
Aulia sebenarnya merasa kesal ketika Bagas memberikan perintah kepadanya seperti itu, sebab menurunnya pria itu seharusnya diam saja dan menikmati perannya sebagai seorang suami yang memiliki tiga istri.
Tidak perlu harus menentukan pilihannya sendiri untuk menginginkan saat ini sebenarnya istri mana yang harus melayaninya, karena takutnya ketika dirinya meminta seperti itu para istrinya itu menjadi tidak terima dan merasa kalau dirinya itu tidak dianggap kehadirannya.
"Tapi itu kan kosong duanya kamu mau melayani kamu kenapa malah tidak mau, nanti kalau jadi bahan perdebatan aku akan capek tidak lagi ada mood untuk melakukan hal itu? " Tanya Aulia heran karena menurutnya Bagas sebenarnya tidak boleh menolak ketika ada yang ingin memberikan perhatian seperti yang dilakukan oleh Safira kepadanya tadi itu.
"Ya selama ini kan dia sudah bertahun-tahun menjadi istriku jadi pasti dia juga capek, karena melayaniku terus. Maka dari itu tidak ada salahnya kan, kalau sekarang giliran kamu yang melakukannya supaya mungkin sama-sama impas berat dipikul sama ringan pun juga sama merasakan? "tanya Bagas membuat Aulia menatap jengah ke arahnya.
mau tidak mau wanita itu melakukan seperti yang diinginkan oleh Bagas kepadanya daripada terjadi perdebatan yang unfaedah, bakal membuat moodnya kembali hancur berantakan dan alhasil akan kembali mengajak Bagas untuk bertengkar.
Nella hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepalanya karena merasa lucu dengan sikap Aulia yang terlihat enggan melayani Bagas,sebab itu terlihat jelas dari guratan wajah cemberutnya.
"Karena badan kamu besar jadi makan nya harus banyak!" perintah Aulia yang menyodorkan satu piring penuh makanan kepada Bagas.
Safira tentu saja tidak terima sebab selama ini Bagas Sangat tidak suka ketika ada yang memaksa dirinya makan layaknya kerbau,namun entah mengapa saat Aulia mengambil makanan sebanyak itu malah Bagas terlihat begitu bahagia.
"Lho Mas,itu kan banyak sekali makanan yang dia ambil? Bukannya kamu tidak suka jika ada yang melakukan hal itu kepada kamu, apalagi orang baru seperti dia yang jelas-jelas belum mengenal kamu dengan baik?" Tanya Safira tidak terima.
__ADS_1
Bagas terlihat tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Safira kepadanya barusan, sebab menurutnya wanita itu selalu saja sibuk dengan urusannya padahal dirinya selama ini tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan oleh Safira.
"loh memangnya dia tidak nyaman kalau makan sepiring penuh, ya kalau begitu tidak perlu harus Kerja yang rajin saja kan Kalau lihat makanan saja takut? tanya Aulia penasaran.
"Eh maksudku itu bukan ngomong yang seperti itu tetapi kamu itu yang sepertinya mau meracuni Mas Bagas dengan memberikan dia makanan sebanyak itu, Tetapi malah ngomong tidak jelas dasar rakyat jelata setiap kali orang berbicara hal lain selalu ditanggapinya Dengan begitu tidak jelas "ujar Safira sinis.
Aulia memilih Masa bodoh sebab saat dirinya pertama kali datang ke rumah itu memang Safira setiap kali berbicara kepadanya tidak pernah lembut berbeda dengan Davina yang memilih tidak peduli dengan perdebatan kedua manusia itu sebab menurutnya hanya membuang-buang tenaga memperdebatkan sesuatu yang sebenarnya hanya sepele saja.
"Nanti kamu selesai makan ikut aku ke kantor, karena aku harus memperkenalkan kamu kepada semuanya agar mereka tahu siapa kamu sebenarnya! "perintah Bagas dan Percayalah Safira yang berada di samping pria itu langsung menjadi senam karena dikiranya bagus bakalan memperkenalkan dirinya secara langsung karena selama ini ia tidak pernah pergi ke kantor suaminya itu sebab Bagas menyuruh untuk tidak mencampuri antara urusan pribadi dan juga pekerjaannya.
"Yang menyuruh kamu ikut ke kantor itu siapa? Urusi saja pekerjaan kamu di rumah karena yang bakalan menghandle pekerjaan di kantor itu dan akan membantuku yaitu Aulia, Lain kali kalau orang berbicara jangan ditanggapi dengan begitu serius jangan sampai hanya membuat kamu dipermalukan saja! "Bagas begitu kesal ketika ia berbicara dengan Aulia pasti ada saja yang membuat Safira menimpali perkataannya itu sehingga membuat Aulia akhirnya enggan menjawab yang seperti ia inginkan.
Safira benar-benar tambah tidak menyukai kehadiran Aulia di situ, sebab Percayalah mendengar penolakan bahwa secara langsung dihadapan semua orang Safira merasa harga dirinya benar-benar jatuh ke bawah.
