Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Tak terima


__ADS_3

Aulia tak bisa menahan emosi nya ketika ia mendengar apa yang di katakan oleh Arsen barusan, sebab menurutnya pria itu terlalu lancang mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak bisa diucapkan tepat di hadapan suaminya.


ya kalau misalnya Bagas melakukan hal yang tidak-tidak maka Aulia akan mendukung semua itu, karena Biar bagaimanapun seorang suami Tentu saja tidak terima Ketika istrinya dilecehkan tepat di hadapannya.


"Jangan banyak bicara atau saya bakalan membuat mulut kamu tidak bisa berbicara lagi dari sekarang dan sampai nanti, kalau mau kurang ajar ya sudah kurang ajar sendiri tetapi jangan coba-coba untuk datang ke tempat ini dan juga mengatakan hal yang tidak tidak!"sarkas Bagas kasar bahkan kini pria itu sudah maju mendekati Arsen yang tengah menatap dengan penuh tatapan mengejek ke arahnya seolah-olah menyiratkan bahwa pria itu sama sekali tidak merasa takut dengan segala macam ancaman yang dilontarkan oleh Bagas.


"Oh Mamaku sayang ternyata kamu sedang mengancamku Bro hari ini , tenang saja aku itu tidak ada niatan untuk mengganggu kehidupan kamu karena yang ada dalam pikiranku saat ini hanyalah Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan istri kamu! ya Meskipun aku tahu kalau dia sekarang sedang mengandung anak kamu tetapi Ya tidak masalah kan kalau mencobanya terlebih dahulu Siapa tahu dia memang merupakan jodohku, kamu sebagai seorang pria itu harusnya bisa mengerti dan juga bisa merasa kasihan kepada kami para jomblo yang sedang ingin mencari kebahagiaan kami sendiri dan kalau memang kebahagiaan kami itu terletak pada kamu maka setidaknya ikhlaskan saja! "jelas Arsen membuat Bagas langsung melayangkan satu buah pukulan tepat di wajahnya sebab menurut Bagas Kalau pria seperti yang ada di hadapannya ini sepertinya tidak pantas untuk mengajaknya berbicara secara baik.


Bughhh


"kamu Jangan coba-coba Menggoda istriku dengan menggunakan mulut kotor kamu itu atau sebelum ku patahkan semua gigi yang kamu miliki, dari tadi aku sudah berusaha sabar tetapi sepertinya kamu tidak pernah menghargai kesabaran orang lain Jadi jangan menyesal kalau aku nekat melakukan semua ini kepada kamu! "sarkas Bagas kasar dan Percayalah para anak buah Arsen jelas saja waspada ketika melihat majikan mereka diperlakukan seperti itu oleh orang yang jelas-jelas mereka kenal yaitu merupakan seorang pengusaha sukses di negeri itu.


"jangan coba-coba kalian masuk ke dalam atau kaki yang kalian gunakan untuk berjalan itu tidak akan pernah berfungsi untuk selamanya, Jangan pernah ikut campur dengan urusan yang sedang dilakukan oleh kedua manusia itu sebab majikan kalian itu memang merupakan orang yang tidak punya otak sama sekali jadi bisa-bisanya mencari masalah dengan orang lain! "perintah Dimas tegas karena kalau diam saja ya Otomatis para anak buah Arsen meringsek masuk dan juga membalas perbuatan yang dilakukan oleh Bagas terhadap majikan mereka.


"kami tidak terima ketika majikan kami diperlakukan seperti itu maka dari itu kami harus masuk dan juga bisa memastikan keadaannya secara langsung, harapan kami kalau anda tidak mempersulit kami supaya Dengan begitu kita bisa bekerja sama untuk menghentikan kegilaan yang mereka lakukan! "sahut Savero yang merupakan asisten dari Arsen dan setiap kali pria itu pergi Mau ke mana saja pasti dirinya akan menemaninya.


