
Aulia Bukannya tidak ingin menerima pemberian dari Nina hanya saja Ia juga merasa tidak tega kepada sahabatnya itu, masa iya dirinya merupakan istri dari konglomerat Tetapi malah menyusahkan Nina yang jelas-jelas harusnya bersantai saja di liburannya ini tanpa harus pedulikan kegiatan yang aneh-aneh ataupun melakukan kegiatan lainnya.
Aulia ingin agar kalau memang Mina mau memberikan sesuatu setidaknya yang berguna lah atau lebih baik mengurus keperluan pribadinya saja, karena Biar bagaimanapun sampai saat ini Nina masih bergantung hidup kepada orang tuanya jadi otomatis mau menghambur-hamburkan uang keluarganya itu merupakan sesuatu yang sangat terkesan secara berlebihan.
"aku itu bukannya tidak mau hanya saja pengennya kita jalan-jalan saja tidak usah menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak berguna, jadi jangan pernah memikirkan kalau aku itu sahabatan sama kamu hanya karena menginginkan dibelikan sesuatu yang gratis dan juga ingin numpang menghabiskan uang orang tua kamu saja! "tegas Aulia karena memang seperti begitulah kenyataannya membuat Nina hanya memilih mengangkat kedua bahunya karena sama saja mau berbicara bagaimanapun tetap akhirnya Hanya seperti begini temannya itu tidak akan pernah mengikuti apa yang ia harapkan Dan juga tidak akan pernah mengikuti semua yang ia katakan.
"Ya sudah kalau begitu kita jalan-jalan saja nanti kaki kalau capek kamu ngomong saja biar kita bisa istirahat, Soalnya kalau aku memaksa kamu untuk pergi Nanti yang ada suami kamu bakalan mengamuk karena sudah membiarkan istrinya kecapean "ujar Nina karena mewaspadai kelakuan Bagas itu merupakan sebuah keharusan dalam hidupnya sebab pria itu terlihat begitu bucin terhadap Aulia.
"Oh iya ngomong-ngomong nih Kalau boleh tahu suami kamu itu kan konglomerat kelas tajir kira-kira selama ini dia memberikan kamu uang bulanan Berapa banyak sih, soalnya Aku kepo loh perusahaannya kan di mana-mana bahkan bisa dibilang Papa juga kalah jauh dari jumlah perusahaan yang dimiliki oleh suami kamu jadi ya otomatis dia pastilah memberikan sesuatu yang lebih! punya istri lebih dari satupun dia bisa melakukannya masa iya memberikan nafkah kepada wanita dalam hidupnya yang sekarang tersisa hanya kamu malah semakin berkurang,bukannya ingin kepo ataupun kurang ajar hanya saja ingin agar kamu mendapatkan yang terbaik."Jelas Nina.
Aulia hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan yang diberikan oleh sahabatnya itu, bukannya tersinggung hanya saja merasa lucu karena sampai sekarang sepertinya Nina belum ikhlas kalau dulu Bagas pernah mempunyai istri lebih dari satu.
"Astaga Nina setiap orang itu kan harus punya masa lalu tidak selamanya masa lalunya itu selalu cerah dan juga terang benderang serta tanpa gangguan, Jadi kalau misalnya dulu Mas Bagas punya cerita seperti begitu ya masuk akal secara dia kan kaya dan juga menginginkan yang terbaik untuk dirinya sendiri. "sahut Aulia sambil menggelengkan kepalanya Tapi percayalah kalau Nina masih belum puas dengan jawaban yang diberikan.
"aku tanya apa kamu malah menjawab sesuatu yang sebenarnya tidak masuk akal sama sekali, tapi ya terserah kamu sajalah yang penting Intinya kamu selalu sehat tidak kekurangan apapun dan juga selalu bahagia lahir dan juga batinmu." ujar Nina lalu kini keduanya memilih untuk fokus dengan sesuatu yang ada di depan mereka karena jarang-jarang loh Mereka pergi begini tanpa dikawal oleh asisten kesayangannya Bagas yaitu Dimas.
