
Nina tetap kokoh pada pendiriannya yaitu memaksa Aulia untuk membawa dirinya bertemu dengan suaminya Aulia yang tega-tega menjadikan sahabatnya itu sebagai istri ketiga, padahal menurut Nina kalau saja pria itu kurang ajar Tidak menikahi sahabatnya otomatis Aulia bisa menikahi pria yang bakalan menjadikan Aulia itu satu-satunya ratu di hatinya.
Aulia sebenarnya menolak karena menurutnya dengan dirinya dan juga Nina bertemu dengan Bagas otomatis pria itu bakalan merasa senang karena secara tidak langsung Aulia memberitahukan kepada dunia bahwa dirinya merupakan istri dari seorang Bagas Sanjaya, padahal yang diinginkan oleh Aulia adalah pernikahan mereka itu menjadi rahasia biarlah semua orang tahu kalau Bagas itu hanya mempunyai dua istri Namun ternyata tanpa Aulia ketahui Bagas sudah mampu publikasikan hubungan mereka itu kepada seluruh relasi bisnisnya dan juga para karyawan yang bekerja di bawah perusahaannya.
"Ya ampun Nina nggak usah seperti begitu juga kali Biarkanlah sudah seperti begini Aku juga nyaman-nyaman saja Kok tidak ada penindasan dari para istrinya yang lain ataupun apapun itulah, jangan kamu membuat hal ini menjadi begitu dramatis soalnya seperti aku itu merupakan istri yang teraniaya Padahal selama ini tidak terjadi seperti begitu! "Aulia lama-lama Jengah juga dengan sikap Nina yang begitu keras kepala dan begitu memaksakan kehendak yang sangat tidak masuk akal itu.
"eh mana bisa begitu? di mana-mana itu kita itu harus memperjuangkan hak orang yang teraniaya seperti yang sedang kamu alami saat ini, jadi Tolong ya jangan pernah menghalangi apa yang ingin aku lakukan karena Sedikitpun aku tidak akan pernah berhenti di tengah jalan! "perintah Nina dengan tatapannya yang begitu berapi-api sampai-sampai Aulia bergidik ngeri.
"Kamu itu kenapa sih Aulia yang menikah saja biasa saja tetapi kamu yang malah sengsara, atau kamu ingin menjadi istri keempatnya dan dengan begitu kalian bisa sold out bareng-bareng begitu?"tanya Abizar yang sedikit tersinggung atas kehebohan wanita yang bernama Nina itu sebab menurutnya Respon yang diberikan Nina itu terlalu berlebihan dan rasa-rasanya tidak dibutuhkan sebenarnya.
"Kamu itu tidak tahu apa-apa Lebih baik diam Soalnya kalau memang kamu tahu pasti tidak mungkin kamu bakalan membiarkan pernikahan ini terjadi, pria seperti kamu itu kalau kebanyakan hidup di dunia hanya bikin rugi orang lain Tahu tidak karena stok oksigen bakalan semakin berkurang jadi lebih baik sekarang dia tidak boleh ngomong sama sekali!"ujar Nina sambil menatap tajam ke arah Abizar agar berhenti berbicara soalnya dirinya sedang mumet jadi mendengar perkataan pria itu sungguh membuat dirinya tambah mumet lebih parah lagi.
Abizar hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak peduli soalnya wanita zaman sekarang itu kelihatannya maunya setiap perkataannya itu harus didengar, tetapi perkataan lawan bicaranya tidak pernah mereka dengar hanya karena menurut mereka dirinya lah yang paling benar orang lain itu selalu salah dan pemandangan seperti ini yang bakalan membuat masalah Tidak akan pernah beres.
"tadi kamu minta aku buat menjelaskan status aku untuk saat ini dan kenapa bisa menikah ya sudah sekarang aku sudah jelaskan kenapa malah ingin bertemu dengan suamiku, kamu kalau tidak tahu jalan ceritanya Seperti apa Aku mohon dengan sangat Jangan membuat masalah tambah rumit! "jelas Aulia berharap agar Nina paham bahwa pemikiran itu tidak bisa semudah yang seperti Nina harapkan karena ada yang lebih parah dari itu.
"aku itu hanya ingin memperjuangkan hak kamu Aulia, tidak ingin harta suami kamu apalagi menjadi nyonya yang keempat itu mah ogah soalnya belum sampai di Nyonya nomor 2 pinggang suamiku sudah patah!"jelas Nina berharap agar Aulia paham dengan maksud yang ia katakan tetapi sepertinya memang Aulia benar-benar tidak ingin terlibat apapun dengan suaminya itu sebab menurutnya pernikahannya saja sudah ribut apalagi harus berhadapan dan juga berdebat dengan pria tersebut.
Nina yang sudah kepalang tanggung memilih untuk menarik tangan sahabatnya itu agar ikut dengannya kembali ke hotel sebab ada hal yang perlu ia bereskan, dan juga ada seseorang yang harus ia temui karena pesona tersebut sebenarnya sudah terngiang-ngiang dalam benaknya dari tadi meskipun bisa dibilang umur pria itu sudah tidak mudah lagi sih.
