
Perdana tersenyum ke arah Aulia yang selama ini hanya didengarnya dari Nina yang sering menceritakan wanita itu, sekarang barulah ia bisa menjumpainya secara langsung dan membenarkan semua perkataan Nina kalau Aulia itu merupakan wanita yang sempurna.
"ya sore juga! Gimana kabar kamu baik-baik saja kah, terus betah tidak di Bandung? "tanya Perdana penasaran.
"ya betah tidak betah harus betah Om! apalagi di sini ada Nina yang kalau ngomong tidak pernah berhenti akhirnya aku merasa terhibur, dan juga bisa bantu-bantu Tante Rahayu di dapur dengan begitu tidak suntuk di dalam kamar saja! "jelas Aulia.
"Dan juga kamu pasti tidak akan bosan karena selalu bertemu dengan si ganteng Kevin Saputra yang baik hati dan juga tidak sombong serta rajin menabung dan juga calon imam masa depan yang paling diperhitungkan. "sambung Kevin penuh percaya diri.
Aulia tidak merespon apapun yang dikatakan Kevin itu karena menurutnya Siapa saja boleh dong percaya diri di tempat dan waktu yang tidak pas, apalagi tipe pria yang Metropolitan seperti Kevin itu yang selalu saja rasa percaya dirinya di atas rata-rata normal.
"Eh percaya diri itu wajib kemudian membanggakan diri sendiri itu juga harus, tetapi pertanyaannya sesuai tidak dengan kenyataannya. Jangan sampai kamunya ngomong begitu, tetapi orangnya beranggapan lain!"Sinis Nina yang terlihat tidak terima dengan rasa percaya diri Kevin.
"Ya percaya diri itu kan memang harus dan juga tidak masalah dong kalau orang lain keberatan, karena itu merupakan hak mereka untuk berpikir. Masa iya aku sendiri merendahkan diriku, Nanti orang lain bakalan lebih parah lagi! "tolak Kevin yang kali ini dirinya selalu saja berbeda pendapat dengan Nina.
"Astaga kalian ini kenapa sih selalu saja begitu setiap kali bertemu, untung juga sepupuan loh coba kalau hanya kenal dekat sudah mama kawinkan kalian berdua saat ini juga!"ujar Rahayu yang Jengah dengan sikap kekanak-kanakan milik keponakannya dan juga anaknya itu.
Nina bergidik ngeri mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya tadi, masa iya pria yang bertulang lunak seperti Kevin itu mau dijodohkan dengannya.
"Mama aku kalau disuruh menikah dengan dia lebih baik jadi perawan Ting Ting seumur hidup, daripada bukannya berbahagia setelah menikah tetapi yang ada stres setiap saat. Soalnya wanita mana yang ikhlas punya suami yang cerewetnya itu ngalahin perempuan, padahal mulutnya hanya satu saja loh!" Nina mengatakan hal itu tanpa peduli dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Kevin saat ini yang benar-benar tidak terima ketika harga dirinya dijatuhkan di hadapan Aulia.
"Ngobrol terus yang penting kalian kuat terus itu makanan di tangan kamu biarkan saja dia memakan dirinya sendiri, Dasar anak satu-satunya di dalam rumah tapi kelakuannya Barbar kayak wanita yang tinggal di gunung!"Nina akhirnya tersadar dengan apa yang ia pegang saat ini karena tadi saking menggubris apa yang dikatakan oleh Kevin sampai-sampai melupakan hal penting yang harusnya dirinya kerjakan beberapa menit yang lalu.
Aulia memilih untuk menyusul Nina yang sedang memanaskan makanan yang tadi dibawa oleh Perdana dari Jakarta, sedangkan pria itu dan juga istrinya pergi ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya akibat dari melakukan perjalanan yang sangat jauh.
Kevin yang ditinggal sendiri memilih untuk memainkan game di ponselnya untuk menghilangkan rasa jenuhnya akibat diabaikan oleh semuanya , Tetapi lebih tepatnya bukan diabaikan sih soalnya kesibukan mereka itu tidak bisa ditinggalkan makanya mereka membiarkan dia sendirian di situ.
