
Dokter yang memeriksa keadaan Aulia mulai mengolesi gel di atas perut perata wanita itu maklumlah kehamilannya baru memasuki usia bulan kedua, jadi otomatis belum terlalu terlihat jika tidak menggunakan alat maka Semua orang pasti mengira bahwa wanita itu sedang tidak dalam keadaan berbadan dua.
"Wah ini sudah ada calon bayinya hanya saja masih begitu kecil karena maklum baru memasuki usia 2 bulan, nanti kalau sudah trimester kedua baru mulai terlihat jelas bentuknya dan juga jenis kelaminnya seperti apa! "Jelas dokter tersebut membuat Aulia tersenyum getir karena dirinya ingin sekali langsung mendapatkan hasil yang terbaik supaya bisa menentukan Bagaimana nasib pernikahan mereka.
"Apa memang belum bisa dilihat sama sekali ya Dok? soalnya aku penasaran loh kira-kira jenis kelaminnya itu seperti apa dan Aku juga yakin kalau suamiku juga merasakan hal yang sama, tetapi Ya Sudahlah tidak perlu Terlalu memaksakan diri soalnya kalau memang belum terlihat jelas ya mau apa lagi selain menunggu? "ujar Aulia.
"Iya Sebenarnya ya seperti begitu kenyataannya kalau kita tidak bisa memaksakan harus tahu dari sekarang jika belum waktunya, maka darah itu saya sarankan untuk lebih bersabar dan juga menjaga pola hidup sehat agar nanti ibu sama calon Bayinya bisa dalam keadaan sehat-sehat semua dan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan sejauh ini! "jelas dokter tersebut membuat Bagas tersenyum lega karena dari tadi ia sedikit merasa cemas takutnya jangan sampai kondisi Aulia bermasalah sebab wanita itu selama ini kan tidak pernah memeriksakan kandungannya dan hobinya hanya jalan ke sana kemari saja sesuai dengan apa yang dia inginkan sampai-sampai melupakan keadaannya yang sebenarnya.
"Ya sudah kalau begitu ini saya kasih resep obatnya nanti tolong ditebus di apotek usahakan minum secara teratur dan juga jaga agar kesehatannya tetap stabil, dan juga tidak boleh terlalu capek Mengingat bahwa ini merupakan kehamilan yang pertama dan juga kondisinya yang masih sangat Rentan!"jelas dokter tersebut dan Aulia hanya menganggukan kepalanya pertanda paham soalnya untuk apa hal-hal seperti begitu juga harus ditanyakan sedetail mungkin nanti terkesannya berlebihan.
Aulia keluar dari ruangan itu dengan perasaannya yang biasa saja karena menurutnya ya kehamilan itu merupakan sebuah hal yang wajar karena dirinya mempunyai seorang suami, terkecuali jika Bagas tidak mau bertanggung jawab dengan apa yang terjadi kepadanya Nah itu baru kehamilannya disebut dengan sebuah kejadian yang luar biasa tetapi kalau biasa-biasa seperti ini saja tidak perlu juga harus menunjukkan kehebohan seolah-olah hanya dirinya yang merasakan sedangkan orang lain tidak sama sekali.
Bagas sangat merasa bersyukur karena hari ini dirinya bisa menemani Aulia untuk kandungan berbeda dengan para istrinya yang lain Sebab jangankan menemani mereka menanyakan jadwal mereka saja dirinya enggan melakukannya, karena menurutnya ya tugas seorang istri dalam mengurus rumah tangga dan juga mengurus anak maka dari itu ketika dirinya pergi bekerja tidak akan pernah peduli dengan urusan orang-orang yang ada di rumah yang penting intinya perut mereka tercukupi dan Kantong Mereka pun tidak pernah selalu kosong.
__ADS_1
"meskipun pernikahan kita ini kamu sangat tidak mengharapkan sama sekali tapi aku mohon kamu untuk menghargai kehidupan yang ada di dalam tubuh kamu saat ini, aku tidak meminta muluk-muluk yang aku inginkan hanyalah kamu menghargaiku sebagai seorang suami dan juga menghargai dia sebagai dari daging kamu dengan begitu kehidupan kita ya berjalan dengan tenang tanpa konflik yang berarti! "jelas Bagas.
Safira yang kebetulan sedang medical check up karena kondisi tubuhnya yang tiba-tiba ngedrop dan juga batuk secara terus menerus membuat dirinya harus memerlukan penanganan yang ekstra, takutnya jangan sampai kebiasaan buruknya di luar membuat dia sendirian dirugikan karena terlambat menyadari apa yang terjadi kepadanya dan juga Kenapa sampai bisa hal itu terjadi.
Aulia memicingkan matanya ketika melihat sesosok manusia yang menurutnya sangat tidak asing di pemandangan, dan dirinya sangat mengenalinya meskipun hanya bertemu beberapa kali itu pun dalam keadaan yang tidak baik sama sekali tetapi Percayalah kalau penglihatan Aulia itu tidak pernah salah.
"loh Itu kan Safira istri kamu, kok bisa dia ada di sini? Wah jangan bilang kamu memberitahukan kepadanya kalau kita bakalan datang ke tempat ini, makanya dia saat ini menyusul kamu dan juga ingin bertemu berduaan dengan kamu? "tanya Aulia dengan tatapan menyelidik bukan karena cemburu atau apapun itu hanya karena dirinya penasaran kira-kira Bagas Masih berhubungan dengan orang-orang di masa lalunya atau tidak.
