
Dimas sudah membawa laptop dari ruang kerjanya Bagas untuk segera menyambungkan ke kamera pengawas yang ada di rumah itu untuk melihat Kejadian beberapa jam yang lalu, di sini itu yang masih berpikir dengan waras hanyalah Dimas seseorang karena Bagas sebenarnya sudah tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana karena saking paniknya dan juga karena saking kebingungannya harus melakukan apa dan juga Takutnya jangan sampai keadaan istrinya itu sebenarnya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
Dimas Jika ditanya siang sebenarnya bagaimana perasaannya maka jawabannya dirinya juga sebenarnya sedang cemas karena Nina juga ikutan menjadi salah satu korban dari penculikan itu, Jika ditanya Nina itu siapanya ya jawabannya Nina adalah wanita yang berharga dalam hidupnya untuk saat ini ya Meskipun belum ada kejelasan secara lebih lanjut tetapi tidak ada salahnya kan kalau memberikan klaim seperti itu.
"Papa ini nanti gimana dong kalau misalnya Nina itu dibawa terus diambil organ dalamnya Lalu setelah itu dibuang tubuhnya begitu di tengah laut nanti kan kita tidak bisa bertemu dengannya lagi, terus kalau misalnya kita tidak bisa ketemu sama dia lagi anak kita ada berapa orang dong supaya bisa menghibur kita selanjutnya soalnya kan kita sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini hanya dia saja?" tanya Rahayu cemas membuat suaminya itu merasa kesal soalnya perkataan istrinya itu sudah seperti terlalu mendramatis keadaan.
Perdana juga sebenarnya merasakan cemas yang begitu parah di dalam hidupnya saat ini hanya untuk terlalu bersikap berlebihan dan juga mengeluarkan kata-kata yang begitu tidak baik sepertinya bukan saat yang tepat, maka dari itu ketika melihat istrinya panik kemudian terlalu begitu mencemaskannya secara berlebihan sampai-sampai mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh diucapkan membuat pria itu hanya menghela nafasnya secara perlahan Soalnya kalau mau marahi istrinya di saat seperti ini juga rasanya sangat tidak tepat karena menurutnya ya efek dari orang panik setiap apa yang ia pikirkan pasti bakalan diucapkan.
Nila juga tidak tahu harus bersikap Bagaimana soalnya saat ini menantunya juga benar-benar Hilang padahal kondisinya kalau bisa dibilang sedang dalam keadaan hamil, ya otomatis harus memerlukan pengawasan yang ekstra serta tidak boleh melakukan sesuatu yang berat serta memikirkan sesuatu yang secara berlebihan.
Bagas Jika ditanya bagaimana perasaannya ya jawabnya adalah paket lengkap dari segala macam kegundahan orang yang ada di tempat itu, mulai dari frustasi kemudian stress kemudian kecewa dan juga intinya merasa ingin segera mencari tahu keberadaan istrinya dan dengan begitu bisa membawa pulangnya secepat mungkin ke rumah agar Aulia bisa beristirahat dengan tenang.
"Tuan bisakah anda mendekat sebentar ke sini tanda Poma soalnya sepertinya orang ini sangat tidak asing dan kita pernah bertemu dalam waktu dekat? "jelas Dimas membuat Bagas segera mendekati ke arah laptop dan melihat dengan pasti manusia Siapa yang sudah berani dengan kurang ajarnya masuk ke dalam rumahnya tanpa izin.
perdana pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Dimas tadi karena dirinya juga sangat penasaran kira-kira Siapa yang sudah melakukan semua ini kepada mereka, sebab kalau sampai orang itu ia temukan bapak bisa dipastikan bakalan dirinya yang memberikan pelajaran secara langsung kalau memang tidak sanggup ya sudah tinggal menyuruh anak buahnya yang akan bekerja keras.
"loh Itu bukannya Savero yang merupakan asisten dari pria Kurang ajar yang sudah aku marahi tadi, jangan bilang kalau mereka yang melakukan semua ini akibat dipermalukan dan juga merasa tidak terima sama sekali dengan yang sudah terjadi itu? "tanya Perdana penasaran Soalnya kalau berurusan dengan Arsen Ya otomatis karena insiden yang sudah ia lakukan kepada pria itu yaitu dengan cara tidak sopan mengusirnya dari tempat acara sehingga membuat Arsen sakit hati dan akhirnya membalaskan dendam dengan cara menculik putrinya Perdana dan juga istri dari Bagas Sanjaya itu supaya bisa membalaskan dendam.
__ADS_1
Rahayu mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh suaminya tadi sebab menurutnya selama ini mereka tidak pernah ada masalah dengan orang lain baik di Bandung maupun di kota mana saja yang selama suaminya itu membangun perusahaan, maka dari itu ketika mendengar hal yang baru seperti tadi membuat ia jelas-jelas merasa kebingungan dan juga seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Perdana tadi.
