Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Di meja Makan


__ADS_3

semua orang kini berkumpul di meja makan termasuk Dimas dan juga Nina yang dari tadi entah bagaimana ceritanya sampai-sampai terlihat seperti saling memusuhi, Padahal baru bertemu beberapa jam yang lalu tetapi ada permasalahan internal apa antara mereka berdua sampai-sampai terlihat seperti sudah menyimpan dendam yang terlalu lama.


"Tante Nina sama Om Dimas kenapa? kok kayak orang lagi berantem begitu sih, padahal kata Bunda kalau kita lagi makan itu tidak boleh bertengkar karena nanti makanannya marah loh! "ujar Indira karena biarpun ia masih kecil tetapi Percayalah tingkat kepekaan anak zaman sekarang itu berbeda dengan anak-anak zaman dulu yang terkesan cuek dan juga tidak berani mencampuri urusan dewasa.


Aulia mendelik kesal memasang tatapan tidak sukanya terhadap Dimas dan juga Nina yang menurutnya sudah membuat otak kecil Indira itu harus terkontaminasi dengan perbuatan mereka,padahal seharusnya keduanya itu sadar kalau sekarang itu sedang berada di posisi makan dan semua orang tidak ingin terganggu dengan kegiatan apapun itu.


"Kenapa kamu lihatin aku seperti begitu, seolah-olah di sini aku saja yang bersalah? itu tanya sama asistennya suami kamu hobinya hanya mencari masalah dan tidak pernah melakukan sesuatu yang benar, padahal jelas-jelas yang tuan rumah kan kalian berdua tetapi kenapa malah dia yang tidak suka kalau aku berada di sini? "Nina jelas saja membela diri ketika melihat tatapan tidak suka yang diberikan oleh Dimas untuknya Padahal selama ini adem ayem saja tetapi kenapa malah pria itu rasa-rasanya seperti menyimpan dendam pribadi yang urusannya tidak habis-habis.


" Dimas, kalau memang kamu naksir sama sahabat saya ya sudah ngomong saja tidak perlu pakai banyak alasan? dia ini Kebetulan lagi jomblo makanya Tidak ada salahnya kalau memang kamu ingin mendekatinya karena saya bakalan mengizinkannya, tetapi Tolong jangan membuat keributan di dalam rumah ini apalagi dengan tingkah kalian berdua itu yang sudah seperti ABG labil yang lagi ngambek kan! "omel Aulia yang tanpa sadar kini tangannya sudah menyiapkan makanan untuk suaminya membuat Bagas Tersenyum Dalam hati tidak berani berkomentar karena kalau ia berkomentar sedikit saja otomatis moodnya Aulia bakalan berubah dan apa yang diharapkan langsung buyar begitu saja.


"ini Mas dimakan! jangan banyak komentar ataupun bertanya kenapa aku melakukan hal ini, soalnya sudah capek tiap hari berdebat terus nanti dibilang masa iya sudah punya anak kok tidak ada romantisnya sama sekali! " ujar Aulia sambil tersenyum membuat Bagas harus segera pergi ke ruang kerjanya kemudian memberikan tanda kepada kalender yaitu tanggal dan juga hari serta bulan dan juga tahun perubahan sifat Aulia kepadanya ini.


"Wah ternyata istriku sudah mendapatkan hidayah, kalau seperti begini terus kamu percaya tidak nanti di depan rumah kita itu bakalan banyak kupu-kupu yang berterbangan loh! "Puji Bagas sambil tersenyum sedangkan Aulia hanya cengengesan dan menggelengkan kepalanya karena suaminya itu tidak sadar jika di depan mereka ada orang-orang yang tengah menatap heran dan juga tidak percaya jika akhirnya secara perlahan Aulia mulai membuka diri untuk kehadiran Bagas di dalam kehidupannya.


