Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Suka Suka Cewek


__ADS_3

Nina yang menyadari perubahan wajah dari Aulia membuat dirinya merasa tidak enak hati kepada sahabatnya itu, karena secara tidak langsung membuat Aulia kembali mengingat soal masa lalunya yang mungkin tidak diinginkan oleh wanita itu.


Padahal maksudnya tadi juga tidak sampai ingin membuat Aulia mengingat soal Kevin, hanya ingin membuat wanita itu kembali bernostalgia soal masa lalunya yang bisa dibilang sebenarnya tidak buruk-buruk juga sih.


Soalnya Kevin kan belum melakukan apapun kepadanya seperti memaksanya melakukan wkwkwk atau mencoleknya ke kiri dan ke kanan, karena sebelum semuanya itu terjadi keburu kesalahpahaman itu makanya akhirnya keduanya layu sebelum berkembang.


"Kamu marah karena aku tadi yang salah ngomong seperti begitu, maafkan aku ya guys soalnya tadi keceplosan tetapi beneran deh tidak ada niatan untuk membuat kamu mengingatnya?"jelas Nina yang merasa tidak enak hati ketika melihat mood nya Aulia yang tadi stabil.


Nina menyipitkan matanya mendengar pertanyaan dari sahabatnya Itu sebab menurutnya Kenapa tidak menyadari hal itu dari tadi, sekarang terlanjur dirinya sudah emosi baru membahas hal yang seperti begitu rasa-rasanya sudah sangat terlambat.


"Dari tadi kamu ke mana saja sampai-sampai baru sadar sekarang? Lain kali tingkatkan saja kebiasaan kamu seperti begitu yang hobinya bikin orang-orang menjadi emosi, aku tidak masalah kok Yang penting kamu kuat di mana dan sampai di mana?"Sindir Aulia dengan tatapan datarnya membuat Nina hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya kamunya juga terlalu kelebihan sensitif! Padahal aku kan hanya bercanda doang dia siapa tahu mungkin kamu masih mengingatnya? Tapi ya sudahlah kalau kamu seperti begini terus kalau udah kita bahas hal yang lain atau mungkin kita ngedrakor, daripada bingung-bingung saja seperti begini tidak ada yang bisa kita lakukan padahal lebih enakan loh kalau menggoda cowok-cowok ganteng di dunia maya!" Nina sudah kembali lagi dengan tingkah gilanya itu.


"Memangnya seumur hidup kamu kamu belum pernah bertemu dengan pria seperti itu, sampai-sampai setiap saat hanya menyebutkan soal mereka? Aku saja sampai bosan loh memikirkanmu tetapi kamu sepertinya tidak pernah bosan, makanya jangan hanya di satu tempat saja lebih bagus jalan kemana-mana gitu biar ada perubahan dalam hidup!"Sindir Aulia karena memang kebiasaan Mina dari dulu itu seperti begitulah tidak pernah berubah.


Nina hanya bisa cengengesan karena merasa lucu dengan kata-kata dari sahabatnya barusan, sebab memang selama ini kata-kata Aulia itu tidak pernah salah karena hidupnya hanya bersinggungan dengan yang namanya pria-prio ganteng di luar sana padahal satu pun tidak ada yang bisa dirinya dapatkan.


"Ah kamu kayak tidak tahu saja kebiasaan sahabat kamu yang satu ini, hobiku memang dari dulu selalu saja seperti begini kan tidak pernah berubah loh?" Jelas Nina sambil tersenyum.


"Oh iya aku itu penasaran selama ini kan kamu selalu ngefans yang namanya pria ganteng, kira-kira Kamu sudah pernah rasakan yang namanya pacaran belum? Soalnya kasihan loh Kalau hanya ngomong doang tapi tidak ada kenyataan sedikitpun, aku saja kasihan kalau sampai-sampai kamu memang tidak pernah pacaran soalnya itu sama saja mimpi kamu terlalu ketinggian selama ini!" Ujar Aulia yang sebenarnya sengaja mengatakan itu semua.


