
Santi dan juga Deni Tentu saja tidak terima kalau anak mereka itu yang baru datang kemudian pergi lagi hanya karena mereka yang sedang marahan seperti itu, maka dari itu Santi kemudian pergi mengambil tangan Deni kemudian menciumnya pertanda bahwa mereka berdua sudah baikan dan tidak terjadi perang dunia ke sekian kalinya lagi.
"nah tuh kan kamu sudah lihat kan kalau Umi sama Abah sekarang itu tidak berantem lagi, Jadi kamu jangan pergi lagi ya Nak ya atau Umi bakalan stres sepanjang hari karena ponsel kamu yang tidak bisa dihubungi Terus sekarang baru datang langsung pergi lagi kan tidak mungkin? "bujuk Santi dengan tatapan memelasnya membuat Aulia langsung mengacungkan kedua jempolnya karena pertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Uminya itu.
"Oke kalau seperti begini Aku tidak bakalan pulang dan yang ada akan selalu menyayangi kalian berdua, Dan aku harap hidup kalian seperti begini terus ya selalu saja saling menyayangi tidak ada yang namanya pertengkaran karena cukup Rumah tanggaku saja yang bermasalah! "jelas Aulia yang tidak perlu lagi menyembunyikan apa yang terjadi antara dirinya dan juga Bagas karena pasti kedua orang tuanya sudah mengetahui hal itu.
Santi dan juga Deni tersenyum mendengar penjelasan yang diberikan oleh Aulia tadi dan sebenarnya mereka merasa kasihan kepada anaknya itu, karena baru beberapa bulan menikah Aulia harus dihadapkan dengan permasalahan yang begitu pelit dan juga seperti tidak kunjung ada habisnya.
"maafkan kami ya nak karena sudah membuat hidup kamu jadi tidak berwarna seperti ini, tetapi Percayalah Kalau kami itu menginginkan yang terbaik untuk kamu dan juga menginginkan agar hidup kamu selalu bahagia sepanjang waktu! "ujar Santi yang ingin sekali menangis tetapi Aulia memberikan kode kalau dirinya tidak sedang ingin membujuk orang yang sedang ingin menangis.
"Umi tolong ya jangan menangis soalnya Sumpah aku benar-benar sedang tidak ingin melihat orang meratapi nasibku, Aku ini sudah besar Jadi otomatis bisa menolong diriku sendiri yang penting intinya Umi sama Abah tetap mendukungku dari belakang dan juga kalian tetap baik-baik saja. "ujar Aulia sambil memaksakan senyuman di wajahnya membuat Abizar yang duduk tidak jauh darinya itu hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar berkali-kali.
"Oh iya itu tamuku tidak dikasih minum? Soalnya Kasihan anak orang sudah nekat mengantarku sampai-sampai meninggalkan kafenya, dan kalau sampai itu terjadi otomatis dia bakalan kapok dan tidak akan pernah menemaniku kemanapun aku pergi! "ujar Aulia sambil terkekeh geli dan tersenyum mengejek ke arah Abizar yang tengah menetap kesal ke arahnya sebab menurutnya sahabatnya itu sudah memfitnah dirinya padahal Ia selama ini tidak pernah berpikiran sampai ke arah situ.
__ADS_1
"Aduh Umi tidak usah repot-repot deh soalnya tadi dari Cafe kami juga baru selesai makan, lagian itu kata-kata Aulia sangat membuat harga diriku jatuh Sejak kapan aku meminta Dia memberikan aku imbalan ketika ku temani dia lagi menangis dan termewek-mewek. "tolak Abizar membuat Aulia ingin sekali tertawa sebab Wajah pria itu yang ketika cemberut sangat terlihat lucu dan menggemaskan.
"Ah masa sih Perasaan dari kemarin kamu selalu menagih hutang deh karena menjadi driver online untukku, ingat ya kamu jangan macam-macam dan juga berbohong atau aku bakalan marah besar loh kepada kamu. "jelas Aulia dan alhasil suasana di situ menjadi sedikit riuh akibat perdebatan mereka berdua membuat Deni dan juga Santi sedikit merasa bersalah karena sepertinya Aulia itu benar-benar membutuhkan refreshing untuk pemikirannya.
"Apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan yang sekarang? kalau memang iya ya sudah biar kalian bercerai saja, Abah rela kehilangan semuanya yang penting Intinya kamu tidak boleh merasa kehilangan seperti ini! "jelas Deni secara tiba-tiba membuat Aulia menatap heran ke arah Abahnya itu yang entah ada angin apa sampai-sampai berubah pikiran secara mendadak dan juga di saat yang tidak tepat.
