My Beloved Arana

My Beloved Arana
Bab 70: Arrive In Kyoto And Visit The Temple


__ADS_3

Pemandangan dari luar jendela pesawat membuat Arana merasa tenang selama perjalanan. Meski terlihat tenang, sebenarnya dari awal Arana tidak pernah berhenti melantunkan doa-doa didalam hatinya untuk keselamatan mereka dari awal perjalanan sampai akhir.


Melihat wajah Arana yang nampak sedikit tegang, Alva disampingnya menyandarkan kepalanya di bahu Arana dan setengah memeluk tubuhnya.


"Sayang, aku sepertinya sudah merasa lapar."


Mendengar perkataan Alva, Arana menoleh kebelakang dan mendongak kedepan, mencoba mencari pramugari untuk mendapatkan beberapa makanan ringan untuk mengganjal rasa lapar Alva. Namun gerakannya segera terhenti ketika Alva menangkup wajahnya dengan sebelah tangannya dan membawanya menghadapnya.


Arana sedikit terkejut ketika dalam sekejab bibirnya sudah bertemu dengan bibir tipis Alva.


Namun detik berikutnya, hal yang membuat matanya melebar penuh dengan kejutan adalah ketika bibir tipis Alva mulai bergerak, menyentuh sudut bibirnya dan merasakannya dengan lembut. Arana menahan napasnya tanpa sadar, hingga entah berapa lama kemudian, akhirnya Alva melepaskan pangutannya.


Alva menyunggingkan senyuman dan berbisik dengan suara dalam yang menggoda. "sepertinya aku sudah setengah kenyang."


Bibir Arana memerah secara alami, namun ketika dua pasang manik itu bersitatap, wajah Arana semerah dan semasak tomat.


"A-Al!" Suaranya tercekat, dan pada akhirnya Arana hanya bisa menarik pandangannya dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Alva yang dengan lembut menariknya kedalam pelukannya yang hangat.


Dalam beberapa jam kemudian, pesawat telah mendarat dengan aman disalah satu bandara terbesar Kyoto.


Melangkah keluar dari bandara dengan koper yang berada ditangan masing-masing, Arana tidak bisa tidak terpukau pada bunga sakura yang bermekaran disepanjang jalan. Aroma manis yang melayang diudara membuat Arana bernostalgia pada masa lalu. Bertahun-tahun lalu, ketika dia menginjak kelas dua sekolah menengah pertama, dia mengikuti perombaan menggambar berskala internasional yang diadakan di Tokyo pada musim semi yang sama.


Pada waktu itu, dari puluhan ribu yang mendaftarkan karya mereka, Arana berhasil menduduki 10 besar, dan berhasil mendapatkan hadiah apresiasi yang tidak sedikit.


Selain hadiah berupa uang, 10 besar juga mendapatkan hadiah berupa tiket liburan ke Tokyo selama satu minggu penuh yang dibiayai oleh panitia acara.


Pada waktu itu, Arana mengingat dengan jelas dia menikmati pemandian air panas yang menyenangkan dan melihat bunga sakura bermekaran bersama dengan sembilan orang lainnya yang juga diundang ke Tokyo karena memenangkan peringkat 10 besar.


"Sayang, mobilnya disana."


Menoleh, Alva mengambil alih kopernya dan membawanya menuju sebuah mobil mewah. Ada seorang pria berjas hitam yang segera membantu Alva dengan koper mereka, dan pemandangan itu membuat beberapa orang yang berlalu disana melirik mereka dengan tatapan penasaran. Tentu saja, bagaimana orang bisa melewatkan penampilan rupawan Alva dan penampilannya yang bak mafia?

__ADS_1


Apalagi didukung dengan jas hitam yang selalu dikenakannya dan mobil kerennya.


"Go resseki no minasama, yōkoso. O ni-ri ga buji ni koko ni ko rareta koto ni kansha shimasu. O yado ni iku mae ni, doko ka ni tachiyorimasen ka? || Selamat datang tuan dan nona. Saya bersyukur bahwa anda berdua sampai disini dengan aman. Apakah anda ingin mampir ke suatu tempat sebelum ke penginapan?"