Nina tiba-tiba menjadi lemas karena kalau sampai Aulia membahas soal status jomblonya maka bisa dibilang itu masih melekat Abadi padanya, bukan karena dirinya tidak mau pacaran hanya saja tidak ada pria yang mau kecantol dengan pesona nya.


"Kamu terlalu Lho malah membahas soal-soal yang sensitif seperti begitu padahal kamu tahu kan aku tuh sedikit sedih kalau sampai kamu membahas hal itu, jadi jangan ngomong lagi ya Nanti aku bakalan sedih dan rasa-rasanya pengen nangis akibat kamu yang tidak mengerti?" Nina benar benar tidak terima jika ia di tanyakan hal yang seperti itu.

__ADS_1


"Oh ya kamu ceritanya tahu malu juga ya sampai-sampai punya rasa sensitif seperti itu, tapi Tenang saja aku bakalan mencari kamu jodoh yang paling terbaik soalnya aku ini kan tahu semua tentang pria yang ada di kota ini! "bujuk Aulia yang berusaha membuat mood Nina kembali lagi karena dirinya juga tidak tega melihat sahabatnya yang merajuk seperti itu.


"Kalau begitu aku setuju soalnya memang kamu sebagai kawan harus bisa membuat sahabat kamu yang ini merasa bahagia dan tidak tertekan, soalnya masa iya kita berdua sudah tua ini tidak laku-laku juga padahal semua teman-teman di sekolah kita dulu itu semuanya sudah pada punya anak!" lirih Nina.


Kini keduanya sudah memilih untuk menikmati cemilan yang ada sambil membahas sesuatu yang ngalor ngidul kemana-mana tidak tentu arah intinya ada pembahasan, nanti tinggal diambil maknanya saja yaitu akhirnya mereka berdua bisa ghibah sepuas-puasnya tanpa ada yang melarang ataupun ada yang tersinggung.


Bagas ini sudah berada di lobby hotel dirinya datang tepat di hotel di mana Aulia memilih untuk menginap, namun percayalah sepasang suami istri itu tidak tahu jika sebenarnya mereka berada di tempat yang sama berbeda dengan Aulia yang menghindar justru Bagas Sedang pusing memikirkan istrinya itu.


"Permisi Pak Bagas, apa hari ini ada kunjungan untuk melihat laporan keuangan di hotel ini? Kalau memang iya saya bakalan katakan kepada Ibu Silvia Kalau hari ini anda datang untuk berkunjung, supaya Mungkin dia bisa menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan!" jelas Anggi yang sebenarnya secara tidak langsung sikapnya selama ini sangat berbeda ketika Bagas datang tetapi yang ada sekarang dirinya malah terlihat sangat sensitif takutnya pria itu menyadari keberadaan Aulia.


"Kamu kenapa semakin hari semakin tidak sopan Bukannya kamu tahu tugas Kamu hanyalah mengantar Pak Bagas ke ruangannya saja, kenapa malah kamu menawarkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu kamu tawarkan tetapi langsung kamu kerjakan saja? "tanya Dimas yang tidak suka dengan sikap Anggi sebab memang keduanya selalu saja bermusuhan setiap kali bertemu.


Anggi mencebik kan bibirnya karena kesal terhadap pria yang menjadi asisten dari Bagas itu sebab selalu saja mencari masalah ketika bertemu dengannya, padahal dirinya menawarkan hal tersebut kepada Bagas bukan kepada Dimas tetapi kenapa pria itu malah kebalikan yang merasa sensitif.


"saya ingin istirahat jadi tolong jangan ganggu saya siapkan saja kamar saya yang seperti biasanya, Nanti kalau saya sudah merasa enakan baru saya bakalan bertemu dengan Silvia tetapi untuk sekarang jangan ganggu saya!"tegas Bagas lalu pergi dari situ membuat Anggi menghela nafasnya berusaha secara perlahan agar tidak terlihat gugup di depan Bagas jika sedang menyembunyikan sesuatu.


