
Perdana sebenarnya ingin menolak permintaan yang diberikan oleh Bagas kepadanya tadi, hanya saja ia merasa tidak sopan Kalau sampai tidak menghargai niat baik dari pria itu.
Pria itu menoleh ke arah istrinya yang berada di sampingnya untuk memastikan, Apakah Rahayu mengizinkan Apakah bertamu di rumahnya?
Soalnya dirinya dan juga Rahayu sudah harus pergi ke kantor saat ini juga, apalagi notabene dia merupakan pemimpin perusahaan yang tidak mungkin terlambat di saat ada acara penting.
"gimana Mah? Apa kembali ke rumah saja dulu soalnya kasihan Tuan Bagas sudah jauh-jauh dari Jakarta untuk mampir ke sini, tidak sopan sekali kalau kita langsung pergi begitu saja dan juga tidak menghargai kamu? " Tanya Perdana kepada istrinya.
Rahayu terlihat menghembuskan nafasnya kasar karena bukan tidak ingin Bagas bertamu, hanya saja tidak enak hati kepada para pegawai di kantor yang pastinya sedang menunggu kedatangan suaminya.
"Ya sudah kita balik lagi ke rumah, tetapi jangan lupa untuk kasih kabar kepada pak Darmawan biar mengurus semuanya di sana. Supaya mereka bisa membantu kita menunda acara beberapa jam lagi, dan juga mereka bisa melakukan opening tanpa kehadiran kita di sana!"ujar Rahayu mengingatkan suaminya dan juga agar membuat Bagas tidak tersinggung dengan apa yang ia katakan barusan.
Perdana tersenyum lalu memberikan kode kepada Bagas dan juga yang lainnya mengikuti dirinya dan juga sang istri masuk kembali ke dalam rumah, Dimas dan Andra sebenarnya tidak ingin mengikuti mereka karena merasa tidak nyaman bertamu di rumah orang pagi sekali hanya saja mau bagaimana lagi ketika mereka memiliki majikan dan tidak tahu malu.
"Apa kita mau minta izin saja kepada tuan Bagas agar kita tidak usah ikut masuk ke dalam rumah, mumpung kita lagi berada di tempat para Neng Geulis lebih baik kita menikmati saja pemandangan yang ada daripada nanti ikutan mengobrol dengan topik yang tidak kita ketahui sama sekali? "tawar Andra yang memang benar jika berkaitan dengan wanita cantik pria itu bakalan menjadi yang paling antusias.
Dimas mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Andra barusan, karena menurutnya jika sampai mereka melakukan hal itu maka dipastikan saja setelah pulang dari Bandung keduanya bakalan kena amukan dari Bagas.
"Kamu berani sekali memberikan saran seperti tadi? apa kamu lupa jika bagaimana sikap Tuan Bagas ketika apa yang tidak dia perintahkan kita malah mengerjakannya, dan juga kalau kamu sudah siap kehilangan pekerjaan ini ya sudah lakukan saja seperti yang kamu inginkan! "ujar Dimas sambil menggelengkan kepalanya karena tidak percaya jika rekannya itu seperti sedang menderita amnesia dadakan.
Andra akhirnya hanya bisa pasrah tidak bisa lagi banyak berbicara ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Dimas kepadanya tadi, meskipun ia tidak menampik jika sebenarnya merasa tidak nyaman Ketika Harus berpura-puranya dengan orang yang tidak pernah IA temui itu kalau Dimas Ya tidak masalah.
"Ya sudah terserah kamu saja nanti kalau kita bosan berjamaah di sana, Nikmati saja semuanya sambil tersenyum! Kalau merasa bosan atau apapun itu ya tinggal mingkem doang tidak usah banyak mengeluh, soalnya ini semua kan kita yang menginginkannya maka dari itu pilihan yang ada yaitu diam dan juga menikmati saja tanpa banyak bertingkah seperti tadi! "ujar Andra yang kali ini gantian merasa emosi dengan Dimas.
"Anda dari Jakarta itu kemarin atau baru tadi malam, soalnya kan saya baru sampai di sini juga semalam Tetapi kan tidak ada rencana kan buat ke tempat ini? "tanya Perdana penasaran dengan rekan bisnisnya itu.
Bagas menghembuskan nafasnya secara perlahan karena dirinya yakin saat ini ia harus berbohong, soalnya tidak mungkin ia mengatakan kalau dirinya dari Jakarta itu dini hari dan baru sampai di tempat itu pukul 06.00 pagi. Sebab kalau sampai mengatakan hal itu sama saja kebohongannya bakalan terungkap, namun jika dirinya tidak berbohong Ya jelas harga dirinya bakalan jatuh di mata kliennya itu karena ketahuan hanya untuk datang ke rumahnya Perdana.
__ADS_1
"Oh kebetulan karena ini siang ada meeting dengan klien di sini maka dari itu semalam kami terbang pagi-pagi sekali, dan setelah dari hotel karena jaraknya yang tidak terlalu jauh maka dari itu kami memutuskan untuk singgah!"bohong Bagas dengan wajahnya yang dibuat seserius mungkin soalnya tidak mungkin kan harus disertai dengan gelak tawa.
