Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Bertemu Arsen


__ADS_3

"sepertinya yang pernah datang ke tempat ini bersama dengan Mbak Safira tempo hari, orangnya cewek yang biasa mengendarai mobil yang berwarna putih itu loh ! "jelas Mira yang mencoba untuk mengingat kembali tentang kedatangan Davina di tempat itu.


Safira terlihat langsung lemas seketika ketika mendengar penjelasan dari Mira tersebut karena sepertinya itu tidak akan bisa menjadi kenyataan, setidaknya tidak ada salahnya kan kalau Ia berpikir bahwa yang datang dan mencari dirinya itu adalah Arsen dan apa yang dilakukan oleh asistennya itu tidak diketahui sama sekali oleh pria tersebut.


"Ya sudah deh bu Terima kasih banyak nanti saya akan menghubungi teman saya itu, soalnya memang Semalam saya tidak sempat mengaktifkan ponsel Soalnya baterainya mati makanya Mungkin dia datang ke sini terus kembali karena mau mencari saya! "jelas Safira berbohong soalnya memang keahliannya ya berbohong maka dari itu ketika ditanya seperti itu tidak ada salahnya kan kalau yang mengatakan semuanya seolah-olah benar-benar memang kejadiannya seperti hal itu.


"oke Sudah Mbak Safira, Saya hanya mau ngomong itu saja soalnya jangan sampai penting dan tidak dikasih tahu kan nantinya bisa berapi urusannya. "setelah mengatakan hal itu pemilik kos-kosan tersebut pergi dari situ meninggalkan Safira yang benar-benar merasa kesal karena ternyata yang datang Davina bukanlah Arsen.


"mau apa lagi sih Mantan istrinya Mas Bagas itu menemuiku, padahal dia tahu sendiri kan di mana-mana itu sesama mantan itu sering membenci bukan saling mengunjungi satu sama lain? "omel Safira tidak terima ketika Davina datang dan merecoki kehidupannya.


sedangkan Bagas yang sudah sampai di tempat semuanya berkumpul hanya bisa memasang wajah datarnya, bagaimana Tidak semua orang datang dengan pasangannya tetapi dirinya malah membawa Dimas ikut serta seolah-olah pria itu adalah pengganti dari Aulia.

__ADS_1


"Wah Selamat datang dan Bagas Sanjaya, Apakah anda tidak berminat untuk membawa istri anda ke tempat ini atau memilih untuk menyembunyikannya? "tanya Bambang Subroto yang merupakan mentor dari kegiatan hari itu dan juga merupakan panutan dari Bagas.


"Wah seperti yang Anda duga kalau itulah kenyataan yang sebenarnya terjadi kalau saya lebih memilih mengurung istri saya di rumah dan menikmati dia hanya untuk saya saja, biarlah urusan di luar saya yang menghandlenya toh Bukankah tugas ibu rumah tangga ya tinggal di rumah? "jelas Bagas yang ikut bercanda menanggapi perkataan dari Bambang tadi.


"padahal banyak sekali loh netizen yang merasa penasaran dengan wajah dari seorang Nyonya Bagas Sanjaya dari dekat, tapi sebenarnya semuanya pasti merasa kecewa hari ini soalnya anda benar-benar tidak bisa melakukan seperti yang mereka harapkan! "jelas pria itu membuat Bagas hanya tertawa.


"ya Terkadang semua orang itu pemikirannya berbeda dengan kita, jika di depan mereka berbicara manis Padahal di belakang hobinya hanya menjatuhkan saja! maka dari itu saya lebih mewaspadai mental istri saya bakalan terganggu kalau sampai bertemu dengan orang-orang seperti itu, bukan kah mewaspadai sesuatu dari awal itu lebih berguna dibandingkan sudah terjadi baru diwaspadai kemudian?"tanya Bagas membuat Bambang mengacungkan kedua jempolnya pertanda sepaham dengan pemikiran pria yang bisa dibilang tidak terlihat sudah menua itu padahal usianya sudah memasuki kepala empat.


