Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Hari pertama Berkunjung


__ADS_3

Indira hanya bisa terdiam melihat keberanian Aulia membentak Papanya,padahal selama ini yang ia lihat adalah orang selalu menuruti apa yang Papa nya itu katakan.


Sebab selama ini yang dilihat oleh gadis kecil itu kalau Bagas sedang marah Davina sang mama dan juga Safira sang Mami tidak pernah membantahnya, hanya berbeda ketika dirinya melihat Aulia wanita itu malahan terlihat lebih sangar daripada Bagas yang jelas-jelas sedang berbicara.


Diperhatikan dengan jelas wajah Aulia kini yang benar-benar terlihat sangat kesal karena Bagas sepertinya membatasi ruang geraknya, pada para istrinya yang lain dirinya tidak terlalu peduli kenapa malah harus merepotkan dirinya seperti itu.


"Bunda, Jangan marah-marah dong nanti papa tambah marah lagi loh! Lebih baik kita pergi saja nantinya takut aku bakalan telat, terus pada lama-lama di sini nanti Papa bakalan marah Bunda terus!" Ajak Indira.


"Ya benar juga ya Soalnya kalau terlalu kelamaan ngeladenin papa kamu nanti bunda bisa lama-lama jadi gila, soalnya orang itu hobinya marah terus nanti kalau besok lusa dia marah mendingan kita pakai headset supaya nggak denger suaranya!" ujar Aulia Sambil tertawa diikuti oleh Indira.


Bagas yang merasa perkataannya tidak digubri sama sekali langsung Memilih Untuk menghentikan kegiatannya di meja makan dan menyusul Aulia dan juga Indira, pria itu menatap heran ke arah istrinya itu yang bukan masuk ke dalam mobilnya melainkan ikut Indira.


"loh dia kan mau pergi sekolah kenapa kamu malah ikut dengan dia Memangnya kamu juga mau ikutan sekolah, bukannya tadi kamu ngomong kalau mau pergi ke rumah orang tua kamu kenapa harus memutar begitu?" tanya Bagas penasaran.


"Astaga kamu kalau mau pergi ke kantor pergi saja jangan banyak tanya, aku kan mau pergi mengantar dia pergi sekolah ngapain sih harus kamu yang repot? Terserah mau kapan-kapan saja aku mau ke rumah Abah sama Umi itu suka-suka aku yang penting Intinya kamu jangan bertanya terus dong, masa iya setiap jam dan menit aku harus melapor Setiap kegiatan yang aku lakukan kepada kamu?"tanya Aulia sambil mengerutkan keningnya.


"tapi kan....


"Aku kan sudah bilang dari tadi lebih baik kamu pergi saja ke kantor untuk kerja semangat cari uangnya biar para istri kamu itu tidak kelaparan nantinya, Soalnya kalau sampai kamu itu bangkrut nanti mau dikasih makan apa istri kamu yang memiliki suami dengan kawin seperti kamu?"tanya Aulia kesal membuat sopir yang biasanya mengantar Indira ke sekolahnya hanya bisa menundukan kepalanya sambil menahan tawanya.


"kamu itu....

__ADS_1


"Sudah ah aku mau jalan, Soalnya ngomong terus sama kamu lama-lama bisa ribet urusannya!"Aulia langsung menarik tangan Indira dan memberikan kode kepada sopir tersebut agar segera berangkat.


"Wah hebat sekali istri Tuan yang ketiga ini sampai-sampai bisa membungkam mulut Tuan agar tidak berani berbicara lagi, selama ini nyonya Davina dan juga Nyonya Safira tidak pernah melakukan hal itu dan dia adalah orang pertama yang berhasil melakukannya!"gumam sopir tersebut dalam hati.


"Pak kalau mau jalan itu jangan pakai melamun segala nanti kalau mobilnya nabrak orang gimana coba, Memangnya kamu bisa menghadapi Tuan kamu yang ganasnya minta ampun itu?"tanya Aulia yang tidak suka ketika sopir tersebut mencuri-curi pandang ke arahnya.


