Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Tak Terima


__ADS_3

Davina yang melihat penolakan dari Indira otomatis tak terima, wanita itu bahkan sampai menarik tangan anak kecil itu agar mendekat kearahnya.


Aulia yang melihat Indira diperlakukan seperti itu ya Otomatis dirinya yang dari tadi memilih untuk tidak ikut campur langsung merespon, karena menurutnya jika hal ini menyangkut Indira maka itu juga merupakan tanggung jawabnya karena anak kecil itu tidak mau pergi dari rumah hanya karena merasa betah dengannya


"kamu bisa tidak lebih sopan Lagi terhadap anak kecil dan juga Jangan kasar seperti itu, kalau kamu bersikap seperti begini terus dia masuk akal kalau anak ini tidak mau ikut kamu pergi ke manapun?"sarkas Aulia kasar.


Devina tersenyum mengejek mendengar apa yang dikatakan oleh Aulia barusan, sebab menurutnya wanita pelakor seperti itu tidak pantas ikut campur dengan istri tua seperti dirinya yang jelas-jelas lebih punya kekuasaan daripada Aulia


"kamu berani sama saya dan juga kamu berani mengatur kehidupan saya, Apakah kamu lupa status kamu di rumah ini sebagai apa? Atau perlu saya Jelaskan lebih rinci lagi biar kamu sadar diri, dan juga akhirnya bisa lebih menghormati saya di sini? "tanya Davina kasar membuat Aulia mengerutkan keningnya karena bingung.


"Tunggu dulu! Maksud kamu ngomong seperti tadi itu apa ya, Memangnya menurut kamu Hal apa yang membuat saya itu seperti tidak tahu menghormati orang yang ada dalam rumah ini? saya juga sebenarnya tidak akan pernah mau tinggal di sini kalau bukan diajak sama dia, jadi kalau mau menyalahkan orang lebih baik ditanya dulu kira-kira Apa yang kamu katakan itu kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan atau tidak! "jelas Aulia kesal membuat orang tua Davina otomatis tidak terima karena menurut mereka Davina itu merupakan istri tuanya Bagas jadi otomatis segala sesuatu di dalam rumah itu haruslah anaknya yang berkuasa bukanlah Aulia atau Safira.


"Eh dasar wanita pelakor tidak tahu diri lebih baik kamu jangan bicara sekalian, kamu itu wanita yang tidak punya malu sama sekali karena sudah tahu bahwa Bagas punya istri tapi tetap mau menikah dengannya! Pasti kamu lebih mengincar hartanya kan, soalnya wanita seperti kalian ini memang Kelihatan sekali bentukannya yaitu tergila-gila dengan uang? "tanya Aura dengan tersenyum mengejek membuat Aulia yang sudah melupakan kata-kata awal wanita tersebut kembali mengingatnya.


"Asal anda tahu Nyonya yang terhormat dan juga usahakan dengar baik-baik, apa yang saya katakan ini karena tidak akan pernah saya ulangi lagi! Sampai saat ini menantu yang anda katakan kaya itu tidak pernah memberikan saya nafkah sepeserpun, karena saya tidak meminta dan juga saya tidak menginginkannya sebab kaki dan tangan saya masih berfungsi dengan benar untuk mencari uang!"tegas Aulia membuat semua orang di situ langsung menatap ke arah Bagas seolah ingin mendapatkan kebenaran dari pria tersebut kira-kira apa yang dikatakan oleh Aulia itu benar-benar sesuai dengan kenyataan atau hanya dibuat-buat saja.


"kamu jangan mengarang cerita ya dan juga memfitnah menantu kami yang sangat kaya raya itu, supaya kamu mendapatkan simpati dari siapapun dan juga...


"apa yang dikatakan itu benar sudah berapa lama kami menikah saya lupa memberikan nafkah kepada dia, akibat mengurus anak Anda yang setiap minggu tidak pernah absen untuk meminta uang entah digunakan untuk apa! "jelas Bagas yang memotong perkataan dari mertuanya itu dan pria itu memang benar-benar merasa bersalah karena sebenarnya kemarin ia ingat untuk memberikan kartu No Limit miliknya Hanya saja karena terlalu sibuk dengan urusan dan juga masalahnya dengan Aulia akhirnya pria itu melupakan tanggung jawabnya yang sebenarnya itu merupakan tanggung jawab yang sangat penting.


Devina benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi dan juga tidak menyangka jika kecurigaannya selama ini itu salah besar, sebab dalam pikirannya ketika Bagas selesai melakukan malam pertama dengan Aulia pasti pria itu bakalan memberikan Black hard miliknya yang selama ini hanya dilihat oleh Davina bentukannya tetapi tidak pernah dipegang sedikitpun.

__ADS_1


"Kenapa diam semuanya? Masih mengira kalau saya berbohong, atau masih mengira bahwa ini hanya akal-akalan saya supaya kalian menyangka bahwa saya sedang berbohong padahal sebenarnya menerima uang tanpa batas dari pria itu? "tanya Aulia kesal karena menurutnya masalah antara Davina dan juga Bagas itu adalah masalah mereka Kenapa harus dirinya juga dibawa-bawa Padahal selama ini ia tidak pernah melarang kalau suaminya itu berduaan ataupun memberi nafkah kepada Davina karena memang tanggung jawab Bagas ya seperti itu menafkahi keluarganya sebelum dan sesudah Aulia ada di situ.


