
Abizar sebenarnya ingin tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Nina tadi, karena memang terkesan begitu lucu sebab perasaan suaminya Aulia itu memiliki nama tetapi kenapa wanita itu malah merubahnya?
Nina dari Seberang ya jelas aja tetap ngotot membenci Bagas karena menurutnya Bagas itu merupakan pria pemaksa dan juga tidak pernah pengertian kepada istrinya sendiri, jika Aulia sudah melupakan pukulan yang diberikan oleh Bagas di pipinya berbeda dengan Nina yang masih mengingat dengan jelas apa yang terjadi kepada sahabatnya itu.
"perasaan suaminya Aulia itu namanya Bagas Sanjaya bukan suami aneh namanya, jadi kalau mau mengatakan sesuatu itu Usahakan yang masuk akal nanti yang ada orangnya bakalan tersinggung loh kalau kamu mau mengubah-ubah identitas seseorang. "ledek Abizar membuat Nina mendengus kesal.
Rahayu mengangkat kedua jempolnya tinggi-tinggi karena setuju dengan apa yang dikatakan oleh Abizar itu, karena meskipun Aulia memiliki suami yang tidak jelas Sifatnya tetap saja pria itu memiliki nama dan tidak bisa dong kalau Nina harus mengubahnya begitu saja tanpa izin dari pemiliknya.
"Tolong ya jangan cari masalah denganku atau aku bakalan marah besar ke kamu, aku tadi itu ngomongnya serius loh bukan ingin mengajak kamu bercanda atau bagaimana dasar manusia aneh yang tidak jelas satupun bola pemikiran kamu! " Omel Nina kesal sebab dari tadi tidak ada yang mendukung apapun yang ia katakan menyangkut Aulia.
"Ya habisnya kamu juga aneh menyuruh Aku mencari tahu tentang Aulia dengan suami anehnya sedangkan aku bingung nama suaminya Aulia itu kan Bagas, jadi masa iya aku harus mencari sampai dapat suami Aulia yang bernama seperti yang kamu inginkan itu kan tidak mungkin yang ada aku bakalan melakukan sesuatu kegiatan yang nyeleneh dan juga tidak masuk akal? "omel Abizar tidak terima karena sudah salah tetapi Nina masih tetap saja pada pendiriannya berprasangka bahwa ia akan selalu benar dan tidak akan salah Sebab di dalam otaknya merupakan sesuatu yang tergambar dengan rapi.
"ya iya aku bakalan ralat sekarang pertanyaannya di mana Aulia dengan suaminya itu dan juga apa kabar mereka, serta selama ini pernah tidak kamu ketemu sama dia untuk memastikan apa dirinya baik-baik saja atau tidak? "tanya Nina lagi kali ini dengan ada bicara yang sedikit bersahabat soalnya Ia itu sudah membutuhkan bantuan dari Abizar Jadi kalau misalnya dirinya nyolot Takutnya nanti pria itu bakalan tidak ingin memberitahukan apapun yang dia inginkan.
"Nah jadi orang itu kalau manis seperti ini rasanya ingin didengarkan kemudian setiap katanya pasti bakalan membuat orang lain merasa Oh iya dia sedang bertanya dengan baik, tetapi kalau langsung ngegas seperti tadi jangankan untuk menjawab memikirkannya saja sudah membuat aku jadi bingung soalnya kamu kan hobinya selalu main petak umpet kalau mau membicarakan sesuatu! "ejek Abizar yang masih sempat-sempatnya mengajak Nina berdebat padahal wanita itu saat ini sedang dalam mode serius.
"eh cecunguk Aku itu lagi tidak bercanda loh dengan kamu, bisa tidak Lain kali kalau mau ngomong sesuatu itu lihat situasi dan juga kondisinya serta orang lain itu memang lagi ingin bercanda atau tidak? "omel Nina kesal tetapi abiser memilih untuk tidak peduli sebab saat ini memang dirinya telah benar-benar emosi dengan sesuatu yang sedang ia lihat tempat di depan matanya.
