Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Indira vs Nina


__ADS_3

Amira hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar Nina yang selalu saja mengajak Bagas berdebat ketika mereka bertemu, Padahal kalau keduanya berbicara secara baik Percayalah dunia ini bakalan terasa begitu nyaman dan juga lega karena tidak ada yang sedang adu urat.


"kamu bisa diam tidak sih? kalau kamu ngomong terus seperti itu jangan harap loh dia bakalan ngijinin kamu buat nginep di rumah, Soalnya kamu kan tahu sendiri suamiku tuh Seperti apa? "begitulah pesan yang dikirimkan oleh Aulia di ponselnya Nina agar wanita itu bisa sadar kalau sebenarnya Bagas itu bukanlah lawan yang sepadan untuk diajak berdebat karena suaminya itu orangnya sangat keras kepala dan tidak pernah mau mengalah.


Nina mendengus kesal ketika membaca pesan yang masuk dari Aulia itu, sahabatnya itu secara tidak langsung membela suaminya dan menyuruh agar dirinya mengalah padahal dari zaman Adam sampai ke zaman batu zaman batu ke zaman modern Jangan harap dirinya mau melakukan hal itu.


"Oh iya itu waktu itu kan kamu pernah bahas soal anak kecil yang namanya Indira Kalau nggak salah, itu kan anaknya dia sama salah satu istrinya kan Terus sekarang ada di mana anak itu? "tanya Nina penasaran soalnya iya dan Aulia adalah tipe penyuka anak kecil karena gaya mereka yang imut dan juga apalagi yang suka kecentilan Uh manis-manis gimana gitu.


"Oh dia masih di sekolah nanti kita bakalan pergi jemput kok, soalnya sepertinya sekarang sudah mau masuk jam pulang! "sahut Aulia sambil tersenyum.


"sayang usahakan jangan tersenyum kepada orang lain karena Senyuman kamu itu harusnya untukku saja, kamu mau suamimu ini merasa cemburu karena merasa diabaikan oleh istri sendiri? "tanya Bagas tidak terima membuat Nina menatap tak percaya ke arah pria itu yang ternyata sangat posesif terhadap Aulia.


"itu tidak salah kamu ngomong seperti tadi? Wah aneh-aneh sekali ya kamu jadi orang, kok bisa-bisanya sahabatku hanya tersenyum kepadaku saja kamunya yang mati keok? "omel Nina yang jelas saja tidak terima.


"Dia kan istriku suka-suka aku dong mau memanggilnya dengan sebutan Hani Bani sweety atau apapun itu tidak ada urusannya dengan kamu, jadi kalau kamu terlalu sibuk dengan urusan orang lain lebih baik pergi itu cari calon suami terus kamu nikahi sekarang juga agar jangan terlalu mengganggu hubungan orang lain! "sindir Bagas tidak terima ketika Nina terus saja mengganggu ketenangannya bersama dengan Aulia padahal itu jarang sekali ia dapatkan jika istrinya itu kan selama ini susah sekali untuk diatur.


"Eh aku kalau nanti mau cari jodoh yang jelasnya suamiku tidak lebay seperti kamu, dan juga dia bakalan menjadikan aku satu-satunya istri dalam rumahnya dan juga ratu di dalam hatinya bukan kayak kamu obral ke sana kemari! "secara tidak langsung Dina sengaja ingin menyindir Bagas agar pria itu ya sedikit malu dan juga tidak terlalu besar kepala sampai-sampai terlalu berlebihan posesif terhadap Aulia.


"Nah tuh kan Sayang aku kan sudah ngomong, kalau dia itu sebenarnya paling kurang ajar Jadi orang! dan juga mulutnya itu tidak pernah di sekolah kan, kamu berhenti deh bergaul dengan dia takutnya nanti kamu juga bakalan terkontaminasi dan malah kurang ajar dengan suami sendiri! "Bagas tidak terima.

__ADS_1


Nina Tentu saja tidak terima dengan penghinaan yang diberikan oleh Bagas tetapi Aulia mengusap lengannya perlahan agar menghentikan segala macam keributan di situ, soalnya mereka yang melakukannya tetapi Aulia yang mendengar itu rasa-rasanya sangat pusing dan juga tidak betah berada di tempat.


"Aku mohon dengan sangat, Tolong jangan membuat keributan lagi dong di sini! kalau sampai kalian melakukannya lagi, Percaya saja aku bakalan mengajak kalian ke KUA sekarang dan meresmikan hubungan kalian itu! "omel Aulia Ketus membuat Nina bergidik ngeri soalnya lebih baik menjadi jomblo sejati Daripada punya suami yang mereknya seperti Bagas.


"kamu kira-kira dong mau menjodohkanku! masa iya dengan suami kamu sendiri yang jelas-jelas sifatnya sangat menyebalkan, dan aku janji tidak bakalan berdebat lagi dengan dia soalnya nanti kamu bakalan mengatakan hal yang aneh-aneh! "kali ini Nina memilih untuk bungkam soalnya daripada Aulia malah menjodohkan dirinya dengan suaminya itu.


"istriku kan hanya Aulia saja Memangnya kamu pikir aku bakalan berminat dengan kamu juga, biarpun di dunia ini stok Wanita hanya satu saja yaitu kamu sumpah demi Dewa apapun kalau aku tidak akan berminat sama sekali."Bagas mana mau mengalah dan juga membiarkan Nina menjatuhkan harga dirinya begitu saja tanpa ia memberikan perlawanan.


Indira dari tadi suruh merasa kesal karena ia menunggu selama 15 menit dan tidak ada satupun yang nampak bakalan datang menjemputnya, pada semua teman-temannya sudah pada pulang dan tersisa hanya dirinya dan juga guru-guru yang masih ada di tempat itu.