"tunggu dulu! Memangnya waktu ke sana tadi itu kalian bukannya melakukan pertemuan tetapi malam melakukan sebuah kegilaan, jadinya membuat orang lain merasa dendam dan melampiaskan kepada putri kita dan juga Aulia yang jelas-jelas orang hamil itu? kalian kalau seperti begini lebih baik tadi tidak usah ke mana-mana saja deh lebih baik duduk tenang di rumah dan juga melakukan sesuatu yang beradab agar orang lain tidak ingin balas dendam,lihatkan jadinya anak kita yang menjadi korbannya sedangkan kalian enak sekali hanya memikirkan hal ini tetapi tidak melakukan tindakan?"tanya Rahayu yang benar-benar merasa kesel dengan semua pria yang ada di situ karena menurutnya Jika saja mereka duduk tenang di tempat ini ya Otomatis tidak ada kejadian seperti ini dan mungkin anak-anak mereka masih berada di dalam rumah karena ada yang menjaga secara langsung.
perdana hanya bisa terdiam ketika melihat istrinya sudah marah-marah seperti itu pertanda bahwa wanita itu sedang tidak ingin dibantah dan juga sedang dalam mode serius, sebab Biar bagaimanapun seorang ibu ya Otomatis merasa cemas dengan keadaan anaknya dan juga Tentu saja tidak terima kalau sampai darah dagingnya kenapa-napa di luaran sana sedangkan dirinya hanya santai kemudian tidak melakukan pekerjaan berat apapun.
"jadi ini semua akibat dari perbuatan yang kalian lakukan makanya orang balas dendam, Wah ternyata mulut pengusaha itu dari dulu sampai sekarang selalu saja membuat orang lain merasa sakit hati itu kenapa sih tidak bisa kalian nantikan? "tanya Santi kesal soalnya sekarang itu anaknya yang sedang dipertaruhkan kira-kira gimana posisinya Bagaimana keadaannya dirinya tidak tahu sama sekali.
"bukan begitu Umi, sebenarnya sebelum kejadian tadi ketika ditegur sama Tuhan perdana kemarin pria ini sudah membuat masalah dengan mengganggu Aulia di cafenya Abizar! sebenarnya kami sudah menempatkan 4 orang tadi di sini tetapi sepertinya mereka membawa senjata api maka dari itu bisa langsung melumpuhkan para penjaga meskipun dari jarak yang jauh, tetapi Tenang saja karena kita pasti akan bisa menemukan mereka di manapun berada karena Biar bagaimanapun kondisi Aulia saat ini membuat kita harus bergerak lebih cepat lagi! "jelas Bagas soalnya dirinya sangat tidak ingin terlambat dalam menolong istrinya.
"Ya sudah kalau begitu periksa mereka sebenarnya arah ke mana Soalnya itu satpam di depan tidak berguna sama sekali mereka juga ikutan pingsan karena apapun itu aku juga tidak tahu sama sekali, jangan hanya saling lihat saja Dasar laki-laki tidak berguna mendingan perempuan yang lebih menggunakan insting dibandingkan kalian yang tidak berguna! "omel Santi kesal.
"Pokoknya Umi tidak bakalan diam sebelum kalian menentukan langkah apa yang harus diambil, dan kamu cepetan itu urus soal di orang di depan berempat itu soalnya hanya membuat sakit mata dan juga kok bisa dari tadi kalian hanya diam saja tidak panggil polisi untuk mengurus ini? "omelesanti lagi karena Biar bagaimanapun jika kejadian yang sudah menyangkut nyawa seseorang otomatis harus bergerak dengan cepat sebab dengan begitu mereka tidak akan dibilang yang namanya terlalu mengulur-ngulur waktu.
Bagas hanya bisa menatap ke arah Santi dengan tanpa ekspresi karena menurutnya yang berbicara saat ini untung juga mertuanya Coba kalau orang lain, bisa dipastikan wanita itu bakalan minggat dari situ saat ini juga soalnya mereka sedang pikir dan juga sedang mencoba untuk mengambil langkah yang terbaik tetapi kalau hanya mendapat celotehan nonstop seperti itu kan Rasanya apa yang sudah dipikirkan tiba-tiba jadi hilang akibat emosi.
Nella dengan segera menelpon polisi agar datang di tempat dan mengurus semuanya sedangkan Bagas langsung pergi ke ruangan kerjanya bersama dengan Perdana dan juga Dimas, mereka sudah tahu ke mana arah mobil arsen membawa istrinya dan juga Nina pergi karena kamera pengawas yang berada di gerbang depan itu sudah menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"sepertinya Tempat yang mereka tuju itu adalah wilayahnya anak buah saya jadi lebih baik Saya memberi kabar kepada mereka agar segera menyisir tempat-tempat yang dianggap sangat mencurigakan, saya ambil kita mengikuti dari belakang dan juga memastikan secara langsung supaya saat mereka sampai di sana kita juga sudah stand by di sana untuk segera bisa menyelamatkan mereka berdua! "jelas Perdana lalu mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya yang kebetulan selalu berkeliaran di daerah tersebut sebab dengan begitu mungkin mereka bisa beraksi.
