku harus perbanyak koleksi bikini di rumah atau mungkin sebentar kita langsung belanja, Soalnya kamu tahu sendiri kan kalau Bali itu merupakan surganya para bule? Aku berharap kepada Tuhan Semoga diberikan jodoh pria-pria tampan tersebut agar mungkin aku bisa merubah keturunan menjadi lebih keren gitu, soalnya aku yang hitam kemudian pesek dan juga rada cerewet harusnya pendapat jodoh sesuatu yang beda. Siapa tahu orang satu kampung bakalan histeris ketika aku bawa pulang? "Nina dari tadi itu berhasil menghayal terlalu tinggi tetapi Aulia memilih membiarkan saja siapa tahu sahabatnya itu lagi bernostalgia ataupun mengharapkan sesuatu yang Entah pasti atau tidak.


"Sebenarnya saya senang berdekatan dengan mbak-mbak yang tidak seperti penumpang lainnya yang terkadang menganggap rendah orang yang mempunyai pekerjaan seperti saya, tapi karena memang saya harus segera narik Jadi sepertinya memang saya harus kembali ke kota saat ini juga! Saya doakan semoga masalah yang tengah Mbak hadapi bisa cepat selesai karena Biar bagaimanapun hidup itu dijalani, dan masalah itu harus dihadapi bukannya lari karena kalau lari yang ada masalah lain bakalan bermunculan! "ujar sopir tersebut Lalu meninggalkan kedua wanita yang menurutnya paling heboh dari tadi di dalam mobil padahal awal-awalnya dirinya sedikit merasa kasihan terhadap Aulia yang terlihat begitu frustasi tetapi ketika mendengar banyolan dari Nina membuat wanita itu seketika menjadi lebih rileks dan juga ceria.


Sepeninggal sopir tersebut kini Aulia dan Nina Saling pandang sebab entah mengapa tiba-tiba kegelisahan terjadi, karena mereka berdua merupakan orang baru di kota besar itu dan juga tidak punya kenalan sama sekali.


"Terus ini kita berdua ke arah mana lagi ya, Soalnya kamu tahu kan kalau aku itu paling tidak paham selain rumah? Jadi karena kamu yang aku anggap sebagai penunjuk jalan, tolong katakan Ke mana tujuan kita selanjutnya! "ujar Aulia sambil memasang tatapan sedikit kesalnya kepada Nina yang juga terlihat seperti orang yang lagi kebingungan.


"Kamu jangan gitu dong di sini itu bukan kamu saja yang pusing tapi aku juga, harusnya kita itu saling mendukung supaya tidak kesasar sama-sama Soalnya kan kalau aku kesasar kamu juga ikutan! "jelas Nina yang juga memasang tatapan cemberutnya.

__ADS_1


"Ya sudah terserah kamu saja mau ngapain soalnya capek sudah salah tetapi masih bertahan untuk benar, lama-lama kalau berdekatan dengan kamu terus selama 1 tahun lebih alhasil rambut aku bakalan beruban semua! "sungut Aulia.


Nina yang mendengar sahabatnya mengeluh dari tadi memilih untuk tidak ambil pusing dan membiarkan dirinya marah-marah sampai capek pasti bakalan berhenti sendiri, soalnya kalau dirinya ikutan menjawab perkataan Aulia yang ada bakalan terjadi perang dunia kesekian kali. Soalnya Aulia itu kalau lagi marah paling tidak suka kalau dibantah.


Karena mendengar Aulia yang sudah tidak marah-marah lagi Nina pun menatap ke arah sahabatnya itu memastikan kira-kira stok marah yang Aulia miliki masih ada atau tidak, karena jika sudah tidak ada maka ia akan menyampaikan pendapatnya Terserah mau diterima atau tidak yang pentingnya sudah dirinya katakan.


"Jadi gimana Masih mau marah atuh tidak, kalau masih mau marah ya sudah silakan saja kalau sudah tidak ngomong ya Biar aku gantian yang ngomong sekarang ?" Nina membuat Aulia yang tadi marah-marah langsung berhenti soalnya capek masa iya sepanjang hari hanya marah-marah yang ada dirinya bakalan darah tinggi saat itu juga.


"Ya sudah kalau begitu ngomong biar aku dengar kira-kira pendapat kamu itu seperti apa, Awas aja kalau nyeleneh ya bakalan ku buat perhitungan kepada kamu dan besoknya mulut kamu tidak bakalan bisa dipakai buat ngomong lagi! "ancaman Aulia bukan yang membuat Nina takut wanita itu malah merasa lucu.


"Ye cantik-cantik kok hobinya marah sih kamu, pantasan saja ganteng sama ketemu cantik akhirnya pasti bakalan bentrok terus seperti kamu dan juga suami kamu! "Sindir Nina membuat Aulia mendengus kesal karena dirinya sudah jauh-jauh jalan untuk melupakan Bagas Kenapa harus membahas soal pria itu lagi.


"Sekali lagi kamu bahas soal dia aku bakalan berusaha agar kamu menjadi istri keempatnya saat ini juga! Soalnya Sepertinya kalian berdua itu sangat cocok perpaduan yang sempurna tidak pakai tapi, bahkan bisa dibilang sayur tanpa garam pun akan terasa begitu enak itulah antara kalian berdua yang sama-sama menyebalkan. "ujar Aulia tetapi minat tidak peduli sebab menurutnya perkataan sahabatnya itu tidak berasal dari hati.


"Ya sudah gimana kalau kita mencari hotel terdekat kemudian menginap di sana, karena mau mengajak kamu jalan-jalan juga sepertinya tidak mungkin sekarang kan sudah mau malam?" Tawar Nina.


"Coba seperti itu dong dari tadi jangan orang mengeluh dulu baru sadar diri dari belakangan, kalau ciri-ciri orang di dunia seperti kamu semua yang pekanya terlalu lama bisa mati orang-orang yang ada di dekat kamu!" Sindir Aulia.


Ketika Aulia sedang bersantai-santai menikmati hidupnya bersama dengan sahabatnya, berbeda dengan suaminya yang terlihat begitu stress karena Dimas memberitahukan bahwa Aulia tidak ada di rumah besar. Dan jika dirinya pulang ke rumah itu pasti banyak pertanyaan yang akan diajukan oleh orang rumah, dan dirinya sedang tidak ada mood untuk menjawab semua pertanyaan itu maka dirinya memilih untuk tidak pulang sekalian.


Indira yang suruh pulang sekolah dari tadi masa heran ketika tidak melihat Aulia sama sekali di rumah itu, Ini sudah kedua kalinya dirinya pulang tanpa melihat Aulia entah apa yang terjadi kepada wanita itu dirinya yang masih kecil belum paham sama sekali masalah orang dewasa.


"Mah, kok Bunda sama Papa belum Pulang?" Tanya Indira penasaran.

__ADS_1


Davina tidak tahu harus menjawab Apa perkataan dari putrinya itu, karena sebenarnya dirinya juga tidak Sedekat Itu kepada Aulia Jadi tidak mungkin dirinya menelpon wanita itu untuk memastikan keberadaannya.


"Kita tunggu saja pasti sedikit lagi mereka pulang soalnya kamu tahu sendiri kan pekerjaan papa Kamu itu seperti apa, jadi lebih baik kamu masuk ke dalam kamar terus istirahat jangan ganggu Mama Soalnya mama lagi sibuk!" Perintah Davina.


__ADS_2