Dimas tersenyum mengejek ketika mendengar penjelasan yang diberikan oleh asisten dari Arsen itu, karena menurutnya orang-orang yang kebiasaannya melakukan sesuatu tanpa memikirkan dulu tidak akan pernah memilih untuk mengikuti majikan yang mau bersikap gila atau tidak yang penting intinya mereka bisa mendapatkan gaji dan juga bisa makan minum dengan tenang.


"Coba kalian Bayangkan saja apa yang akan kalian lakukan ketika istri kalian di rumah digoda ataupun diajak oleh pria lain untuk berselingkuh tepat di hadapan kalian, masa iya kalian hanya tersenyum dan juga tidak akan marah-marah serta membiarkan semua itu terjadi seolah-olah Kalian ini merupakan suami yang tidak berguna sama sekali? "tanya Dimas dengan tatapan menyelidik sekaligus merasa heran kalau sampai memang ada orang yang punya pemikiran aneh dan juga sepicik itu.


"Maksud kami karena sekarang merupakan jam kerja ya Otomatis kami tidak bisa membiarkan Tuan Arsen kenapa-napa tidak peduli dengan segala masalah yang ia timbulkan yang penting intinya kondisinya selalu aman, Jadi jika kalian ingin agar semua baik-baik saja usahakan untuk mengizinkan kami masuk agar bisa membawa Tuan Arsen pergi dari sini karena jika tidak maka kami juga bakalan membuat keributan! "tegas mereka seolah-olah mengancam Dimas yang jelas-jelas tidak terima Jika ada yang berani-beraninya mengatakan semua itu kepadanya.

__ADS_1


"Bugh,


"pukulan ini karena kamu sudah berani menantangku dan juga...


Bugh


"pukulan yang ini karena kamu sudah berani membiarkan Tuan kamu yang gila itu menggoda Nyonya Aulia..


Dimas adalah tipe orang yang to the point tidak suka membuang-buang waktu untuk sesuatu hal yang menurutnya sangat tidak penting, apalagi orang-orang yang susah sekali untuk diatur dan juga susah sekali untuk diingatkan tentang semua hal yang terjadi.


Dirinya juga paling membenci orang-orang yang merasa paling benar dalam bersikap padahal jelas-jelas keputusan yang mereka ambil itu adalah sebuah kesalahan, kalau diminta untuk memilih lebih baik mengenyahkan semua orang itu mungkin dengan begitu bumi bakalan terasa begitu damai dan juga tidak ada yang namanya pertengkaran serta perselisihan diantara semua orang.


"pokoknya tidak ada yang boleh macam-macam ataupun mencoba mengatakan sesuatu hal yang tidak tidak kepada istriku, jika tidak ingin hidupnya bakalan berakhir saat ini juga karena sudah berani mengucapkan sesuatu yang membuat dia merasa tidak nyaman! "Bukankah tugas sebagai seorang suami yaitu melindungi istrinya karena memang sang istri itu perlu perlindungan dari orang-orang sekitarnya terpenting yaitu suaminya sendiri maka dari itu tidak ada salahnya kan kalau Bagas melakukan kekerasan kepada Arsen karena jika tidak maka pria itu tidak akan pernah berhenti dengan kegilaan yang sedang ia lakukan itu.


Arsen Tentu saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Aulia tadi karena menurutnya jika Wanita itu pergi ya Otomatis mereka tidak akan pernah bertemu lagi, padahal Ia saja belum menyampaikan maksud dan tujuan yang untuk mendekati Aulia Tetapi kalau wanita itu sudah pergi saja ya dirinya rugi dong karena harus kehilangan kesempatan berbincang berdua dengan wanita cantik itu.