Bagas pun tidak kalah dari Perdana Yaitu mengambil ponselnya memberitahukan kepada para sekutunya untuk bisa membantunya sekarang juga, karena menurutnya manusia seperti Arsen itu memang harus diberi pelajaran supaya kapok dan juga bisa dibilang mungkin sampai-sampai meminta untuk dihentikan saja nafasnya saat itu juga karena enggan untuk hidup lagi.
"kumpulkan anak-anak yang ada di jalan xxx menuju pinggiran kota dan usahakan semuanya membawa senjata untuk melindungi diri, kita akan mencari tikus karena tikusnya sudah terlalu nakal dan membuat istriku harus menderita dan juga Usahakan kalau misalnya kalian sudah sampai di sana lebih dulu tidak ada yang boleh bergerak karena ada dua orang wanita yang mereka Sandera! "jelas Bagas selalu segera mematikan panggilan tersebut karena langkah harus segera mereka ambil sebelum semuanya terlambat.
Dimas dan juga Perdana serta Bagas memilih untuk segera pergi dari tempat itu karena Biar bagaimanapun nanti kalau polisi datang ya mereka tidak bisa bergerak sama sekali, karena yang mereka inginkan adalah memberi pelajaran dulu barulah menyimpan dengan rapi keberadaan arsen dan juga anak buahnya di penjara entah sampai seumur hidup atau apapun itu yang penting intinya mereka melampiaskan kekesalan sebab sudah membuat hidup mereka seperti begini dan juga hari mereka Jadi tidak menyenangkan.
"kamu kalau misalnya bisa menemukan anak saya dan membawa dia kembali dengan selamat maka hari ini juga saya bakalan menikahkan kalian berdua, soalnya dia itu selalu bikin pusing dan juga keluyurannya tidak jelas maka dari itu sebelum terjadi hal seperti ini untuk kedua kalinya Lebih baik saya memberikan seseorang yang bisa bertanggung jawab dengan kehidupannya! "ujar Perdana tepat dihadapan Rahayu dan istrinya otomatis mengacungkan kedua jempolnya pertanda setuju dengan usulan yang diberikan oleh suaminya itu kepada Dimas.
"Nah itu kamu dengarkan dengan tawaran yang diberikan secara langsung soalnya jarang loh ada orang tua dari anak gadis yang melamar seorang pria seperti kamu ini, padahal kerjaannya hanya Mudah Saja tinggal mencari anak orang Lalu setelah itu membawanya kembali kepada orang tuanya dan kalian bakalan langsung dinikahkan. "ujar Santi karena Dimas itu bisa dibilang orang yang sangat beruntung segala sesuatu sepertinya dimudahkan untuk kehidupannya dan yang diharapkan oleh orang tuanya Nina agar anaknya itu mendapatkan seseorang yang bertanggung jawab Soalnya dengan penculikannya ini saja sudah membuat mereka akhirnya sadar kalau Sebenarnya anaknya itu sudah Harus Memiliki seseorang yang akan menjaganya Pagi siang sore dan juga malam.
"Ayo berangkat! "Bagas yang tadi sempat menggoda Dimas saat ada acara tersebut kini mendadak menjadi cuek dan juga tidak peduli sama sekali soalnya mau Dimas menikah atau tidak yang intinya dalam pikirannya saat ini adalah menemukan keberadaan istrinya.
"kalian tunggu di sini saja sampai polisi datang dan menanyakan sesuatu tetapi Bilang saja kalian tidak tahu apapun dan Datang sudah keadaannya seperti ini, tolong jangan bilang kalau Kami sedang mencari penculik itu karena nanti takutnya polisi akan bergerak lebih dulu dan alhasil pria itu tidak bakalan babak belur! "perintah perdana Karena tangannya meskipun sudah tua tetapi merasa gatal ingin menghajar orang maka dari itu orang pertama yang ingin Ia hajar adalah Savero karena sudah kurang ajar dengan mengangkat tubuh anaknya layaknya karung beras.
sebenarnya sangat tidak masuk akal kalau seorang wanita yang mengurus semua kejadian di rumah apalagi ini menyangkut kasus pembunuhan, tapi mengingat kinerja polisi yang harus mengurus berbagai macam kasus membuat Bagas dan juga yang lainnya tidak bisa menunggu dan lebih memilih untuk bergerak lebih dahulu soalnya keselamatan Aulia dan juga Nina lebih penting apalagi mengingat kondisi Aulia yang sebenarnya tidak boleh jauh dari rumah dan juga harusnya lebih banyak istirahat tetapi ya namanya seorang penjahat mana paham dengan kondisi seorang wanita yang seperti itu.
__ADS_1
"Mas datang sayang untuk menolong kamu, tenang saja karena apapun yang terjadi Mau rintangan yang seperti apapun kamu tetap menjadi orang yang utama!" batin Bagas.