Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Penangkapan


__ADS_3

Matheo dan juga Savero benar benar terkejut dengan kedatangan orang banyak yang begitu tiba tiba dan lebih parahnya lagi semua orang itu bagaimana ceritanya sampai Sudah berdiri menatap tajam ke arah mereka berdua, membuat keduanya tidak bisa bangun dari duduknya kemudian tidak bisa berlari masuk ke dalam rumah Soalnya posisi mereka sudah dikepung dan juga tidak membawa ponsel serta tidak membawa senjata untuk melindungi diri sendiri.


Jika ditanya kenapa dengan mudah mereka bisa menemukan keberadaan Arsen dan juga para anak buahnya maka jawabannya sebenarnya Villa yang ada di tempat itu hanya satu-satunya milik pria itu, maka dari itu karena terlihat begitu mencolok mereka putuskan untuk mendekat dan memang lagi dalam posisi beruntung ketika Bagas dan juga Dimas serta perdana melihat dengan jelas wajah Matteo dan juga Savero yang tadi sudah sempat mereka lihat di kamera pengawas.


"Jangan menimbulkan suara berisik atau kalian bakalan saya Habisi saat ini juga, lebih baik cepat katakan di mana keberadaan majikan kalian itu dan juga di mana keberadaan istriku serta sahabatnya? "ancam Bagas membuat Savero sedikit bergidik ngeri padahal sebenarnya pria itu merupakan seorang yang terkenal berdarah dingin tidak pernah punya belas kasihan dalam kehidupannya Tetapi entah mengapa berhadapan dengan orang yang lebih garang lagi membuat nyalinya sedikit menciut.


"Mereka ada di dalam bersama dengan tuan Arsen dan Bisakah kalian melepaskan kami Soalnya kami ini hanya merupakan anak buahnya jadi otomatis harus mengikuti semua perintahnya, nanti kami bakalan kooperatif dan akan membantu penyelidikan polisi kalau memang diperlukan Tetapi hanya Tolong jangan bawa-bawa kami dalam urusan ini! "pinta Matteo karena Biar bagaimanapun dirinya punya anak istri yang harus dijaga kalau Savero sih merupakan seseorang yang sangat patuh terhadap Arsen jadi mau Apapun yang terjadi dirinya tidak akan pernah meninggalkan pria tersebut meskipun akhirnya nyawa dan juga keamanannya bakalan menjadi taruhannya di sini.


"Kemarin kenapa tidak menjadi orang pintar, sekarang setelah ditangkap baru berpura-pura menjadi seperti itu rasanya sudah sangat terlambat? Kamu ikat tangan dan juga tutup kedua matanya dan bawa dia ke markas, sedangkan dia bakalan kita serahkan kepada polisi soalnya dia ini sudah sangat menyebalkan dan dari tadi terlalu sombong! "perintah Dimas tegas.


Arsen tidak tahu sama sekali dengan keadaan yang terjadi di depan sebab pikirannya itu hanya tertuju kepada Aulia yang dari tadi mogok bicara dan juga mogok makan, semenjak dirinya menyakiti Nina terlihat wanita itu sepertinya benar-benar merasa emosi dan juga sangat tidak bersahabat wajahnya saat ini.


"Aku bakalan meminta maaf kepada dia tetapi Tolong jangan kamu memusuhiku seperti itu dong, aku ini kan sebenarnya merupakan pria baik-baik jadi seharusnya kamu juga baik-baik dong! "pinta Arsen membuat Aulia mendengus kesal.


Brakk


Ketiga orang yang di dalam situ merasa terkejut ketika pintu didobrak dari luar dalam keadaan terpaksa, Lalu setelah itu tidak berselang lama terlihat senyum sumringah di wajah Aulia dan juga Nina karena kedatangan orang-orang yang dari tadi mereka tunggu.


Sedangkan Arsen Langsung mencekal tangan Nina karena kebetulan Aulia sudah lolos lebih dulu, wanita itu kini sudah berada di dalam pelukan suaminya sedangkan Perdana masih ketar-ketir karena anaknya sedang berada di tangan Arsen.