"Eh siapa yang suruh kamu pergi, padahal kamu tahu sendiri kan kalau aku ingin sekali mengobrol berdua dengan kamu tanpa ada gangguan sedikitpun? kalau memang suami kamu itu mau pergi ya sudah biarkan saja nanti aku yang bakalan bertanggung jawab untuk mengantar kamu sampai di depan pintu rumah, hanya saja untuk sekarang Tolonglah kita berdua ngobrol dulu mungkin pengenalan lebih jauh Siapa tahu memang kita berdua adalah jodoh dunia akhirat? "tawar Arsen membuat Bagas Tentu saja tidak terima ketika ada pria yang begitu bersemangat mendekati istrinya .


Aulia dan juga Bagas memilih tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Arsen mau pria itu berteriak sebagaimana model pun Terserah dari dirinya, yang penting intinya mereka tidak peduli sama sekali dan juga tidak menganggap kehadirannya di tengah-tengah mereka yang hanya membuat suasana jadi tidak kondusif.


"Abizar Sepertinya kamu harus menutup Cafe ini sekarang juga soalnya kalau tidak pria itu bakalan lebih gila lagi loh, padahal dari tadi Aulia tidak peduli dengan kehadirannya Tetapi kok Sepertinya dia terlalu banyak memaksa? "tawar Nina dan Abizar menyanggupinya karena memang harusnya seperti itu daripada nantinya keselamatan Aulia yang bakalan terganggu akibat sikap yang ditunjukkan oleh Arsen itu sepertinya terlalu memaksa dan juga inginnya didengar padahal jelas-jelas orang lain merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Abizar langsung menyuruh para pegawainya untuk segera memberitahukan kepada para pengunjung lainnya agar bisa meninggalkan tempat itu, karena dirinya juga merasa tidak enak hati kepada mereka semua sebab sudah dipertontonkan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi di tempat umum.


"maaf semuanya Saya hanya ingin menyampaikan kalau ada keperluan penting yang tidak bisa ditinggalkan maka dari itu dengan sangat rendah hati meminta kesediaan semuanya untuk bisa meninggalkan tempat ini, dan juga Sebelum saya minta maaf jika dari tadi ada kejadian yang tidak menyenangkan membuat kalian semua merasa tidak nyaman dengan apa yang terjadi! "jelas Abizar yang jelas-jelas merasa tidak enak hati kepada para pelanggan lainnya tetapi mau bagaimana lagi ketika semuanya memang harus ia lakukan saat itu juga kalau tidak ingin membuat dirinya pertama malu dengan mempertontonkan segala sesuatu yang dilakukan oleh Arsen dan juga apa yang dilakukan oleh Bagas untuk mempertahankan harga diri istrinya.


Semua orang di situ berusaha untuk tetap mengerti dan juga paham tentang apa yang dikatakan oleh Abidzar tadi meskipun sebagian dari mereka ada yang memasak tatapan kecewanya, karena mereka baru saja sampai dan juga memesan makanan dan itu pun belum habis tetapi langsung disuruh pulang Percayalah Rasanya ketika sedang pertengahan makan dan disuruh pergi itu sangat tidak menyenangkan.


"Tapi kalau kayak begini kami yang rugi dan juga kenapa tidak suruh manusia yang membuat onar itu saja yang pergi dari sini, daripada nantinya membuat orang lain merasa dirugikan Padahal jelas-jelas kami tahu kalau Tuan Bagas itu hanya ingin mempertahankan apa yang ia miliki? "sahut mereka membuat Mina tersenyum bahagia karena sepertinya dirinya punya ide Bagaimana caranya agar Arsen bisa pergi untuk meninggalkan tempat itu sekarang juga.


"Oh iya kalau memang seperti itu Baiklah Bagaimana kalau kita rame-rame mengusir manusia tidak berguna ini, dan membiarkan dia pergi dari sini karena sudah membuat keributan? "tawar Nina membuat Arsen jelas saja tidak terima ketika dirinya dipermalukan seperti itu padahal jelas-jelas Ia hanya ingin berbicara dengan Aulia bukan dengan orang lain ataupun siapapun itu.


