Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Mencari


__ADS_3

Bagas sebenarnya dari tadi itu mencoba untuk menghubungi istrinya namun tetap saja seperti awal yaitu semua orang di sekitarnya pada sibuk mengobrol ataupun basa-basi untuk berbicara dengannya, maka dari itu dirinya tidak punya kesempatan sama sekali dan juga ia tidak merasa enak hati kalau misalnya pamit tiba-tiba kepada mereka.


maka dari itu yang memilih untuk tetap tenang dan juga berharap bahwa semua di rumah baik-baik saja karena Percayalah suasana hatinya itu sebenarnya sedang tidak menentu, hanya saja mau bagaimana lagi ketika kondisinya sekarang memang benar-benar tidak mendukung untuk mengetahui keadaan istrinya lebih lanjut lagi.


Terlihat Dimas juga sebenarnya sudah tidak nyaman karena dari tadi ya coba untuk mengirim pesan kepada Nina sekedar berbasa-basi karena sudah sangat bosan berada di tempat ini selama berjam-jam, namun Ya seperti yang terjadi kepada Rahayu dan juga terjadi kepada Sinta yaitu tidak ada satupun yang merespon pesan dari pria itu.


Jika ditanya Bagaimana kondisi hatinya sebenarnya sama seperti yang dialami oleh Bagas yaitu benar-benar merasa bingung dan juga harus melakukan apa, tapi mau bagaimana lagi soalnya sepertinya memang kondisi saat ini harus membuat mereka lebih bersabar dan juga berharap agar pertemuan sialan ini bisa segera berakhir dan mereka bisa segera pulang ke rumah.


Bagas benar-benar harus undur diri di hadapan mereka ketika ada panggilan masuk dari Nella, pria itu benar-benar kebingungan karena selama ini jarang sekali mamanya menghubunginya ketika mengetahui bahwa dirinya Sebenarnya ada urusan pekerjaan ataupun ada kegiatan di luar seperti saat ini yang tengah ia lakukan.


Sedangkan Perdana sedang mendapatkan telepon dari istrinya karena Rahayu sedang merasa cemas karena Nina dari tadi yang tidak mengangkat panggilan darinya Padahal selama ini anaknya tidak seperti itu, maka dari itu seperti Bagas terlihat Perdana juga memilih untuk sedikit menjauh karena ingin menerima panggilan dari istrinya itu.


Dimas masih dalam posisi mode yang sama yaitu berusaha untuk menghubungi Nina, Namun sepertinya ya tidak ada satupun yang mengangkat panggilannya bahkan bisa dibilang iya saja sudah capek menghitung kira-kira beberapa panggilan yang sudah dirinya lakukan terhadap wanita itu tetapi masih saja seperti mode dari awal yaitu tidak direspon sama sekali oleh wanita tersebut.


"Iya Mama ada apa, aku masih di pertemuan nih Nanti kalau sudah selesai baru aku hubungi balik ya? "jelas Bagas soalnya tidak mungkin kan harus meninggalkan semua orang di situ berlama-lama sedangkan acara juga sebenarnya bisa dibilang hampir selesai maka dari itu ya sengaja menunda pembicaraannya dengan Nella karena sebentar lagi juga pasti bakalan pulang ke rumah dan mereka bertemu.


"Iya Mah, Papa masih di pertemuan nih nanti saja ya baru Papa telepon kembali lagi soalnya kasihan kan kalau yang lain menunggu soalnya acaranya juga belum selesai? "jelas Perdana berharap agar istrinya itu paham soalnya sekarang bukan waktu yang tepat.


"Bagas, Mama bilang sekarang juga kamu kembali ke rumah dan juga Persetan segala macam pertemuan yang sudah kamu lakukan saat ini! Jangan banyak bertanya karena Mama juga kebingungan harus menjawab pertanyaan Kamu itu seperti apa dan juga yang bagaimana, Jadi tolong jangan membuat Mama tambah pusing dan juga tambah Panik di rumah saat ini juga! "setelah mengatakan hal itu Nella pun langsung mematikan panggilannya soalnya Jika ia terlalu banyak berbicara ya Otomatis Bagas bakalan lama untuk kembali ke rumah dan jika sampai hal itu terjadi maka bisa dipastikan mereka tidak akan pernah tahu bagaimana kejadian yang terjadi saat ini.

__ADS_1


Rahayu otomatis menolak ketika suaminya itu ingin mematikan panggilan tersebut sebab dirinya harus mengatakan rasa cemas yang sedang terjadi di dalam benaknya saat ini tidak bisa menunggu sebentar ataupun nanti karena ini masalah darurat, maka dari itu ia langsung mengatakan semua kejadiannya dan juga segala macam pemikiran yang sedang ia rasakan saat ini kepada suaminya agar pria itu paham.