Pria berwajah Jepang otentik itu menanyakan pertanyaan kepada Alva dan Arana dalam bahasa Inggris namun dengan logat Jepang yang kental ketika ketiganya sudah memasuki mobil. Alva menjawab dengan bahasa Jepang, menghargai kebudayaan Jepang. "Watashitachi o shinden ni tsureteitte kudasai || Tolong antarkan kami ke kuil."


Pria itu tidak terlalu terkejut mendengar kefasihan bahasa Jepang Alva dan dengan tenang menganggukkan kepalanya. "Wakatta || Mengerti."


***


Kuil Yasaka merupakan salah satu dari sekian banyak kuil yang ada di Kyoto. Kuil Yasaka atau Yasaka Jinja adalah komplek kuil Shinto yang terletak di kawasan Gion, Kota Kyoto, Jepang. Kuil Yasaka merupakan akses masuk ke Taman Maruyama. Kuil ini memiliki bangunan tinggi dengan tiang-tiang berwarna merah yang menarik.


Memandang bangunan didepannya, Arana mengungkapkan kekagumannya melalui ekpsresinya dan mengikuti langkah Alva untuk menaiki anak tangga.


Ada seorang wanita yang menyambut keduanya dengan sopan, mengenakan yukata putih dengan aksen merah yang terlihat istimewa. Ada jimat yang terpasang di bajunya, dan beberapa manik yang sering Arana lihat di kuil. Arana dengan mudah menebak bahwa wanita itu seharusnya adalah Miko (penjaga dan pengurus kuil) di kuil ini.


"Yōkoso Yasakajinja e || Selamat datang di Kuil Yasaka."


Alva dan Arana sama-sama membalas keramahannya dengan mengikuti gerakannya setengah membungkuk. Secara alami wanita itu membimbing Arana dan Alva. "Jiin ni hairu mae ni sōji o shi ni kite kudasai || Mari ikuti saya untuk melakukan pembersihan sebelum masuk ke kuil."


Arana menganggukkan kepalanya dan mengikuti wanita itu menuju sebuah tempat yang berada tak jauh dari gerbang masuk kuil. "Chouzushadesu. Jinja ni hairu mae ni, chouzusha-nai no mizu de te to kuchi o arai, haiden de oinori shimasu. || Ini adalah Chozuya. Sebelum masuk kuil\, kalian harus membasuh tangan dan mulut dengan menggunakan air dari dalam chozuya ini\, sebelum berdoa di aula pemujaan."


Arana melihat Alva mengulurkan tangannya mengambil gayung air, membasuh tangannya dan menyeka bibirnya. Ia mengikutinya dan merasakan dinginnya air. Meski dingin, sebenarnya air itu terasa sangat menyegarkan.


Setelah selesai membersihkan diri, Miko itu mengajak Arana dan Alva menuju sebuah aula yang biasa digunakan sebagai aula pemujaan dan berdoa selama beberapa waktu disana sebelum mengajak keduanya berkeliling sembari bercerita sedikit mengenai kuil itu. "Susanō no mikoto to Kushinada hime no mikoto no fūfu no honkyochi to sa reru jinjadesu. Raburabuna fūfunanode, kono jinja wa kappuru ga otozureru jinja demo arimasu || Kuil ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya pasangan suami istri Susanoo no Mikoto dan Kuhsinada Hime no Mikoto. Mereka adalah pasangan yang penuh cinta dan kasih sayang\, maka dari itu kuil ini juga menjadi kuil dimana pasangan-pasangan datang."


"Giri no musuko de enmusubinokami-sama to shite shira reru ōkuninushimikoto (ō kuninushi nomi koto) mo kono jinja, seikaku ni wa ōkuninushisha ni matsura rete imasu. || Menantu laki-laki mereka\, Dewa Ookuninushi no Mikoto yang dikenal sebagai dewa perjodohan juga dipercaya bersemayam didalam kuil ini\, lebih tepatnya di kuil Ookuninushi-sha."


Arana mendengarkan dengan seksama dan nampak begitu berminat pada pembicaraan ini. Meski Arana sendiri tidak mengakui dewa sebagai sosok yang disembahnya, Arana tertarik untuk mengerti kehidupan Jepang dan senang mendengarkan kisah-kisahnya.


