
ooSetelah menghabiskan semangkuk puding susu, perasaan kesal dihati Arselyne perlahan memudar. Ia mengusap bibirnya menggunakan tissue dan menyandarkan punggungnya di sofa.
"Yah, perasaanku sudah membaik." Ia bergumam dan melanjutkannya. "Apakah kamu nyaman tinggal disini, Na?"
Arana menganggukkan kepalanya dan bersenandung menjawab. Tentu saja dia nyaman. Hunian besar dan fasilitas lengkap seperti ini adalah tempat tinggal yang di impikan Arana sejak lama. Ketika dia masih tinggal di apartemen lamanya yang hanya sepetak luasnya, dia saja merasa nyaman, dan bisa tidur dengan nyenyak setiap hari. Jadi, bagaimana dia tidak merasa nyaman dengan apartemen yang luas dan mewah seperti ini?
Arselyne memandang sekelilingnya dan memandang Arana, sebelum tersenyum.
Ia tidak akan mempermasalahkan jika Arana ke Indonesia. Dia tidak akan mempermasalahkan Arana jika kembali bersama dengan orangtuanya, selama mereka benar-benar merawat Arana dengan baik, dia tidak akan banyak berkomentar.
Dia menjadi saksi bagaimana kerasnya kehidupan Arana di Melbourne. Memang benar dia membantu Arana mempermudah untuk mendapatkan pekerjaan, namun tetap saja Arana selalu menolak bantuannya. Dan ia hanya bisa membantu secara diam-diam. Gadis yang seharusnya masih mendapatkan kehidupan remaja normal dengan dukungan materi dari orangtuanya, justru harus menjadi tulang punggung untuk menghidupi dirinya sendiri.
Apa yang harus disyukuri adalah bahwa Arana benar-benar hidup dengan bebas, semangat, dan tidak pantang menyerah.
Dia bertahan dan bekerja keras, ramah dan mampu membuat orang-orang disekitarnya menyukai sikapnya yang hangat dan ramah dan tidak segan membantunya karena ia pun adalah pribadi yang tidak segan membantu selama dia bisa membantu.
"You finished all the pudding alone, can't you remember that one other human came with you here and was expecting pudding too? || Kau menghabiskan semua puding sendirian, tidakkah kau mengingat bahwa ada satu manusia lain yang ikut bersamamu kesini dan mengharapkan puding juga?"
Amber memandang kesal Arselyn yang tidak memberinya kesempatan untuk ikut menikmati puding susu buatan Arana, dan menahannya untuk tetap ditempat duduknya. Arana memandang keduanya yang berdebat soal puding dan tidak bisa menahan untuk tidak menyunggingkan senyuman manis yang hangat.
Mereka sudah lama tidak berkumpul bertiga seperti ini.
Meskipun jadwal Amber tidak begitu ketat, terkadang Arselyne dan Arana sendiri yang tidak memiliki waktu dan tidak bisa berkumpul. Terkadang jika Arana bisa, Arselyne yang tidak bisa datang. Atau terkadang jika Arselyne yang bisa, giliran Arana yang tidak bisa. Bahkan bisa juga Amber yang terkadang memiliki kegiatan mendadak ketika Arana dan Arselyne memiliki waktu luang, dan itu terjadi sudah lebih dari dua tahun.
Arselyne sudah hampir empat bulan di Belanda, dan mereka tidak bisa bertemu. Jadi Arana dan Amber hanya bisa berkontak dengan ponsel atau terkadang email.
Arana rindu suasana seperti ini.
"Aishh, sudah-sudah. Aku masih menyimpan puding di kulkas. Kamu bisa mengambilnya sendiri."
"Aku akan ambil!" Kata Arselyne menyerobot garis start.
Dibelakangnya, Amber mengejar sambil menjerit nyaring. "That's mine!! || Itu milikku!!"
Kemudian, Arana hanya tertawa melihatnya.
***
Malam datang dengan cepat tanpa terasa. Mega kemerahan sudah meninggalkan cakrawala sejak berjam-jam yang lalu, dan kegelapan mulai melingkupi sebagian bumi.