"Kenapa baru sekarang kamu memikirkan hal itu, kemarin-kemarin kamu ke mana saja sampai hari ini baru sadar? Lagian anakmu juga baru menikah beberapa bulan nanti apa kata orang lain kalau dia tiba-tiba bercerai, Sudahlah jangan berubah pikiran seperti begini yang ada membuat Aku muak dan ingin mengajak kamu SmackDown! "belum Aulia menjawab ternyata Santi sudah emosi lebih dulu soalnya dari awal ia sudah memberikan ultimatum terhadap Denny agar Jangan melakukan semuanya tetapi pria itu tetap pada pendiriannya dan alhasil sekarang baru berubah pikiran disaat semua sudah terjadi sama saja itu nanti bakalan membuat Aulia yang akan merasakan malu sepanjang hidupnya.
Aulia memilih untuk diam saja soalnya kalau dirinya membantah apa yang dikatakan kedua orang tuanya itu sama saja bohong, apalagi terlihat Santi dan juga Deni begitu emosi saat ini dan kalau dirinya menambah lagi kata-kata yang begitu menyakitkan ya entah nanti bagaimana yang terjadi dengan rumah tangga kedua orang tuanya yang sepertinya sudah terlihat berseberangan dari awal akibat pernikahannya dengan Bagas.
"Aku kangen tidur di pangkuan Umi, Bolehkah aku melakukannya sekarang? Abah Tolong jangan marah-marah ya ataupun membahas sesuatu yang tidak perlu dibahas, karena aku datang Sebab aku merindukan kalian kalau mau berantem nanti saja deh mau dekat lebaran karena nanti setelah itu kan bisa maaf-maafan! "lirih Aulia dengan mata berkaca-kaca karena memang dari awal ia ingin sekali menangis.
Santi langsung membuka kedua tangannya lebar-lebar dan menepuk kedua pahanya agar Aulia segera membaringkan kepalanya di atas pangkuannya, dirinya begitu menyayangi anak itu meskipun bukan darah dagingnya dan sampai sekarang mereka tidak pernah mengatakan kejujuran tersebut karena menurutnya untuk apa Berbicara jujur Jika nanti Aulia bakalan merasa sakit hati..
__ADS_1
"Anak Umi sudah besar ya Soalnya ini kepala hampir tidak muat loh di pangkuannya Umi, semoga hidup kamu selalu diberkahi kemurahan Tuhan dan juga diberikan senyuman seumur hidupmu karena biar bagaimanapun hanya kamu yang kami punya!" Jelas Santi..
"Ya iyalah Umi aku sudah besar, buktinya aku sudah punya suami loh Soalnya kalau aku belum besar mana ada bakalan diizinkan menikah yang ada nanti suamiku dikira Pedofil! "jelas Aulia Sambil tertawa padahal sebenarnya di depan Bagas dirinya mana mau mengakui pria itu sebagai suaminya.
"Abah kalau lagi nganggur lebih baik kepala aku juga dipangku juga deh, soalnya aku sepertinya iri deh kalau melihat Aulia seperti begitu? "tawar Abizar membuat Deni mendelik kesal sebab menurutnya anak muda itu sepertinya sedang mencari perkara dengannya.
"Tuh di Tetangga sebelah itu janda kembang di tempat ini Jadi sepertinya dia juga butuh belaian, kalau kamu mau Biar saya antar ke sana siapa tahu Jodoh kamu itu merupakan dia?" tanya Deni sampai tersenyum mengejek membuat Abizar bergidik ngeri karena masa iya dirinya yang bujangan dijodohkan dengan janda kembang kalau jandanya seperti Aulia mah dirinya ikhlas lahir batin.
"Ya ampun Abah kira-kira dong kalau mau menjodohkan Aku yang masih perjaka Ting Ting ini , kalau jandanya seperti Aulia mah aku ikhlas tapi kalau jandanya seperti yang Abah bilang tadi biarlah aku tidak usah merenggut yang namanya Surga Dunia sekalian?"sungut Abizar sambil memasang wajah cemberutnya membuat Aulia ingin sekali tertawa tetapi memilih untuk diam saja karena ucapan lembut tangan Santi di kepalanya benar-benar membuat wanita itu merasa tenang dan juga damai.
"Habisnya Siapa suruh kamu mau mencari perkara denganku, karena yang ada ya seperti itu saja stok di bagian sini maka dari itu lebih baik jangan ngomong yang aneh-aneh!" Omel Denni.
Abizar hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena dirinya tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa, karena setiap kata-katanya pasti bakalan langsung terbantahkan oleh Deni yang dari tadi selalu saja sewot ketika ia berbicara.
__ADS_1
"Kenapa diam jangan bilang kamu sedang berubah pikiran dan benar-benar ingin saya jodohkan dengan janda kembang di sebelah, kalau memang iya katakan saja anak muda tenang karena janda itu tidak pernah meminta mas kawin yang besar cukup saja kamu melayaninya sampai puas dan juga siapkan saja mentalmu untuk memelihara anak-anak bawaannya! "jelas Deni lagi membuat Abizar ingin sekali pulang saat itu juga tetapi karena mengingat keberadaan Aulia membuat pria itu memilih untuk mengalah saja.