__ADS_1
"Kamu lain kali jangan suruh papa kamu membawakan aku makanan seperti ini ya, nanti dipikirnya aku itu tidak tahu diri atau gimana lah! "ujar Aulia.
"Yaelah kamu ini kan lagi Kaya sama siapa saja sih? Masa Iya Papa saja tidak keberatan kok tapi kamu dari tadi sepertinya terlalu sengsara sekali dengan semua yang aku katakan, jadi orang itu biasa saja jangan terlalu tidak enakan terhadap orang lain nantinya kamu yang bakalan ditindas karena terlalu baik!"Nina mengomeli Aulia sampai puas karena dari tadi sudah capek mendengar wanita itu yang selalu saja mengucapkan kata tidak enak hati.
Aulia itu hanya ingin mengeluarkan apa yang ia pikirkan daripada hanya dipendam di dalam benak kan sama saja bohong, lagi tidak ada yang salah soalnya yang tidak mungkin juga kan harus merepotkan kedua orang tuanya Nina hanya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Setelah selesai membersihkan diri perdana dan juga istrinya memilih untuk menyusul semuanya di lantai bawah, karena tidak enak hati jika mereka berdua yang notabene merupakan orang tertua di situ malah membiarkan anak muda duduk sendirian.
"Berhubung kamu masih di sini lebih baik tidak usah pulang saja sekalian ikutan makan malam dengan kami, soalnya tante tidak ingin menjadi tuan rumah yang tidak tahu diri karena malah mengusir tamunya ketika sudah masuk jam makan malam seperti ini!"tawar Rahayu membuat Kevin Tentu saja tidak akan pernah menolak kesempatan yang datangnya hanya sekali-kali doang itu.
"Tentu saja Tante aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini sebelum aku yang memang ingin meninggalkannya, Jadi sebelum Tante bilang aku sudah berpikiran seperti itu dari tadi!"Kevin antusias.
"Ya jelas sifat kamu kan selama ini seperti begitu selalu saja numpang makan Lalu setelah itu numpang tidur Kemudian akhirnya numpang hidup, Percuma saja jadi anak laki-laki Kalau akhirnya nanti hidupnya bakalan selalu numpang pada orang lain."Aulia sampai menyikut pinggang Nina yang menurutnya dari tadi itu kalau ngomong terlalu pedas seperti sedang berbicara kepada musuhnya bukan kepada keluarga sendiri.
"Kamu ini Kalau ngomong bisa tidak dijaga? Itu anak orang bisa sakit hati loh, Soalnya dari tadi kamu marah-marah terus kepada nya!"bisik Aulia tetapi Nina memilih untuk tidak peduli.
"Kamu sepertinya terlalu banyak drama dan juga mau meracuni isi otaknya Aulia yang lurus-lurus saja, kalau mau stres sendirian saja Kemudian kalau mau mengajarkan hal yang buruk-buruk juga lebih baik ajarkan kepada diri sendiri jangan kepada orang lain dong! "Nina sebenarnya tidak tega juga dari tadi memarahi Kevin hanya saja ia maunya sepupunya itu sadar kalau posisi Aulia itu merupakan wanita bersuami.
Perdana dan Rahayu tidak ada niatan lagi untuk mencegah agar kedua manusia itu berhenti berdebat, Soalnya kepala batu seperti mereka itu sangat susah sekali untuk diatur dan juga mengerti akan perasaan orang lain yang tidak nyaman.
"Aulia Ayo ikut sama Om dan juga Tante jangan pedulikan mereka, soalnya mereka Kalau sudah seperti begitu sampai besok pagi pun tidak akan pernah berhenti!"Ajak Rahayu.
Aulia mengikuti ajakan dari Rahayu karena dari tadi ya sebenarnya sudah capek mendengar Nina yang hobinya marah terus, padahal mungkin jangan sampai Kevin itu hanya bercanda tetapi sepertinya Nina itu hanya membawanya ke arah serius saja.
