My Beloved Arana

My Beloved Arana
Bab 30: So Arana Is Your Name?


__ADS_3

Malam sudah mulai larut. Arana masih belum bisa tidur ketika Alva berbaring nyaman disampingnya, nampak sudah terlelap dalam mimpinya. Menengok kesamping, Arana memastikan Alva sudah tertidur sebelum meraih ponselnya.


[Amber, ada yang ingin kutanyakan padamu.]


Tak lama berselang setelah pesan dikirimkan, balasan dari Amber muncul. [Ada apa Rana?? Aku pasti akan menjawabnya selama aku bisa! Oh tunggu, bukan. Maksudnya, aku akan mencari jawabannya bagaimanapun caranya seandainya aku tidak tahu! Jadi, ada apa?]


[Begini, aku tidak bisa selamanya menjadi Alana, kan? Tapi aku tidak bisa begitu saja menceraikan Alva atau perusahaan papa akan dalam masalah. Kira-kira, bagaimana agar aku dan Alva bisa bercerai? Em, maksdunya Alana dan Alva.]


Ada tulisan mengetik dibawah nama Amber. Cukup lama sampai Arana hampir terpejam karena mengantuk. Ketika balasan datang, dia melihat pesan panjang Amber. [Sejak awal kamu menerima pernikahan ini, aku pikir kamu sudah tahu apa yang akan kamu lakukan dan bagaimana kamu mengatasinya. Oke, aku tahu aku memang terlihat masih kecil, tapi ayolah. Walaupun aku tidak cerdas seperti kamu dan Lily, aku juga bisa berpikir Arana. Aku berharap kamu segera kembali dan melepas bebanmu atas mereka. Melepas masa lalumu, dari siapa kamu dilahirkan, dan untuk apa kamu dilahirkan. Karena kamu hanya perlu menjadi Arana Canyelier dimasa depan. Hanya Arana, oke?]


Manik Arana berkedip, nampak berkilau oleh cahaya ponselnya. Ia meremat jemarinya dan merasakan perasaan sakit didadanya. Amber memang terlihat seperti anak kecil dengan penampilan dan sifatnya. Tapi jauh didalamnya, Arana tahu bahwa Amber lebih dewasa darinya.


[Jadi karena itu, aku sudah memikirkannya dengan cermat dan akhirnya menemukan cara yang mungkin berhasil. Begini, bisnis pria itu, ah, aku sungguh tidak ingin menyebut pria itu sebagai papamu. Intinya, seharusnya jika Alva yang menceraikanmu terlebih dulu, orangtua Alva mungkin akan menerima bahwa Alva tidak lagi mencintai Alana dan bersikap bijaksana.]


Pesan lain datang bahkan sebelum dia sempat menyelesaikan pesan sebelumnya. [Kau tahu maksudku, kan?]


Arana menyunggingkan senyuman. Mengetik balasan dengan hati yang lebih ringan setelah dia berhasil menemukan jawaban atas permasalahannya. [Terimakasih Amber! Aku benar-benar mencintaimu!]

__ADS_1


[Oh, maaf Arana sayangku. Tapi aku masih lurus dan suka laki-laki tampan.]


Arana hampir tertawa jika dia tidak ingat bahwa Alva ada disampingnya. Ia menoleh kearah pria muda yang masih berbaring dengan nyaman itu dan diam-diam menghela napasnya. Bersyukur tidak membangunkannya.


Arana mengulum senyuman teduh. [Selamat malam, Amber.]


[Oh, selamat malam juga, Rana. Aku harap bapa memberimu mimpi yang indah.]


[Hal serupa untukmu, Amber.]


Yang tidak Arana sadari adalah, bahwa ketika ia telah terlelap, sepasang manik pria dibelakangnya terbuka. Menampilkan sepasang manik hitam yang lebih gelap ditengah malam. Alva bangkit, duduk bersandar dikepala tempat tidur sembari menatap Arana yang terbaring membelakanginya.


Sepasang manik itu bergulir, terpaku menatap ponsel Arana yang tergeletak diatas nakas meja. Pemuda itu memandang ponsel itu lama, sebelum tangan kokohnya terulur meraihnya.


Cahaya samar memendar diwajahnya, dipantulkan oleh cahaya dari ponsel ditangannya.


"Jadi Arana, itu namamu?"

__ADS_1



Catatan penulis:


Hai!


Sebelumnya aku mau ngucapin maaf karena kemarin nggak update. Jadi sebagai gantinya, aku update 2 bab hari ini. Juga, sebenarnya ini buat kemarin, tapi sekarang juga masih bisa, harusnya.


HAPPY MOTHER'S DAY!


Makasii ya, udah selalu ada buat kami, anak-anakmu. Support kami disetiap hal yang kami tekuni, dan turut bahagia atas pencapaian kami bahkan untuk pencapaian sekecil apapun. Maaf, dan terima kasih. Hehe😊



Pendek banget, maapkeun yaaa


Dah mentok!

__ADS_1


__ADS_2