
Budi Tentu saja tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Arsen tadi sebab menurutnya harga dirinya sekarang tidak penting sama sekali, apalagi kehidupannya ini kalau bisa dibilang sudah tidak berguna dan juga sudah tidak mempunyai apapun lagi yang untuk bisa dibanggakan.
Kalau saja pria di hadapannya ini mungkin bisa berbaik hati sedikit dengan memberinya pinjaman modal ataupun segala sesuatu yang dirinya bisa gunakan untuk kehidupannya ke depannya, mungkin ia sedikit berbahagia karena Biar bagaimanapun kehidupan itu harus terus dijalani tidak mungkin hanya mentok di satu sisi saja tanpa melakukan apapun yang bisa-bisa nantinya akan merugikan diri sendiri.
Arsen adalah orang yang penuh dengan perhitungan di dalam kehidupannya tidak ada namanya memberikan bantuan secara cuma-cuma apalagi berbelas kasihan kepada orang yang hanya istilahnya menyusahkannya saja, hidup itu hanya sekali terkadang kita dituntut harus berbuat baik karena itu juga nanti berguna untuk kita di masa depan tetapi orang kaya yang harta kekayaannya tidak akan pernah habis seperti Arsen itu kira-kira suatu saat dia bakalan memerlukan bantuan orang seperti Budi atau tidak!
sedangkan menolong dirinya saja tidak bisa sama sekali apalagi nantinya suatu saat bakalan menolong Arsen Sepertinya itu tidak akan pernah mungkin terjadi, maka dari itu arsen memilih untuk menutup akses kepada pria tersebut agar tidak punya celah untuk bisa meminta tolong kepadanya.
"Apakah anda sedang terburu-buru Tuan, soalnya Ada hal penting yang ingin saya sampaikan sekarang?"tanya Budi penasaran tetapi dengan nada bicaranya yang begitu perlahan karena Biar bagaimanapun Ia juga punya rasa malu ketika kehadirannya sepertinya tidak diharapkan sama sekali oleh sang empunya rumah.
Arsen tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Budi barusan karena seharusnya pria itu sadar kalau ia sudah Serapih ini ya otomatis akan pergi, kenapa sekarang malah memberikan pertanyaan yang menurutnya sangat tidak berbobot dan juga sangat terlalu terkesan seperti tidak punya topik pembicaraan lainnya lagi.
"Sekarang saya ingin memberikan pertanyaan untuk kamu dan juga tolong dijawab secepat mungkin karena saya tidak punya banyak waktu lagi, Kamu tahu kan Dari awal saya sudah ngomong kalau saya ada kesibukan di luar sana Jadi kalau misalnya kamu kembali bertanya lebih baik kamu pulang saja! "perintah Arsen dengan tatapan matanya yang nyalang soalnya menurutnya Budi itu terlalu banyak membuang-buang waktu.
Budi hanya menundukkan kepalanya karena tidak berani membantah apalagi membela diri untuk saat ini, karena memang kenyataannya seperti itu yaitu dirinya hanya membuang-buang waktu seseorang yang punya pekerjaan seperti Arsen bukan seperti dirinya yang tidak punya pekerjaan apalagi kesibukan yang bisa menghasilkan sesuatu.
__ADS_1
"kalau memang tidak punya urusan lain lagi oke baiklah sekarang lebih baik kamu pulang karena saya juga harus pergi sekarang juga, kalau kamu datang ingin membahas soal Bagas lebih baik kamu pulang juga karena saya punya rencana tersendiri untuk pria itu!"perintah Arsen dengan nadanya yang tidak bersahabat membuat Budi sedikit ketakutan hanya saja tuntutan hidup membuat pria itu menepi semua rasa takutnya dan mencoba untuk berdamai dengan pria penguasa yang ada di hadapannya ini.
