
Aulia dibuat emosi dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Safira bahwa dirinya merupakan wanita nakal di luaran sana, karena dirinya bukan wanita polos yang tidak tahu maksud dari kata nakal yang diucapkan oleh istri kedua dari suaminya itu.
maka dari itu ia pun berdiri dan mendekat ke arah Safira lalu mengangkat dagu wanita itu agar bisa menatap ke arahnya dan juga bisa melihat sebenarnya definisi nakal menurut wanita itu apa, karena dirinya merasa sedikit tersinggung sebab Safira yang tidak tahu kehidupan masa lalunya Tetapi malah dengan percaya dirinya mengatakan semua hal itu di hadapan semua orang seolah-olah ia hidup bersama dengan Aulia dulu.
"Aku di sini memang yang ketiga dan aku akui hal itu, akan tetapi kalau kamu merasa diri paling benar dan menjelekkan orang lain maka aku tidak terima! sebab kamu secara tidak langsung sudah merendahkan harga diriku dan juga meragukan ajaran orang tuaku, padahal sebenarnya Kamu itu tidak tahu apapun tentang kehidupan aku dulu dan juga kamu tidak pantas untuk menilai karena kamu bukan siapa-siapa! "ujar Aulia dengan tatapan mata yang begitu tajam sampai-sampai membuat Safira mati kutu antara ingin mengelak karena dirinya tidak ingin dicap penakut di hadapan semua orang dalam rumah itu tetapi juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Aura yang dikeluarkan oleh Aulia itu sangat mematikan lawannya.
__ADS_1
Bagas dari tadi kebingungan kepada dirinya sendiri karena bisa-bisanya ia tunduk dan takut di bawah perintah Aulia, padahal wanita itu bukan merupakan bagian yang penting untuk dirinya saat ini karena biar bagaimanapun dirinya tidak pernah membanding-bandingkan kasih sayang antara istri muda dan istri tuanya.
Bahkan kini perasaan pria itu pun sepertinya bingung harus disebut masih ada rasa cinta kah untuk istri tuanya dan juga istri keduanya atau hanya sekedar rasa kasihan saja disertai dengan rasa tanggung jawab, karena biar bagaimanapun pria ketika sudah berpisah dengan pasangannya bakal tetap menyandang status perjaka Meskipun tidak lagi tetapi dengan berbohong Siapa juga yang bakalan tahu. Akan tetapi ketika seorang wanita berpisah dari pasangannya maka status tidak virginity dan juga janda dan bekas orang itu sudah melekat sempurna, maka dari ini tuh membuat Bagas merasa sedikit kasihan kalau sampai menceraikan istrinya itu maka dari itu Biarkan Semua bertahan seperti begini toh tidak ada pihak yang dirugikan.
"Jadi ceritanya kamu tidak sadar sama sekali dengan kesalahan apa yang sudah kamu lakukan sampai-sampai setiap kali kami bertemu pasti ada perdebatan, apa kamu lupa jika di dalam sebuah keluarga tidak boleh ada yang namanya lebih dari satu hati karena itu pasti bakalan terjadi cekcok tiap hari apalagi keadaan kamu ini yang malah dengan mudahnya menampung tiga istri dalam satu rumah?"tanya Aulia sambil tersenyum mengejek sebab menurutnya Bagas itu sepertinya sudah pikun karena maklum faktor umurnya sudah tua dan selama ini publik Selalu ditipu oleh tampangnya dan juga bentuk tubuhnya yang begitu proporsional tidak sesuai dengan umurnya yang sudah hampir kepala empat.
__ADS_1
"Jadi maunya kalian harus seperti bagaimana? Apa kamu mau tinggal rumah sendiri dan tidak ingin bersama dengan mereka, tetapi kamu tahu sendiri kan aku bukannya tidak mampu membelikan kamu rumah tetapi waktuku yang tidak ada kalau harus bolak-balik ke sana kemari untuk menjaga kamu dan istri yang lain? "tanya Bagas memastikan dan juga sekaligus ingin mendapatkan perhatian dari Aulia sebab entah ataupun Bagaimana posisi wanita itu saat ini tetapi dirinya juga memiliki hak untuk dipertahankan dan juga untuk didengar segala macam pendapatnya.
"aku rasa tinggal di rumah sendiri itu tidak terlalu buruk mungkin di dekat-dekat sini ada kos-kosan yang bisa aku sewa ndak masalah walaupun hanya kamarnya satu saja , Soalnya kita menikahkan hanya untuk memiliki keturunan Jadi untuk apa membeli rumah yang megah jika nanti akhirnya aku bakalan kembali kepada orang tua?"tanya Aulia sekaligus memberikan saran membuat Bagas merasakan ada perasaan yang lain di sudut hatinya karena baru beberapa hari menikah Tetapi istrinya itu seolah-olah sudah memberikan sinyal bahwa suatu saat mereka berdua pasti bakalan terpisah.
"pokoknya aku tidak setuju Kalau waktu Mas Bagas hanya untuk dia, karena posisi kami berdua itu sama sedang memperjuangkan dua garis jadi kalau Mas lebih prioritas ke dia terus akunya gimana?"tanya Safira tidak terima.
__ADS_1