"Aduh kamu ini kalau mau mengatakan sesuatu usahakan jangan yang memancing keributan dong, itu kamu yang bahas terus nanti kalau aku jawab pasti bakalan salah lagi kan? kalau tidak siap mendengarkan jawaban yang diberikan lebih baik tidak usah ngomong sekalian, karena nanti Posisiku bakalan lebih Serba Salah lagi mau dijawab pun salah aku memilih diam pun lebih salah. "Bagas bukannya tidak nyaman dengan pertanyaan yang diberikan oleh Aulia hanya saja mengingat kondisi istrinya saat ini ia ingin agar psikisnya Aulia hanya memikirkan sesuatu hal yang membuatnya bahagia bukan malah tertekan dengan jawaban yang akan diberikan nantinya.
"ya bukan seperti itu juga kan Maksudku tadi ngomong seperti itu, hanya saja memang aku kan merasa aneh kok bisa dia ada di sini di saat kita juga ada di tempat ini kecuali tidak ada yang memberitahukannya ya mungkin secara kebetulan saja! "jelas Aulia yang tetap mempertahankan apa yang ada dalam pikirannya tidak peduli jika memang bukan itu kenyataannya soalnya mewaspadai sesuatu itu kan tidak ada salahnya sama sekali.
"Aku tidak pernah janjian dengan wanita itu bahkan berbicara dengannya selama beberapa waktu lamanya pun tidak pernah dilakukan lagi, Jadi tolong percaya saja kepada suamimu ini karena jika ia sudah melepaskan sesuatu tidak mungkin bakalan dipungut lagi karena itu sama saja aku merendahkan harga diriku sendiri! "jelas Bagas sedangkan di masanya menggelengkan kepalanya sebab menurutnya ternyata rumitnya orang menikah itu lebih banyaknya dibandingkan enaknya soalnya apapun yang tidak sesuai dengan jalan pikiran pasti bakalan dijadikan bahan perdebatan.
__ADS_1
Safira yang kebetulan akan bertemu dengan spesialis Obgyn merasa terkejut ketika melihat ada Bagas dan juga istrinya di tempat itu, terlebih lagi pandangan matanya tertuju ke arah tangan Aulia yang dari tadi bergelayut manja di lengan suaminya.
"loh Mas Bagas kamu juga di sini? Wah Siapa yang sakit mungkin aku juga bisa menjenguknya, soalnya kan kita dulu pernah menjalin hubungan jadi tidak enak kan kalau bersikap seperti orang asing dan juga tidak saling mengenal satu sama lain? "nah tuh kan Safira mulai modus membuat Aulia mendengus kesal sedangkan Bagas hanya memberikan kode kepada Dimas agar membantunya menyelesaikan urusan dengan Safira sebab Ia tidak mau nantinya hubungannya dengan Aulia bakalan tegang lagi jika sampai ada orang-orang pengganggu yang berkeliaran bebas di sekitarnya.
"Maaf Nyonya jika anda datang ke sini untuk berobat Silahkan lakukan saja tetapi Tolong jangan mengganggu keamanan dan juga kenyamanan serta ketenangan keluarga Tuan saya, dan saya juga berharap agar anda menjaga privasi masing-masing supaya tidak saling mencari tahu sebenarnya apa yang dilakukan di tempat ini! "Jelaskan Dimas yang terlihat masih berusaha sabar karena Biar bagaimanapun hari ini ia sudah terlalu banyak menghadapi masalah yang dilakukan oleh Bagas sedangkan pria tersebut hanya ongkang-ongkang kaki seolah-olah sedang menikmati dunia yang jelas-jelas tidak betul saat itu di dalam pemandangannya.
"Wah kamu sudah berani ya kurang ajar sama saya? mentang-mentang saya sudah bercerai dari majikan kamu jadi akhirnya sekarang ini harus dapatkan dari perlakuan yang tidak menyenangkan selama ini, selamat kalian menang mendapatkan apa yang kalian inginkan sampai-sampai menyingkirkan saya yang jelas-jelas selama ini tidak pernah melakukan sesuatu hal yang merugikan siapapun! "ini sebenarnya Safira datang ke rumah sakit itu niatnya mau berobat atau hanya mencari sensasi agar biaya keringanannya bisa segera diurus.
"saya itu bukan tidak ingin menghargai anda tetapi saya hanya ingin anda yang menghargai keamanan dan juga kenyamanan majikan saya, karena jika dia merasa tidak nyaman masa iya saya membiarkan saja dan melihat aksi Anda yang sangat tidak masuk akal itu! " Ujar Dimas.
Apa Yang dikatakan oleh Dimas itu sebenarnya merupakan hal yang masuk akal hanya Safira saja yang terlalu berpikir sejauh itu dan juga menyalahkan orang-orang di sekitarnya, merasa bahwa dia adalah orang yang paling tersakiti di sini dan juga tidak terima dengan perlakuan semua orang kepadanya padahal inilah resiko dari apa yang ia perbuat di belakang Bagas sampai-sampai membuat pria itu sudah tidak nyaman dan memilih untuk berpisah.
Bagas menarik tangan Aulia agar segera pergi dari tempat itu karena menurutnya Dimas bisa menghandle semua urusan di tempat itu,lagian yang dibutuhkan oleh Aulia adalah istirahat.
__ADS_1