Savero yang melihat perubahan mimik wajah dari majikannya itu memilih untuk mengingatkan Arsen agar tidak bertingkah di tempat umum, yang hasil akhirnya bakalan memalukan diri sendiri karena semua yang hadir di sini kalau bisa dibilang bukanlah masyarakat dari golongan bawah.


"Tuan saya mohon anda untuk sabar dan juga tidak bertingkah yang aneh-aneh, coba Lihatlah sekeliling anda Bukankah di sini merupakan semua orang terhormat nanti apa kata mereka kalau sampai melihat sikap Anda seperti ini. "bisik Savero perlahan berharap agar majikannya itu mengerti dan juga memahami situasinya saat ini.

__ADS_1


Arsen mendengkus kesal ketika mendengar permintaan dari bawahannya itu seolah-olah bertingkah bahwa dirinya ini tidak sadar dengan kondisinya, Lagian siapa juga mau mempermalukan diri sendiri tetapi kalau ini semua demi Aulia maka dirinya tega melakukan hal itu soalnya harga diri tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan urusan hatinya.


"saya bukan anak kecil lagi yang harus kamu ngomong berapa kali supaya saya paham, kamu tenang saja yang penting Intinya kamu juga jangan terlalu banyak bertingkah karena nantinya kamu bakalan pulang jalan kaki seperti yang lalu! "ancam Arsen balik.


"Wah ternyata Tuan Arsen Valland juga muncul di sini ya, Bagaimana kalau kita pergi mendekatinya soalnya kan Sepertinya dia juga baru datang?"tawar Bambang kepada Bagas tetapi pria itu menolak dengan halus sebab menurutnya setiap kali berdekatan dengan Arsen maka otomatis harga dirinya serta emosinya bakalan langsung mencuat di permukaan apalagi ingatannya masih bisa menerawang dengan jelas kelakuan pria tersebut kemarin.


"kami sudah saling menyapa tadi sebelum masuk ke sini, Jadi silakan saja anda melanjutkannya! Lagian saya juga masih ingin bertemu dengan yang lainnya, soalnya masa iya sudah kumpul di sini Tetapi malah lebih memilih untuk sendiri-sendiri. Jadi kalau begitu saya permisi dulu silakan saja bertemu dengan yang lainnya, dan maaf tidak bisa mengindahkan apa yang Anda katakan tadi! "sebenarnya Bagas Tidak enak hati tetapi mau bagaimana lagi kalau misalnya gara-gara Tidak enak hati membuat dirinya bertemu dengan arsen ya lebih bagus dirinya menjadi orang yang congkak dan juga tidak peduli sekitarnya.


Arsen mengikuti langkah kaki Bagas yang semakin menjauh darinya dan sepertinya ingin berbaur dengan para pengusaha muda yang lain, membuat dirinya Ingin menyusul kemudian menanyakan kabarnya Aulia tetapi suara Bambang yang menginstruksinya membuat pria itu mengurungkan niatnya.


"Wah terima kasih banyak Tuan sudah datang ke tempat ini dan juga meninggalkan semua pekerjaan yang penting, Saya sangat bangga ketika acara ini yang dikhususkan untuk para pengusaha muda dan ternyata semuanya hadir tanpa terkecuali!"perkataan Bambang itu membuat Arsen sedikit merasa kesal karena sebenarnya dirinya ingin sekali berbicara berdua dengan Bagas.

__ADS_1


"tentu saja sebelum anda berbicara Saya sudah memikirkan dari dulu dan karena perkumpulan ini selalu berjalan tiap tahun ya Otomatis Kami selalu antusias, dan kalau begitu saya permisi dulu ya soalnya saya ingin berbicara dengan seseorang. "pamit Arsen soalnya menurutnya pria setua Bambang itu pasti pembahasannya soal bisnis dan ia paling bosan mendengarkannya.


__ADS_2