
Nina yang merasa diusir seperti begitu oleh Dimas langsung otomatis merasa tidak terima karena harga dirinya dijatuhkan dengan sengaja, padahal maksud dan tujuannya datang ke tempat itu baik yaitu berkunjung dan bertemu dengan Aulia kemudian mereka berdua bisa mengobrol agar menghilangkan kejenuhan.
Dimas memang asisten yang sangat keterlaluan karena tega-teganya mengusir dirinya seperti itu padahal Ia sedang tidak ingin mencari masalah saat ini, setidaknya Dimas harus mendengarkan alasan yang ia berikan mungkin dengan begitu pria itu bisa sedikit menghargai keputusannya.
"kalian ini kenapa sih selalu saja mempermasalahkan sesuatu yang sebenarnya bukan merupakan perkara yang besar? Kecuali Aku ini seorang pria kemudian aku mengajak Aulia buat selingkuh Nah itu dia masalahnya, tetapi aku ini merupakan sahabatnya dia loh kemudian sudah jauh-jauh datang dari sana dan meninggalkan semuanya hanya untuk bisa bertemu dengan sahabatku itu! "terserahlah apapun yang mau dikatakan oleh Dimas tentang dirinya yang penting intinya Nina ingin hari ini bertemu dengan Aulia tidak peduli penolakan dari pihak manapun termasuk suami dari sahabatnya itu sendiri.
Dimas sebenarnya juga mengakui hal itu kalau Nina adalah sahabatnya Aulia jadi tidak masalah dong kalau mereka bertemu, namun letak permasalahan di sini itu pada Bagas yang jelas-jelas tidak ingin diganggu oleh siapapun apalagi oleh Nina yang merupakan gadis rusuh tidak bisa tenang dan juga ceroboh serta pengganggu.
"Saya di sini itu hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh Tuan Bagas kepada saya, dan saya harap kamu paham kalau di Saya di sini hanya merupakan seorang pekerja otomatis apapun yang diinginkan oleh majikan saya harus menurutinya. Saya mohon kepada kamu untuk mengerti maksud dan tujuan perkataan saya barusan ini, mungkin dengan begitu komunikasi kita bakalan sedikit membaik tidak memburuk seperti kemarin-kemarin?"Dimas masih berusaha Tetap tenang dan juga tidak mengeluarkan kata-kata kasar terhadap Nina karena Biar bagaimanapun yang ia hadapi saat ini merupakan seorang wanita yang otomatis tidak boleh bersikap kasar kepadanya.
"Kamu minta saya mengerti tetapi kalian yang tidak mengerti Aulia sebenarnya, dia tiba-tiba menikah kemudian suaminya itu tidak memberikan kebebasan sedikitpun menurut kamu itu merupakan hal wajar? Kalau kalian bersikap seperti begitu terus jangan harap Aulia bakalan menerima pernikahan ini, karena asal kalian tahu Aulia itu merupakan seorang wanita yang sangat susah diatur apalagi ada seseorang yang berniat untuk mengekang kebebasannya. "tegas Nina lalu memilih bergabung dengan Anggi yang kebetulan sedang free hari itu entah mungkin karena tamu lagi malas menginap di hotel atau mungkin belum jamnya untuk tamu datang.
"Hello sobat, kita kenalan dulu dong kalau sudah kenalan kan bisa saling berbagi suka dan duka! "ujar Nina lalu menjulurkan tangannya ke arah Anggi.
"Ya tentu saja boleh dong kalau hanya berkenalan kemudian tidak membuat rusuh dia tidak masalah, Soalnya kamu tahu sendiri kan sikap asisten Tuan Bagas itu seperti apa orangnya itu protektifnya minta ampun apalagi kalau sampai hal-hal yang kita lakukan mengganggu privasi tuannya yang tersayang itu."ujar Anggi sambil menatap sinus ke arah Dimas yang sebenarnya tahu jika dirinya sekarang sedang menjadi bahan gibahan antara dua manusia itu.
