Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Percuma


__ADS_3

Bagas menatap keheranan ke arah Nina dan juga Dimas yang tadi katanya akan pergi berkencan Tetapi hanya sejam saja langsung kembali, sudah begitu wajah mereka berdua sangat tidak sedap dipandang seolah-olah ada suatu hal yang benar-benar membuat mereka tidak dalam keadaan baik-baik saja.


padahal seharusnya orang kalau berkencan itu biasanya lupa waktu apalagi tipe orang dewasa seperti begitu pasti bakalan berakhir ke sesuatu yang sebenarnya sangat masuk di dalam Nalar, tetapi pertanyaannya Kenapa mereka bisa kembali dalam waktu yang secepat itu dan juga wajah Mereka terlihat sepertinya tidak bersemangat sama sekali.


Aulia saat ini tidak melihat semuanya karena kebetulan wanita itu sedang berada di kamarnya Indira, kalau sampai wanita itu tadi melihatnya pasti sudah terjadi kehebohan karena memang benar-benar sangat terasa aneh dan juga tidak masuk akal.


"kalian kok jangan begini sudah pulang, Perasaan baru pergi beberapa menit tidak seperti Kebanyakan orang lain ya Yang kalau misalnya pergi berkencan pasti akan lupa waktu?"Bagas penasaran membuat Nina mendengus kesal karena jika sampai Ia menjelaskan sampai sedetail mungkin pasti dirinya bakalan menjadi bahan ejekan antara pria tersebut dan juga istrinya yang setiap kali berbicara pasti tidak akan pernah memikirkan Perasaannya sama sekali.


"Cuaca lagi tidak mendukung makanya kita pulang, lagian ngapain juga cari penyakit sedangkan alam saja menyuruh kita untuk istirahat! "ujar Nina sengaja berbohong tetapi Percayalah Bagas itu bukan anak kecil dan juga bukan dirinya sekarang berada di luar angkasa jadi jelas-jelas tidak tahu dengan cuaca yang ada di sekitarnya saat ini.


sedangkan Dimas memilih untuk tidak peduli karena kalau soal Bagas ya tidak mungkin ya harus berbicara seketus Nina itu, sebab yang ada dirinya bakalan langsung kehilangan pekerjaan kalau sampai bersikap kurang ajar dan juga sangat tidak sopan kepada majikannya tersebut.


"Ah masa sih? Perasaan di sini biarpun malam Sebentar lagi Bakalan muncul matahari, masa iya di tempat yang kamu datangi tadi malah hujan? kalian lagi berantem kan Atau mungkin tidak nyambung karena terlalu memaksakan diri, atau mungkin merasa tidak cocok dan akhirnya minta pulang? "tanya Bagas dengan tatapan menyelidik membuat Nina mendengus kesal untung juga pria tersebut merupakan tuan rumah kalau tidak sudah diusirnya dari hadapannya soalnya hobinya hanya mencari masalah.


"kamu itu Bisa tidak kalau ngomong dipikir dulu setiap perkataan yang dilontarkan, kalau aku bilang hujan ya sudah hujan kan kenapa kamu jadi mempermasalahkan hal itu seolah-olah mengganggu kehidupan kamu? Lagian ini Aulia di mana sih bisa-bisanya tidak mengurus mulut suaminya yang sangat tidak tahu sopan santun, untung juga Aulia itu sudah hamil kalau tidak bakalan kuculik lagi untuk membawa pergi dan juga tidak akan pernah kamu bisa menemukan keberadaan Aulia lagi seumur hidup! "omel Nina kesal Lagian dirinya juga sengaja mengatakan semua itu supaya mungkin Bagas bisa mengalihkan pemikirannya dari apa yang terjadi antara Nina dan juga Dimas.


Dimas yang merasa sepertinya kata-kata Nina sudah mulai keterlaluan dan juga Bagas sepertinya sudah mulai tersulut emosinya, mulai memilih untuk menjauh saja soalnya Bukankah cari aman itu merupakan sebuah hal yang harus ia pilih jika memang hidupnya ingin selalu Aman damai dan tentram tanpa gangguan.


"Permisi tuan Saya rasa harus kembali ke apartemen sekarang soalnya tadi ada sempat berkas yang saya bawa pulang untuk diperiksa, karena besok ada kalau meeting penting dengan klien jadi otomatis berkas tersebut harus sudah siap dan besok langsung bisa digunakan! "pamit Dimas undur diri membuat Bagas ingin sekali mengejek anak buahnya itu tetapi memang benar apa yang dikatakan oleh Dimas kalau besok mereka ada pekerjaan yang sangat penting dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

__ADS_1


"Ya sudah kamu pulang saja nanti urusan wanita ini biarlah istri saya yang menghandle semuanya, dan kalau memang kamu sudah kapok Ya sudah terakhir kalinya kamu jalan sama dia tetapi Kalau merasa masih nyambung Ya tidak masalah kalau besok kamu datang lagi ke sini! "jelas Bagas yang menahan tawanya ketika melihat wajah tidak mengenakan milik asistennya itu yang sepertinya ingin melayangkan protes tetapi ditahannya saja.


