
Kini mereka sudah sampai di rumah megah milik Bagas dan juga merupakan tempat tinggal dirinya dan juga Aulia di situ wanita itu selama ini belum pernah jadi otomatis ini merupakan kali pertamanya dirinya datang ke tempat itu.
"Ya Tuhan Aulia kamu Beneran tinggal di sini, Wah itu artinya kamu itu benar-benar sangat beruntung karena memiliki suami yang tajam melintir tapi sayang hobinya kawin! "Nah tuh kan pokoknya Nina itu tidak berhenti membuat Bagas emosi dengan setiap kata-kata yang dikeluarkannya seolah-olah ia tidak pernah puas jika pria yang merupakan suaminya Aulia itu tidak marah-marah dan juga tidak mengajaknya bertengkar rasanya sangat kurang.
"kamu Kalau ngotot dan juga banyak bicara lagi Pokoknya saya pastikan kamu tidak bakalan menginap di sini, soalnya rumah ini memiliki ketenangan aman nyaman dan juga damai Jadi kalau ada yang membuat onar datang dan menginap Oh tentu saja tidak akan pernah saya terima ferguso!"ancam Bagas karena kalau tidak melakukan hal itu ya Otomatis Nina pasti bakalan ngomong terus tidak berhenti sama sekali.
"ya Mana ada tuan rumah yang seperti itu? Bukannya kalau tak mau datang itu bakalan lebih banyak rezeki eh kamunya mana menolak kedatangan saya, sekarang pertanyaannya Kenapa sih membuat kamu itu merasa tidak nyaman Setiap kali kita berdekatan? "tanya Nina dengan tatapan menyelidik membuat Aulia hanya tertawa sedangkan Bagas menatap jengah ke arahnya karena menurutnya wanita itu hobinya hanya mencari perkara tidak pada kesibukan yang lain di dalam kehidupannya karena kesibukannya itu hanya mencari masalah dengan orang.
"Saya tidak perlu tamu seperti kamu karena biarpun kamu tidak Adapun tetap rezeki saya bakalan datang lancar tidak kekurangan satupun, Jadi kalau misalnya hari ini saya mengusir kamu pun itu semua tidak akan mempengaruhi kehidupan saya ke depannya jadi otomatis jangan terlalu percaya diri! "Sindir Bagas tidak mau kalah membuat Indira dan juga Aulia memilih untuk meninggalkan mereka berdua Ya siapa tahu sedang ingin pendekatan.
Nina yang menyadari kalau sahabatnya itu sudah pergi meninggalkannya Ya jelas saja tidak terima dong, maka dari itu ia memilih untuk mengejar Aulia untuk memastikan kira-kira di rumah itu dirinya bakalan disuruh tidur di kamar yang mana.
"Aulia stop! Kamu itu tuan rumah yang model seperti apa sih, bukannya menjamu tamu Tetapi malah pergi meninggalkan ya? Sekarang aku bakalan tidur di mana Coba kalau kamu nyuruh orang pergi begitu saja, memangnya kamu mau suruh aku bakalan menginap bareng sama satpam di depan itu? "omel Nina memasang wajah cemberutnya karena memang dirinya tidak terima sama sekali kalau sampai Aulia mengabaikannya seperti itu.
"Ya habisnya kalian sepanjang jalan sudah berdebat sampai di rumah dilanjutkan lagi, Memangnya kalian pikir kami ini penonton setia yang bakalan melihat drama yang sedang kalian lakuin itu sampai habis? "sungut Aulia tidak mau kalah membuat Mina hanya bisa cengengesan soalnya dirinya tadi juga memang sangat keterlaluan kok bisa-bisanya ya datang menginap di rumahnya orang tanpa meminta izin dulu dan sekarang malah ngotot kepada tuan rumah.