Abizar mau tidak mau mengikuti langkah kaki mereka karena takutnya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan itu menyangkut Aulia, kalau Nina sih terserah wanita itu mau digubrak ataupun di lenyapkan seperti apapun suka-suka orang tersebutlah yang penting Intinya jangan sampai Aulia yang kena batunya.
Aulia sudah tidak tahu lagi harus menjelaskan duduk permasalahannya Seperti apa kepada Nina maka dari itu memilih untuk mengikuti saja langkah kaki sahabatnya itu, jika nanti bertemu Bagas sepertinya tidak mungkin sekarang soalnya pria itu kan masih berada di kantornya sebab sekarang masih jam kerja terus Nina juga kan tidak tahu di mana kantor Bagas bekerja jadi ya untuk apa dirinya harus pusing.
__ADS_1
Abizar riang melipir di belakang mereka membuat Nina mendengus kesal sebab menurutnya kehadiran pria itu sebenarnya tidak dibutuhkan, Jadi untuk apa harus terus mengekor mereka dari belakang yang ada itu hanya membuang-buang tenaga dan juga mengotori suasana.
"Kamu ngapain ikut ke sini Memangnya kamu juga mau menginap di hotel bersama dengan kami berdua gitu, lalu setelah itu kita melakukan threesome atau gimana sih menurut kamu? "tanya Nina dengan tatapan matanya yang begitu sempurna bulatnya sampai-sampai rasanya ingin muncrat keluar.
Abizar sedikit bergidik ketika mendengar pertanyaan dari Nina tadi sebab menurutnya jangankan ingin melakukan threesome rencana berdua saja tidak ada, terus kalau berdua ya Otomatis itu ia bakalan lakukan dengan Aulia tidak peduli jika Wanita itu sudah ada yang punya Tetapi kalau melakukannya dengan Nina Biarkanlah dirinya menjomblo selamanya sampai mampus sekalian pun tidak masalah.
"jangan terlalu percaya diri Nona soalnya aku itu mengkhawatirkan keadaan Aulia bukan memikirkan kamu, kamu itu terserah mau jadi apa sekalian aku tidak peduli sama sekali soalnya manusia seperti kamu kan bisa berkamuflase! "Sindir Abizar yang dari tadi sudah Jengah ketika kehadirannya tidak dihargai sama sekali oleh Nina.
"Kalau kamu pergi terus Cafe kamu gimana dong, aku itu tidak ingin membebankan kamu ataupun membuat kamu jadi kesulitan maka dari itu biarkan saja dia mau melakukan apapun yang penting intinya Tolong jangan terlibat! "pinta Aulia dengan wajah penuh permohonan sebab Sudah Cukup selama ini ia menyusahkan Abizar untuk sekarang ini biarkan dirinya menghandle sendiri soal masalah kehidupannya.
"Apapun akan aku lakukan yang penting Intinya kamu selalu baik-baik saja dan tidak pernah ada masalah yang berarti yang sedang kamu alami, karena sama saja jika aku kamu suruh untuk tetap berada di cafe sedangkan pikiranku mengikuti kamu sampai di sini!"jelas Abizar yang benar benar tidak akan pernah meninggalkan Aulia dalam kondisi dan keadaan apapun yang tengah dihadapi wanita itu sebab menurutnya dirinya itu sangat Tulus.
"Ya sudah terserah kamu saja yang penting intinya aku tidak pernah memaksakan kamu untuk merasa terbebani dengan semua yang aku alami, karena asal kamu tahu saja kalau aku tidak akan pernah membiarkan kamu kesusahan dengan masalah yang aku hadapi dan membebani kamu nantinya! "jelas Aulia karena Biar bagaimanapun sebagai seorang sahabat mereka tidak boleh hanya saling diuntungkan tetapi harus juga saling menguntungkan agar persahabatan itu tetap langgeng sebab merasa berarti bagi teman-temannya.
Dimas yang kebetulan sudah mendapatkan laporan dari Anggi bahwa Aulia sudah kembali ke dalam hotel dan lebih parahnya lagi datang bersama seorang wanita yang tadi dan juga seorang pria asing, membuat Dimas pun dengan segera kembali ke hotel untuk memastikan keadaan yang sebenarnya sebab takutnya jangan sampai Bagas menemukan Aulia dalam keadaan seperti begitu bisa bahaya urusannya.
"Nyonya Saya harap anda tidak melakukan sebuah kesalahan fatal soalnya Tuan Bagas tidak akan pernah mentolerir kesalahan tersebut, dan saya juga tidak ingin nantinya masalah tersebut membuat anda yang bakalan kesulitan sendirinya! kalau bisa berpikirlah secara rasional soalnya kehidupan anda sekarang sudah tidak bebas jadi otomatis melakukan sesuatu juga tidak boleh seenak hati, jika tidak ingin nantinya masalah ini bertambah rumit dan juga saya yang bakalan di pusing kan!"Dimas benar-benar tidak mengerti dengan pemikiran pasangan suami istri itu kalau yang satu doyan kawin yang satu doyannya marah-marah tidak jelas sampai-sampai membuat dirinya yang kesulitan seharian ini.