"pokoknya mama tidak setuju kalau sampai Papa mematikan panggilan ini sekarang juga, mama hanya ingin memastikan tolong sekarang juga Papa datang ke tempat mama dan kita pergi ke kediamannya Bagas saat ini juga soalnya nomor Nina itu dari tadi tidak bisa dihubungi!" jelas Rahayu lalu segera mematikan panggilan tersebut membuat Perdana kebingungan harus mengatakan apa sedangkan Bagas terlihat sepertinya masih berada di tempat itu namun tidak ada salahnya kan kalau ia berbicara dengan pria tersebut soalnya sepertinya istrinya itu sedang benar-benar tidak bermain dengan apa yang ia katakan.


Bagas terlihat begitu panik dan memilih untuk mendekati Dimas begitupun Perdana yang terlihat ikutan panik dan memilih untuk mendekati Bagas dan juga asistennya itu, karena Biar bagaimanapun feeling seorang ibu itu sebenarnya tidak pernah salah maka dari itu ia harus bisa melakukan seperti yang dikatakan oleh Rahayu sebelum semuanya menjadi terlambat.


"maaf tuan Bagas bisakah....


"Sekali lagi saya mohon maaf Tuan Perdana Karena sekarang saya harus pulang ke rumah, karena Mama tadi telepon dan saya juga bingung harus melakukan apa maka dari itu saya harus kembali untuk memastikan secara langsung dan juga minta maaf karena harus meninggalkan gedung ini sekarang juga! "jelas Bagas tetapi Perdana mencekal tangannya karena sepertinya pemikiran mereka sama yaitu tujuannya di tempat yang sama yaitu kediaman dari keluarga Sanjaya.


"sebenarnya istri saya juga meminta untuk segera pergi ke rumah Anda sekarang juga Soalnya dari tadi dia menelpon Nina tetapi tidak direspon sama sekali, maka dari itu dia meminta untuk pergi ke rumah Anda dan mengajak anda untuk segera pulang persiapan dengan segala macam urusan yang ada di sini maka dari itu ayo kita pulang sekarang juga karena saya juga seperti ini sudah merasakan hal-hal yang tidak baik sedang terjadi! "jelas Perdana akhirnya membuat Bagas segera melangkahkan kaki keluarnya diikuti oleh Perdana dan juga asistennya itu yang sepertinya Tengah memasang wajah yang begitu penuh dengan kecemasan.


"Mama ayo kita pergi sekarang juga itu mobilnya Tuan Bagas lagi menunggu di depan, soalnya dia juga tadi ditelepon oleh Mamanya katanya ada sesuatu hal yang terjadi tetapi tidak membicarakannya secara langsung maka dari itu lebih baik kita ke sana sekarang! "ujar Perdana sesaat setelah membuka pintu kamar hotel tempat di mana istrinya berada membuat Rahayu langsung menyambar tas yang biasa ia pakai dan juga ponselnya lalu segera mengikuti langkah kaki suaminya yang terlihat begitu terburu-buru sampai-sampai membuat semua orang yang berada di situ merasa heran dengan tingkah dari pengusaha terkenal tersebut.


"Nah itu kan Mama dari tadi itu sudah merasa cemas dan juga heran kok bisa-bisanya Nina tidak mengangkat panggilan yang biasanya kalau Mama telepon selalu langsung di respon, Lain kali kalau ada pertemuan yang seperti begitu usahakan keadaan keluarga kita itu baik-baik saja baru bisa melakukan hal itu nanti jadinya seperti ini baru kita mau apa Kalau misalnya semua sudah terlambat? "omel Rahayu sepanjang jalan menuju ke mobilnya Bagas sedangkan suaminya itu hanya diam saja dan mencoba menghubungi anak buahnya yang berada di kota tersebut Ya siapa tahu mereka bisa lebih dahulu berjaga-jaga di kediaman Sanjaya untuk memastikan secara langsung keadaan di sana.


Bagas mencoba menghubungi istrinya tetapi tidak ada yang respon sama sekali dengan panggilan tersebut membuat pria itu benar-benar frustasi dan rasa-rasanya ingin membuang ponselnya keluar, soalnya dengan adanya barang itu pun dirinya merasa tidak berguna sama sekali soalnya kabar istrinya tidak bisa ia ketahui .


"kamu sudah mencoba untuk menghubungi sahabat Istriku itu, supaya jangan sampai dia yang merespon panggilan itu Soalnya tadi Mamanya sempat bilang kalau dia juga ikut-ikutan seperti apa yang dilakukan oleh Aulia saat ini? "tanya Bagas memastikan Siapa tahu jangan sampai Dimas sudah menghubungi Nina sebelumnya.

__ADS_1


"saya sudah menghubungi dia sebanyak 99 Kali tetapi sama saja tidak direspon sama sekali, maka dari itu saya juga sebenarnya sudah merasa khawatir dari tadi tetapi tidak enak hati juga kalau mengatakan hal ini secara langsung kepada anda! "jelas Dimas membuat Bagas meradang.