"Jadi bagaimana keadaan Aulia sekarang, apa dia baik-baik saja atau mungkin masih ditindas oleh suami kurang ajarnya itu? "tanya Nina penasaran sebab dari tadi pertanyaan yang ia lontarkan sedikit pun tidak direspon oleh Abizar di seberang pria itu seolah-olah Tengah sibuk dengan urusannya sendiri.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita alihkan panggilan ini ke video call supaya kamu sendiri melihat orang yang sedang kamu tanyakan itu kira-kira dia lagi berbuat apa, soalnya kalau aku menjelaskannya rasa-rasanya hatiku benar-benar sakit dan juga tidak terima sama sekali dan membuat pikiranku benar-benar mati rasa! "tawar Abizar karena memang saat ini pria itu Tengah mengikuti Aulia dan juga suami serta anak dari pria itu berjalan-jalan di mall karena kebetulan mereka berada di tempat yang sama dan Abizar juga Memang dari awal tidak ada niatan untuk mengikuti Aulia hanya karena waktunya yang pas jadi akhirnya pria itu memilih menjadi detektif dadakan.
"ya Astaga coba ngomong dong dari tadi kalau kamu itu lagi berada di dekat Aulia biar aku tidak mati penasaran, dasar pria pikirannya selalu lelet tidak pernah berkembang dengan benar hasilnya merugikan orang lain! "omel Nina dan alhasil mematikan panggilan tersebut lalu mengalihkannya ke panggilan video karena dengan begitu ia bisa memastikan Apakah benar yang dikatakan oleh Abizar kalau saat ini minat Tengah berada di dekat mereka.
"nah tuh lihat itu namanya Aulia atau bukan kamu pastikan saja sendiri soalnya kamu dari tadi kan ngomong kalau aku itu berbohong, Jadi sekarang kamu lihat kira-kira aku sedang berbohong kepada kamu atau tidak. "omel Abizar kesal karena Nina setiap kali berbicara dengan ya pasti akan mencurigai sesuatu yang tidak jelas dan alhasil bukan wanita itu yang dirugikan tetapi dirinya sendiri.
Nina tersenyum ketika melihat bahwa video yang sedang ditampilkan di layar ponselnya saat ini memang benar-benar merupakan Aulia sahabatnya, dirinya merasa bahwa tubuh Aulia sedikit menggemuk tidak kaya dulu dan juga lebih padat berisi apalagi bagian area dadanya itu membuat wanita itu mulai kebingungan dan bertanya-tanya dalam hati.
"itu Aulia Baru sakit sembuh atau memang lagi ada apa ya Kok bisa dia segemuk itu, terus kenapa pria itu memegang tangan sahabatku tetapi Aulia terlihat biasa saja?" tanya Nina penasaran membuat Abidzar mendengar tidak suka sebab wanita yang ada di seberang itu sudah terlihat seperti seseorang kekasih yang lagi posesif.
"Ya ampun! Ya jelas dia bakalan menerima suaminya lah, buktinya sekarang mereka berdua nyambung sekali loh bahkan tidak ada kecanggungan yang terjadi yaitu artinya Aulia sudah menerima Bagas sebagai suaminya! jadi Kamu harusnya mendukung masa depan sahabat kamu itu menjadi lebih baik soalnya aku saja sedang proses menunggu jandanya kira-kira kapan bisa segera terealisasikan, ini saja aku sudah menjadi penguntit jalanan yang bisa-bisanya mengutip suami istri yang sedang bermesraan di tengah-tengah tempat umum begini seolah-olah Aku tidak punya pekerjaan sama sekali!"omelan Abizar itu membuat Nina benar ingin tertawa karena menurutnya pria di seberang itu sangat lucu dan juga sangat aneh setiap kali bertindak karena mana ada manusia yang bakalan melakukan sesuatu itu jika memang dia tidak ingin melakukannya.