Bagas yang sudah jenuh karena bosan melihat sudut pemandangan hotel yang hanya itu-itu saja membuat dirinya Memilih Untuk Kembali Pulang saja ke rumah siapa tahu Aulia memang sudah pulang, karena secara tidak langsung dirinya sebenarnya sudah merindukan istri mudanya itu yang sangat keras kepala dan susah sekali untuk diatur.
Deg
Aulia membulatkan matanya sempurna sampai bulatnya sampai-sampai hendak muncrat keluar karena tidak percaya jika sekarang itu pria yang ia hindari dari tadi sedang berdiri menatap ke arahnya, dan Percayalah tatapannya itu merupakan Tatapan yang membunuh seseorang secara tidak langsung tanpa disentuh lawannya tersebut dan Aulia merasakan hal itu.
__ADS_1
"kamu kok ada di sini? Jangan bilang kamu menguntitku sampai di sini dan alhasil kamu ingin membawaku pulang ke rumah neraka itu, apa kamu tidak ingat Apa yang kamu lakukan kepadaku tadi pagi sampai membuat aku kesulitan?"Aulia memilih untuk memarahi Bagas lebih dulu sebelum pria itu memarahi dirinya kan tidak masalah yang penting intinya dirinya yang lebih gercep Siapa suruh Bagasnya terlalu lelet.
Nina yang sedang terpana karena sosok ini yang tadi ia temukan dalam lift tiba-tiba langsung menangkap sesuatu yang aneh di sini, karena mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Aulia dirinya merasa yakin bahwa pria yang sangat tampan membahana ini merupakan suami dari sahabatnya itu.
padahal dalam hatinya Tadi ia sudah berencana mengeluarkan unek-unek dan juga segala Makian yang sudah dirinya marinasi sampai berbagai macam model, namun kini semua cacian itu entah hilang ke mana Dirinya sudah tidak tahu soalnya menghilang begitu saja tanpa permisi ataupun pamit.
"Sudah puas larinya atau masih mau ingin lari lagi? Sadar tidak kalau sekarang posisinya sudah menjadi seorang istri dan lebih parahnya itu merupakan istri dari saya yaitu Bagas Sanjaya, atau perlu saya mengulang lagi Ijab kabulnya supaya ingatan Kamu mungkin masih lebih jelas kembali? "tanya Bagas dengan tatapan matanya yang nyalang.
Aulia mendengus kesal ketika mendengar pertanyaan dari Bagas barusan sebab menurutnya tanpa pria itu ulangi perkataannya dirinya sudah sadar kalau ia merupakan istrinya, mau dikatakan dalam posisi berapapun dan juga dalam keadaan bagaimanapun tidak akan pernah berubah kecuali mereka berdua yang mengubahnya.
"Tidak perlu kamu ucapkan ijab kabul sekali lagi yang perlu kamu lakukan sekarang yaitu memberikan talak kepadaku, Bila perlu langsung talak tiga sekalian biar aku tidak capek-capek lagi berhubungan dengan pria seperti kamu!"ujar Aulia sengit bahkan dirinya pun tak kalah menatap suaminya itu dengan Tatapan yang begitu horor sampai-sampai Abidzar pun bergidik ngeri.
"Eh jangan ditalak dong kamunya! Soalnya rugi dong masa iya sudah punya suami setampan itu malah minta cerai, kamu jangan ngadi-ngadi deh nanti aku bakalan marah besar loh ke kamu soalnya sudah melepaskan sesuatu yang sangat indah ini!"ujar Nina yang tanpa sadar sudah memancing emosi dalam diri Aulia.
Plak
"Awww, kamu apa-apaan sih main menoyor kepalaku segala?"tanya Aulia yang mengusap pelan dahinya akibat terkena tamparan pelan yang diberikan oleh Aulia kepadanya.
"Kamu yang apa-apaan? Ingat tidak tujuan ke sini itu mau ngapain coba, kenapa sekarang kamu malah berubah pikiran tiba-tiba seperti begini?"Aulia membuat Nina tersenyum kikuk karena ternyata memang dirinya tidak bisa menolak pesona pria tampan sampai-sampai Ia lupa jika pria tampan tersebut merupakan suami dari sahabatnya.
"Ya habisnya aku nggak sanggup marah pria yang seperti begitu mulut aku itu tiba-tiba terkunci loh!"bisik Aulia pelan membuat Abizar yang berada di belakang wanita itu benar-benar merasa gemas sampai-sampai ingin mengisi Nina di dalam karung Lalu setelah itu menaruhnya di dalam freezer agar isi dalam pikirannya bisa lebih bisa diajak kompromi dan dengan begitu mungkin saat dikeluarkan langsung pintar.
"menyesal tadi sudah menceritakan semuanya kepada kamu soalnya pembelaan yang kamu berikan tadi itu rasa-rasanya hanya diangan saja, lain kali jangan terlalu pukulnya terlalu tinggi soalnya nanti jatuh ke bawah itu bakalan sakit!"sinis Abizar.
__ADS_1