"Apa yang kamu lakukan kepada putriku? lepaskan dia kalau memang kamu ingin keluar dari ruang ini dalam keadaan hidup-hidup, Tetapi kalau memang kamu sudah bosan hidup Ya sudah aku yang bakalan membuat kamu menjemput neraka! "ancam Perdana dengan tatapannya yang nyalang sedangkan Arsen memilih tidak peduli sama sekali karena di dalam ruangan itu tidak ada jendela kalau mau berlari pun ke arah mana jalan satu-satunya ya arah pintu Tetapi semua orang sudah menunggunya di sana itu sama saja dengan menyerahkan diri tanpa perlawanan sama sekali.

__ADS_1


"Papa, menurut Papa Anak Papa ini pemegang sabuk jiujitsu yang mana? Kemudian pemegang sabuk karate itu di sabuk yang mana , jadi merasa khawatir sekali Anaknya tidak bisa lolos dari Bandit seperti ini? "ya Nina itu merupakan seorang wanita yang sangat menyukai sesuatu yang berbau kekerasan maka dari itu ketika Arsan mencekal tangannya seperti ini dirinya sedang ingin mencoba bernostalgia dan apalagi saat ini kondisi Aulia yang sudah aman Ya tidak masalah lagi kalau ia harus berbuat kekerasan.


Perdana akhirnya tertawa dan mengajak mereka semua untuk pergi dari situ tetapi Dimas jelas saja tidak terima dong membiarkan Nina sendirian, maka dari itu ia ingin masuk ke dalam tetapi dengan segera perdana mencekal tangannya dan menyuruhnya menunggu di pintu saja dan melihat pergerakan Nina.


"loh Ini calon mertua bukannya merasa khawatir lihat anaknya seperti itu malah tertawa ngakak seperti begini, orang kalau lihat anak dalam keadaan bahaya harusnya ditolong Tetapi malah dibiarkan saja? "Omel Dimas dalam hati.


Bughhh,


Bughhh


Brakkk


Nina langsung membanting Arsen di bawah setelah melayangkan dua buah bogement tepat mengenai pelipisnya Lalu setelah itu mengangkat tubuh pria itu dan melemparnya ke arah pintu, arsen langsung tidak sadarkan diri ketika kepalanya terbentur begitu keras membuat semua orang di situ melongok karena gerakan wanita itu sebenarnya tidak sampai lebih dari 2 menit.


"sepertinya ke depannya Kamu adalah tipe pria yang takut istri soalnya modelnya seperti begitu Memangnya kamu berani menghadapinya, siapkan mental siapkan kuda-kuda yang kuat dan juga usahakan agar tetap fit kalau kamu sakit sedikit maka bisa dipastikan langsung keok! "bisik Bagas membuat Aulia yang berada di sampingnya hanya bisa tertawa merasa lucu.


"Mas sudah deh itu asistennya kok dibikin seperti itu, memangnya Om Perdana sudah tahu kalau Nina dan juga Dimas saling dekat?"tanya Aulia yang Bahkan terlihat santai saja tidak ada tanda-tanda seperti baru habis mengalami penculikan soalnya memang alasan tidak menyakitinya sama sekali dan dirinya juga tidak merasakan trauma soalnya kan ada Nina di situ ya Meskipun akhirnya sahabatnya itu yang terkena batunya.


"Asal kamu tahu saja ya Setelah dari sini mereka berdua bakalan langsung menikah soalnya tadi perjanjian dengan istrinya Tuan Perdana ya seperti itu, kalau Nina berhasil diselamatkan maka bisa dipastikan kalau mereka berdua akan dinikahkan saat itu juga!"Nina yang tepat berada di belakang Bagas benar-benar merasa syok dan juga tidak percaya jika semua orang sudah merancang tentang kehidupannya padahal dirinya saja masih dalam keadaan hidup atau mati.


"Jadi maksud kamu setelah dari sini aku bakalan menikah dengan asisten kamu itu, wah Papa sama Mama sudah sangat keterlaluan ya padahal yang menolong diriku sendiri adalah aku tetapi kenapa dia yang dapat enaknya? "tanya Nina tidak terima sedangkan Bagas dan Aulia hanya mengangkat kedua bahu mereka pertama tidak tahu sama sekali soalnya kan itu urusan rumah tangganya Perdana dan juga Rahayu tidak ada sangkutan dengan dirinya sama sekali.