"Terus kalau misalnya apa-apa tidak memberikan nafkah untuk kamu, Memangnya kamu pikir kami peduli? Bisa saja kan suatu saat kamu bakalan berusaha mendapatkan apa yang kamu inginkan, soalnya kan orang-orang seperti kalian itu kan tingkah nya seperti itu!" sinis Andara membuat Bagas langsung menatap kesal ke arah anak sulungnya itu.


"Sudah berapa kali saya bilang kamu jangan pernah kurang ajar dengan dia karena dia adalah istri saya, karena kalau kamu kurang ajar dengannya itu artinya kamu kurang ajar dengan saya Dan asal kamu tahu kalau hal itu tidak bakalan saya toleransi sedikitpun! "jelas Bagas dengan tatapan matanya yang nyalang membuat kedua orang itu Davina pun sedikit merasa cemas dengan keselamatan cucu mereka itu.


"Sudahlah jangan kasar di depan anak kecil, nanti bakalan merusak psikis mereka. Biarlah dia mau berpikir seperti apa yang penting intinya dia kuat atau mampu melakukannya, dan kalau memang kamu tidak menyukai saya tinggal di sini Oke fix saya bakalan pergi dari sini tetapi intinya hanya satu Jangan terbiasa dengan mulut yang terlalu lancang karena umur kamu itu masih kecil! "jelas Aulia tetapi Bagas menarik tangan istrinya itu dan tersenyum kepadanya membuat Aulia sedikit bergidik ngeri karena takutnya jangan sampai suaminya itu nekat melakukan hal yang tidak tidak karena tadi saja sudah memeluk dan mencium keningnya di hadapan semua orang.


"kalau ngomong yang aneh-aneh lagi aku bakalan cium kamu loh sekarang, atau kamu memang benar-benar minta dicium olehku saat ini juga?" tanya Bagas sambil tersenyum smirk.


Aulia melototkan matanya ketika mendengar pertanyaan absurd milik Bagas itu tetapi syukurlah karena pria itu menanyakan hal tersebut sambil berbisik, membuat Aulia memastikan tatapan semua orang di sekitarnya dan Percayalah kalau saat ini dirinya dan Bagas sedang menjadi bahan tuntunan dan lebih parahnya lagi Indira malah senyum-senyum sendiri di dekatnya.


Davina tetap saja kesal kepada Indira karena tidak memihak kepadanya sedikitpun, seharusnya anaknya itu mempengaruhi Bagas agar bisa menceraikan Aulia dan dengan begitu saingannya hanya satu saja yaitu Safira yang jelas-jelas tidak terlalu dekat dengan Bagas.


"Indira, Oma ngomong tadi kamu dengar tidak Kalau lebih baik kita pulang ke rumahnya Oma! Lagian di sana kan ada Kak Andara dan juga mama Davina kan, Jadi untuk apa kamu tinggal di sini karena di sini itu semua orang tidak akan menyayangi kamu!"Aura tetap saja pada pendiriannya dan juga tidak peduli dengan perasaan Indira yang jelas-jelas sesudah menolak kehadiran mereka dari awal saat datang ke rumah itu.


"Maaf Oma! Bunda Aulia itu orangnya baik kok hanya saja Oma kan tidak suka jadinya selalu mengira Bunda Aulia itu orangnya jahat, Coba deh berteman sama Bunda karena Indira yakin pasti kalian bakalan cocok seperti aku saat ini. "jelas Indira sambil tersenyum membuat Aulia terenyuh karena tidak menyangka jika Akhirnya ada yang mau menyambut kehadirannya di rumah ini.


"Maaf Jeng Aura, Indira itu merupakan cucu saya juga bukan hanya anda saja jadi kalau saya tidak menginginkan dia pergi dari rumah ini ya Otomatis anda tidak boleh memaksanya! "jelas Nella yang tidak terima kalau sampai besannya itu harus membawa pergi semua cucunya Padahal jelas-jelas dari tadi Indira menolak untuk mengikuti mereka.


Aura menetap kesal ke arah Nella yang menurutnya tidak mendukung sama sekali apa yang dilakukan oleh Davina, bahkan terlihat jelas kalau sebenarnya Nela itu lebih memilih Aulia sebagai menantunya dan menolak Davina yang jelas-jelas merupakan istri pertama dari Bagas Putra wanita itu.

__ADS_1


"Kok kamu seperti ini Jeng Nella? Seharusnya kamu mendukung Davina untuk mempertahankan rumah tangganya dengan membawa pergi anaknya dan juga Bagas, supaya Bagas bisa sadar sebenarnya siapa yang pantas dia pertahankan dan juga pantas dia lepaskan? "ujar Aura kesal membuat Nella menatap heran ke arah wanita yang tidak mudah lagi tetapi umurnya sedikit lebih tua daripada dirinya.