Kevin memilih duduk di samping Aulia meskipun Nina tengah memasang tatapan horornya kepada sepupunya itu, pria itu memilih untuk tidak peduli karena menurutnya toh dirinya hanya duduk saja bukan mau menyentuh ataupun memegang bagian tubuh Aulia.
__ADS_1
Sepanjang mereka menikmati makan malam yang sangat spesial disiapkan oleh Rahayu atas kedatangan Aulia dan juga kepulangan suaminya dari Jakarta, semua orang begitu menikmatinya karena sangat pas di lidah dan juga jangan salahkan lagi suasana saat ini memang benar-benar mendukung yaitu semuanya dalam kondisi kelaparan.
"Gimana pertemuannya dengan klien di Jakarta Om, Amankah atau ada kendala yang dialami selama di sana? "tanya Kevin penasaran.
"Kalau kendala sih jelas ada, karena jarak dari sini ke sana kan lumayan jauh. Sedangkan umur Om sudah bisa dibilang bukan masih muda, tetapi syukurlah selama sampai di sana pengusaha muda itu gampang sekali untuk diajak kompromi. Untuk diajak berdiskusi pun akhirnya nyambung dan selesai tepat waktu, kalau tidak hari ini sebenarnya Om belum bisa pulang!"jelas Perdana yang begitu antusias karena memang semuanya sesuai dengan rencananya.
"Oh iya kalau tidak salah pengusaha itu kan di bagian Real Estate kan, Siapa sih namanya soalnya aku lupa karena selama ini kan tidak pernah bertemu secara langsung!" Ujar Kevin.
"Yah dia di bagian itu, masih muda sih orangnya. Tapi asal kamu tahu ya kalau istrinya itu ada tiga, dan Sepertinya dia sedang bermasalah dengan istri ketiganya karena tadi itu saat meeting fokusnya seperti sedang terbagi!"jelas perdana yang tanpa sadar juga saat ini Nina dan juga Aulia Saling pandang karena perbincangan antara kedua pria itu sepertinya mengarah kepada Aulia.
"Ya jelas istri mudanya ngambek lah orang biasanya yang muda itu kan paling manja dan juga pengennya selalu ditemani, padahal seharusnya sadar kalau sebenarnya dia itu adalah orang yang terakhir dan juga tidak perlu harus menuntut lebih!" Sahut Kevin.
"Ya kali ini Tante setuju dengan apa yang kamu katakan! Soalnya kalau udah tahu bahwa suaminya itu mempunyai istri lebih dari satu Kenapa masih mau menikah dengan, jika akhirnya tidak terima sama sekali Jika perhatian suaminya itu terbagi?" ujar Rahayu menimpali perkataan keponakannya tadi.
Uhuk uhukk
Aulia terbaru ketika mendengar semua orang sepertinya sedang menyudutkan dirinya yang notabene merupakan seorang istri muda, padahal seharusnya mereka itu bertanya dulu sebenarnya alasan apa yang dipilih wanita itu sampai mau mempunyai status yang seperti begitu.
"Ini minum dulu! Lain kali kalau lagi makan jika terlalu penasaran dengan omongan orang lain Lebih baik ikutan nimbrung saja, daripada akhirnya kamu keselek seperti tadi padahal kamu diam ya tidak ngomong sama sekali!"saran Kevin.
"Oh iya Hampir lupa tadi itu pas waktu Papa belikan pesanan Nina kebetulan kalian Bapak itu juga mau ikutan beliin untuk istrinya, karena katanya istrinya juga memesan makanan yang sama seperti yang bakalan dibeli oleh Papanya juga sudah kami jalan bareng saja ke sana!"jelas perdana membuat Aulia mengerutkan keningnya karena jika hal itu terjadi Artinya mereka bukan Sedang membahas Bagas karena jelas-jelas dirinya sedang ada di sini dan tidak pernah menyuruh Bagas membelikan dirinya makanan.
"Wah kalau boleh tahu siapa sih pengusaha itu? " Tanya Kevin penasaran.
"Bagas Sanjaya!" sahut Perdana.
__ADS_1
Deg