
Arsen tentu saja terkejut ketika mendengar teriakan dari Nina itu seolah-olah ada yang salah dengan apa yang ia lakukan dan disadari oleh wanita tersebut, padahal Arsen merasa bahwa apa yang ia lakukan itu biasa saja dan juga tidak merugikan siapapun tetapi kenapa wanita yang ada di hadapan yaitu malah teriak kurang ajar.
"kamu meneriaki saya dan juga kamu sudah berani melakukan hal itu, sekarang pertanyaannya kesalahan saya itu apa sampai kamu begitu percaya diri melakukannya? kita di sini itu sama-sama pengunjung Ya otomatis kamu jagalah norma sopan santun, mungkin dengan begitu saya tidak akan pernah melakukan hal yang nekat dengan menjebloskan kamu ke penjara! "ujar Arsen dengan tatapan tajamnya tetapi Percayalah kalau Nina tidak merasa takut sedikitpun sebab menurutnya tidak ada yang boleh melakukan sesuatu yang tidak baik kepada Aulia.
Nina yang mendengar kata-kata itu langsung memilih untuk mendekati Arsen dan menanyakan apa maksud dan tujuan pria tersebut yang seperti Tengah ingin mengancamnya, Padahal jelas-jelas di sini yang salah itu adalah pria tersebut karena sudah berani melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh dirinya.
Wanita itu bahkan tidak takut sama sekali ketika wajah orang yang ada di hadapannya Begitu menakutkan dan juga sepertinya tidak ada candaan di dalam hidupnya, Nina tetap pada pendiriannya bahwa yang salah tetap harus diluruskan sebelum melakukan kesalahan lebih jauh lagi dan alhasil merugikan orang-orang yang berada di sekitarnya.
"sebelum kamu melakukan hal itu aku yang bakalan lebih dulu melakukannya, mata itu dijaga enak sekali malah digunakan buat jelalatan melihat istri orang! Kalau saya tidak menyadarinya entah kamu menjadikan sahabat saya itu sebagai apa mungkin objek fantasi gila kamu, atau mungkin kamu melakukan sesuatu yang malah membahayakan saudara saya ingin!"ujar Nina yang sudah belajar untuk tidak pernah mempercayai siapapun yang ada di dunia ini karena menurutnya orang-orang yang ada di dunia ini semuanya penuh dengan kebohongan.
__ADS_1
"Sekarang pertanyaannya Apa yang membuat kamu merasa dirugikan dengan berteriak seperti itu, apa ada sesuatu kejahatan yang sedang saya lakukan sampai-sampai kamu merasa tidak nyaman dan juga akhirnya membuat kejauhan serta suasana menjadi tidak menyenangkan ? "tanya Arsen sambil tersenyum smirk.
"Oh jadi kamu mau saya menjelaskan ulang lagi apa yang sudah kamu lakukan dan tingkah Apa yang membuat saya menjadi marah-marah seperti ini, Wah ternyata kamu itu masih muda tapi pikun ya karena Buktinya apa yang baru saja kamu lakukan Tetapi malah menyuruh saya untuk menerangkan secara detail lagi? "ejek Nina dengan tatapan matanya yang begitu merendahkan karena menurutnya wanita itu atau orang yang memakluk lemah tetapi jangan salah kalau ada sesuatu yang tidak ia sukai taringnya bakalan keluar secara dadakan.
Aulia dari tadi memilih untuk tidak menimpali perdebatan yang terjadi antara Nina dan juga pria yang tidak dikenal mereka sama sekali itu, padahal tatapan pria itu bukannya tertuju kepada Nina lawan bicaramu Tetapi malah hanya menatap Intens ke arah Aulia yang memilih sibuk dengan ponselnya Lalu setelah itu tidak lama ada Abizar yang datang menyusul setelah mendengar keributan.
"Ada apa ini ribut-ribut di sini? Terus kamu bisa-bisanya sih kamu marah-marah kepada pelangganku di sini, kalau ada yang tidak membuat kamu merasa nyaman yang ngomong kepada kami pengelola biar kami yang bakalan menyampaikan kepada pelanggan secara langsung! "Abizar ketika saat bekerja sangat profesional maka dari itu ia tidak pernah membeda-bedakan antara satu dan juga yang lainnya.