Didalam apartemen, Amber masih mencoba untuk mengajak Arselyne pergi. Namun dengan keras kepala pemuda itu menggelengkan kepalanya dan menolak untuk ikut bersama dengan Amber. Arselyne tahu bahwa dia memang tidak bisa menginap, namun dia akan pergi jika sudah benar-benar waktunya pergi. Ia masih merindukan Arana dan masih ingin berkumpul bersama sampai beberapa waktu lamanya.
"What's wrong with you? You have a problem with Arana? || Ada apa denganmu? Kamu memiliki masalah dengan Arana?'
Amber langsung menggeleng keras. "Of course not! || Tentu saja tidak!"
Arselyne mengerutkan keningnya. "Then why are you in such a hurry to leave? Didn't we just meet Nana? It's only been ten minutes since we had dinner together, right? || Lantas kenapa kamu begitu tergesa-gesa untuk pergi? Bukankah kita baru saja bertemu dengan Nana? Ini bahkan baru sepuluh menit setelah kita makan malam bersama, kan?"
Amber tidak bisa mencari alasan lain dan hanya berkata, "I'm already very sleepy || Aku sudah sangat mengantuk."
__ADS_1
"I'm going to the hotel and sleep. We also haven't rested and came straight here from the hotel just to put our suitcases in. I really want to rest || Aku mau ke hotel dan tidur. Kita juga belum istirahat dan langsung kesini setelah dari hotel hanya untuk menaruh koper. Aku benar-benar ingin beristirahat." Keluh Amber.
Amber tidak berkata bohong. Berlasan jam didalam pesawat, ketika mereka tiba di Indonesia, mereka hanya meletakkan koper mereka di hotel, mandi dan langsung meluncur ke apartemen Arana atas desakan Arselyne.
Jadi jangankan beristirahat, makan saja Amber belum.
Arselyne memandang Amber dan mengedikkan bahunya. "I'm still fine, you know. You're the only one who's weak, but usually you're the most active like a flea that likes to jump || Aku masih baik-baik saja, lho. Kamu saja yang lemah, padahal biasanya kamu yang paling aktif seperti kutu yang senang melompat."
Amber mendelik. "I'm not a flea! || Aku bukan kutu!"
Arana sedari tadi diam mendengarkan perdebatan mereka. Meskipun Arana menyungginakan senyuman, namun sebenarnya Arana begitu gugup dan gelisah didalam hatinya. Arana berkali-kali memandang jam dinding dan berdoa didalam hatinya agar Arselyne segera pergi dan agar Alva tidak kembali lebih awal sehingga tidak akan bertemu dengan Arana.
"Huft! Listen, Ly! || Huft! Dengar, Ly!" Amber menegaskan suaranya.
"You know, Nana is new here. Indonesians have stricter rules when it comes to visiting than our country. Here, people who are visiting are not allowed to visit until the evening, unless he is staying the night and is already known by the neighbors || Kamu tahu kan, Nana adalah orang baru disini. Orang Indonesia memiliki aturan yang lebih ketat dalam urusan bertamu daripada seperti negara kita. Disini, orang yang bertamu tidak boleh bertamu sampai malam hari, kecuali jika dia menginap dan memang sudah dikenal oleh tetangga sekitar."
"We and Arana are only friends, and it's still impolite to stay here. Nana's neighbors would probably think badly considering we're still young. So let's go back to the hotel for now || Kita dengan Arana hanya sebatas sahabat, dan masih tidak sopan untuk menginap disini. Tetangga-tetangga Nana mungkin akan berpikiran buruk mengingat kita masih muda. Jadi ayo kembali ke hotel untuk sekarang."
Mendengar penjelasan Amber yang begitu masuk akal membuat Arana dan Arselyne tercengang. Untuk pertama kalinya, sahabat mereka yang paling lemot itu akhirnya mampu membuat penilaian yang amat jelas dan masuk akal, dan itu membuat Arana dan Arselyne merasa luar biasa.
"W-Wahh! It's really great that you can think about it like that! || W-Wahh! Benar-benar hebat sekali kamu bisa memikirkan hal itu sebegitunya!"
