Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Diculik


__ADS_3

Aulia berontak karena tidak terima ketika Matteo melakukan hal itu kepadanya begitu pula dengan yang dilakukan oleh Nina, dirinya bahkan menggigit kuat bahu kekar milik Savero itu agar pria itu segera menurunkan dirinya dengan begitu ia bisa kabur secepat mungkin.


Savero hanya mengeraskan rahangnya karena benar-benar gigitan Nina itu rasa-rasanya seperti menembus di dalam dagingnya, ya tidak percaya jika wanita itu bisa tiga-tiganya melakukan semua ini kepadanya padahal seharusnya takut karena saat ini Savero bisa dibilang sedang tidak ingin bercanda.


"Apa yang kamu lakukan wanita ulat bulu, Awas aja kalau sampai dagingku separuh hilang dari tempatnya karena aku bakalan membuat gigi kamu itu rontok semuanya! "ancam Savero kesal.


"Siapa suruh kamu membawaku pergi dari rumah tanpa minta izin lebih dahulu, Memangnya kamu pikir aku ada niatan apa untuk mengikuti kamu lebih baik kamu turunkan aku sekarang atau aku bakalan benar-benar teriak sehingga semua orang bakalan sadar kalau sebenarnya kami sedang diculik! dasar orang-orang nggak punya pekerjaan hobinya hanya membuat orang lain kesusahan, Awas saja ya kalau sampai Aku benar-benar lolos maka aku tidak akan pernah lari karena hari ini bakalan mengajak kamu duel untuk bertanding. "ancam Nina kesal sedangkan Savero hanya menampar bokong wanita itu kuat-kuat karena terlalu banyak bicara.


"Woi Nona kau sadar tidak kalau misalnya kamu hari ini berteriak Memangnya kamu pikir ada orang lain yang bakalan menolong, lebih baik jaga mulut itu baik-baik jangan ngomong sekalian karena hanya bikin pusing! di sini itu kawasan elit ya Otomatis orang tidak bakalan keluar masuk sembarangan dan kamu pikir juga orang bakalan menolong, keempat Bodyguard milik Bagas yang tidak berguna itu saja sudah berhasil kami Lumpuhkan apalagi wanita yang tulang lunak seperti kamu macam-macam kepada kamu ! "ujar Savero kesal karena dari tadi suara teriakan Nina itu hampir membuat gendang telinganya bisa lepas dari tempatnya.


"Akhhh pokoknya aku mau kamu lepaskan aku sekarang karena aku tidak ada niatan untuk mengikuti kalian kalian semua, dan juga kamu jangan macam-macam terhadap sahabatku karena setitik saja lecet di tubuhnya kamu bakalan aku cakar sampai Bonyok! "Nina terlihat begitu agresif meskipun keselamatannya bisa dibilang sedang tidak baik-baik saja tetapi ia tetap lebih mengutamakan Aulia.


"kalian turunkan kami karena suamiku bakalan membayar kalian lebih banyak lagi daripada orang suruhan itu, tenang saja aku bakalan membujuk dia untuk tidak melaporkan kepada polisi yang penting Tolong jangan membawa kami kemanapun. "Aulia masih mencoba untuk menggunakan hati karena menurutnya penculik itu melakukan semuanya karena dibayar maka dari itu ketika ia membayar dengan nilai yang fantastis ya Otomatis mereka pasti bakalan berpikir dua kali untuk menculik mereka dan membawa kepada majikan.


Mateo tertawa ketika mendengar tawaran yang diberikan oleh Aulia itu kepadanya, karena menurutnya masalah yang berhubungan dengan Arsen itu bukan tentang uang saja tetapi melainkan ada balas budi di dalamnya karena dulu pria itu sudah mengambilnya dari jalanan dan memberikan pekerjaan tetap kepadanya ya Meskipun pekerjaan itu di bagian dunia hitam tidak ada baik-baiknya sama sekali karena hobinya hanya menghabisi nyawa orang yang sudah berani melakukan hal yang tidak mereka sukai.


"meskipun sampai semuanya diberikan kepada kami dan harta suamimu bakalan langsung habis Kami tetap tidak akan pernah tergoda dengan tawaran itu, karena kepatuhan kami itu adalah harga mati dan juga mengikuti perintah dari majikan kami Itu adalah sebuah keharusan! "tolak matheo dengan penuh percaya diri bahkan bisa dibilang kata-katanya itu tidak ada yang namanya harus memikirkan dahulu tetapi langsung keluar begitu saja mengalir seperti air sebab memang benar begitu kenyataannya kalau mereka selalu menjunjung tinggi yang namanya Arsen karena sudah memberikan kehidupan yang layak untuk mereka saat ini.

__ADS_1


Arsen yang berada di dalam mobil begitu bahagia ketika melihat Aulia sudah berhasil dibawa oleh Mateo sedangkan Nina dibawa oleh Savero tetapi Arsan tidak mempedulikan wanita itu, karena menurutnya tujuan terpenting adalah Aulia Hanya saja karena tadi Perdana sudah mempermalukannya di depan umum maka dari itu ia ingin balas dendam dengan mengambil anak dari pria itu supaya ingin dilihat kira-kira Respon yang ditunjukkan oleh Perdana nantinya seperti apa.