"Oh syukurlah kalau begitu Jadi bisa sekalian beristirahat sejenak di sini, nanti setelah itu baru bisa kembali ke hotel!" sahut Perdana yang memang mengira kalau Bagas itu berbicara jujur kepadanya.
Dimas terlihat hanya bisa memalingkan wajahnya ke arah lain karena pria itu sesungguhnya ingin sekali tertawa, sebab gara-gara hanya ingin menemukan istri ketiganya Bagas sampai rela berbohong Padahal selama ini pria itu paling membenci hal tersebut.
"Sungguh anda membawa perubahan kepada Tuan Bagas, soalnya dia yang selama ini tidak pernah berbohong Akhirnya bisa berbohong karena mencemaskan Anda nyonya!"batin Dimas yang merasa lucu.
Perdana menyuruh tamunya itu untuk duduk di ruang tamu sedangkan istrinya itu kembali ke dalam kamarnya untuk menaruh tas, Lalu setelah itu pergi memanggil Nina dan juga Aulia ya yang dari tadi masih tetap berada di dalam kamar.
Tok tok tok
"Nina kamu bisa keluar tidak dari dalam kamar sekarang? soalnya itu ada tamunya Papah lagi ada di luar yang semalam katanya orang yang paling kamu benci, jadi daripada nanti kamu ngambek tidak jelas lagi lebih baik kamu pergi temui saja ! "ujar Rahayu membuat Nina dan Aulia Saling pandang karena kalau menyangkut orang yang dibenci oleh Nina yaitu otomatis Bagas.
"Yang Mama kamu maksud itu bukan ini kan Bagas, Soalnya kalau memang dia Masa iya dia bisa sampai di sini secepat itu dan Sejak kapan dia kenal dengan papa kamu? "tanya Aulia penasaran.
"Iya juga ya jangan sampai itu memang benar-benar dia? Kalau sampai itu dia maka aku tidak akan pernah keluar dari kamar ini, Soalnya percuma jalan jauh-jauh Kalau akhirnya bakalan ditemukan juga!"tolak Aulia yang sudah tidak ingin lagi berurusan dengan Bagas yang menurutnya hanya buat kepalanya sakit dan juga menjadi wanita yang tidak dihargai sama sekali oleh pasangannya.
Sesampainya di lantai bawah wanita itu tidak bisa lagi menggerakkan kakinya ketika melihat ternyata memang ada Bagas di ruang tamu, dan lebih parahnya lagi ternyata ada Dimas yang selalu saja menguntit di belakang majikannya.
"waduh kok bisa sih dia ada di sini? Jangan sampai Papa yang mengatakan kalau sebenarnya aku dan Aulia itu datang ke tempat ini, wah Papa ini tidak bisa dipegang janjinya karena katanya mau membantu sahabatku tetapi kenapa malah jujur kepada suaminya? "gerutu Nina dalam hati dan memilih untuk kembali ke atas.
Bagas yang dari tadi mencoba untuk memilah keadaan dalam rumah begitu terkejut ketika melihat punggung Nina, pria itu bahkan tanpa permisi kepada Perdana langsung berjalan menuju ke tangga membuat tuan rumah itu merasa heran dengan tingkah tamunya itu.
"Maaf Tuan Bagas apa anda sedang mencari sesuatu? Soalnya di dalam rumah ini tidak ada siapa-siapa lagi selain saya dan juga kedua putri saya yang berada di lantai atas, Apa Anda mengenal mereka berdua? Soalnya ya hanya mereka berdua saja yang ada di rumah sini, Selain itu tidak ada siapa-siapa lagi? "pertanyaan Perdana itu sebenarnya merupakan jebakan bagi anaknya dan juga Aulia untuk saat ini.
Bagas tersenyum penuh kemenangan di dalam hati karena menurutnya tadi itu adalah Nina, maka dari itu juga sampai memang benar maka otomatis istrinya saat ini ada di dalam rumah ini.
__ADS_1
"Apakah anak perempuan anda itu namanya Nina yang memiliki sahabat bernama Aulia dari Jakarta, dan kebetulan sedang berlibur di sini tidak kembali pulang sampai sekarang Dan juga tidak ada keluarganya yang datang mencari ? "tanya Bagas to the poin Soalnya kalau menunggu lagi ya sama saja bakalan memakan waktu.
Rahayu dan suaminya Saling pandang ketika mendengar pertanyaan dari Bagas barusan, Soalnya pertanyaan yang dilontarkan oleh pria itu tidak ada yang salah sama sekali dan memang benar anak mereka namanya Nina dan temannya bernama Aulia.
"Anda tahu dari mana nama anak saya dan juga temannya? Dan memang Aulia itu lagi datang ke sini beberapa hari yang lalu bersama dengan Nina, kebetulan keluarganya juga tidak ada yang datang mencari karena jaraknya lumayan jauh dari Jakarta ke Bandung kan memang sebenarnya hanya beberapa jam saja!"jelas Rahayu membuat Bagas ingin sekali berjingkat-jingkrak bahagia karena tidak percaya feelingnya semalam itu tidak ada yang salah sama sekali.
melihat senyuman di wajah majikannya itu membuat Dimas menghembuskan nafasnya lega karena ternyata memang perjalanan mereka ke sini tidak sia-sia, coba saja kalau tadi memang tidak ada Nina dan juga Aulia di tempat ini Entah nanti Bagaimana reaksi yang ditunjukkan oleh Bagas.
