My Beloved Arana

My Beloved Arana
Bab 62: Foreigners


__ADS_3

"Dia benar-benar cacat?"


"Yah, sayang sekali. Wajahnya cantik, tapi dia harus duduk dikursi roda seperti itu."


Bisikan yang hampir bukan seperti bisikan itu membuat Arana yang melintas di koridor jurusan manajemen bisnis mengerutkan alisnya. Dia bukannya tidak sadar atau tuli dengan siapa yang sedang dibicarakan. Jelas-jelas dia adalah yang duduk di kursi roda. Oh, jangan katakan bahwa Arana terlalu narsis karena percaya diri bahwa dia adalah gadis cantik yang dibicarakan, namun hanya dengan arah tatapan mereka, ia tahu jelas siapa itu.


Tetapi perkataan mereka benar-benar tidak menyenangkan didengar.


Bahkan jika dia duduk dikursi roda, apakah dia meminta bantuan mereka atau merepotkan mereka?


"Dasar hama."


"Bisa-bisanya universitas ini menerima orang cacat sepertinya." Gumaman itu membuat Arana menghentikan gerakan mendorong kursi rodanya.


Ia menoleh, menatap marah pada siapapun itu yang baru saja bergumam. Seorang gadis memandangnya dengan pandangan remeh, tatapannya benar-benar mencerminkan hatinya yang jahat. Arana membuka bibirnya, bertanya, "Apakah kau yang baru saja berbicara?"


"Apa maksudmu?" Gadis itu mengerutkan keningnya dengan tajam, dan seakan menantang.


"Siapa kau berhak berkata seperti itu? Bahkan jika seseorang menggunakan kursi roda dan berkeliaran didepanmu, apakah kamu direpotkan dengan harus membantu mendorong kursi rodanya atau membawakan tas atau barang-barangnya? Atau kau direpotkan dengan apa sampai berhak berkata seperti itu?" Kata Arana.


"Bahkan jika kau tidak merepotkan, kalian benar-benar merusak pemandangan." Katanya.


Arana mengerutkan alisnya tajam. "Pemandangan? Apakah aku kotor? Apakah aku membuat sekelilingku beraroma busuk hanya karena aku lewat dengan kursi roda? Apakah dengan aku duduk dikursi roda ini, aku tidak bisa membuang sampah sampai aku bisa membuat pemandangan tempat ini jadi rusak?!"


Gadis itu berkacak pinggang setelah beberapa saat terdiam, tak bisa menjawab. "Apa maksudmu?! Kau mencari masalah denganku?"


"Orang-orang sepertimu memang sangat suka membuat masalah dengan orang!" Tajamnya.


Orang-orang memandang mereka, bahkan tidak sedikit yang mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel mereka masing-masing. Kebiasar buruk mereka, tentang bagaimana mereka bisa langsung merekar kejadian apapun tanpa ada niatan untuk membantu atau menengahi sebuah masalah yang terjadi. Mereka saling melirik, berbisik dan melemparkan tawa kecil yang membuat amarah Arana naik.


"Mencari masalah?! Aku hanya lewat, aku bahkan tidak mengenalmu namun kamu bisa berkata seenaknya tentangku. Bahkan kau mengatai aku sebagai hama! Kau pikir siapa yang suka membuat masalah disini?" Kata Arana marah.


Benar-benar tidak habis pikir dengan gadis didepannya yang membuatnya kesal. Bagaimana bisa dia memiliki pikiran yang begitu sempit hanya karena seseorang menggunakan kursi roda, bahkan saat itu tidak mengganggunya sama sekali.

__ADS_1


Gadis itu kehilangan suparanya, dan pada akhirnya dia meraung dengan marah. "Apa kau tidak tahu siapa aku?! Aku adalah Ella Robinson. Putri CEO Robinson Corp! Berani-beraninya kau berkata seperti itu padaku dengan sombongnya!"


Pandangan Arana mendatar.


Pada akhirnya dia hanya bisa menggunakan kekuatan orangtuanya.


"Apa hubungannya dengan masalah ini? Orangtuamu tidak akan bisa membantumu, karena kaulah hang memulai masalah ini, dengan perkataanmu." Ucap Arana.


Ella—gadis itu, menyunggingkan seringaian sombong. "Tentu saja berhubungan. Kau berani menyinggungku, maka jangan harap orangtuaku melepaskanmu."