"Maafkan saya nyonya!"sopir tersebut sambil menundukkan kepalanya dan tidak berani lagi melakukan hal yang sudah dirinya lakukan beberapa menit yang lalu.


Tidak berselang lama kendaraan yang mereka tumpangi sudah terparkir sempurna di parkiran sekolahnya Indira, gadis kecil itu tersenyum bahagia karena Setelah sekian Purnama Akhirnya ada yang mau mengantarkannya ke sekolah.


"Wah ada truk tronton yang baru datang, Eh tumben juga ada yang mengantar padahal kan biasanya sendirian saja kayak anak yatim gitu?"ujar salah satu kakak kelasnya Indira membuat Aulia yang tadi sudah tersenyum langsung merubah raut wajahnya kesal.


"kamu ngomong apa tadi? Berani sekali ya kamu menghina anak saya, Memangnya kamu itu cantik muka kamu saja sudah seperti triplek gosong kok mau berani-berani mengejek anak cantik Saya!"ujar Aulia kesal sebab menurutnya anak kecil itu tidak boleh melatih dirinya sendiri menjadi pembully mulai dari kecil sebab nanti besarnya pribadi tersebut tidak akan pernah mau berubah untuk mengganggu ketenangan teman-teman yang lain .


"Oh jadi ceritanya kamu tantangin saya untuk berantem sama mama kamu itu? Ya sudah kamu panggilin saja dia soalnya saya juga lagi gemas sama orang lain pagi-pagi begini, dan kebetulan kamu menawarkan itu Ya tidak masalah silakan panggil dia saja ke sini soalnya saya juga pengen kenalan sama orang tua yang tidak tahu mengajar anaknya sopan santun seperti kamu! "ujar Aulia santai bahkan kini wanita itu sengaja memakai kacamata hitamnya agar terlihat lebih santai.


"Eh kamu kok berani-beraninya memarahi anak saya seperti tadi, kamu pikir saya bakalan membiarkan kamu melakukan hal itu terus kepada anak saya? "tanya wanita yang bertubuh subur kepada Aulia.


Aulia membulatkan matanya sempurna ketika melihat wanita yang ada di hadapannya saat ini bukannya karena dirinya takut melainkan dirinya sungguh tidak menyangka ternyata wanita yang sudah bertubuh dari atas sampai bawah lurus saja itu, tidak menjaga penampilannya dengan baik dan juga memakai make up yang sudah seperti ibu-ibu menor lainnya yang tidak punya kerjaan Terus mau melakukan tutorial yang aneh-aneh.


"Oh jadi kamu yang melahirkan anak seperti begini yang mulutnya tidak pernah dijaga ternyata itu merupakan ajaran dari kamu? Wah saya merasa salut sekali Akhirnya bisa menangkap basah manusia-manusia seperti kalian, lain kali kalau anaknya tidak bisa diajar berbicara yang benar lebih baik kamu ajar saja dia di rumah supaya kalian itu kan satu server Jadi sepertinya tidak masalah!"ujar Aulia santai guys.

__ADS_1


"Memangnya kamu punya bukti kalau anak saya mengatakan hal-hal yang tidak sopan, karena yang saya lihat dari tadi itu kamunya yang tidak sopan bukannya anak saya?"sinis wanita itu yang tidak mau kalah.


"Dia juga mengatakan kalau aku itu wajahnya mirip triplek gosong, Terus mau mengancam menghajarku juga hanya Mama saja yang datangnya telat jadi tidak mendengarkan!"jelas anak yang hobinya pembully itu membuat Aulia ingin sekali bertepuk tangan karena benar-benar menampilkan adegan drama queen.


"Anak Anda yang diterima hebat sekali lho berakting Nanti kalau sudah besar kasih masuk saja di sekolah akting mungkin siapa tahu bisa menjadi artis terkenal, soalnya mulutnya itu beloknya cepat sekali loh sampai-sampai saya juga bingung Kapan saya mengatakan hal itu ya?"tanya Aulia yang pura-pura membalikkan fakta seperti anak tersebut karena menurut nya sangat kecil sudah bisa berbohong Masa orang besar kalah darinya.