"Anda mengenal Aulia? Soalnya dia itu memang temannya Nina dari dulu dan kami juga sudah menganggap seperti anak sendiri, hanya saja Sepertinya dia lagi bermasalah soalnya semenjak datang di sini selalu saja murung dan berbicara hanya ketika ditanya dan juga itu hanya seperlunya saja! "jelas Perdana yang memang merasakan perubahan sikap dari Aulia yang tidak seagresif biasanya.
"ya memang dia lagi ada masalah tetapi kalau bisa, Bolehkah saya bertemu dengan dia sekarang? Karena ada hal penting yang ingin kami berdua bahas dan ini hanya masalah internal antara saya dengan dia, kalau Tuan Perdana dan juga Nyonya penasaran Siapa itu Aulia maka saya akan mengatakan kalau dia itu merupakan istri saya!"penjelasan Bagas itu membuat Perdana benar-benar antara percaya dan juga tidak sebab sekarang yang ada di rumahnya itu adalah wanita dari pria yang sangat berkuasa di ibukota.
"Aulia memang punya masalah dengan suaminya, tetapi Apa benar itu merupakan anda? Aulia dari awal tidak pernah mengatakan menyangkut Anda apalagi berbicara soal mempunyai suami yang kaya raya, soalnya penampilannya saja biasa saja tidak ada yang berlebihan atau mungkin ini masalah apa yang tidak pernah anda kasih mengingat anda kan bukan punya satu istri saja? "Rahayu akhirnya punya kekuatan untuk memarahi batas yang menurutnya sebagai seorang suami itu sangat keterlaluan.
Bagas memijat keningnya karena benar-benar merasa pusing mendadak ketika mendengar apa yang Rahayu tanyakan kepadanya, meskipun itu benar tetapi setidaknya wanita itu tidak keluar sampai gagah seperti itu kan Apalagi membahas soal statusnya.
Perdana menggelengkan kepalanya kepada istrinya pertanda bahwa ia tidak suka kalau Rahayu terlalu ikut campur urusan orang lain, apalagi orang tersebut merupakan klien penting bagi perusahaan yang baru ia bangun dan juga Bagas itu bukan merupakan orang yang sembarangan.
"Biarkan saja Papa! kalau orang ini kita terlalu diam terus dia bakalan berbuat sesuka hati, jadi harus ada orang yang menegurnya Biar dia sadar kalau Apa yang dia lakukan selama ini merupakan sebuah kesalahan! "kesal Rahayu dengan tatapan matanya yang begitu tajam membuat Bagas hanya bisa pasrah.
Dimas Tentu saja tidak terima ketika majikannya diperlakukan seperti itu, karena bagus datang ke sini ya untuk mengambil apa yang sudah menjadi hak miliknya bukan untuk mengganggu keluarga Perdana kusuma.
"Maafkan Nyonya atas kelancangan kami datang ke tempat ini! Tetapi Percayalah kami hanya ingin memastikan kalau Nyonya Aulia itu berada di sini atau tidak, Tetapi kalau memang dia sudah ada di sini maka kami ingin menjemputnya pulang ke rumah yang seharusnya dia tinggali!"Dimas mending balik perkataan Rahayu membuat wanita itu bertambah kesal karena ia sedang memarahi Bagas yang sudah menyia-nyiakan wanita sebaik dan juga pengertian seperti Aulia itu.
"ya kamu jelas bakalan membela majikan kamu yang padahal sudah salah sekali! Coba saja Ini kalau terjadi kepada adik kamu ataupun orang yang paling berharga dalam hidup kamu, entah kamu terima atau tidak jika harus disakiti oleh pria yang tidak bertanggung jawab seperti dia?"Rahayu kalau sedang marah biasanya ia harus melampiaskannya sampai habis karena tidak ingin melakukan secara setengah-setengah karena itu nanti sama saja membuat ia merasa tidak puas.
Aulia dan Nina yang mendengar keributan di lantai bawah, merasa yakin kalau sebenarnya Mamanya itu sedang memarahi Bagas habis-habisan.
__ADS_1
Nina sangat hafal dengan kebiasaan Mamanya itu kalau ada orang yang menyakiti istrinya sendiri, sebab Rahayu adalah tipe wanita yang Strong dan juga orang yang sangat ingin jika kaum wanita itu dihargai.
"Aku mau ke lantai bawah untuk memastikan jangan sampai Mama kamu bertengkar dengan manusia planet itu, soalnya jika mereka berdua ribut hanya gara-gara aku lebih baik tidak usah sama sekali soalnya aku jadi tidak enak hati nantinya! "tegas Aulia membuat Nina mau tidak mau hanya bisa mengikuti langkah kaki sahabatnya itu dari belakang.