Nina tersenyum mengejek ke arah Arsen yang menurutnya pasti sedang merasa emosi lagian Siapa suruh pria itu mencoba untuk mencari gara-gara terhadapnya, apalagi sekarang semua orang sepertinya Tengah mendukung apa yang ia katakan dengan cara semuanya pada berdiri dan mengelilingi Arsen serta mendorongnya secara perlahan agar bisa pergi dari situ.


"kalian berani sama saya? Apa kalian tidak mengenali Siapa saya yang jelas-jelas merupakan orang yang sangat berpengaruh di tempat ini, atau kalian ingin menguji kesabaran saya dengan membuat keluarga kalian bakalan sengsara saat ini juga? "tanya Arsen dengan tatapan membunuh tetapi Percayalah semua orang tidak akan pernah takut jika bukan Bagas yang melakukan hal tersebut.


"Bawa dia keluar dari sini dan usahakan dia tidak usah kembali lagi dan juga kamu Dimas kasih peringatan untuk asistennya yang kurang ajar itu, kalau memang dia masih menjawab ataupun protes bikin agar mulutnya itu tidak akan pernah bisa digunakan lagi untuk selama-lamanya! "perintah Bagas dengan tatapan nyalang nya karena sudah cukup Dari tadi ia diam saja dan melihat istrinya diperlakukan seperti itu sekarang sesungguhnya itu semua tidak akan pernah terjadi lagi.


Dimas dengan cekatan langsung menarik tangan Savero agar ikut dengannya namun ketika pria itu menepi semua tangan Dimas, tanpa banyak bicara Dimas langsung menarik kerah bajunya dan menyeretnya karena menurutnya harus meladeni pria tua seperti Safira itu hanya membuang-buang waktu maka dari itu jangan salahkan Jika ia menggunakan segala sesuatunya dengan caranya sendiri.


Dimas hanya inginkan yaitu suasana yang lebih tenang dan juga Aman damai serta tidak terjadi pertikaian, apalagi ini semua ada sangkut pautnya dengan Bagas yang merupakan majikannya ya Sebagai seorang anak buahnya tentu saja Dimas tidak terima ketika tuannya harus mengalami kesulitan sedangkan dirinya Hanya melihat dan juga tidak bisa melakukan apapun.


"aku bakalan membalas semua yang kalian lakukan kepadaku saat ini dengan sesuatu yang lebih menyedihkan, dan kamu wanita Jangan harap setelah ini kamu bakalan lolos dariku dan juga Jangan harap kamu bakalan bergerak dengan bebas! "ancam Arsen membuat Nina ingin sekali tertawa karena dirinya punya pendukung yaitu Bagas dan juga Dimas serta jangan lupakan seorang Perdana Kusuma.

__ADS_1


"Oh kamu tenang saja nanti Papaku Perdana kusuma yang bakalan bermain-main dengan kamu karena sudah berani mengancam anaknya, Memangnya kamu pikir aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya dan juga ada hubungan apa kamu dengan perusahaan apa Aku di Bandung?"Nina mengatakan semua itu karena memang barusan dia sudah mengecek hubungan antara perusahaannya Arsen dan juga Papanya dan ternyata mereka sedang menjalin kerjasama maka dari itu ketika dirinya diancam oleh pria tersebut jangan salahkan kalau ia bakalan mengancam balik.


Arsen benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nina karena tidak menyangka jika wanita cempreng dan juga songong itu merupakan anak dari salah satu konglomerat terkenal di kota Bandung, tetapi mau bagaimana lagi ketika egoisannya dan juga rasa gengsinya lebih mengalahkan nalarnya sendiri maka ia Tentu saja tidak akan pernah mengenal yang namanya minta maaf karena memang dari awal dirinya tidak ada niatan untuk mengalah kepada semua orang yang jelas-jelas sudah mempermalukan dirinya seperti saat ini.


__ADS_2