"Emang benar apa yang dikatakan oleh Tante ini kalau kamu yang mengganggu anaknya, kamu kok bikin malu-malu ya sampai-sampai Mama marahin orang sembarangan padahal kamu yang salah?" Tanya wanita bertubuh subur itu kepada anaknya sebab memang dirinya tidak ingin menyalakan orang lain akibat dari kesalahan anaknya.


"itu dia tiap hari selalu mengejekku sampai-sampai aku saja nggak pengen sekolah tapi untung juga hari ini Bunda mengantarku makanya aku mau jalan, Tante tolong marahin dia doang aku sudah capek tiap hari diganggu terus karena ke sini Itu kan Indira mau belajar bukan mau nangis?"jelas Indira yang membuat Aulia tersenyum bangga sebab anak kecil itu sudah berani mulai berbicara.


"Oh iya kamu tenang saja nanti Tante yang bakalan marahin dia nanti saya pulang dari sekolah, kamu jangan malas ya ke sekolahnya soalnya kamu itu kan harus pintar Biar membanggakan orang tua kamu!" Ujar perempuan itu lalu menganggukkan kepala ke arah Aulia dan mengajar untuk pergi dari situ sebab dirinya sudah kepalang malu.


"semuanya sudah tidak ada lagi kan gangguannya Jadi sekarang kamu masuk ke dalam kelas Soalnya Bunda mau pergi, Nanti kalau dia masih mengganggu kamu ngomong saja ke bunda biar Bunda samperin dia ke rumahnya saja!" Ujar Aulia sampai tertawa.


"Oke sip Bunda kalau begitu Indira masuk dulu ya, Bunda kalau pergi mah ingat pulangnya harus cepat supaya kalau nanti Indira sudah transfer bisa main lagi sama bunda di rumah!"pinta anak kecil itu sampai memasang wajah penuh permohon membuat Aulia hanya bisa menghela nafasnya kasar sebab wanita itu memang lagi sedang ingin menghindari Safira yang pasti akan selalu mencari ribut dengannya.


Aulia memilih untuk mencari taksi di depan dan dirinya menyuruh sopir tersebut untuk pulang dulu nanti baru kembali lagi untuk menjemput Indira, sebab dirinya tidak ingin memakai fasilitas dari Bagas karena takutnya nantinya ketika dirinya sudah merasa nyaman dan mereka berdua sudah bercerai pasti bakalan terasa perbedaannya .


oleh karena dirinya menikah dengan pria itu bukan karena menginginkan hartanya melainkan hanya ingin mendapatkan apa yang diperintahkan oleh Abahnya, dirinya belum berencana untuk mencari tahu semuanya sebab Ia ingin agar Bagas senyaman dulu dengannya tetapi dengan memakai caranya bukan dengan mencari perhatian seperti yang dilakukan oleh orang-orang.


Tanpa Aulia sadari kalau sebenarnya dari tadi itu Bagas Bukannya ke kantor Tetapi malah menguntit istrinya, pria itu ingin memastikan sebenarnya setelah mengantarkan Indira dari sekolah Aulia mau ke mana lagi.

__ADS_1


"Tuan, Saya rasa istri pilihan anda itu memang benar-benar tepat! Soalnya dia bisa mengurus non Indira dengan begitu baik seperti anak sendiri tidak seperti Nyonya Safira, terlihat sekali Nyonya Aulia itu begitu akrab dan juga dia sangat menyukai anak kecil!" Jelas Sopir tersebut.


Bagas hanya terdiam tidak ada niatan untuk menyanggah ataupun membenarkan perkataan sopirnya itu biarkan saja semua mengalir sesuai dengan alurnya, kalau memang dirinya dan Aulia cocok sampai selamanya itu artinya mereka berdua memang benar-benar berjodoh.


__ADS_2