"Ya habisnya ini semua kan salah suami kamu, coba setidaknya dia mengalah sedikitlah kepadaku Ya otomatis kejadiannya tidak bakalan seperti ini kan? Bukannya dia malah ngobrol sepanjang saat kalau ngobrolnya santai sih tidak apa-apa, tetapi kalau hanya memancing keributan masa iya aku bakalan duduk dengar dan tidak membantah sedikitpun?" Nina ya tetaplah Nina tidak akan berubah pikiran Meskipun orang lain menentang setiap sikap yang ia Tunjukkan itu.
"bicara sama kamu itu rasa-rasanya bikin aku pusing, Terserah kamu mau bilang apa Terserah mau ngobrol yang bagaimanapun soalnya aku capek! "sahut Aulia Malas karena yang ia butuhkan sekarang itu istirahat bukannya malah mendengarkan curhatan Nina yang tidak jelas itu.
indira yang merasa kasihan kepada Bundanya itu langsung menarik tangan Nina agar ikut dengannya, sebab sekarang anak kecil itu yang bakalan menunjukkan tempat tidur selama Nina menginap di rumahnya.
__ADS_1
"Tante nanti biar aku saja yang mengantarkan Tante ke kamar tamu ya, soalnya kasihan Bunda Aulia yang seperti lagi kecapean! "tawar Indira membuat Nina tersenyum karena akhirnya itu bocah kecil mau saja berdamai dengannya tidak seperti tadi yang hanya kerjaannya memasang tatapan membunuh seolah-olah Nina ini merupakan parasit yang harus segera disingkirkan dalam kehidupan mereka.
"kalau begini kan ada melihatnya tidak ada yang saling berdebat soalnya aku yang lihatnya itu rasa-rasanya pusing, nanti temani tantenya ya kalau bisa usahakan suruh Bibi menyiapkan tante makan dan juga minuman soalnya Kasihan itu anak orang dari kemarin belum makan! "perintah Aulia membuat Nina mendengus kesal karena biarpun dirinya pergi dari rumah dalam keadaan kabur tetapi intinya kampung tengah itu merupakan sesuatu hal yang tidak boleh Terlewatkan.
"Kamu pikir aku gembel apa sampai-sampai membeli makanan untuk diriku sendiri saja tidak bisa, tapi memang kamu benar juga sih kalau sekarang aku kembali merasakan kelaparan jadi tolong ya kerjasamanya untuk melayaniku!" wajah Nina itu begitu menyebalkan tetapi bagi Aulia itu merupakan hal yang biasa saja karena memang selama ini sahabatnya seperti begitu kelakuannya.
Indira yang akan mengantarkan Nina ke kamarnya langsung dicegat oleh Dimas yang kebetulan Baru juga sampai di rumah itu, pria tersebut tidak terima ketika majikan kecilnya harus dijadikan pesuruh oleh Nina yang jelas-jelas lebih tua dan juga punya kaki untuk digunakan buat berjalan.
"kalau bisa non indiranya kembali ke kamar terus ganti pakaiannya sekarang juga, kalau nanti urusan Tante itu biar nanti Om Dimas yang bakalan menghandlenya! "tawar Dimas membuat Indira mengacungkan kedua jempolnya pertanda setuju dengan tawaran yang diberikan oleh pria itu kepadanya.
"Nah gitu dong masa iya semua semua harus anak kecil yang melakukannya, kalau begitu Indira pamit ke kamar dulu ya Tante nanti Om Dimas yang bakalan suruh asisten rumah tangga buat menyiapkan makanan untuk Tante Nina! "pamit Indira sambil tersenyum sedangkan Nina merasakan hidupnya sepertinya bakalan berhenti saat ini juga apalagi ketika melihat tatapan membunuh milik Dimas yang seperti sangat tidak menyukai kehadirannya di situ sama seperti yang dilakukan oleh Bagas kepadanya.
"Maaf ya Tuan Kalau boleh saya tanya kenapa sih wajah anda ditekuk terus seperti itu, padahal saya dari tadi berusaha Tersenyumlah setidaknya hargailah apa yang orang lain lakukan saat ini karena belum tentu kesempatan itu bakalan datang besok lusa? "sindir Nina tidak terima sama sekali sedangkan Dimas memilih untuk diambil pusing dengan celotehan wanita yang jaraknya tidak terlalu jauh darinya itu.