Beberapa waktu berjalan, mereka berhenti disebuah Kuil dengan mangkuk air besar dari batu. Air mengalir dari bilah bambu yang langsung jatuh ke dalam mangkuk.

__ADS_1


Sang Miko berkata dengan tenang. "Kochira wa munakatasanjin o matsuru bi no tera-bi onzakijinja. Ikishima-hi-uri inochi (ichi kishima hime nomi koto) wa mikami no naka de mottomo utsukushiku,-bi geijutsu kaiun no kami to shite shinkō sa rete imasu. Sonotame, shusse un o motomete biyō mizu o motomete otozureru wakai josei mo sukunaku arimasen. Kono nagareru mizu wa, hada no utsukushi-sa o torimodoshi, uchigawa kara utsukushi-sa o takameru koto ga dekiru to shinji rarete imasu.|| Ini adalah Kuil Utsukushi-gozen yang merupakan Kuil Kecantikan dimana Tiga Dewa Munakata bersemayam. Diantara ketiga dewa\, Dewa Ichikishima Hime no Mikoto adalah yang paling cantik\, dan dipuja sebagai dewa kecantikan\, seni dan keberuntungan. Maka dari itu\, banyak sekali wanita muda yang datang kemari untuk mendapatkan air kecantikan\, agar mendapatkan keberuntungan dalam karir mereka. Air yang mengalir ini dipercaya mampu mengembalikan keindahan kulit dan meningkatkan kecantikan dari dalam hati."


"Dōzo o tameshi kudasaimase. || Silakan mencobanya\, nona."


Arana terkejut, "Watashi? Īdesu ka? || Aku? Bolehkah?"


Wanita itu menganggukkan kepalanya, mengambil gayung dan mengambilkan sedikit tetesan untuk Arana yang menengadahkan tangannya. Ia mengusapkan air itu kewajahnya dan kemudian tersenyum ketika bersitatap dengan Alva.


"Airnya dingin." Katanya membuat Alva mengulurkan tangannya dan mengusap surainya dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang.


Melihat interaksi keduanya, sang Miko tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Benar-benar pasangan muda yang bahagia.


***


Merentangkan kedua tangannya begitu tiba dipenginapan, Arana kemudian membuka koper untuk kemudian menatanya kedalam lemari yang berbentuk seperti laci. Dibelakangnya, Alva melakukan hal yang serupa dan keduanya sama-sama sibuk untuk beberapa waktu kemudian.


Rasa lelah menghampirinya setelah perjalanan jauhnya, dan ia semakin lelah setelah memiliki kegiatan yang mereka lakukan di kuil.


Arana benar-benar ingin membersihkan dirinya dan kemudian tidur.


"Al, aku mandi duluan, ya?"


Dibelakangnya, Alva yang tengah menggulir layar ponselnya menganggukkan kepalanya setelah menoleh. "Kamar mandinya ada diujung lorong, pintu sebelah kanan, sayang."


Arana mengangguk. "Baiklah."


Seperti kata Alva, Arana melangkah hingga ke ujung lorong bersekat semi transparan yang mampu menampilkan kolam bening didalam penginapan. Ketika dia menggeser pintu, ada kamar mandi yang membuat manik Arana membulat dan berbinar. Kamar mandi didesain dengan mewah dan elegan. DInding kamar mandi dari marmer berwarna caramel membuat suasana kamar mandi nyaman, dan bak cekung besar bertangga didalamnya yang terisi air hangat berwarna merah muda. Aroma lembut melayang diudara dengan ringan, dan menggelitik hidungnya.


Arana benar-benar kagum, dan tidak bisa menahan untuk tidak berpikir.


Kira-kira seberapa lama dia harus bekerja untuk bisa memiliki kamar mandi senyaman dan semewah itu.

__ADS_1



[Semua informasi aku dapetin di google, jadi kalau ada kesalahan, aku bener-bener minta maaf karena itu nggak sengaja. Btw, fokus aja ke bahasa Inonseianya, bahasa Jepangnya kacau, tapi karena aku males ngedit karena juga cuma pakai google translate, jadi mohon dimaklumi, hehe.]


__ADS_2