"Ya Tuhan begini ya rasa-rasanya kalau dunia milik berdua orang lain cuman numpang buang angin doang, Tidak Dianggap sama sekali kehadiran kita kalau tahu seperti begini mah mendingan aku pulang ke Bandung tidak usah melakukan apapun tidak usah mengunjungi sahabat ataupun melepaskan rindu sekedar memastikan keadaan mereka Apakah baik-baik saja atau sedang terlena eh tahu-tahunya malah bucin! "omel Nina sambil mengaduk makanannya itu tanpa berselera sedangkan Bagas dan juga Aulia memilih tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu soalnya kan Nina yang dengan sukarela melakukan hal tersebut Jadi untuk apa membujuknya Lagian Nina juga bukan anak kecil kan kalau lagi menangis harus dikasih permen.


"Tante Nina sama Om Dimas Kenapa tidak bisa manis sedikit kayak papa dan juga bunda, tuh lihat mereka saja makan sepiringnya berdua kok kalian malah jauh-jauhan sih? "pertanyaan Indira itu sontak membuat Nina membulatkan matanya lebar-lebar Masa iya anak sekecil itu malah menjodohkan dirinya dengan pria batu seperti Dimas itu.


"Kamu yakin mau menjodohkan Tante Nina sama dia, lebih baik kamu jodohkan saja Tante sama Om pilot itu loh yang tampannya membahana dan juga kece badai pokoknya intinya perfect deh?"ujar Nina yang membayangkan betapa perfeksionisnya seorang Andra ketika waktu itu mengikuti Bagas saat menjemput Nina di rumahnya dan pria itu pula yang dulu mengajak Nina agar mau menemaninya berkeliling kota Bandung sekedar mencari Neng Geulis dan obrolan mereka itu berlanjut sampai sekarang.


"Oh iya ini Kebetulan semuanya Lagi sarapan bareng Jadi kenapa kamu tidak ikut gabung dengan mereka semua, dan itu juga kebetulan ada sahabatnya Aulia datang Mungkin dengan begitu kalian bisa saling berkenalan dan juga bisa lebih dekat? "tawar Nela yang kebetulan baru selesai membeli sesuatu dari luar dan kebetulan berpapasan dengan Andra di depan jadi alhasil mereka sama-sama masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Lihatlah Binar mata Nina itu begitu sangat membuat Aulia merasa geli tetapi seketika langsung berubah ketika melihat wajah Dimas yang tidak suka sama sekali dengan kehadiran Andra di situ, wanita itu mulai menggelengkan kepalanya soalnya sepertinya roman-roman sesuatu yang tidak sehat bakalan terjadi sebentar lagi dan dirinya yakin pasti itu bakalan seru.


"Wah ada kemajuan nih selama ini yang selalu saja menjadi jomblowati sejati satu orang pun pacar tidak pernah punya, Eh sekalian dapat langsung 2 bahkan tidak tanggung-tanggung orangnya bisa membuat keturunan kamu langsung berubah loh! "ejek Aulia sambil naik turunkan alisnya menatap ke arah Nina yang telah mendengus kesal karena menurutnya sahabatnya itu sedang tidak bisa dikompromi mulutnya sampai-sampai harus membahas sesuatu hal yang hanya membuat dirinya merasa malu sekali.


Bagas tidak peduli dengan keadaan sekitarnya Karena sekarang pria itu makan sambil tersenyum ke arah istrinya sebab menurutnya jarang loh Aulia itu bisa ditaklukan seperti ini, maka dari itu mau kedua pegawainya itu saling SmackDown atau pun adu jotos yang penting intinya barang-barang di rumahnya tidak ada satupun yang cacat ataupun bergeser dari tempatnya karena kalau tidak ya jangan salahkan kalau posisi mereka di perusahaan juga bakalan bergeser sedikit.


"Halo Cantik boleh aku duduk di samping kamu, soalnya aku juga belum sarapan nih dari rumah?"pinta Andra memelas membuat Nina dengan senyum sumringahnya Ya otomatis langsung antusias menganggukan kepalanya tidak perlu Harus berpikir selama 2 detik karena itu baginya terlalu lama.


