Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Mencari Masalah


__ADS_3

Aulia tanpa banyak berpikir lagi memilih untuk pergi menyusul semua orang di lantai bawah, karena menurutnya bagus datang membuat masalah di rumah orang itu karena keberadaannya di situ jadi lebih baik Ia muncul dan bisa memastikan semuanya.


Nina hanya mengikuti sahabatnya itu saja tidak bisa banyak menambah kata-kata lagi, apa lagi mengeluarkan sebuah kalimat yang bisa menjadi provokasi di antara Aulia dan juga Bagas.


Aulia menatap ke arah pria yang sangat ia kenal tengah berdebat dengan mamanya Aulia yaitu Rahayu, mungkin karena sudah stress sampai-sampai Bagas sudah tidak punya sopan santun lagi sebab bisa-bisanya mengajak tuan rumah bertengkar Padahal mereka tadi tidak mengundangnya.


"dasar pria tidak punya sopan santun sama sekali, bisa-bisanya mencari gara-gara di rumah orang! Memangnya dia pikir orang lain tidak punya kesibukan jadi hanya harus meladeni dia saja, urusannya saja orang lain tidak bisa mengganggu masa iya urusannya harus dia terlalu ikut campur di dalam?"komentar Aulia dalam hati selalu segera menuju ke semuanya dan duduk dengan tenang tepat dihadapan Bagas yang tengah tersenyum bahagia karena Akhirnya bisa bertemu dengan istrinya itu lagi.


"Sayang, Akhirnya aku bisa menemukanmu di sini! Kalau mau pergi itu bilang-bilang dong biar aku temani tidak perlu harus pergi sendiri, kemudian tidak ada pamit sama sekali padahal kamu sudah punya suami loh?"ujar Bagas yang memilih untuk mendekati Aulia yang dari tadi memasang tatapan horornya seolah kedatangan Bagas itu bukan merupakan kebahagiaan baginya tetapi merupakan sebuah malapetaka.


Nina ikutan duduk di sofa tunggal yang ditempati oleh Aulia saat ini sebab menurutnya ia harus bisa menempel kepada sahabatnya itu, agar suaminya yang tidak tahu diri itu sadar posisinya dan dengan begitu tidak mengganggu Aulia.


Bagas otomatis memasang tatapan tidak terima hanya ketika melihat Nina Lagi Dan Lagi memonopoli istrinya, padahal wanita itu sebenarnya sadar diri kalau sudah melakukan kesalahan yaitu dengan membawa kabur istri orang.


"Mmmm... Maaf Bisakah kamu menjauh dari istriku sekarang? Soalnya Ada hal penting yang harus kami berdua bahas dan itu tidak bisa melibatkan kamu sebagai orang lain, karena masalah ini adalah masalah rumah tangga kamu yang otomatis hanya kami berdua saja yang bisa menyelesaikan!" Pinta Bagas tetapi dengan tatapannya yang menurutnya sangat tidak bersahabat tidak peduli jika saat ini ia sedang bertemu kedua orang tuanya Nina menurut mereka terlalu lancang.


Aulia menghembuskan nafasnya kasar karena menurutnya Bagas tidak pantas berbicara seperti itu di rumahnya orang lain, oleh karena kekuasaannya itu tidak bisa masuk sampai di kehidupan rumah tangga orang lain meskipun ia sangat kaya karena menurutnya itu sangat tidak sopan.


"Kamu kenapa malah sibuk dengan urusannya Nina? sekarang Katakan saja apa keinginan kamu datang ke sini? Soalnya Om sama Tante itu ada urusan di luar yang tidak bisa harus meladeni kamu setiap saat?"tanya Aulia serius bahkan Sikap yang ditunjukkan oleh wanita itu memperlakukan Bagas seperti orang asing tidak ada hubungan di antara keduanya yang pantas membuat dirinya menjadi lebih rileks saat berbicara.