"by the way, kamu lagi sibuk tidak? soalnya aku pengen ngomong sesuatu sama kamu tetapi ini menyangkut Aulia dan juga majikan kamu ini, kalau memang kamu merasa tidak nyaman ya sudah tidak usah di ngomong lagi Tetapi kalau memang kamu mau berbagi itu lebih bagus! "Nina benar-benar ingin tahu segala macam kesibukan yang sedang dihadapi oleh Anggi.
__ADS_1
"Aduh Sorry Guys aku itu sebenarnya di sini hanya sementara menggantikan Amelia yang lagi cuti melahirkan, Sebenarnya aku itu kerjanya di hotel miliknya Tuan Bagas tetapi karena pekerjaanku itu memang di bagian perkantoran makanya bisa nyambung kerja di sini juga! Sebenarnya itu kan masih banyak karyawan yang lain tapi kamu tahu sendiri kan asistennya Tuan Bagas yang menyebalkan itu, dia paling tidak suka kalau aku bernafas lega sedikit paling yang dia langsung menyuruhku inilah itulah yang penting intinya aku harus sibuk kerja tidak boleh duduk!"jelas Anggi yang merasa tidak enak hati karena merasa bahwa Nina benar-benar butuh teman curhat tetapi keadaannya sekarang memang benar-benar tidak mendukung apalagi ini merupakan kantor utama Sanjaya Group Yang jelas jelas orang di dalamnya harus kompeten dan juga tidak duduk manis seperti di hotel kalau lagi ada tamu Ya syukur kalau tidak ya sudah mereka duduk main gadget sesuka hati menggunakan wi-fi kantor.
"Astaga Aku juga lupa ya kalau di sini itu merupakan kantor utamanya, habisnya menyebalkan sekali itu manusia satu itu masa iya aku minta izin buat ketemu sama Aulia saja susahnya minta ampun. "Sungut Nina yang ikutan marah karena memang merasa kesal.
...****************...
Aulia yang berada di dalam ruangannya Bagas memilih untuk membersihkan tubuhnya dan keluar dari situ, ketika Bagas masih ada di kamar mandi dirinya memilih untuk pergi karena pria itu juga pasti tidak mendengarkan ketika ia membuka pintu.
Tubuh wanita itu hancur remuk redam rasa-rasanya seperti ditimpa Palu godam ribuan ton, karena Bagas memang benar-benar tidak mengerti dengan keadaannya dan juga tidak membiarkan dirinya beristirahat walau sejenak.
"Aku membencimu Tuan Sanjaya, aku janji mulai dari sekarang tidak akan pernah menuruti Apapun yang kamu inginkan! Bisakah memulai segala sesuatunya itu dengan membicarakan dulu baik-baik kepadaku, karena aku ini merupakan istri kamu bukan seorang wanita bayaran yang bisa saja kamu permainkan ataupun kamu sakiti hanya demi uang? "Aulia sudah tidak peduli lagi dengan sekitarnya karena dirinya benar-benar capek harus marah-marah kepada Bagas hanya karena sikap pria itu yang selalu saja mengekang dirinya.
Nina yang berencana pulang hari itu begitu tidak percaya ketika melihat Aulia yang sudah berjalan di hadapannya dengan wajah yang begitu frustasi dan penampilan yang begitu berantakan, padahal dirinya sangat tahu jika sahabatnya itu merupakan seorang yang perfeksionis tetapi cuek dan juga selalu saja mengutamakan penampilannya Meskipun tidak perlu harus branded yang penting intinya sedap dipandang dan juga tidak merusak Citra yang sudah diberikan tuhan kepadanya.
"Astaga Aulia, akhirnya kamu nongol juga! Padahal tadi aku itu.....
"Kita pulang sekarang dan Tolong bawa aku pergi ke tempat yang tidak bisa ditemukan oleh siapapun! "lirih Aulia penuh permohonan membuat Anggi langsung mendekati wanita itu karena benar-benar merasa heran namun Aulia memberikan kode agar Anggi tidak usah bergerak sama sekali dan jangan pernah mengganggu dirinya.