"saya mohon tolong ampuni saya tuan tetapi saya benar-benar butuh bantuan anda karena saya tidak akan pernah bisa hidup lagi Kalau sampai tidak ada bantuan yang berasal dari anda, Saya bingung harus pergi kemana lagi karena kalau pergi meminta tolong kepada kakak saya sepertinya tidak mungkin soalnya kan anda tahu sendiri bagaimana sikap keponakan saya itu! "ujar Budi dalam satu tarikan nafas membuat Arsen ingin sekali tertawa.
"kamu lupa kalau ada nama Sanjaya di belakang nama kamu, dan kamu juga tahu kan kalau nama itu sangat ditakuti dan juga dikagumi serta dihargai oleh semua orang? Jangan Kau melupakan sebuah hal penting yaitu Bahwa sebenarnya keluarga Sanjaya itu lebih kaya daripada keluargaku, jadi kalau misalnya kamu mau minta tolong kepadaku itu rasa-rasanya seperti kamu sedang datang dan menghinaku!" Arsen tidak peduli lagi dengan segala sesuatunya karena kalau ia tidak melakukan hal itu ya Otomatis Budi pasti bakalan lebih meminta sesuatu yang menurutnya sangat tidak masuk akal karena mereka berdua itu tidak ada hubungan bisnis sama sekali hubungan persaudaraan apalagi.
Budi terlihat menghembuskan nafasnya kasar karena sepertinya kehidupannya memang bakalan merana dari kini dan seterusnya karena ia tidak punya apapun yang bisa untuk dipakai dan juga dibanggakan, nama Sanjaya itu memang nama keluarganya juga karena Ia termasuk di dalamnya tetapi itu semua bukanlah kebanggaannya karena ada orang yang paling berkuasa di dalamnya sedangkan dirinya hanyalah mungkin bisa dibilang remahan rengginang begitu.
"Maafkan saya ketika anda merasa seperti di lecehkan atau apalah itu, hanya saja memang saya sudah tidak punya tempat tujuan yang lain lagi untuk di datangi!" jelas Budi.
Arsen jelas saja tidak terima dengan apapun yang dikatakan oleh pria yang ada di hadapannya saat ini, karena menurutnya itu bakalan menjadi kebiasaan kalau setiap hari mengalami kesusahan dan larinya hanya kepadaNya saja.
"Kenapa masih ada di sini, Memangnya kamu pikir saya bakalan berubah pikiran? jadi kamu tetap memilih bertahan di sini dan juga mengharapkan bantuan dari saya, daripada saya membantu kamu lebih baik saya membantu para anak buah saya agar bisa membawa Aulia kehadapan saya! "ujar Arsen Sambil tertawa membuat Budi benar-benar sudah seperti seekor semut di hadapan pria itu tidak berharga dan juga tidak berdaya sama sekali serta tidak berani melawan.
"Tuan bisakah anda berbaik hati sedikit saja, mungkin tidak semuanya sih tetapi barangkali untuk menunjang hidupku selama seminggu lebih?"tanya Budi lagi membuat Arsen memberi kode kepada asistennya yaitu Savero untuk segera bertindak dan menghalau pria itu dari hadapannya.
__ADS_1
"uang yang aku dapatkan itu adalah hasil keringatku dengan tidak tidur siang dan malam terus manusia pemalas seperti kamu malah tanpa dosa datang dan memintanya, Memangnya kamu pikir hatiku ini malaikat jadi ketika engkau mengeluh kesusahan aku bakalan memberikannya dengan sepenuh hati? Sudah aku katakan untuk pergi dari hadapanku sekarang ya sudah pergi saja jangan banyak berbicara lagi kan, sebelum kesabaranku habis dan nantinya kamu yang bakalan merasa rugi sendiri! "usir Arsen karena sepertinya manusia seperti Budi itu tidak punya urat malu sama sekali.