Bagas berusaha untuk tetap tenang tidak terprovokasi dengan apa yang dikatakan oleh Aulia itu, karena menurutnya jika sampai ia bertengkar di hadapan Perdana dan Rahayu jangan menyesal kalau dengan kekuatan mereka bakalan membawa pergi istrinya Sejauh Mungkin.


"Aku itu hanya ingin kita mengobrol berduaan saja untuk menyelesaikan masalah yang tengah terjadi di antara kita, dan tidak mungkin kita harus membantu di depan semua orang karena ini masalah antara kamu dan juga aku!" jelas Bagas dengan nada bicaranya yang sehalus mungkin.

__ADS_1


Aulia mengerutkan kening nya karena menurutnya penyesalan Bagas itu sudah sangat terlambat sama sekali, coba kalau dari awal pria itu lebih menghormati dirinya ya Otomatis ia tidak mungkin merespon sampai segininya dengan pergi meninggalkan rumah.


"menurutku tidak ada yang perlu dibicarakan lagi antara kita berdua, Dan juga kamu sudah tahu saat ini aku ada di mana Untuk itu tidak perlu lagi kan kita harus membahas apapun yang sudah terjadi? karena menurutku itu hanya membuang-buang tenaga dan pikiran serta hanya membuat aku menjadi seperti seorang yang sangat bodoh, aku juga sudah malu di hadapan sama tante yang harus menyaksikan kegilaan kamu seperti ini yang seolah-olah masalah rumah tangga kita itu enaknya diumbar-umbar saja!"Aulia mau tidak mau mengatakan semua itu karena memang sesuai dengan kenyataan kalau dirinya tidak ingin diganggu oleh siapapun dan juga tidak ingin Bagas terlalu mencampuri urusannya karena urusan pria itu saja dirinya tidak ingin tahu.


Bagas kebingungan harus bersikap bagaimana apalagi ya tidak mungkin menarik Aulia saat ini, karena kalau dirinya bersikap kasar lagi entah nanti bagaimana Respon yang diberikan oleh istrinya itu.


Perdana memberikan kode kepada Rahayu agar ikut dengannya ke dalam kamar, sebab menurutnya tidak sangat sopan ketika orang sedang bertengkar malah dirinya dan juga sang istri duduk dan menonton pertunjukan tersebut.


"mah ayo kita ke kamar soalnya ada yang ingin Papa sampaikan! "ajak Perdana dan langsung Rahayu mengiyakan karena dirinya juga ingin menanyakan sebuah hal penting kepada suaminya tentang kedatangan Bagas di rumah mereka pagi ini.


sepeninggal perdana dan juga istrinya kini tatapan batas tertuju kepada Nina, yang dari tadi terlihat tidak ingin beranjak dari samping Aulia seolah apapun yang dikatakan Bagas harus didengar olehnya juga.


Bagas memberikan kode kepada Dimas agar bisa mengurus Nina tetapi langsung cepat ditangkap oleh Aulia sebab menurut Aulia dirinya memang bukan anak kecil jadi harus mengambil sebuah keputusan melibatkan orang lain Tetapi kalau untuk sekarang ini biarkan ia berpikir dengan jernih dulu.


Dimas tahu kalau sebenarnya Aulia itu sedang tidak ingin berduaan dengan Bagas hanya saja sepertinya tuannya itu merasa tidak peka dengan yang terjadi, karena buktinya Bagas saat ini tetap pada pendiriannya yaitu ingin berbicara berduaan dengan Aulia padahal wanita itu dari awal secara terang-terangan menolak..


"Permisi Nona apakah ingin mengikuti Kami pergi berbelanja di mall? soalnya tidak enak kan Hanya kami berdua saja yang pergi, karena Kebetulan kami juga sedang ingin mencari jodoh berasal dari Neng Geulis dari Bandung? " Andra tahu saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya guna membantu kelanggengan hubungan Aulia dan Bagas.