"eh itu pos satpam di depan aku bakalan beli dibayar cash tanpa kasbon, masa iya anak dari Seorang perdana kok disuruh nginap di pos satpam Memangnya kalian tidak takut bisnis kalian bakalan hancur berantakan? "tanya Nina tidak terima Sebenarnya bukan maksud hatinya membanggakan kondisi ekonomi orang tuanya hanya saja sepertinya orang-orang memperlakukannya sangat tidak baik.
"oh anda tenang saja Nona karena saya yakin Tuan Perdana itu bisa membedakan mana yang merupakan urusan pribadi dan mana yang menyangkut profesionalitas, jadi jangan pernah membanggakan sesuatu yang sebenarnya tingkat keberhasilannya itu hanya 0%. "sahut Dimas tidak mau kalah sedangkan Nina hanya berdiri melotot ke arahnya tanpa diizinkan masuk ke salah satu kamar yang ada di situ dan kalaupun dirinya memilih masuk saja sendirian tidak mungkin juga kan soalnya rumah itu seluk-beluknya seperti apa ia tidak tahu sama sekali.
"Astaga demi Dewa kalian tidak ada niatan untuk menyuruhku masuk ke dalam kamar kemudian menyuruhku istirahat serta menyiapkan Ku makan, tadi saja Aulia begitu cemas memikirkanku masa iya kamu seorang pria Kok begitu tega? "tanya Nina memelas soalnya Kakinya lama-lama bisa berubah jadi kayu kalau sampai dipaksa berdiri terus seperti itu.
"itu merupakan urusan kamu mau jadi apapun atau mau tidur di manapun Tetapi hanya saya peringatkan saja Tolong jangan pernah mencari masalah dengan Tuan Bagas Sanjaya, karena kalau sampai orang itu tersulit emosinya keselamatan anda tidak bisa Saya jamin sama sekali! "tegas Dimas karena memang seperti begitulah kenyataannya jika Bagas yang kesabarannya sudah habis tetapi selalu saja di rong-rong paksa oleh Nina ya jangan menyesal pria itu bakalan melakukan sesuatu dengan caranya.
__ADS_1
"Oke aku bakalan diam dan tidak akan berbicara banyak lagi yang penting Tolong ya sekarang antarkan aku ke kamar tamu, karena tubuhku memang benar-benar butuh istirahat! "pinta Nina penuh permohonan Karena sekarang Bukan saatnya untuk berdebat jika kondisinya belum memungkinkan karena berdebat dengan pria seperti Dimas itu percayalah pasti tidak ada yang bakalan mau mengalah begitupun dirinya.
Dimas sebenarnya tidak tega ketika melihat wajah kelelahan milik Nina itu, hanya saja ia paling tidak suka jika ada wanita yang selalu saja merasa diri lebih hebat dari seorang pria maka dari itu dirinya hanya ingin membuat efek jerah tetapi nyatanya sepertinya wanita itu memang benar-benar kondisi tubuhnya sedang tidak mendukung.
kini Dimas sudah mengantarkan Nina ke dalam kamar yang akan dipakai oleh wanita itu selama menginap di rumahnya Aulia, dan Nina tidak melayangkan protes apapun ketika merasa bahwa apa yang dikerjakan oleh Dimas itu terlalu lama.
Bagas kali ini sudah menyusul istrinya yang sudah berada di kamar dan terlihat guratan kelelahan tercetak jelas di wajah Aulia saat ini, itu semua sebenarnya membuat dirinya tidak tega tetapi mau bagaimana lagi biar bagaimanapun Aulia harus tetap memeriksakan kondisi kehamilannya karena takut nanti Bayi Mereka berdua ada sesuatu hal yang serius tapi Terlambat untuk terdeteksi.