"Wah aku ingin melihat kira-kira nanti gaya tua bangka itu dalam menghadapiku Seperti apa ya, kira-kira dia bakalan sombong seperti tadi atau tidak soalnya Siapa suruh sudah mempermalukan seorang Arsen Valland di depan umum dan akhirnya dia harus menanggung akibatnya."gumam Arsen begitu bahagia dan lebih bahagia lagi ketika wanitanya sudah berada di hadapannya saat ini.


"Matteo tempatkan Dia di sampingku sekarang dan usahakan tangan kamu itu setelah pulang dari sini harus dihukum oleh anak buahku yang lain karena sudah berani beraninya menyentuh wanitaku, Jangan sampai karena kelakuan kamu tadi membuat anakku di dalam kandungannya itu kenapa-napa karena sampai habis terjadi maka kamu bakalan aku Habisi!"ancam Arsen karena memang di tengah kebahagiaannya sebenarnya Ia juga merasa tidak suka dengan tingkah anak buahnya karena sudah beraninya menggendong wanitanya seperti itu bahkan sepertinya tidak ada rasa takut sama sekali.


Matteo menundukkan badannya pertanda paham dengan hukuman yang akan diterima nantinya ketika sudah sampai di markas, karena seorang Arsen itu tidak kenal yang namanya balas kasihan terhadap orang-orang di sekitarnya.


"Makanya jangan bego sudah tahu kalau itu wanita merupakan orang terpenting bagi kehidupan majikan kita tetapi kamu hanya malah sombong, lihat sendiri kan kamu belum tahu Memangnya atau belum pernah rasakan bagaimana hukuman yang dijalankan ketika melakukan hal yang tidak diinginkan oleh Tuan Arsen?"omel Savero ketika tahu bahwa rekannya itu sedang dalam masalah tetapi mau bagaimana lagi seharusnya bertahun-tahun mengikuti Arsen mereka sudah tahu bagaimana peraturan yang dijalankan oleh pria itu.


Matteo hanya bisa terdiam karena memang ini merupakan kesalahannya juga Maka dari itu tidak mungkin ia membantah apalagi membela diri, apalagi bukti sudah terlihat jelas dan Arsen sendiri yang menemukan itu maka dari itu memilih pasrah dan juga Tidak berkomentar serta menerima semuanya adalah hal yang paling utama.


"Tuan bisakah saya mengikat kedua tangan dan kakinya Lalu setelah itu melakban mulutnya soalnya wanita ini tidak berhenti bicara dari tadi, dan kalau memang Anda tidak percaya saya bisa buktikan beberapa saat nanti mulutnya itu akan berkomat kamit nonstop sampai kita ke tempat tujuan pun tetap akan seperti itu tidak akan berubah sama sekali?" Bujuk Savero membuat Nina mendelik kesal ke arahnya.


"lakukan saja kalau memang itu yang membuat kamu senang Soalnya sebelum kamu ngomong pun saya sudah tahu bagaimana mulut wanita itu kalau berbicara, untung juga kekasih hatiku ini tidak seperti itu maka dari itu aku pasti bakalan Bersenang hati dan juga tidak akan pernah mengeluh sama sekali." Puji Arsen Begitu bahagia ketika melihat Aulia yang begitu anteng berada di sampingnya padahal Percayalah kalau soal mau marah sama orang Aulia itu lebih sadis loh daripada Nina hanya saja sekarang dirinya posisi sedang hamil takutnya karena terlalu banyak marah-marah membuat kandungannya itu sedikit bermasalah ya masih mengikuti tradisi orang tua zaman dulu.


"Eh kamu diam ya jangan banyak bicara ya apalagi memuji sahabatku seperti itu, dia itu sudah punya suami dan seharusnya kamu sadar kalau kamu itu sebenarnya tidak pantas melakukan ini kepada istri orang! Memangnya itu wajah tampan Kamu itu tidak laku di pasaran jadinya istri orang tua kamu ganggu, kalau aku jadi kamu mah malunya minta ampun soalnya kita melakukan sesuatu yang membuat diri sendiri merasa rugi?" jelas Nina kesal.

__ADS_1


Arsen paling tidak suka ketika ada Nina berada di dekatnya karena masih sadar dalam ingatannya Bagaimana mulut cerewetnya wanita itu ketika memarahinya dulu waktu berada di cafenya Abidzar, bahkan sampai terlihat begitu berbangga diri hanya karena melihat orang lain ikut-ikutan memarahinya akibat terprovokasi oleh kelakuan Nina.


Akhirnya Savero memilih untuk mengikat tangan Nina kemudian melakban mulut wanita itu, dan alhasil sekarang Nina hanya bisa memarahi kedua manusia itu dengan tatapan matanya karena mulutnya sedang tidak bisa digunakan sama sekali.