Nina terlihat mencebikkan bibirnya karena menurutnya ajakan Andra itu sangat tidak masuk akal, masa iya mereka bertemu sekali ini sudah main ajak pergi Padahal selama ini pria yang kenalan dengannya sudah makan tahun saja kalau mengajaknya pergi pasti bakalan menolak.


"situ pikir orang tua saya itu kekurangan uang jadi tidak bisa mengajak saya pergi berbelanja, jadi saya Mesti ikut dengan orang asing seperti kalian berdua yang jelas-jelas tidak pernah saya kenal sebelumnya? "tanya Nina Ketus karena merasa tidak terima jika ada orang yang sok dekat sok akrab dengannya.


"tapi perasaan saya setiap wanita tidak akan menolak deh kalau diajak untuk berbelanja, maka dari itu saya sengaja mengajak kamu siapa tahu kamu mungkin sedang merindukan jalan-jalan dengan pria tampan seperti saya? "tanya Andra sambil naik turunkan alisnya dan terlihat pria itu begitu narsis sampai-sampai tidak sadar kalau saat ini Bagas dan juga Dimas Tengah menatap jengah ke arahnya.

__ADS_1


"Setiap orang pasti bakalan percaya diri dan mengatakan kalau dia itu keren padahal sebenarnya dari sudut pandangnya orang lain biasa saja, nah seperti itu yang tengah saya rasakan saat ini yaitu kamu itu tidak ada bagus-bagusnya sama sekali apalagi terlihat seperti pria yang murahan! "Aulia ingin sekali tertawa ketika mendengar ada yang menggoda sahabatnya seperti itu dan juga menurutnya keberanian Andra itu patut diacungi jempol karena bisa-bisanya mengajak Nina pergi padahal berkenalan saja belum.


"Ya kalau kamu belajar menyukai saya pasti kita bakalan nyambung, tetapi kalau kamu lebih dulu merasakan kebencian ya Sampai kapanpun tetap begitu! Jadi Apakah tawaran saya tadi masih bisa untuk dijalankan, Kalau iya ya sudah tinggalkan saja mereka di sini dan sekarang kamu harus menjadi tour guide-nya saya?"mood Nina yang tadi ada keinginan untuk memarahi Bagas lenyap seketika berganti kesal kepada Andra yang menurutnya sudah mengganggu konsentrasinya sampai tidak ada pikiran lagi untuk memarahi Bagas lagi.


"Bagaimana kalau kita pergi ke penginapan yang tidak jauh dari sini soalnya tadi waktu lewat saya sudah sempat melihatnya, supaya bisa ngobrol berdua lebih tenang dan juga lebih santai serta tidak ada ketegangan seperti ini soalnya mlu juga karena kita sekarang ada di rumahnya orang?"bujuk Bagas memastikan agar istrinya itu bisa mengerti dan juga paham apa yang ia inginkan saat ini.


Aulia menghela nafasnya kasar karena memang dari awal tidak ada niatan untuk berduaan dengan Bagas sampai kapanpun, kecuali pria itu mau menunjukkan perubahan sikapnya yang tidak Arogan dan juga ringan tangan seperti biasanya.


"Terima kasih tawarannya tetapi sepertinya saya tidak berminat, dan yang memerlukan istirahat saat ini yaitu kedua pegawai kamu itu! Soalnya saya yakin semalam kamu pasti tidak membiarkan mereka tidur dengan tenang, karena kebiasaan kami ya seperti itu tidak pernah mau menghargai perasaan orang lain!"Aulia tidak tahu lagi harus berbicara dengan nada yang seperti apalagi agar Bagas paham kalau di dunia ini orang lain juga ingin didengar bukan hanya dirinya saja.