"Lain kali kalau merasa ada hal yang tidak beres silahkan katakan saja langsung kepada saya apalagi ini menyangkut keselamatan orang paling penting dalam kehidupan saya, dan sekarang Cepat kamu hubungi Bodyguard yang sudah kamu atur untuk menjaga Aulia jangan sampai mereka bisa dihubungi supaya kita bisa mengetahui kabar mereka secara pasti di rumah itu keadaannya Seperti apa sekarang? "perintah Bagas yang sudah tidak sabar ingin mendengarkan suara istrinya ya Meskipun sebentar lagi mereka juga bakalan bertemu tetapi tidak ada salahnya kan kalau memastikan dari sebelumnya supaya ia tidak terlalu kelihatan panik seperti saat ini.


Dimas menggelengkan kepalanya ketika Panggilan kepada keempat Bodyguard tersebut tidak direspon satupun membuat dirinya mulai mencemaskan sesuatu, sedangkan Bagas kaki Tangannya sudah rasanya sangat lemah semua karena takut jangan sampai istrinya dan juga bayi yang sedang dikandung olehnya kenapa-napa hanya karena keteledorannya saat ini.


"maaf tuan ke-4 Bodyguard itu sudah saya hubungi ponselnya memang aktif tetapi satupun tidak ada yang merespon panggilan dari saya, kebetulan itu Tuan Perdana dan juga istrinya sudah datang Jadi kita bisa langsung ke sana dan memastikan secara langsung!"jelas Dimas dan kebetulan ketika Perdana dan juga Rahayu masuk ke dalam mobil pria itu langsung tancap gas menuju ke kediaman Sanjaya meninggalkan semua orang di dalam ballroom hotel yang tengah kebingungan karena kedua pengusaha sukses dan juga orang yang penting di dalam pertemuan itu pergi tanpa pamit dan juga bisa dibilang sepertinya sedang tergesa-gesa seperti ada sebuah urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan sama sekali.


sepanjang perjalanan terlihat Rahayu dan Bagas sibuk pada ponselnya yaitu untuk menghubungi Nina sedangkan Bagas untuk menghubungi istrinya, memang panggilan tersebut masuk dan juga nomor ponsel mereka dalam keadaan aktif tetapi parahnya sama-sama tidak merespon sama sekali membuat berbagai macam pikiran mulai menyelimuti.


di kediaman Sanjaya terlihat Deni dan juga Santi serta Nela sedang berusaha membangunkan para satpam tersebut soalnya Hanya mereka yang masih hidup, dan juga mereka tidak berani masuk ke dalam rumah Takutnya nanti jangan sampai masih ada penjahat atau mungkin bisa dibilang ketika ada penyelidikan dari polisi mereka juga bakalan menjadi terduga atau apapun itu ya maklumlah masyarakat awam kalau soal begituan ya pastilah tidak akan begitu paham dan juga tidak bisa Maksudnya menyulitkan diri sendiri.


"Abah, sepertinya Umi mau masuk ke dalam dan memastikan keadaan Aulia secara langsung! Siapa tahu jangan sampai dia ada bersembunyi di sudut rumah itu dan juga mungkin dia saat ini sedang ketakutan di sana, karena Umi tidak mau anak Umi bakalan kesusahan sedangkan di sini kita hanya diam dan tidak melakukan apapun. "jelas Santi tetapi Nella dan juga Deni menggelengkan kepalanya karena Siapa tahu jangan sampai masih ada penjahat di dalam rumah tersebut dan juga Siapa tahu jangan sampai posisi Aulia aman karena bersembunyi maka dari itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi maka dari itu lebih baik mewaspadai dari awal.


"Saya rasa lebih baik tidak usah jeng Santi, jangan sampai dengan Aulia bersembunyi keadaannya aman daripada kita masuk kemudian membuat dia keluar dari persembunyian itu Sedangkan penjahatnya masih ada di dalam rumah!"jelas Nella membuat Santi menggelengkan kepalanya soalnya alasan yang diberikan oleh besannya itu sangat tidak masuk akal dan bisa dibilang lebih mementingkan diri sendiri daripada mementingkan menantunya itu.


"pertanyaannya kalau memang penjahat itu masih ada di rumah Ya otomatis kita pasti bakalan sudah mati dari tadi, karena penjahat itu kan biasanya Sniper Dan ketika mereka mendengar ada orang-orang ribut di luar ya pasti mereka mewaspadai hal itu?"tanya Santi tetapi Nella dan juga Deni tetap ada pendirian Sebab mereka akan menambah masalah lagi jika harus mengambil resiko seperti yang diinginkan oleh wanita itu.


"saya panik bukan hanya Jeng Santi saja tetapi Tolong mengerti dengan kondisi sekarang ini, kalau memang dengan bersembunyi kondisi Aulia aman maka lebih baik kita menunggu sampai Bagas dan juga yang lainnya sampai!"ujar Nella.

__ADS_1


"Iya Umi, apa yang dikatakan itu benar lebih baik kita menunggu saja dan juga sambil waspada Siapa tahu jangan sampai para penjahat itu masih berkeliaran di sekitar sini. "ujar Deni menimpali apa yang dikatakan oleh Nella tadi dan berharap agar istrinya itu tidak mengambil resiko dengan membahayakan dirinya sendiri karena yang ada bukan masalah terselesaikan tetapi menambah masalah lagi.


__ADS_2