"aku tuh penasaran loh kok bisa-bisanya kamu mau membujuk suami kamu dengan cara apa sampai dia tidak menyuruh asistennya itu mengikuti kita, Padahal selama ini dia itu sudah seperti bayangan loh yang munculnya di mana-mana tanpa diundang lalu menghilang secara tiba-tiba tanpa orang lain menyadarinya! "ujar Nina karena memang merasa penasaran sebab dari tadi pagi ketika mereka sarapan Dimas selalu menghindari kontak mata antara mereka berdua seolah-olah kalau Nina melihatnya itu ada sengatan listrik berdaya voltase yang begitu tinggi sampai-sampai pria itu tidak bisa bernapas dibuatnya.
"kamu Lagi merindukan Dimas? Kalau memang Ya sudah kita sekarang pergi ke kantornya Mas Bagas Mungkin kalian bisa saling melepas rindu, Soalnya kata orang rindu itu berat tidak ada obatnya sama sekali loh?"tawar Aulia sambil menaik turunkan alisnya padahal pertanyaan Nina tadi itu tidak ada sangkut pautnya dengan hal tersebut.
"kamu itu jadi orang keterlaluan lho aku tanya apa Tetapi malah dijawab sesuatu yang aneh dan juga tidak masuk akal, Padahal tadi pertanyaan aku tuh simple banget kira-kira Apa yang membuat suami kamu itu tidak menyuruh asistennya untuk menguntit kita eh kamunya malah berpikiran yang tidak-tidak? "omel Nina dengan wajahnya yang memerah karena malu sebab ketahuan saat ini tengah memikirkan keberadaan Dimas.
"sekarang itu sudah zaman modern tidak selamanya harus pria yang menembak wanita lebih dulu jika merasa sudah nyaman Kenapa tidak harus wanita yang melakukannya, daripada nanti dianya diambil orang soalnya Setahuku sih di kantornya Mas Bagas itu Dimas juga merupakan salah satu Primadona di kalangan para pegawai Jadi sepertinya saingan kamu bakalan banyak deh kalau kamu tetap memegang sikap gengsi seperti ini! "bisik Aulia membuat Nina mendengus kesal.
__ADS_1
"aih kamu ini malah mau mempermalukan diriku sendiri ya, biar tidak pernah laku seumur hidup tetapi setidaknya harus menjaga diri dan juga menjaga harkat martabat sebagai seorang wanita dong masa iya terlihat murahan? "omel Nina yang tidak terima ketika otaknya hampir terkontaminasi oleh kata-kata dari Aulia tadi.
"Wah dari tadi aku menelpon kalian tetapi tidak direspon Ternyata kalian Lagi hangout seperti ini, terus kamu Aulia kok bisa kamu keluar rumah sendirian tidak membawa Bodyguard kesayangan kamu itu Padahal selama ini kan kalian selalu lengket kayak perangko? "tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka membuat Nina dan juga Aulia memutar bola matanya malas karena tidak menyangka jika bertemu lagi dengan manusia karbit seperti itu.
"Astaga lebih baik kamu menjauh sebelum ini Aulia bakalan di Amuk habis sama suaminya karena mengira bahwa dirinya sedang menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan, Lagian kamu Kok bisa ada di sini urus tuh Cafe kamu biar jangan terbengkalai selalu setelah itu bolehlah cari jodoh Soalnya kalau aku tidak dapat jodoh berarti kamu yang bakalan aku nikahi! "omel Nina membuat pria itu bergidik ngeri karena targetnya selama ini yaitu Aulia bukan Nina suka menurutnya Nina itu tidak masuk di dalam kriteria wanita idaman untuknya.
"Eh kamu jangan menyebabkan fitnah ya, dengan cara mengatakan hal yang tidak tidak! Aku tuh ketika kesini untuk menemani Nina mencari keperluan yang penting,jadi kalau ada gangguan seperti kamu rasanya sudah tidak sanggup lagi untuk meladeninya karena hanya membuang-buang waktu untuk sesuatu yang percuma! "Aulia Bukannya ingin berbicara kasar hanya saja ia takut jangan sampai mata-mata yang ditempatkan Bagas tanpa kelihatan olehnya akan membuat hubungan dengan suaminya itu semakin menjauh padahal dirinya juga lagi sedang malas ingin menjelaskan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi sama sekali.