"Aduh Bunda sama papa ini di mana sih baru sampai sekarang belum datang menjemputku, jangan-jangan kalau sebenarnya punya anak yang sekolah di sini? "ujar Indira memasang wajah cemberutnya.


"Indira jemputan kamu belum datang? Kalau begitu masuk saja di dalammu sambil menunggu jemputan datang, tidak boleh menunggu di sini Takutnya nanti ada orang yang bermaksud jahat? "tanya miss Abel yang merupakan gurunya Indira.


"Oh iya Indira Kalau boleh tahu Papa sama Mama kamu kok jarang Datang sama-sama Untuk mengantarkan kamu ke sekolah, terus itu setiap hari Miss lihat ada seorang wanita yang mengantarkan kamu Memangnya dia siapa?"tanya wanita tersebut dengan penuh keingin tahuan membuat Indira mengerutkan keningnya karena merasa tidak suka jika ada yang menanyakan soal keberadaan Bundanya.


"ya kalau dia bukan orang penting untuk apa Papa mengizinkannya tiap hari mengantarkanku pulang pergi, nanti sebentar lagi pasti muncul baru Miss Boleh kenalan sama dia! "sahut Indira cuek.


akhirnya mobil yang ditunggu oleh Indira muncul juga membuat anak kecil itu tersenyum bahagia, dan tidak menyangka ternyata orang tuanya itu mengingat keberadaannya di tempat itu Jadi sekarang mereka Tengah datang untuk menjemputnya.

__ADS_1


"nah tuh kan Papa sama Bunda aku sudah datang, Aku pulang dulu ya nanti kalau mau kenalan Besok saja Pas pagi-pagi lagi tidak buru-buru ! "ujar Indira sambil menghampiri mobil Bagas yang kebetulan sudah berhenti.


"Papa sama Bunda kok datangnya telat sih untuk menjemputku? Apakah kalian lupa kalau aku itu sekolah di sini, aku dari tadi itu nungguin sampai kaki-kakiku pada pegel tidak bisa berdiri lagi! "omel Indira.


"eh tidak perlu marah-marah gitu juga karena ini buktinya papa sama Bunda kamu sudah datang menjemput kamu, kalau tahu seperti ini kamu bakalan memarahi sahabatku lebih baik dari tidak usah datang sekalian biar kamu pakai taksi! "ujar Nina yang jelas saja tidak terima ketika sahabat baiknya malah disalahkan seperti begitu dan lebih parahnya yang menyalahkan yaitu anak kecil pula.


Aulia mengusap wajahnya kasar karena dirinya yakin sebentar lagi pasti akan terjadi Perang Dingin Antara Indira dan juga Nina, soalnya kedua manusia itu memang dari dulu sampai sekarang kelebihan egoisnya tidak pernah membagi-bagi kepada orang lain.


"Ih kenapa Tante malah marahin aku memang aku lagi pengen ini kok ngomong soal kedatangan papa sama Bunda yang telat, ini pasti gara-gara jemput tante kan makanya mereka datangnya telat? "tanya Indira dengan tatapan menyelidik membuat Nina mendelik kesal.


"Ya sudah terserah kamu saja Nak, sebahagia perasaan kamu saja mau ngomong apa!"sahut Nina malas berdebat masa iya dirinya kalah sama anak kecil.


sepanjang perjalanan Indira dan juga Nina yang tengah mengapit Aulia saling memasang tatapan membunuhnya, mereka berdua sangat tidak menyukai satu sama lain akibat tadi Nina yang sengaja mengajak Indira untuk orang mulut.


Aulia memegang tangan mungil milik Indira kemudian tersenyum kepadanya, ia tidak ingin anak sekecil itu tapi memiliki dendam terhadap sahabatnya yang jelas-jelas umurnya sangat beda jauh dengan Indira.


"Kalau boleh tahu Tante Nina itu salahnya apa tadi ya sampai kamu marah-marah seperti itu, perasaan dia orangnya baik kemudian tadi itu kan hanya bercanda saja masa iya Indira langsung marah-marah terhadap Tantenya? "tanya Aulia pelan.


"Ya aku kan nggak mau kalau nanti Bunda bakalan direbut sama Tante itu, soalnya dulu kan Bunda kalau mau pergi kan pasti sama dia kan? " ujar Indira yang jelas saja tidak terima kalau sampai Aulia bakalan di monopoli oleh Nina.

__ADS_1


Bagas Tersenyum Dalam hati ketika anaknya itu seperti mewakili perasaannya saat ini, karena buktinya Indira terlihat sangat tidak suka ketika Nina berdekatan dengan Aulia dan itu tandanya anaknya itu ternyata sepemikiran dan juga memiliki perasaan yang sama.


"ya ampun Astaga anakku manis Siapa sih yang bakalan mengambil Bunda kamu itu, karena tadi Tante sudah sampai di bandara dan kebetulan mereka juga lagi di luar ya sudah minta tolong buat menjemput? lagian kan nanti Tante bakalan menginap di rumah kalian ya Tidak ada salahnya dong kalau mau minta tolong sama Papa dan juga Bunda kamu, atau kamu mau menjadi orang yang tidak punya belas kasihan sama sekali ketika melihat orang lain kesusahan malah dibiarkan saja?"tanya Nina membuat Indira mau tidak mau ya mengalah karena memang sebenarnya ia sudah diajarkan di sekolah maupun oleh Aulia kalau sebenarnya kita itu harus ikhlas menolong orang lain tidak boleh mengeluh dari belakang karena besok lusa kita tidak tahu apakah kita tetap bakalan senang terus atau bakalan mengalami kesusahan.


__ADS_2