"Bagas itu sudah besar dan dia juga bisa tahu mana wanita yang bisa ia pertahankan sebagai istri dan juga tidak, lagian yang menjalani pernikahan adalah mereka kemudian yang menjalankan tanggung jawab sebagai seorang suami adalah penggagas bukan saya maka dari itu saya hanya memberikan jalan dan menginginkan agar anda tidak lupa bahwa Bagas itu juga merupakan ayah dari Indira dan juga Andara! "tegas Nella karena dari tadi dirinya tidak dihargai oleh siapapun di dalam ruangan itu termasuk dengan menantunya sendiri yaitu Davina yang seolah-olah menganggap dirinya hanyalah benalu yang tidak pantas untuk dianggap dan enaknya dibuang begitu saja terserah mau hidup atau mati yang penting intinya tidak mengotori pemandangan di dalam rumah itu.


Aulia sebenarnya merasakan apa yang tengah dirasakan oleh mertuanya saat ini, hanya saja ia tidak mungkin memberikan kata-kata penghiburan karena Takutnya nanti semua orang di situ bakalan salah paham dan mengira bahwa dirinya sedang Cari perhatian.


"Bagas jadi Papa sama Mama bakalan membawa Indira ikut sama kami kan, meskipun dia tetap memilih dengan wanita itu Tetapi kan kalau sampai di rumah dia tidak mungkin dong menangis terus menerus? "tawar Aura lagi.


"kalian kenapa berubah jadi baik perasaan tadi begitu kasar terhadap istriku ini? Apa kalian ingin tetap berada di sini karena takut nanti tidak akan mendapat apapun, dan kamu juga Devina sebagai seorang istri kamu memang benar-benar menjatuhkan Harga Diriku saat ini maka dari itu lebih baik kamu pergi dulu ke rumah orang tua kamu kemudian urus Andara agar dia bisa merubah pola pikir dan juga sikapnya itu. "setelah mengatakan hal itu Bagas menarik kedua tangan istrinya dan juga anaknya itu agar ikut dengannya pergi ke dalam kamar mereka Soalnya kalau berlama-lama di situ yang ada Bagas bakalan langsung mendapatkan darah tinggi seketika.


Davina mengepalkan tangannya menahan emosi karena ternyata Bagas memang tidak peduli lagi dengannya, Begitu juga dengan Andara yang tidak suka dengan kehadiran Aulia di sekitar mereka karena menurutnya dengan kehadiran wanita itu membuat Papanya seketika langsung berubah menjadi orang lain.


"Hidup ini hanya sekali nak kalau memang merasa tidak nyaman lebih baik dilepaskan saja daripada tetap terikat namun begitu menyiksa, kamu juga masih muda tidak mungkin dong Suatu saat kamu tidak ingin mendapatkan dan juga merasakan apa itu bahagia?"Nella Sebenarnya tidak tega mengatakan semuanya itu terhadap Davina hanya saja ia tidak ingin melihat wanita itu selalu saja merasakan sakit hati dan juga dirinya bukan ingin membiarkan agar Davina meminta perceraian dengan Bagas namun dirinya selalu berharap agar Davina tidak bertahan hanya ingin membuat wanita itu merasakan sakit hati karena dicampakkan oleh suami sendiri dan diabaikan karena wanita lain.


"Oh jadi kamu menyarankan agar anak saya mengajukan gugatan cerai terhadap Bagas supaya menantu ketiga Kalian itu yang berkuasa di sini, Wah kamu keterlaluan sekali ya Sebagai seorang wanita tega-teganya mengusir Davina yang jelas-jelas sudah menemani Bagas dari nol? "tanya Aura emosi.


Nella menghembuskan nafasnya secara perlahan karena menurutnya sekarang ini semua orang sedang tersulut emosinya maka dari itu ia yang waras lebih baik mengalah, lalu memilih pergi meninggalkan mereka semua di ruang tamu yang tengah menatap sinis ke arah orang-orang di dalam rumah itu yang sepertinya tidak menghargai keberadaan mereka.


"Davina Ayo pulang Lalu setelah itu ajukan gugatan cerai kepada suami kamu itu, Soalnya papa benar-benar merasa harga diri terinjak-injak karena Seharusnya Papa belum pergi dari sini ya otomatis dia tetap ada di sini karena menghormati kami sebagai orang tuanya kamu! "ajak Papanya Davina sambil menarik tangan anaknya itu dan juga cucunya sedangkan istrinya dibiarkan jalan sendiri Karena Wanita itu pasti juga tidak merasa betah berada di tempat ini.


Davina sebenarnya ingin menolak karena kalau dirinya pergi dari sini ya Otomatis fasilitas apapun yang ia punya pasti tidak akan pernah ia dapatkan di rumah orang tuanya, karena papanya itu merupakan seorang pengangguran dan tidak punya bisnis apapun Namun karena apa yang dilakukan oleh Bagas membuat pria itu kini mengelola sebuah showroom mobil yang begitu besar dan Mamanya itu memiliki butik yang terkenal.

__ADS_1


__ADS_2