"Mati aku! Ruangan yang biasa dipakai oleh Pak Bagas selama datang ke sini untuk menginap itu berhadapan langsung tempat ruangannya Nyonya Aulia, nanti kalau tiba-tiba mereka bertemu dan akhirnya ketahuan bahwa aku menyembunyikannya dia di sini bisa berabe urusannya!"gumam Anggi benar-benar frustasi dan merasa harus menelpon Silvia saat ini juga karena jika tidak ia sendiri tidak tahu lagi mencari jalan keluar Seperti apa dengan masalah rumah tangga suami istri tersebut.


Silvia yang sedang memeriksa laporan keuangan memang tidak tahu menahu sama sekali soal kedatangan Bagas di hotel tersebut, karena memang jika pria itu ingin mengecek soal laporan keuangan ataupun segala macam pengeluaran Hotel pasti bakalan mengatakan hal tersebut dulu terhadap Dimas dan setelah itu Dimas mengkonfirmasi.


Sebab Biar bagaimanapun orang yang Sesibuk Bagas itu mempunyai jadwal yang tersusun tidak bisa ya melakukan sesuatu sekehendak hatinya, karena berbagai manapun begitu banyak nyawa orang bergantung pada bisnis yang sudah dijalankan oleh pria itu.


Kegiatan Silvia terganggu ketika mendengar ponselnya berbunyi dan Ketika dilihat ID pemanggilnya ternyata itu berasal dari Anggi, Padahal tadi wanita itu memarah-marahinya dan menyuruhnya pergi tetapi kenapa sekarang malah menelponnya secara tiba-tiba seperti begini.


"Tadi katanya aku ini pengganggu makanya tidak ingin agar aku mengganggu kamu kenapa sekarang giliran kamu menggangguku, dasar kamu itu manusia pelan-pelan tidak punya pendirian tetap hobinya suka marah-marah terhadap orang lain?"sungut Silvia yang tidak mendengarkan dahulu penjelasan dari Anggi yang merasa seperti batang lehernya sedang dicekik saat ini jadi nafasnya pun terdengar begitu kasar.

__ADS_1


"Eh kamu di situ malah sombong sombong ya asal kamu tahu saja yang nyawa kita itu bakalan berhenti saat ini juga karena Pak Bagas ada datang ke hotel, dan kamu tahu kan kalau sampai dia datang ke hotel itu masalah besar apa yang bakalan terjadi atau kamu lupa? "tanya Anggi dengan nada ketusnya membuat Silvia mengerutkan keningnya.


"Ya jelas Pak Bagas datang ke hotel inilah karena ini kan miliknya dia bukan miliknya siapa-siapa bukan juga miliknya aku ataupun kamu, jadi tidak masalah dong kalau dia datang ke sini Memangnya pertanyaannya Kenapa kamu jadi geregetan kayak begitu seperti ada masalah besar? "entah Silvia itu mungkin karena terlalu banyak beban pekerjaan sampai melupakan soal keberadaan Aulia di hotel tersebut.


"Ampun Silvia ternyata kedudukan kamu sebagai manajer hotel ini sepertinya salah pilih ataupun salah penempatan! Sepertinya aku yang harus cocok duduk di situ, di hotel sini kan ada Nyonya ketiga kalau sampai pak Bagas tahu dan merasa bahwa kita menyembunyikan maka bisa berabe urusannya nanti!"ujar Anggi yang benar-benar gemas dengan tingkat lupanya Silvia yang benar-benar sudah sangat akut tersebut.


Silvia akhirnya menepuk jidatnya pelan karena akhirnya kembali kesadarannya memuncak di permukaan dan mengingat soal keberadaan Aulia di situ, karena dirinya tahu tempat yang biasanya Bagas akan tempati di hotel tersebut yaitu berseberangan dengan tempat Aulia sekarang.