"pergi dari hadapan tuanku sekarang atau kamu benar-benar kami perlakukan dengan sangat tidak sopan, Terserah kamu mau pilih yang mana yang penting intinya semua yang kamu inginkan akan kami kasih sekarang juga tetapi itu bukanlah seperti yang kamu harapkan melainkan kematian! "ancam Savero dan bertingkah seperti yang dilakukan oleh Arsen yaitu nada bicara mereka tidak pernah bersahabat sama sekali.
Budi yang ketakutan memilih untuk pergi saja dari kediamannya arsen itu meskipun sampai gigit jari dan tidak mendapatkan apapun yang penting intinya nyawanya masih di badan, mau kecewa ya Otomatis ia merasa kecewa karena ketika ia sudah berbohong kemudian menyampaikan sesuatu segera mati Sir mungkin tetapi sama saja tetap tidak akan pernah mendapatkan apapun.
"untuk apa tadi aku datang ke sini, Jika akhirnya hanya dipermalukan seperti ini? orang kaya itu memang seperti begitu sikapnya terkadang selalu membanggakan apa yang mereka punya sampai-sampai tidak memikirkan perasaan orang lain, Memangnya mereka pikir saat mati nanti itu uang bakalan bisa dibawa pergi juga terus buat dipake untuk belanja di alam maut begitu?" omel Budi kesal tetapi Syukurlah omelannya Itu tidak didengarkan oleh penguasa di dalam rumah itu Karena tidak entah nanti Bagaimana nasib dari pria tersebut.
"Ya sudah ayo kita jalan, kenapa dari tadi kita malam hari ini tikus tidak berguna itu! "ajak Arsen Soalnya takutnya dirinya terlambat.
Di kediamannya Sanjaya....
"Yang, Tolong bantu pasangkan dasiku dong!"bujuk Bagas sambil tersenyum sedangkan Aulia hanya mendengus kesal karena pagi ini adalah jadwal dirinya untuk bermalas-malasan tetapi suaminya itu malah memberikan perintah yang menurutnya sangat menyebalkan.
"ya ampun bertahun-tahun tangan kamu sendiri yang merapikannya kenapa sekarang malah meminta tolong kepadaku, jadi orang Kayaknya Kebanyakan modusnya deh sampai-sampai sepertinya tidak senang melihat kita yang lagi rebahan dengan enaknya seperti ini! "omel Aulia kesal.
__ADS_1
"Ya habisnya mau bagaimana lagi, Aku kan punya istri seharusnya tugas istri kan melayani suami Makanya dari itu aku kali ini sedikit ngotot! kalau misalnya kamu mau marah kemudian mau ngapain aja terserah kamu yang penting intinya kamu lakukan seperti yang apa aku inginkan sekarang, biar maksudnya terasa betul kalau aku itu punya istri berguna untukku dan juga keluargaku dan dengan begitu sepertinya tidak ada yang salah ketika mempertahankan Posisi kamu satu-satunya di dalam rumah ini!"Aulia membulatkan matanya sempurna karena mendengar penjelasan yang diberikan oleh Bagas itu seolah-olah pria itu menyesal karena menceraikan kedua istrinya yang lain.
"OOh jadi ceritanya kamu mau buat perhitungan denganku dengan mengatakan sesuatu hal yang nantinya akan membuat aku tersinggung , memangnya dari awal aku ada niatan tuh menyuruh kamu untuk berpisah dari mereka? ini semua kan atas kemauan kamu sendiri tidak ada niatan dari aku maupun paksaan dariku juga kan, jadi kalau ngomong dipikir dulu dong jangan asal nyeplos aja soalnya Kedengarannya itu sepertinya sangat tidak etis di telinga?"omel Aulia yang entah mengapa tiba-tiba mulutnya jadi hancur soalnya Siapa suruh pagi-pagi sekali suaminya itu malah mengajak ribut Seharusnya kan kalau mau minta tolong ya sudah cukup hanya segitu doang tidak perlu harus meluber kemana-mana