"dia itu dari tadi Saat kami baru datang kemudian duduk dan memesan makanan sambil menunggu kamu kembali selalu menatap ke arah Aulia, dan kamu tahu tidak tatapannya itu seolah-olah mengiratkan kalau dia sedang merencanakan sesuatu dan itu merupakan hal yang sangat tidak baik untuk Aulia kedepannya! Aku sebagai seorang sahabat Ya otomatis mewaspadai lebih dulu sebelum terjadi, Tetapi kok dianya malah nyolot dan juga tidak terima dengan apa yang aku katakan seolah-olah apa yang ia lakukan dengan melihat ke arah istri orang itu merupakan sebuah kebenaran! "omel Nina karena benar-benar merasa kesal dengan sikap Abizar yang menurutnya sangat tidak profesional.
__ADS_1
"Apa benar yang dikatakan oleh wanita ini tuan, kalau memang benar Saya rasa Anda memang sudah melakukan kesalahan dan di tempat ini tidak bisa mentolerir hal itu? apalagi wanita itu merupakan sahabat saya sendiri jadi otomatis kalau ada yang membuat dia tidak nyaman maka saya juga pasti bakalan langsung bertindak, jadi saya minta dengan lapang dada silakan meninggalkan tempat ini karena saya benar-benar ingin menghindari keributan yang terjadi mengingat ketidaknyamanan dari pelanggan yang lain! "tidak masalah kehilangan beberapa lembar uang yang penting intinya Aulia selalu baik-baik saja dan tidak ada orang yang bermaksud jahat kepadanya.
Arsen Tentu saja tidak ingin melakukan seperti yang dikatakan oleh Abizar tadi karena menurutnya Ia saja belum berbicara dengan Aulia Kenapa kedua manusia itu terlihat begitu repot, kecuali dirinya sudah berbicara dengan wanita itu mengeluarkan semua keinginannya Lalu setelah puas ia bakalan pulang Nah itu dia masalah langsung beres Tetapi kalau dibiarkan begitu saja tanpa dipedulikan oleh rasa-rasanya sangat tidak tega.
"setiap orang harus menggunakan matanya untuk melihat kan, jadi masuk akal Kalau Nona yang di depan sana itu menjadi objek penglihatan saya! Kenapa kalian berdoa sangat cerewet Padahal dia saja Diam tidak banyak bicara!"Arsen semakin nekat dengan memilih mendekati Aulia membuat Nina dan juga Abizar Saling pandang karena merasa sepertinya nanti akan ada bahaya yang mengintai.
"Saya rasa Anda tidak perlu mendekati sahabat saya karena dia itu alergi terhadap orang-orang baru, Sebelum saya mengatakan sesuatu dengan sangat tidak sopan dan membuat anda tersinggung seperti tadi lebih baik atur langkah dan juga keluar dari sini kami tidak menerima manusia kurang ajar dan juga tidak berguna ! "kedua usir Mina secara halus tetapi Percayalah pria yang ada di hadapannya itu rasa-rasanya sudah putus semua urat malu nya jadi tidak peduli dengan perintah yang diberikan oleh orang lain.
"Halo Nona bisa kita berkenalan, Nama saya Arsen Valand kalau memang kamu melupakan saya tidak masalah yang penting intinya mulai sekarang kamu bakalan mengingatnya, Apa saya bisa duduk di samping kamu Ya siapa tahu kita mungkin bisa mengobrol secara santai dan saya yakin kamu pasti akan menyukainya? "Abizar dan juga Nina hanya menggelengkan kepala karena tidak percaya ada manusia yang tidak punya urat malu seperti yang dilakukan oleh pria itu kepadanya.
__ADS_1
Aulia yang sedang asyik makan sambil sukses selalu menatap ke arah ponselnya langsung melepaskan sendok dan juga Garpu di tangannya kemudian menatap tajam ke arah pria yang telah menyodorkan tangannya itu mungkin Seraya meminta uluran tangan begitu, Jika saja Aulia tidak mengingat kondisinya maka bisa dipastikan ia bakal menghajar absen sampai bengkok Supaya besok lusa bisa berpikir dua kali untuk mendekati istri orang.
"bisa tidak jangan mempermalukan diri sendiri dengan melakukan sesuatu yang nekat? kalau memang Anda ingin berkenalan Saya rasa lebih baik secara salah satu wanita yang ada di sini tidak perlu harus mengganggu kehidupan saya, Tetapi kalau memang Anda tidak mau melakukannya yaitu Terserah yang penting Intinya satu seperti yang saya katakan tadi itu!"Aulia tidak seperti Nina yang bakalan mengeluarkan suaranya berkoar-koar Karena Wanita itu lebih memilih untuk santai dan Tetap tenang