"kamu dengarkan Aulia tadi ngomong apa? kaya si boleh Bang tetapi Attitude kamu juga harus dijaga dong, karena jangan mentang-mentang kamu bisa membeli segala-galanya dengan begitu harga diri istri kamu pun bisa kamu beli juga! "sinis Nina yang tidak peduli jika ada orang yang berkata bahwa dirinya terlalu sok ikut campur dengan urusan orang lain karena memang pada akhirnya kenyataannya seperti itu ia hanya ingin membuat Aulia tidak tertekan dan juga merasa tidak nyaman ketika berdekatan dengan suaminya sendiri.


Dimas sebenarnya dari tadi sudah merasa kesal dengan mulut cerewetnya Nina yang dari tadi tidak berhentinya nyerocos, padahal seharusnya wanita itu sadar jika Bagas datang ke tempat itu untuk menyelesaikan masalah bukannya menambah masalah lagi.


"jjangan bilang Kamu mendukung agar sahabat kamu itu, Masalahnya tetap seperti begini menggantung di udara begitu saja tidak terselesaikan sama sekali? Kalau aku jadi kamu bakalan membiarkan mereka berdua ngobrol dari hati ke hati agar cepat kelar, bukannya malah menambah bumbu supaya mereka berdua bertengkar dan alhasil Nyonya Aulia tidak akan pernah memaafkan Tuan Bagas!"Dimas sengaja mengatakan hal itu karena dirinya yakin Nina merupakan seorang wanita terpelajar Yang pastinya bakalan paham dan mengakui apa yang ia maksud.


"aku tahu bahwa semua masalah itu harus diselesaikan biar tidak berlarut-larut, tetapi yang aku tidak suka yaitu ketika orang melakukan kesalahan kemudian meminta maaf lalu Mengulangi kesalahan yang sama lagi! Jika seperti begitu keadaannya secara terus-menerusnya otomatis Siapa sih yang tidak capek, Memangnya menurut kamu Batas kesabaran manusia itu sendiri jadi setiap melakukan kesalahan bakalan diberikan maaf dengan begitu mudah? "tanya Nina tidak terima karena dirinya yakin kalau Dimas pasti bakalan tetap membela majikannya itu mana ada seorang pegawai malah membela orang lain sedangkan majikannya ya biarkan begitu saja bisa menjadi taruhan nantinya pekerjaan yang sedang ia lakukan.


"ya tapi dia kan sudah minta maaf dan juga kita sepertinya terlalu lancar ikut campur urusan rumah tangga mereka, bukannya harus mendukung supaya mereka berbaikan dan dengan begitu semuanya menjadi lebih mudah tetapi kamu malah membuat Nyonya Aulia tambah membenci Tuan Bagas!" Omel Dimas kesal.


"Ya karena itu memang majikan kamu itu harus mendapatkan kebencian dari istrinya sendiri, atas apa yang sudah ia lakukan karena Menurutku dia tidak tahu bersyukur sebab sudah mendapatkan seorang gadis Tetapi malah mempermainkannya! "Nina sengaja menyindir Bagas soal statusnya Yang bukannya duda ataupun perjaka melainkan Pria beristri lebih dari satu.


Aulia sudah tidak peduli lagi dengan semuanya karena sekarang fokusnya adalah bisa pergi dari rumah itu karena merasa malu dengan Perdana dan juga Rahayu yang sudah tahu masalahnya, tetapi tidak ingin mengikuti Bagas pulang ataupun kembali ke rumah yang ada istri pria itu yang membuat nanti suasana bakalan bertambah runyam.

__ADS_1


"Kalian bisa diam tidak? Ngomong sih boleh tidak ada yang melarang, tetapi kalau pembicaraan kalian malah membuat orang lain menjadi emosi saya sarankan lebih baik hentikan saja! Karena nantinya kalau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, Siapa yang bakalan mau bertanggung jawab? "Aulia Jengah dengan semua keributan yang ada belum lagi Perdana dan juga istrinya dari tadi ke kamar tidak muncul juga.


__ADS_2