Amber meluruskan wajahnya, menimang ucapan Arselyne dan mau tak mau merasa bahwa dia sebenarnya direndahkan meskipun dia berbicara seperti memujinya.
Arselyne terkekeh melihat wajah Amber yang aneh dan bangkit berdiri sembari mengambil tas selempangnya dan ponselnya yang ada di atas meja.
Arana menganggukkan kepalanya. "Baiklah!"
Arana, Amber dan Arselyne melangkah menuju ke pintu, ketika secara bersamaan pintu terbuka dari luar ketika Arselyne mencoba mendorongnya.
"Eh?"
Kedua pasang mata itu bertemu. Hijau bersinggungan dengan hitam yang sekelam jelaga. Arana dan Amber yang berada dibelakang Arselyne melebarkan mata mereka, mencoba menahan pekikan panik dan bersitatap secara cepat dan gugup. Melihat seseorang yang asing diapartemennya, Alva hendak membuka bibirnya ketika Amber terlebih dahulu menyela dengan suara keras.
"Oh! Alva?! Are you home? My boyfriend and I came to visit Nana, and now we're leaving. Sorry if we were being rude in not being able to greet you longer, but the situation I'm in is extremely urgent || Oh! Alva?! Kau sudah pulang? Aku dan kekasihku datang mengunjungi Nana, dan sekarang kami akan pergi. Maaf jika kami sangat tidak sopan karena tidak bisa menyapamu lebih lama, tapi situasi yang kualami sungguh benar-benar mendesak." Kata Amber, menggandeng lengan Arselyne yang masih linglung menatap Arana yang terlihat gugup.
"Come on honey, let's go! || Ayo sayang, kita pergi!"
Alva samar mendengarnya mengatakan sesuatu dengan bahasa asing dengan suara datar. "Mou chrostás mia exígisi || Kamu berhutang penjelasan kepadaku."
Ia menggunakan bahasa Yunani, dan satu-satunya yang bisa memahami ucapannya hanyalah Arana.
Amber menyeretnya keluar setelah meninggalkan beberapa kata.
"Sorry again! We have to go, have a nice day! || Sekali lagi maafkan kami! Kami harus pergi, semoga hari kalian menyenangkan!"
Kemudian, pintu apartemen tertutup. Alva menoleh dan menemukan Arana memandangnya dengan senyuman yang cukup aneh. Bahkan sikap sahabat perempuannya tadi cukup aneh. Alva merasa yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Arana.
Ia baru saja menyelesaikan semua pekerjaannya dan berniat kembali lebih awal, namun dia tidak menyangka akan menemukan keanehan dari istrinya, dan bahkan sahabatnya datang. Terlebih, siapa pemuda yang terus memandang Arana tadi?
__ADS_1
Dia tidak yakin bahwa pria tadi adalah kekasih Amber.
"Sayang, siapa pemuda tadi?"
Melihat sepasang manik hitam Alva memandang padanya, Arana diam-diam meremat kedua tangannya dibelakang punggungnya. Apakah karena dia sudah menipu dan sudah melakukan dosa, sehingga doanya tidak didengarkan dan tidak dikabulkan?
Oh, bagaimana mereka bisa secara kebetulan bersama-sama?
Tuhan, masalah Arana bertambah runyam.
Halo! Ree bawa surprise nih.
Berhubung Ree lagi dapet art keren yang menurut Ree cocok jadi visual karakter di My Brloved Arana, Ree mau berbagi beberapa visual nih. Tapi perlu diingat, Ree tidak bermaksud untuk merusak bayangan dan imajinasi prmbaca, tapi menurut Ree pribadi, ini adalah imajinasi Ree dan Ree mau berbagi saja.
1. ARANA (Versi rambut panjang + versi rambut pendek)
2. ALANA
3. ALVA
4. AMBER
5. ERLAN
6. ARSELYNE — LILY
7. SELENA
Nah, segini dulu yaa~
Yang lain nyusul! Btw, semua art cuma aku ambil dari Pinterest. Jadi itu bukan punyaku.
__ADS_1