Ancaman itu tidak membuat Arana gentar sedikitpun. Dia pernah mendengar ancaman yang sama, setiap hari di sekolah lamanya dulu, dan dia tidak pernah berpikir bahwa ancaman kali ini akan sama. Sebab ada orang lain yang akan melindunginya. Karena sekarang, dia adalah Alana, bukan Arana.


"Tidak akan melepaskanku?" Arana bergumam.


"Kau tidak tahu siapa aku?"


Gadis itu mengerutkan keningnya. "Memangnya siapa kau?"


Arana menyunggingkan senyuman, dan menjawab sebelum berbalik. "Alana. Cobalah untuk mencari tahu sendiri, siapa aku."


...***...


"Halo, ma?"


Suara wanita bercampur sedikit suara mekanis terdengar di telinganya. Arana sedikit tersentak ketika mendengar suara diseberang. [Rana! Apa yang sebenarnya kamu lakukan?!]


[Bukankah mama sudah menyuruhmu untuk berhati-hati dalam bertindak?! Sebenarnya apa yang kamu lakukan sampai membuat papamu marah dan berkata bahwa kamu membuat perusahaan mengalami sedikit masalah?]


Arana mengerutkan bibirnya sebelum berkata, "Apa yang—"


[Arana!]


...***...

__ADS_1


Michael merebut ponsel Lidia ketika mengetahui istrinya itu sedang menghubungi Arana. Ia melampiaskan semua amarahnya yang ia tahan sejak beberapa waktu lalu. "Arana!"


"Rekan bisnis papa, Robinson Corp tiba-tiba memutuskan hubungan bisnis kami. Perusahaan papa mengalami kerugian karenanya. Apa yang kamu lakukan?!" Tanyanya marah.


Di seberang, ia bisa mendengar Arana menjawab, [Aku dan putrinya memiliki masalah di kampus hari ini. Dia pertama kali bertemu denganku, namun dia menghina bahwa aku cacat bahkan mengatai aku sebagai hama.]


Michael tidak ingin mendengar alasan apapun. Perusahaannya mengalami kerugian yang tidak sedikit, meski Robinson Corp mengalami kerugian juga karena penalti yang diberikan, namun Robinson Corp adalah perusahaan yang meskipun tidak besar memiliki koneksi yang banyak dengan perusahaan-perusahaan besar. Hal itu bisa berdampak buruk bagi nama perusahaannya, dibuktikan dengan beberapa investor yang menarik investasi mereka karena masalah Robinson Corp.


"Bisakah kamu tidak membuat masalah?! Papa benar-benar susah disini!"


[Tapi bukankah papa dan mama menginginkan aku bertindak seperti Alana? Jika aku Alana dan aku dihina sebagai orang cacat, apakah aku harus diam?]


Orang cacat?


Benar juga. Arana mengalami kecelakaan dan sekarang duduk dikursi roda selama pemilihan. "Tapi kamu tidak benar-benar cacat!"


"Lagipula Alana tidak akan membuat masalah seperti itu. Jangan mengatakan sesutu yang tidak penting dan bersikaplah dewasa! Jangan membuat orang lain merasakan akibat dari perbuatanmu!" Kata Michael memperingatkan dan menasihati.


Ada keheningan selama beberapa waktu sebelum suara Arana kembali terdengar. [Bagaimana dengan kasus Olivia?]


"Apa?"


[Papa masih ingat bukan, gadis yang hampir melukaiku di pesta pernikahan? Papa masih ingat bukan? Dia berkata kepadaku. Dia mengatakan bahwa wajahnya hancur karena Alana. Mama dan papa menutupi kasusnya karena tidak ingin Alana mendapatkan masalah karena itu. Papa tau apa yang terjadi? Ia berkata hidupnya hancur.]


Michael tertegun, sama halnya dengan Lidia yang sejak tadi turut mendengarkan perkataan Arana. [Bukankah saat ini aku juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Alana, pa?]


Alis tebal Michael bertaut. "Memangnya apa yang kamu tahu!"


"Jangan mengatakan hal sembarangan ketika kamu tidak mengetahui apapun!"


[Aku memang tidak tahu apapun!]


[Bahkan jika kalian meninggalkanku bersama nenek lebih awal tanpa kalian datangi, aku tidak akan pernah tahu bahwa aku punya saudari kembar. Bahkan aku juga tidak akan tahu bahwa aku memiliki orangtua.]

__ADS_1


[Aku, selamanya memang akan menjadi orang asing bagi mama dan papa.]



__ADS_2