"Oh jelas Silakan duduk soalnya tempat itu kan dari tadi kosong, Apa kamu mau aku mengambilkan makanan untuk kamu? "tawar Nina Ya jelas aja Dimas langsung mendorong piringnya tepat di hadapan wanita itu padahal sekarang piring Dimas itu masih terisi penuh hanya saja ia tidak terima kalau sampai wanita itu melayani Andra terlebih dahulu.


"ini apa-apaan sih kamu? itu kan kamu lagi makan ngapain pakai sodor ke arahku segala, Memangnya kamu pikir aku tidak bisa layak diriku sendiri atau gimana sih maksud kamu? "omel Nina tidak suka dengan sikap Dimas yang menurutnya terlalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu dan juga sangat tidak sopan sekali terhadapnya.


"isikan makanan di dalam piringku soalnya itu mau habis dan tanganku tidak sampai untuk mengambilnya, lagian ngapain melayani orang lain jelas-jelas aku yang sedang meminta tolong kepada kamu saat ini kan? "omel Dimas tidak terima.


"Ayolah Nina, itu Dimas kan hanya minta tolong supaya kamu melayaninya Lagian Tidak ada salahnya juga kan? "tanya Aulia sambil menaik turunkan alis yang membuat Nina mendengus kesal dan juga merasa tidak suka karena dari tadi sudah menjadi objek bahan tertawaan untuk siapapun.


Nina dengan gerakan yang cepat dan juga kasar menaruh semua makanan di atas piringnya Dimas alhasil itu piringnya yang dari datar sedatar jalan tol berubah menjadi Pegunungan Himalaya dadakan, dan lebih parahnya lagi Dimas pun tidak protes malah melayangkan tatapan mengejeknya ke arah Andra menyiratkan bahwa Nina lebih mementingkan dirinya dibandingkan pria itu.


Nina merasa tidak enak hati karena tadi sebenarnya ia sudah menawarkan bantuan terhadap Andra Tetapi malah diganggu oleh Dimas, maka dari itu ia sekarang mengambil piringnya Andra dan mengisi dengan berbagai makanan dengan memasang Tatapan yang paling manis di wajahnya membuat siapapun pasti bakalan meleleh.


"Maaf ya sedikit lama soalnya tadi ada cacing kudet lagi beraksi, Kalau misalnya tidak Aku turuti nanti bisa panjang urusannya terus kamu tahu sendiri kan kalau di sekitar kita itu ada kulkas 2 pintu! "ujar Nina sambil memberikan kode matanya kepada Andra untuk segera menatap ke arah Dimas yang dari tadi cuek dan juga tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya.

__ADS_1


Andra tersenyum sambil menggelengkan kepala karena tidak percaya jika tingkah Nina itu begitu absurd seperti yang dilakukan oleh nyonya Aulia selama ini, karena ia sering melihat Aulia itu selalu memarahi Bagas jika pria itu melakukan kesalahan Padahal selama ini jangankan memarahi Bagas menatap tajam ke arah pria itu saja semua orang segan melakukannya dan hanya berani adalah Aulia satu-satunya di bumi ini.


"Oh iya nanti setelah ini kamu mau ke mana lagi, Bagaimana kalau misalnya kamu jalan-jalan keliling kota ini dan aku yang bakalan menemani kamu? Tenang saja aku bakalan jadi torgai dadakan untuk kamu tanpa dibayar sedikitpun cukup hanya menemaniku makan dan juga nonton, Lagian tidak perlu juga kan minta izin sama Nyonya Aulia Soalnya kan kamu sudah besar masa iya segala-galanya harus dikhawatirkan sama orang rumah? "tanya Andra membuat Dimas mendengus kesal sedangkan Aulia hanya menggedikan bahu pertanda tidak peduli dalam semua urusan Nina Soalnya kalau dirinya melarang pun wanita itu pasti bakalan tetap ngotot untuk pergi.