"butuh pijatan relaksasi, karena suamimu ini paling jago melakukannya? "tawar Bagas tetapi Aulia malah memasang tatapan curiga karena kalau menurutnya pria itu bertingkah manis ketika ada maunya saja ketika sudah mendapatkannya Percayalah wanita itu bakalan dicampakkan begitu saja tidak peduli dengan perasaan mereka sama sekali
"Terima kasih tawarannya tetapi aku benar-benar tidak berniat untuk merasakan apa yang kamu katakan tadi, Soalnya kalau memang pijat saja Ya tidak masalah tetapi kalau kamu malah meminta bonus itu dia yang menjadi permasalahannya! "omel Aulia kesal padahal Bagas memang benar-benar murni menawarkan bantuan tidak ada niatan lain tetapi kalau istrinya memang berpikiran sampai situ Ya syukur saja karena ia tidak perlu bersusah payah memberikan kode tambahan.
"kalau memang kamu berpikiran sampai ke arah sana maka aku benar-benar merasa begitu bahagia karena aku tidak minta loh tetapi kamu malah menawarkannya sendiri, maka dari itu daripada tawaran kamu itu jadi mubazir Kenapa tidak kita realisasikan saja mungkin dengan begitu kamu bakalan tambah semangat dan tidak kecapean seperti ini lagi? "jelas Bagas tanpa beban sedikitpun membuat Aulia menatap tak percaya ke arah suaminya itu.
"kamu itu seharusnya bukan ada di sini tetapi sudah pergi ke kantor Soalnya kalau kamu ada di sini yang ada otak aku bakalan jadi tidak benar, itu aja asisten kamu pergi kemudian Kerja yang rajin Karena sekarang bakalan tambah lagi satu mulut untuk kamu kasih makan di rumah ini! "usir Aulia tetapi Bagas memilih untuk memeluk erat tubuh istrinya itu soalnya ia sepertinya enggan menjauh dan lebih memilih menghirup aroma Aulia yang sangat memabukkan.
ternyata memang benar kata orang kalau pesona ibu hamil itu memang tidak bisa dikalahkan sama sekali sebab terbukti Bagas sudah tidak memikirkan pekerjaannya di kantor lagi, karena sekarang ini lebih memilih untuk mengganggu kegiatan Aulia dengan melakukan sesuatu yang tidak penting dan juga memancing emosi wanita itu.
Aulia pun melakukan Seperti hal yang Bagas lakukan yaitu tidak peduli dengan kehadiran suaminya Karena Wanita itu sekarang tengah asik sendiri melakukan aktivitasnya yang intinya tidak akan pernah membiarkan Bagas menggodanya.
"Aduh istriku ini kok bukannya mau bermesraan sama suami Tetapi malah dicuekin, Padahal di luar sana banyak loh para wanita untuk mengantri mendapatkan perhatian dari suamimu ini? "Bagas itu memang terkenal sebagai seorang pria yang kelebihan percaya dirinya sampai tinggi sekali melebihi Menara Eiffel padahal Aulia saja tidak menanggapinya begitu serius Tetapi entah mengapa malah pria itu berbanding terbalik daripada kenyataan yang seharusnya.
__ADS_1
"Terserah kamu mau protes seperti apapun yang penting Intinya jangan pernah mengganggu ketenanganku atau aku benar-benar marah, soalnya manusia seperti kalian itu ketika dibiarkan melakukan sesuatu sekehendak hati pasti akan langsung ngegas tidak perlu memikirkan perasaan orang lain! "omel Aulia yang sengaja juga menyindir suaminya itu agar Bagas tidak melakukan sesuatu yang akhirnya membuat hubungan keduanya kembali renggang.
Aulia Bukannya tidak terima dengan hubungannya dengan Bagas saat ini hanya saja untuk membuka hati dirinya merasa perlu melakukan secara perlahan, tetapi intinya hanya satu yaitu dirinya tidak ada niatan untuk menggugat cerai suaminya apalagi sekarang ada kehadiran calon bayi di tengah-tengah mereka berdua.