__ADS_1
"Kamu tetap di tempat tidak usah mendekat kepadaku Anggap saja apa yang kamu lihat dan dengar tidak terjadi sama sekali, dan jika Tuanmu itu bertanya katakan saja kalau aku sedang tidak ingin diganggu dan jangan mengatakan hal-hal yang lebih lagi!"perintah Aulia yang benar-benar tidak ingin dibantah membuat Anggi sedikit merasa khawatir ketika mendengar nada bicara Nyonya Aulia itu sudah Terdengar sangat tidak bersahabat dan sepertinya Tengah memendam emosi yang ingin meledak suatu saat.
"Ya sudah kamu ikut aku saja kebetulan hari ini juga aku mau pulang soalnya capek dan juga sumuk di sini tidak punya teman ngobrol dan juga tidak ada orang yang bisa aku ajak jalan-jalan, tapi ingat nanti di mobil kamu harus menjelaskan semua yang terjadi sama kamu soalnya aku benar-benar sumpah ingin tahu!"tegas Nina yang benar merasa yakin kalau ada masalah yang lebih parah antara Bagas dan juga Aulia saat ini.
"Nanti saja kalau aku lagi ingin bicara tetapi tolong sekarang, Biarkan Aku istirahat jika kamu tidak ingin melihat aku mati berdiri saat ini juga!"mata Aulia enggan sekali untuk terbuka karena tubuhnya benar-benar sudah terkuras tenaganya habis-habisan Bagas tidak memberikan jeda sedikitpun dari ronde pertama sampai ketiga bahkan bisa dibilang daerah selangkangannya itu rasa-rasanya sangat perih tetapi dipaksanya untuk bersikap santai saja karena takut nanti orang bakalan curiga.
Karena kantor Sanjaya group itu berada di tengah perkotaan padat penduduk otomatis tidak begitu sulit untuk menemukan taksi yang lewat, maka dari itu Nina menghentikan taksi tersebut Untuk mengantarkan dirinya ke apartemen miliknya yang biasa ia pakai kalau bertandang ke tempat itu agar bisa mengambil barang-barangnya dan setelah itu bakalan membawa pergi Aulia.
Tanpa sepengetahuan Nina sebenarnya Aulia dari tadi sudah menahan air matanya ingin keluar namun dirinya memaksa untuk memejamkan matanya agar segera tertidur dan Melupakan segalanya, Persetan dengan perjanjian antara dirinya dan juga Abah tentang menemukan surat yang diambil oleh keluarga Sanjaya dari miliknya Abah karena menurutnya jika dirinya lama lagi bertahan dengan Bagas mungkin bisa dipastikan nyawanya tidak akan pernah tertolong lagi.
"Maafkan anakmu ini Abah yang tidak bisa berguna menjadi seorang anak karena tidak becus melakukan apa yang Abah inginkan, namun aku yakin kita bisa membalas dendam ini suatu saat nanti tetapi untuk sekarang biarkan aku pergi dulu menenangkan hati dan pikiranku yang benar-benar sudah hancur. "lirih Aulia dalam hati.
wanita itu mungkin bisa mengalah jikalau Bagas mengerti dengan keadaannya dan juga kemauannya tetapi yang ada pria itu yang Maunya harus Aulia mengerti keinginannya, padahal wanita yang mana Terima ketika dalam pernikahannya itu bukan hanya ada satu Nyonya melainkan 3 Nyonya sekaligus dan dirinya merupakan orang yang bisa dibilang sebagai perebut dari rumah tambah orang lain yang bisa dibilang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya.
Padahal Bagas itu seharusnya mengerti jika Aulia masih merupakan wanita yang rentan dengan segala macam emosi yang masih meledak-ledak kemudian yang masih belum terlalu paham dengan arti yang namanya pernikahan, pria itu harusnya membimbing dirinya ke jalan yang lebih benar Mungkin dengan begitu segala sesuatu masalah yang mereka hadapi bakalan langsung lebih terasa ringan dan dengan begitu Aulia tidak akan pernah memutuskan untuk bercerai.
Sesampainya di apartemen miliknya Nina terlihat wanita itu sendiri yang memilih untuk turun sedangkan Aulia masih tetap di dalam taksi, Karena Wanita itu sudah tidak punya tenaga lagi untuk berjalan ke sana kemari untuk menyeret kakinya yang sedang dipaksanya untuk berjalan dari tadi.
__ADS_1