__ADS_1


Devina sudah mencoba untuk menerima kenyataan begitu pula dengan orang tuanya yang sudah menyerah untuk mengingatkan anak mereka agar kembali merengek untuk bisa bersatu dengan Bagas, begitu pula dengan Andara yang terlihat sudah lebih tenang dan juga tidak peduli lagi dengan papanya karena menurutnya ketika berada dengan Mamanya yang mendapatkan kenyamanan maka tidak ada salahnya sama sekali.


Lagian darah dari keluarga Sanjaya tetap melekat dalam dirinya jadi mau 1000 tahun baru mereka ketemu pun itu tidak akan pernah lepas, maka dari itu tidak ada salahnya kan kalau Indira mengikuti Bagas sedangkan dirinya mengikuti Devina itu sama saja sudah memberikan keadilan.


polisi sudah datang ke kediaman Sanjaya dan mengidentifikasi korban dan memberikan pertanyaan ya seputar yang terjadi di tempat itu, namun sebelum Mereka bertanya lebih jauh Nella sudah mendapatkan telepon dari Bagas kalau mereka akan menyerahkan Matteo dan juga Savero serta Arsen ke kantor polisi karena Aulia tidak ingin suaminya itu mengotori tangannya sebab sekarang dirinya posisi sedang hamil jadi otomatis tidak boleh melakukan kejahatan.


Arsen sudah mendapatkan ganjaran akibat kelakuannya sendiri yang sebenarnya tidak masuk akal karena tidak mendapatkan keuntungan Tetapi malah berbuat nekat, padahal seharusnya pria itu lebih baik menjalani kehidupannya yang tenang seperti biasanya tanpa harus mengganggu rumah tangga orang lain yang akhirnya diri sendiri yang dirugikan.


sesampainya mereka di sana Aulia begitu tersenyum ketika melihat kedua orang tuanya yang tengah menitikan air mata ketika melihat dirinya, Santi memeluk erat tubuh Aulia dan begitu merasa bahagia karena anaknya pulang dalam keadaan masih utuh tidak kekurangan apapun dan juga lebih bersyukur lagi karena Aulia kali ini tersenyum kepada mereka menyiratkan kalau ia baik-baik saja.


Masa Lalu anak itu Biarlah mereka bawa sendiri tidak perlu harus memberitahukan kepada Aulia, toh selama ini masa lalunya pun tidak mengganggu kehidupannya dan Untuk Apa mengungkitnya Lagi. Jika masa sekarang mereka bahagia dan menikmatinya, Bukankah semua orang itu punya masalah lalu yang ada kalanya harus diingat dan ada kalanya harus dikubur ? Dan itulah yang dipilih oleh Deni dan Santi yaitu mengubur kenangan tentang anaknya itu, biarlah semua menjadi cerita yang mereka bawa sampai mati yang penting intinya Aulia merasa punya keluarga lengkap ya kekurangan siapapun dan juga tidak pernah kekurangan kasih sayang serta mempunyai suami yang sangat mencintainya.


Dimas dari tadi hanya diam saja dirinya juga sudah melupakan janji yang diucapkan oleh Rahayu dan juga Perdana, Karena menurutnya orang tua mana yang sudah kaya raya malah memberikan anaknya kepada dirinya yang notabene hanya merupakan seorang yatim piatu.


Nina Yang penasaran akhirnya memilih untuk bertanya, soalnya apa yang dia dengar dari Bagas dan Aulia itu membuat ia memikirkan itu Selama perjalanan pulang.


"Mama sama Papa tidak ada niatan buat menikahkan kami begitu?"tanya Nina penasaran.


Perdana dan juga Rahayu Saling pandang lalu tersenyum...


"Ayo, kita ke KUA sekarang soalnya kan kamu sendiri yang minta!"ajak Perdana membuat Nina hanya bisa menepuk jidatnya pelan soalnya tadi kenapa Dengan bodohnya ia malah menanyakan hal itu tetapi mau bagaimana lagi biasanya pilihan orang tua itu tidak pernah salah.

__ADS_1


"Aulia Aku pergi dulu ya soalnya mau otw SAH!" ujar Nina cengingesan membuat semua orang hanya menggelengkan kepalanya begitu pula dengan Dimas yang tidak menyangka harus memiliki istri yang sebar-bar itu.


__ADS_2