"aduh bisa bilang Aulia tidak lepaskan tangannya dari pria aneh itu karena aku bakalan mencarikan dia jodoh yang paling terbaik dan juga mapan serta pria yang penyayang dan juga tidak pernah membuat dia merasa sedih!"Nina masih tetap pada pendiriannya yaitu tidak akan menerima Bagas sampai pria itu benar-benar berubah dan mau lebih halus dan juga lembut dalam memperlakukan Aulia selama pernikahan mereka karena menurutnya pria yang sudah sekali ringan tangan pasti akan begitu terus meskipun dirinya dari awal sudah berniat untuk berubah tetapi namanya kebiasaan tidak akan pernah dirubah meskipun sampai rambut menguban sekalipun.
Abizar menghela nafasnya secara perlahan karena merasa aneh dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Nina itu sebab menurutnya wanita itu sebenarnya tidak pantas ikut campur terlalu dalam urusan rumah tangganya Aulia, Karena Wanita itu sudah besar Jadi otomatis tahu mana yang harus dan juga yang tidak boleh ia lakukan di dalam kehidupannya dan juga tidak mungkin bakalan menjerumuskan dirinya kepada sebuah kesedihan yang tidak berkesudahan.
"Kamu kenapa terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangganya Aulia, Memangnya kamu ada naksir berat sama Bagas jadi merasa kesal karena dia lebih memilih Aulia dibandingkan kamu? Biarkan saja dia bahagia karena aku yakin dia pasti tidak lama lagi akan menjadi janda, dan jandanya itu bakalan menjadi milikku untuk selama-lamanya!"ujar Abizar penuh percaya diri membuat Nina mendengus kesal karena pria itu sudah secara tidak langsung menyiratkan bahwa akan menjadi pebinor diantara Bagas dan juga Aulia.
"Eh kalau ngomong jangan terlalu keenakan ya Memangnya kamu pikir aku ada niatan untuk menikung sahabat sendiri, Lain kali kalau kamu mencurigaiku seperti begini nanti orang lain bakalan berpikiran sama lo dan kalau sampai hal itu terjadi kamu adalah orang pertama yang bakalan aku hajar. "Nina jelas aja tidak terima kalau dirinya sampai dicurigai menjadi bakal pelakor di antara pernikahan Aulia dan juga Bagas karena yang dirinya inginkan hanyalah kebahagiaan Hakiki bagi sahabatnya itu sudah cukup dirinya dulu dibohongi sampai sekarang masa iya sekarang Aulia harus merasakan kepahitan yang sama kan tidak mungkin juga kan?
__ADS_1
"Apa kamu lihat sekarang wajah Aulia itu penuh dengan keterpaksaan saat pergi bersama dengan anaknya dan juga suaminya, dia bahkan tersenyum lo sepanjang tadi sampai di tempat ini sampai saat ini tidak ada penyesalan apalagi keterpaksaan di dalam raut wajahnya itu jadi kita mau bikin Bagaimana Coba? "tanya Abizar heran sebab Biar bagaimanapun masalah yang terjadi dengan Aulia ya rasa-rasanya biasa saja.
"Boleh aku ingin berbicara dengannya hanya untuk memastikan, Apakah keadaannya baik-baik saja dan juga mungkin dia sedang lagi Hamidun karena perbedaan berat badannya?"Nina yang ingin menangis ketika melihat sahabatnya itu memang baik-baik saja dan juga terlihat sangat bahagia dengan apa yang ia jalani sekarang.
Abizar sebenarnya enggan mendekati Aulia karena menurutnya Bagas pasti bakalan salah paham tentang apa yang ia lakukan, meskipun itu merupakan kemauan Nina dan juga apalagi Bagas terlihat sepertinya dulu sangat tidak menyukai Nina yang terlalu memonopoli waktu istrinya.