"Dia tadi sudah janjian sama saya bakalan pergi melihat Monas, jadi kamu tidak usah membatalkan semua yang sudah kami janjikan tadi!"tegas Dimas sambil melototkan matanya tajam ke arah Nina Seraya seperti mengisyaratkan mengancam wanita itu artinya coba saja kalau menolak jika tidak ingin mendapatkan resiko tambahan nantinya.


"eh mana bisa begitu? Memangnya Sejak kapan kita berdua janjian mau....


"sejak sekarang dan kamu sudah mengiyakannya, jadi jangan pernah membatalkan ya karena saya sudah membatalkan semua pertemuan hari ini! "ujar Dimas sambil memberikan kode kepada Bagas agar memahaminya kalau sekarang ya itu lagi berusaha untuk PDKT jadi setidaknya tuannya itu mendukung setiap apa yang ia lakukan soalnya dirinya sudah capek menjadi pria single setiap saat jadi setiap kali pulang ke rumah itu tidak ada yang menunggunya itu kan Rasanya sangat mengiri begitu.


Bagas mengerutkan keningnya ketika melihat tatapan penuh permohonan yang diberikan oleh asistennya itu, ingin sekali dirinya melakukan protes tetapi Aulia sudah menginjak kakinya hingga membuat pria itu sadar ternyata istrinya mendukung apapun yang dilakukan oleh Dimas.


"tapi ingat ya hanya hari ini saja kamu libur tidak ada yang namanya besok atau lusa dan seterusnya, dan juga satu lagi usahakan jangan merusak anak orang sebelum dihalalkan soalnya Tuan perdana itu setiap kali marah pasti bakalan sangat menakutkan! "tegas Bagas yang sedikit membuat nyali Dimas menciut soalnya ya sampai lupa sebenarnya Siapakah orang tua dari Nina itu sebenarnya.


Andra jelas saja tidak terima dong ketika wanita yang menjadi gacoannya malah memilih berjalan dengan orang lain, kalau tahu begitu lebih baik tadi malam dirinya pulang sampai pagi saat ngedugem di salah satu klub terkenal di kota itu.


"Kalau begitu aku ke sini percuma saja, Ah kamu tidak tepat janji bikin aku capek-capek datang tapi malah kosong melompong? "terlihat Andra jelas saja tidak terima jika Dimas yang harus keduluan start darinya.


"Ya sudah kalau begitu kita jalannya bertiga saja supaya lebih seru dan juga....


"saya tidak pernah suka ada yang namanya bertiga Karena saya lebih nyaman merasa berdua, jadi mulai dari sekarang jangan biasakan menerima hubungan kita itu adanya orang ketiga di dalamnya karena itu bakalan menjadi bumerang yang sangat tidak masuk akal dan juga menyebalkan! "tolak Dimas sebelum Nina melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


Indira dari tadi yang sedang makan merasa heran dengan tingkah orang dewasa yang ada di hadapannya saat ini, karena kalau memaksa diri berpikir ke arah Sikap yang ditunjukkan oleh Nina dan juga Andra serta Dimas yang otomatis ia belum bisa berpikiran sampai ke arah sana Jika sebenarnya ketiganya itu sedang terlibat yang namanya cinta segitiga sama panjang sama kaki dan juga sama Sisi.


"Tante Nina sama Om Dimas lagi berantem ya? tadi saja kelihatannya akur banget loh, Aduh urusan dewasa aku kepala sakit lebih baik masuk ke dalam kamar terus main Lego!"pamit Indira lalu segera turun dari kursinya itu dan memilih untuk berlari ke dalam kamar Sedangkan Aulia sudah tidak bisa menahan tawanya lagi ketika melihat wajah cemberut Nina.


__ADS_2