"Baiklah terima kasih atas pengertiannya! kamu nanti istirahat yang benar ya nanti kalau memang cuacanya sudah sedikit bagus dan juga mendukung kita bakalan kencan lagi, untuk saat ini saya minta maaf kalau memang kamu tidak nyaman dan juga Percayalah semua itu di luar dari kuasa saya melakukan semua itu! "jelas Dimas meskipun di situ ada Bagas tetapi tidak ada salahnya kan kalau ia berucap dengan kata-kata yang begitu manis terhadap wanita itu sebab Biar bagaimanapun tadi dirinya sudah sempat mengajak Nina keluar jadi setidaknya ia harus mengantarkan wanita itu kembali dalam keadaan baik-baik saja dan juga tidak kekurangan apapun.


"ya sudah terima kasih banyak ya kamu juga hati-hati dan juga ingat nanti kalau sampai di rumah istirahat yang benar dan lanjutkan pekerjaannya dengan baik, kalau memang kamu sudah tidak merasa nyaman dengan pekerjaannya Ya sudah aku bakalan ngomong sama Papa biar kamu kerja sama Papa saja soalnya kayaknya orangnya lebih humble dan juga sangat pengertian!" sindir Nina lalu segera pergi dari situ soalnya Iya yakin pasti Bagas ingin melayangkan protes.


Bagas menatap tidak suka ke arah Nina yang sudah sedikit menjauh dan juga sekarang sudah masuk ke dalam kamar tamu lalu mengunci pintunya dari dalam, ia tidak suka jika otak asistennya itu malah dikontaminasi oleh sahabat dari istrinya itu padahal Dimas itu merupakan orang paling terpenting di dalam pekerjaannya karena pria itu sudah menguasai semua bidangnya.


"kamu jangan pernah mengikuti apa yang dia katakan tadi ya! karena saya yakin tidak ada majikan sebaik saya dan juga tidak ada majikan yang memberi gaji sebesar yang saya berikan kepada kamu, lagian itu anaknya nyolotnya minta ampun Ngapain juga kamu merasa cocok dengan dia yang ada kepala kamu bakalan pecah karena tidak pernah nyambung sama sekali! "bujuk Bagas selalu segera masuk menyusul istrinya yang terlihat sedang santai di dalam kamar sambil menonton drakor melalui ponselnya sedangkan Dimas memilih untuk langsung pulang soalnya ia sudah capek harus bermain peran selama seharian penuh dan juga harus menjadi orang sabar serta tidak marah-marah ketika Nina terlalu nyolot di hadapannya dan juga tidak berhenti berkeluh kesah padahal dirinya juga ingin sekali marah-marah karena kencan mereka berdua memang gagal total akibat tidak ada yang nyambung sama sekali .


"Sayang kamu lagi ngapain sih? masa iya sama suami sendiri saja tidak diperhatikan sampai segitunya, Padahal aku kangen loh sama istri sendiri dan juga ingin sekali disayang-sayang tetapi sepertinya tidak bisa ya? "tanya Bagas sambil memasang wajah merajuknya membuat Aulia mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan tingkah suaminya yang sudah tua bangka tetapi bersikap layaknya seorang bocah yang lagi merajuk.


"Memangnya salah kalau seorang suami bersikap manis terhadap istrinya sendiri, dan juga Memangnya salah kalau misalnya aku ingin bermanja-manja sama kamu yang selama ini tidak pernah aku dapatkan? "tanya bahagia sambil naik turunkan alisnya membuat Aulia mendengus kesal karena menurutnya pria itu mau bertingkah seperti apapun tetap tidak akan pernah masuk akal karena sangat aneh dan juga tidak bisa diterima dengan baik.


"ya Tidak ada salahnya sama sekali tetapi kamu juga harus sadar kalau kamu itu tetap tegas seperti ketika kamu bertemu dengan bawahan kamu, ya mungkin dengan begitu aku bakalan merasa lebih nyaman Soalnya kalau kamu bertingkah sangat manis rasanya sangat aneh dan juga membuat aku merasa geli! "ujar Aulia Sambil tertawa.


Sementara itu di kamarnya Nina wanita itu sedang memikirkan kejadian yang tadi baru saja ia lalui ketika bertemu dengan Abizar saat bersama dengan Dimas, pria itu bahkan tega-teganya mengejek dirinya sampai membuat Dimas mungkin merasa emosi dan akhirnya memutuskan untuk mengajak dirinya pulang alhasil rencana pencarian mereka berdua benar-benar gagal total.


Flash back on

__ADS_1


"Astaga Nina jangan bilang kamu sedang berkencan dengan asistennya suaminya Aulia ini ya, oh Tuhanku Sepertinya kamu memang sudah tidak laku sama sekali sampai om-om pun diembat juga? padahal setahu aku para pemuda di Bandung itu keren-keren loh ada juga pastinya tidak akan pernah membuat kamu menyesal karena sudah memilih mereka, tetapi kamu malah terbang jauh-jauh dari Bandung datang ke sini hanya untuk melakukan aksi yang segera ini aku sungguh tidak percaya sama sekali? "tanya Abizar sambil menggelengkan kepala sedangkan Nina sedikit meringis karena ia yakin pasti sebentar lagi Dimas bakalan marah karena tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.