Abidzar tersenyum karena ternyata sahabatnya itu memang sudah bucin terhadap suaminya karena buktinya sekarang Aulia benar-benar ketakutan nanti jika Bagas mengetahui kalau ia bertemu dengan dirinya di tempat ini, hanya saja memang secara kebetulan Abizar juga sedang membangun sebuah cabang untuk cafenya di dalam pusat perbelanjaan itu jadi tidak ada salahnya kalau saat ini dirinya berada di tempat itu dan kebetulan bertemu dengan Nina dan juga Aulia.
"aku itu ada di sini karena kebetulan tuh cafe-ku ada di depan yang sudah dibuka cabangnya selama beberapa minggu ini, makanya ketika melayani para pelanggan melihat kalian berdua lewat ya aku susulin saja siapa tahu Mungkin kalian berminat untuk mampir!"jelas Abizar membuat Nina dan juga Aulia begitu antusias karena mereka yakin bakalan ada makanan gratis untuk keduanya soalnya kan Abizar sangat Royal kalau sampai bertemu dengan sahabat nya.
"nanti kita bakalan dikasih makan gratis kan, dan tidak dipungut Biaya apapun kan apa yang kita makan semuanya tanpa terkecuali? "tanya Nina penasaran.
"Eh kamu tahu tidak dibandingkan orang tuaku asal kamu tahu ya itu suaminya Aulia lebih kaya bahkan bisa dibilang kekayaannya itu melebihi antara orang tua kamu Dan juga orang tuaku, jadi seharusnya yang dikasih makan gratis yaitu aku dan Aulia yang membayarnya Tetapi kalau kamu perhitungan Ya sudah deh kita tidak jadi masuk ke tempatnya kamu itu lebih baik kita pergi ke tempatnya orang lain saja buat makan!"kesal Nina ketika masih saja Aulia yang diprioritaskan oleh orang-orang sekitarnya dan itu semua bukan karena dirinya merasa cemburu dan juga tidak suka dengan Aulia yang spesial melainkan ia tidak terima kalau Abizar selalu saja melakukan diskriminasi di dalam persahabatan mereka yaitu lebih mementingkan Aulia dibandingkan dirinya padahal dirinya dan juga Aulia tidak ada yang beda sama sekali yaitu sama-sama wanita dan juga sama-sama merupakan sahabat dari Abidzar.
"bercanda doang neng kenapa Langsung sensitif seperti begitu, Ya sudah kamu mau gimana masuk ke dalam Cafe aku sekarang atau nanti setelah kalian berkeliling dulu? "tanya Abizar Mau memastikan.
"Bagaimana bumil mau makan Sekarang atau nanti? "tanya Nina kepada Aulia karena Biar bagaimanapun patokannya ada pada Aulia kalau memang sahabatnya itu merasa kelaparan masa iya dirinya akan membiarkan hal itu terjadi.
"aku kayaknya mau makan saja deh soalnya benar-benar merasa kelaparan, Ini kaki dipakai buat jalan tetapi kenapa lambungku yang rasanya seperti sangat kosong ya tidak ada isinya sama sekali? "keluh Aulia membuat Nina tertawa.
"Ya jelas lambung kamu kosong orang cacing di dalam perut kamu itu selalu minta makan dan tidak pernah puas dengan apa yang kamu kasih karena ingin cepat besar dan juga cepat menghirup udara bebas, Ya sudah kita ke sana soalnya sepertinya perasaan kamu itu mewakili apa yang aku rasakan hanya saja malu buat ngomong soalnya ini manusia tiang listrik pasti akan ada 1001 Cara untuk menggunakan berbagai macam alasan agar aku tidak banyak minta-minta! "Sindir Nina sambil menatap kesal ke arah Abizar yang pastinya tidak akan pernah mau mendengarkan apa yang menjadi keinginannya.
__ADS_1
saat mereka masuk ke dalam sebenarnya tanpa Aulia sadari jika dirinya tadi itu sudah menjadi objek pengamatan oleh seseorang yang duduk bersama dengan kliennya, bahkan sosok tersebut sudah tidak fokus lagi dengan meeting yang sedang dilakukan di dalam cafenya Abizar karena suasana di sana menunjang pekerjaan mereka Jadi otomatis tempat itu menjadi pilihan untuk melakukan meeting.