"Ya Tuhan kalau sampai aku bisa lolos dari sini manusia pertama yang bakalan aku hajar adalah pria yang sudah kurang ajar mengikat tangan dan juga menutup Mulutku seperti ini, Lalu setelah itu majikan songongnya itu karena sudah mempermalukan aku dan menyuruh anak buahnya untuk menculik Aku dan juga Aulia. " begitulah kira-kira rapalan doa yang dilakukan Mina saat ini Tetapi entah nanti bisa terkabulkan atau tidak.


Aulia dari tadi sebenarnya sudah merasa pusing mungkin karena efek kehamilannya kemudian tekanan psikis yang tengah ia rasakan namun dirinya masih mencoba untuk tetap kuat, soalnya sepertinya perjalanan mereka belum bisa berakhir karena entah Arsen mau membawa dirinya kemana Ia pun tidak tahu sama sekali yang penting intinya mereka sekarang tidak berbuat kasar kepada dirinya maupun kepada Nina.


"Tuan, kalau misalnya kita ketahuan nanti kira-kira apa yang ingin anda lakukan? sebab biar bagaimanapun dia ini merupakan istrinya orang dan hukum tentu saja melarang Jika anda ingin melakukan apapun kepadanya, maka dari itu untuk mewaspadainya saja lebih baik kita cari aman dengan melakukan Seperti yang anda inginkan yaitu tetap berada di dekat wanita ini tetapi dengan tidak merencanakan sesuatu yang lebih jauh lagi! "tawar Savero sebab dirinya sangat tahu hukum pernikahan di Indonesia itu seperti apa ya Meskipun dirinya berasal dari luar negeri tetapi selama ini kan selalu hidup dan juga besar di tempat ini jadi otomatis tahu jika seorang pria bisa melakukan poligami kalau bisa memenuhi syarat-syarat itu dan juga bisa yang namanya berlaku adil serta bertanggung jawab.


Akan Tetapi wanita dilarang untuk memiliki pria lebih dari satu di dalam kehidupannya karena biar bagaimanapun seorang wanita itu pantasnya dilindungi oleh pria bukan malah sebaliknya, ya jadi misalnya yang namanya adil dan tidak sebagainya itu sepertinya sangat diragukan makanya sebelum terjadi lebih baik tidak boleh sama sekali karena itu hitungannya adalah berbuat dosa.


Arsen hanya diam saja tidak ingin menyanggah ataupun menyetujui apa yang dikatakan oleh Savero tadi, sebab yang ada dalam pikirannya saat ini adalah dirinya begitu bahagia ketika sudah bersama dengan Aulia maka dari itu segala macam gangguan ke depannya tidak pernah IA pikirkan lagi.


"Nanti saja kita lihat ke depannya bakal Seperti apa tetapi untuk saat ini Tolong jangan pernah menyinggung soal keberadaan orang lain di tengah-tengah kami berdua, karena aku ingin fokus kepada dia saja dan Begitupun sebaliknya fokusnya hanya untuk aku saja tidak boleh memikirkan orang lain apalagi suaminya sendiri! "ujar Arsen yang tidak sadar jika Aulia dan juga Nina dari tadi mendengar apa yang mereka bicarakan.


"istri Mana yang mau bersama dengan orang lain dibandingkan dengan suaminya sendiri, Memangnya dia pikir aku ini perempuan nakal yang selalu saja umbar aib kesana kemari hanya untuk mendapatkan kesenangan? mau sampai dunia kiamat pun aku tidak akan pernah mau berada di samping pria ini sampai kapanpun, Lebih baik aku pulang ke rumahnya Abah sama Umi daripada harus dipermainkan seperti ini!"gumam Aulia dalam hati karena biar bagaimanapun menurutnya Arsen itu adalah pria psikopat yang menghalalkan segala macam cara hanya untuk mendapatkan semua yang ia inginkan.

__ADS_1


Nina sudah mengambil ancang-ancang ingin menghajar Savero yang ada di sampingnya hanya saja ia masih bisa memikirkan soal keselamatan Aulia, kalau dirinya tidak masalah mau jatuh atau jungkir balik sekalipun karena ia tidak dalam posisi hamil Tetapi kalau Aulia berbeda ceritanya sahabatnya itu sedang dalam keadaan berbadan dua ya Otomatis benturan sedikit pun bisa mengakibatkan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.


"Pokoknya aku harus bisa cari cara agar bisa lolos dari sini atau setidaknya bisa menghubungi Papa supaya dia bisa datang dan menolong kami, soalnya sepertinya orang-orang rumah Belum sadar sama sekali soal hilangnya kami berdua Siapa suruh tadi aku suruh Aulia untuk ikut suaminya tetapi tidak mau jalan." omel Nina yang kali ini sudah mulai menyalahkan sahabatnya itu karena perasaannya dari tadi pagi itu sudah tidak enak maka dari itu ia mencoba memaksa Aulia untuk ikut dengan batas ke pertemuan para pengusaha hanya saja sahabatnya itu yang tidak mau.


__ADS_2