"Ih kamu itu ngomong apa saja sih aku saja tidak ada pikiran sama seperti yang kamu pikirkan, Ayo kamu pergi saja ke mana gitu Bila perlu tidak usah Muncul lagi soalnya setiap kali kamu muncul pasti akan mengundang masalah!"usir Nina tetapi terlihat Abizar tidak peduli sama sekali ketika ia mengejek Nina seperti itu rasa-rasanya sangat menyenangkan.


Dimas dari tadi hanya mengijinkan matanya menatap tidak suka ke arah Abizar yang menurutnya mulut lemesnya itu tidak bisa dijaga sama sekali, padahal pria itu seharusnya sadar kalau di situ ada dirinya yang otomatis sudah dari awal berjalan bersama dengan Nina jadi seharusnya Abizar itu bisa sadar diri dan segera pergi.


"eh Tuan Dimas yang terhormat Bagaimana pekerjaannya di Sanjaya group Pasti sangat menyenangkan, Bagaimana kabar Tuan kamu yang sangat menyebalkan itu karena sudah berani-beraninya merebut jodoh orang yang selama ini sudah aku jaga dari kecil? Wah aku lupa ya kalau mereka sekarang sedang berbahagia karena kondisi Aulia yang sedang hamil, tetapi satu yang aku harapkan kamu bisa jaga diri dengan baik karena jangan sampai Tuan kamu yang merebut Aulia dariku dan aku yang bakalan merebut Nina dari kamu! "Abizar sengaja memprovokasi Dimas karena ingin melihat kira-kira bagaimana Respon yang diberikan oleh pria itu ketika dirinya secara tidak langsung sudah menyatakan perang kepadanya.


Dimas mengepalkan tangan karena tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Abizar tadi, karena seharusnya pria itu setiap kali berbicara harus dipikirkan dengan baik setiap ucapannya karena nantinya pasti akan membuat orang lain merasa tersinggung dan juga tidak terima sama sekali.


"Sebelum saya marah dan juga melakukan hal yang tidak pernah kamu duga sebelumnya, lebih baik kamu pergi atau kami yang bakalan pergi karena menurut saya kamu itu merupakan pria yang tidak tahu diri dan juga tidak sadar sama sekali setiap Apa yang kamu katakan!" tegas Dimas yang sudah terprovokasi karena memang ia tidak suka sama sekali ketika dirinya yang tengah berada dengan seorang wanita Tetapi malah ada rivalnya yang datang secara langsung mengungkapkan kalau mereka bakalan bersaing.


Nina hanya membiarkan kepalanya karena ternyata memang Dimas itu orangnya super serius jadi setiap kali diajak bercanda hal yang sepele, pasti pria itu bakalan merasa kalau itu merupakan sebuah kebenaran dan ia meresponnya juga akan melalui sesuatu yang serius pula tidak ada bercandanya sama sekali.


"Astaga ternyata kamu langsung terbakar juga ya padahal aku tadi hanya bercanda saja, Tetapi kalau memang kamu ingin bahwa hal itu benar-benar serius Ya sudah aku juga bakalan menanggapinya dengan serius pula! "ujar Abizar santai membuat Dimas langsung Segera menarik tangan Nina agar segera pergi dari situ dan memilih untuk pulang tidak ada yang namanya kencan apalagi bertiga dengan seorang Abizar yang hobinya hanya mencari masalah saja.


Nina hanya bisa melangkahkan kakinya secepat mungkin mengikuti tarikan tangan yang dilakukan oleh Dimas kepadanya, untung juga pria itu sadar diri juga jadi tidak dengan kasar menarik tangan Nina dan juga bersyukur karena Dina sekarang itu menggunakan sepatu cats jadi otomatis tidak akan pernah merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh Dimas kepadanya.


Flash back off

__ADS_1


"Astaga Abizar tadi memang keterlaluan kok bisa-bisanya mempermalukanku seperti itu? Padahal dia tahu kalau aku sedang bersama dengan orang lain tetapi dia malah ngomong yang tidak jelas, nanti kalau misalnya aku beneran tidak dapat jodohnya itu gara-gara kelakuannya Maka jangan menyesal kalau dia yang bakalan Aku minta buat bertanggung jawab untuk kehidupanku ke depannya! "omel Nina karena sangat merasa kesal dengan sikap yang dilakukan oleh Abidzar sampai-sampai membuat kencannya dengan Dimas harus terhenti dan lebih parahnya lagi ketika dirinya pulang ke rumah Bagas malah menjadikan dirinya bulan bulanan untuk mengejeknya padahal jelas-jelas ini semua bukan merupakan keinginannya.


__ADS_2