"Aduh kamu tahu sendiri kan kalau suaminya itu galaknya minta ampun aku tidak mau loh nanti bakalan kena damprat darinya gara-gara semua yang kamu perintahkan, Memangnya kamu lupa bagaimana Perangai dari Tuan Bagas Sanjaya yang terhormat itu yang hobinya marah-marah tidak jelas dan juga tidak akan pernah terima jika apa yang menjadi barangnya disentuh oleh orang lain? "tolak Abizar tetapi Nina memasang tatapan permohonannya sebab menurutnya berbicara dengan Aulia itu bisa memberikan lagi kenyamanan di dalam dirinya.
"kali ini saja ya Aku mohon untuk membantuku soalnya aku benar-benar merindukan sahabatku itu yang sudah lama sekali tidak mendengar suaranya, tenang saja kalau aku juga sadar diri Kalau kami berdua itu hanya sebatas sahabatan saja bukan ada model yang lain seperti yang tengah kamu pikirkan karena aku juga masih pecinta batang bukan pecinta semangka!"ujar Nina membuat Abizar hanya menggelengkan kepalanya karena dari dulu sampai sekarang wanita itu selalu saja berbicara abzur tidak peduli dengan lawan berbicaranya entah laki-laki atau wanita yang penting nyeplos aja asal sampai dan setelah selesai pergi begitu saja.
"kamu kalau sudah capek bilang ya supaya nanti Dimas bakalan pergi mengambil kursi roda agar kamu menggunakan kursi roda saja untuk keliling Mall ini, soalnya di sini tempatnya sangat besar tidak mungkin juga kan kamu harus berkeliling semuanya tanpa merasa takut untuk kecapean? "tawar Bagas membuat Aulia menatap tajam ke arahnya sebab menurutnya jika sampai dirinya memakai kursi roda maka akan terlihat lebih dan orang-orang pasti bakalan berpikir kalau dirinya merupakan wanita cengeng yang selalu saja mengambil kesempatan yang ada.
"Terima kasih tawarannya tetapi aku sedang bisa berjalan dengan menggunakan dua kakiku sendiri tanpa ada yang mengambilnya dariku, jadi kalau kamu menawarkan hal itu lagi maka Aku pastikan kamu memperkenalkan di tempat ini! "ancam Aulia karena memang dirinya tidak ingin menjadi orang yang lebay dan juga terkesan seperti ingin mencari perhatian dengan cara seperti itu padahal tanpa menarik perhatian Bagas pun pria itu akan tetap melakukannya.
"Hai Aulia, Maaf kita bertemu di sini deh sepertinya. "sapa Abizar yang masih saja melakukan panggilan video dengan Nina.
Bagas merasa salah paham mengira bahwa abiser ingin memotret istrinya makanya ia merebut ponsel dari tangan Abizar tetapi ketika mendengar adik teriakan oleh orang yang berada dalam ponsel tersebut membuat pria itu mengurungkan niatnya, Sebab karena memang dari awal ia tidak tahu sama sekali Apa tujuan mendekati istrinya.
"kamu jangan ngambil ponselnya dong aku kan mau ngomong sama Aulia memastikan keadaan besti ku itu aman-aman saja, masa iya kamu berpikiran yang tidak tidak kepadanya seolah-olah istri kamu itu bakalan diambil oleh Abidzar saat ini juga? Eh asal kamu tahu ya Abizar itu lebih dulu mengenal Aulia sebelum kamu jadi usahakan menghargai orang lain jangan terlalu memasang kecurigaan yang aneh-aneh, orang lain bisa tersinggung loh dengan apa yang kamu lakukan itu seolah-olah kami merupakan manusia yang terburuk yang pernah ada di muka bumi ini! "omel Dina kesel sedangkan Aulia langsung mengambil ponsel di tangan Abizar karena dirinya juga ingin berbicara dengan Nina.
__ADS_1