"maaf Pak Arsen, Apa ada yang salah dengan pembahasan saya kali ini sampai-sampai saya melihat anda sepertinya sudah tidak fokus lagi?"tanya klien yang bernama Yama sebab tidak biasanya sosok Arsen fallan akan tidak fokus dengan pekerjaan yang ia lakoni sebab pria itu sebenarnya gila bekerja jadi otomatis kesalahan sedikitpun Tidak akan pernah ditoleransi.
"cantik ketemu lagi! "gumam Arsen pelan dan tanpa sadar jika ada orang lain yang mendengar perkataannya itu.
"maaf tuan ada yang bisa anda jelaskan dari perkataan Anda yang tadi karena....
"Anggap saja apa yang saya katakan tidak didengarkan sama sekali dan Anggap saja kalau meeting hari ini sudah berakhir dan persetujuan kerjasama kita sudah berlanjut, jadi tolong silakan indah dari hadapan saya karena ada sesuatu yang harus saya kerjakan sekarang juga tidak bisa menunggu sebentar Ataupun besok apa lagi nanti! "perintah Arsen dengan penuh ketegasan karena dirinya sudah tidak fokus ingin bekerja melainkan hanya ingin menatap wajah cantik Aulia yang dari tadi tersenyum ke arah Abizar dan juga Nina.
Yama yang sebenarnya ingin sekali melayangkan protes karena tidak terima pembahasan meeting yang baru berjalan beberapa menit harus dihentikan seperti itu, hanya saja ia bisa apa ketika arsen merupakan orang kaya dan dirinya hanya memiliki perusahaan kecil yang harus mengalah ketika ada orang lain yang tidak menghargai kedatangannya sama sekali.
" Baiklah kalau begitu saya permisi!"setelah mengatakan hal itu pria itu memilih untuk pergi soalnya capek juga sih berurusan dengan orang yang pelan-pelan terkadang moodnya baik maka segalanya langsung berjalan lancar tetapi kalau moodnya sedang berantakan Percayalah pekerjaan yang sudah benar dan sesuai dengan rencana awal pasti akan dirombak habis-habisan.
Nina dan juga Aulia duduk berseberangan meja dengan arsen sehingga pria itu sedikit merasa kecewa karena hanya bisa melihat punggung Aulia dari belakang, padahal Ia ingin sekali menikmati wajah cantik tersebut membuat dirinya berpikir keras Bagaimana caranya agar bisa langsung berada di tempat di depannya Aulia sekarang juga agar bisa memandang wanita cantik itu sepuas hatinya.
Nina adalah orang yang memiliki tingkat kepekaan begitu Tinggi karena dari tadi dirinya masuk ke dalam cafenya Abizar terlihat olehnya kalau seorang pria yang tengah duduk di pojokan itu hanya menatap ke arah Aulia sepertinya Tengah menyimpan berbagai rasa penasaran, yang membuat dirinya bingung sekarang pria itu malah duduk tepat berada di sampingnya Aulia entah apa yang ada dalam pikirannya.
"Aulia kamu sadar tidak Kalau dari tadi itu kamu sebenarnya menjadi bahan perhatian seseorang, soalnya aku dari tadi lihat saat masuk ke dalam sini dia sepertinya selalu saja menatap ke arah kamu sampai-sampai orang lain pun tidak dihiraukannya sama sekali? "tanya Nina penasaran membuat Aulia menatap ke arah kelilingnya tetapi tidak menemukan apapun yang mencurigakan.
"Masa sih? Perasaan itu hanya pemikiran kamu sendiri soalnya tidak ada yang ganjil di sekitar sini, dan kali jangan mencurigai sesuatu dong kamu hanya membuat aku ketakutan! "omel Aulia tetapi Nina tetap ada pendirian karena ia melihat sendiri dengan jelas.
"Woyy, Tuan jaga mata kamu atau bakalan kucolok!"Nina yang sudah tidak bisa tahan lagi akhirnya memilih berteriak tepat di hadapan Arsen.
__ADS_1