Aulia sebenarnya ingin menolak ajakan Bagas tersebut karena menurutnya pernikahan mereka itu hanya sementara saja, namun ketika mengingat bahwa semalaman ia mencari berkas penting itu tidak menemukan maka dari itu dirinya harus bisa mengikuti Bagas ke kantornya dan memastikan jangan sampai berkas itu pria itu meletakkannya di kantor.
"Ya sudah tapi aku siap-siap dulu soalnya sepertinya tidak mungkin kan aku pergi ke kantor kamu dengan penampilan seperti begini, nanti dikira kamu tidak mampu memberikan aku nafkah padahal memang kenyataannya seperti begitu! "jelas Aulia membuat Bagas begitu terkejut ketika mengingat bahwa selama ini dirinya tidak pernah memberikan nafkah kepada istrinya itu.
__ADS_1
"Astaga Maafkan aku sampai melupakan hal sepenting itu, padahal aku sudah menyiapkan Black card untuk kamu tetapi lupa memberikannya nanti saja ya kalau sampai di kantor baru aku akan kasih! "Safira membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya jika Bagas memberikan Aulia kartu debit non limit padahal dirinya saja hanya dibekali dengan uang belanja yang tidak sebegitu banyak perbulan maka dari itu dirinya harus irit-irit tetapi kenapa wanita itu malah Bagas perlakukan begitu spesial.
Namun dirinya Bisa Apa Karena tadi Bagas sudah memberikan instruksi kepadanya kalau tidak boleh mencampuri segala apa yang ia katakan, maka dari itu Safira memilih untuk diam meskipun hatinya benar-benar tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Bagas tadi.
Aulia yang dari tadi sudah tersadar kalau sebenarnya di tempat itu ada anak kecil juga yang dari tadi menyaksikan perdebatan antaranya dengan Safira kemudian dengan Bagas juga, langsung menatap Tidak enak hati kepada Indira yang harusnya diajarkan sesuatu yang baik tetapi malah dirinya melakukan hal yang sebaliknya.
"Ya ampun Sayang maafkan Bunda ya, Soalnya dari tadi lupa keberadaan kamu. Ayo kamu makan yang banyak biar tambah gede, terus nanti kita bakalan menghadapi pembully kamu itu bersama-sama kan?"bujuk Aulia sampai tersenyum membuat Indira Tentu saja sangat antusias ketika diperhatikan seperti begitu sebab selama ini dirinya tidak pernah mendapatkan apapun yang ia inginkan karena semua orang di rumah itu rasa-rasanya sangat membenci dirinya.
"Makasih Bunda tetapi sepertinya cukup begini saja deh soalnya kalau gendut itu kan susah jalan kata autor, jadi Bunda jangan ya Doain aku jadi gendut soalnya aku nggak mau loh! "sahut Indira membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya tersenyum berbeda dengan Safira dari tadi menatap Ketus ke arah anak itu karena sudah berani mengatur seisi dalam rumah.
"Ya sudah nanti Bunda bakalan ganti doanya yang penting sekarang Intinya kamu makan dulu Setelah itu kita langsung pergi, kamu dengarkan apa yang papa kamu katakan kalau kita bakalan pergi ke kantornya tetapi sepertinya Jangan takutnya nanti kamu absen lagi hari ini! "jelas Aulia membuat Indira mendengus kesal karena harapannya untuk seharian bersama dengan wanita itu sepertinya bakalan sia-sia saja.
"apa yang Bunda kamu katakan itu benar Indira! Jadi anak jangan pembangkang setiap yang diajarkan oleh orang tua jika itu merupakan sebuah kebaikan, Mama tidak suka kalau kamu menjadi benar di kehidupan orang lain dan alhasil jadi bergantung kepada Bunda Aulia! "tegas Davina yang dari tadi Hanya duduk diam tidak mempedulikan sekelilingnya.
"Maafkan aku, Mama! Tetapi aku janji deh tidak bakalan mengulangi hal yang sama lagi, yang penting Mama tolong ya jangan marahin aku soalnya takut! "lirih Indira sambil menundukkan kepalanya membuat Aulia benar-benar bingung sebenarnya di sini itu yang kejam Davina atau Safira ya karena Kenapa saat berhadapan dengan mereka berdua terlihat Indira sangat ketakutan dan juga tidak ada niatan untuk membantah apapun yang ia katakan.
"Sepertinya tidak perlu harus setegas itu deh Mbak, soalnya anak kecil ini dia bakalan mengeksplor apapun yang ia lihat! Jadi tolong jangan salah Artikan perhatian saya kepadanya selama ini hanya karena ingin mencari muka, karena anak sekecil ini Seharusnya Kita membiarkan dia selalu bahagia karena Percayalah kebahagiaan itu bakalan ia bawa sampai besok lusa!"jelas Aulia.
__ADS_1