"Waduh kenapa malah kamu Biarkan dia pergi ke kamar yang Deluxe itu, bisa saja kan kamu memberikan alasan kalau kamar tersebut lagi direnovasi dengan begitu kan kemungkinan mereka bertemu bakalan kecil kan? "kali ini Silvia malah menyalahkan Anggi padahal posisi wanita itu juga terjepit tidak mungkin memberikan alasan dalam waktu dekat.


"Eh manusia cucunguk Memangnya kamu lupa kalau Papa gas itu merupakan pemilik hotel ini, kalau sampai hotel ini direnovasi salah satu ruangannya ya pasti dia bakalan tahu dan itu juga harus melalui persetujuan dia kan?"Ketus Anggi karena tidak terima jika Silvia malah menyalahkan dirinya yang jelas-jelas tidak ada kontribusi sedikitpun untuk menolong dirinya keluar dari masalah yang sedang dihadapi untuk saat ini.


"Ya sudah biarkan saja toh mereka juga sudah sah menjadi suami istri, jadi kalau bertemu di hotel ataupun di mana saja sudah tidak ada haram hukumnya kan?"tanya Silvia yang langsung mematikan panggilan tersebut karena menurutnya jika dirinya dan Anggi menyembunyikan keberadaan Aulia tetapi pasti bakalan ditemukan juga oleh Bagas Jadi untuk apa bersusah-susah Payah memikirkan hal yang tidak perlu untuk dipikirkan.


Anggi memilih untuk melenyapkan semua ke bundaran hatinya soal Aulia dan juga Bagas sebab menurutnya kedua suami istri itu yang bermasalah tetapi dirinya yang repot, coba saja kalau enaknya bisa dibagi-bagi ya dirinya juga mau dong direpotkan seperti begitu Soalnya kan enaknya dibagi-bagi susahnya pun dibagi-bagi sama.


Nina yang sudah Merasa boring memilih untuk mengajak Aulia untuk jalan-jalan, soalnya dirinya tidak mungkin harus berlama-lama di tempat itu padahal Ia masih kangen berat dengan sahabatnya yang satu itu.


"Aulia gimana kalau kita jalan-jalan saat ini? Soalnya sumuk kalau di dalam ruangan saja, padahal ini kan kota besar seharusnya kita tidak boleh mengeram Di sini tetapi nikmati suasana yang ada siapa tahu ada cowok ganteng yang kecantol?"tawar Nina membuat Aulia Harus berpikir keras.


"Pria itu kan sekarang Pasti lagi sedang sibuk dengan berkas-berkasnya dan juga dia tidak mungkin memikirkan aku dong, secara tadi saja dia dengan Teganya menurunkan aku di tengah jalan yang jelas-jelas susah sekali kendaraan yang lewat!"gumam Aulia dalam hati meskipun ia mencoba untuk menolak keberadaan Bagas tetapi posisi hukum dan juga agama Sudah mensahkan mereka sebagai sepasang suami istri.


"Ya sudah kalau begitu! Memangnya kita mau pergi ke mana sih, ingat aku tidak suka ya kamu mengajakku ke tempat dan aneh-aneh seperti dulu!"Aulia paling tahu apa yang ada di dalam otak Nina yaitu hal-hal yang nyeleneh dan menantang paling disukai oleh sahabatnya itu meskipun dirinya juga tidak gentar hanya merasa tidak nyaman.


"Pokoknya intinya sekarang itu kita pergi ke tempat yang suka-sukanya para cewek, yaitu tempat yang bisa buat selfie kemudian tempat yang bisa buat cantik dan juga tempat yang bisa membuat suara kita terasa begitu indah serta juga tempat yang bisa membuat mata kita mendapatkan vitamin!"perkataan Nina yang ambigu itu membuat Aulia benar-benar tidak tahu lagi harus menimpalinya seperti apa.

__ADS_1


__ADS_2