My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Bianglala2


__ADS_3

"Oh, Tuhan!!"


Helli memekik dengan suara tertahan. Mereka benar-benar berada di puncak ketinggian. Gavin masih menggenggam tangannya, mereka saling bergenggeman.


"Apa kau tahu Gavin, jika bianglala adalah kata lain dari pelangi?"


"Oh ya?" Gavin memang baru mengetahuinya.


"Hmm... Entah bagaimana ceritanya wahana ini diberi nama bianglala. Mungkin karena saat menaikinya ada beragam rasa yang campur aduk. Ada beragam kenangan yang tercipta ketika seseorang naik bianglala. Rasa dan pengalaman yang menjadi warna-warni kehidupan. Warna-warni seperti pelangi."


"Aku baru mengetahuinya. Informasimu sangat bermanfaat, Helli."


Helli mendelik, ucapan Gavin terdengar seperti sedang meledeknya.


Gavin tertawa melihat ekspresi Helli yang terlihat kesal. "Aku sungguh baru mengetahuinya, Helli. Katakan padaku, bagaimana rasanya?"


"Awesome,"

__ADS_1


Bianglala sesuatu yang hanya bisa dibayangkan saat sudah merasakannya. Helli benar-benar sudah merasakan sensasinya. Jawaban atas rasa antusias anak-anak yang dulu sering ia dengar. Kini ia merasakannya, rasa penasarannya menemukan jawaban.


"Indah, bukan?"


Helli mengangguk, menatap penuh kekaguman. "Di atas sani bukan hanya pemandangan luar biasa yang kudapatkan, tapi juga sensasi berada di ketinggian. Menyaksikan bahwa dunia tidak sekecil yang kubayangkan. Menyadari bahwa banyak hal yang tidak dapat kita jangkau. Dan mengakui bahwa kita hanyalah titik kecil dari alam semesta. Apa aku berlebihan? Itu yang aku rasakan saat berada di puncak tertinggi bianglala ini, Gavin."


Gavin tersenyum bercampur takjub. Jika beberapa menit lalu ia lah yang berjanji akan menawarkan sesuatu yang tidak terlupakan pada Helli. Tapi ternyata gadis itu lah yang membuat Gavin merasakan sensasi yang berbeda saat berada di bianglala. Dulu, Gavin hanya peduli dengan sensasinya. Helli memberinya banyak pelajaran bahwa banyak hal yang bisa dipetik dari hanya sekedar berada di puncak bianglala.


"Hidup itu layaknya roda yang berputar. Kadang kita berada diatas dan ada kalanya kita berada di bawah. Seperti bianglala ini." Gavin ketularan kata-kata bijak dari Helli.


Helli tersenyum tapi kepalanya menggeleng membuat Gavin terbingung-bingung. Apakah ada yang salah dengan kata-kata bijak yang dikutip Gavin dari beberapa orang yang biasa melontarkan kalimat tersebut.


Bianglala mengingatkan Helli pada kehidupannya, bahwa ada kalanya ia perlu memandang dari sudut yang berbeda. Dari mereka yang memutuskan naik walau sebenarnya takut, ia seolah diingatkan bahwa yang diperlukan dalam menjalani hidup adalah keberanian. Itulah yang ia lakukan saat memutuskan untuk kembali ke dunia model meski mimpi buruk senantiasa mengikutinya.


Ia harus lebih berani untuk melawan ketakutan-ketakutan yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Tidak penting sebesar apapun masalah yang akan ia hadapi nanti, yang terpenting adalah bagaimana ia akan menyikapinya. Memilih mengeluh dan menangis, atau mencoba tetap tersenyum dan menghadapinya, ia yang memutuskan.


Gavin kembali dibuat terpesona oleh cara pandang Helli yang berbeda dengan orang kebanyakan, termasuk dirinya.

__ADS_1


"Jadi menurutmu hidup bukan hanya tentang di atas dan di bawah?"


"Entah itu di atas atau di bawah. Selalu ada warna, Gavin. Berbagai warna yang bisa kita sebut dengan tawa, tangis, bahagia, kecewa, marah dan juga serakah."


Saat ini aku sedang serakah. Ingin waktu berhenti dan hanya ada kita berdua di sini. Aku tidak ingin turun yang memaksaku akan kembali kepada kenyataan dimana kau harus menggapai wanita pujaanmu. Bisakah kencan ini jangan berakhir?


"Lalu, warna apa yang kau rasakan saat ini, Helli?"


"Bahagia. Aku bahagia karena bisa menikmati momen ini bersamamu. Kau teman terbaik."


"Bolehkan aku mendapatkan hadiah khusus karena aku sudah menjadi teman yang baik untukmu?"


Katakanlah Gavin brengsek, tapi ia juga ingin menyempurnakan momen ini dengan indah. Jemarinya mulai terulur, menyentuh pipi Helli yang mulus. Entah siapa yang memulai, bibir mereka kini menempel satu sama lain.


Bianglala akan terus berputar tidak peduli saat sedang berada di atas ataupun di bawah. Tidak peduli jika sedang menangis ataupun tertawa. Semua tergantung pada pilihan. Bagaimana akan menjalaninya? Sampai Tuhan mengatakan, waktu telah selesai.


Dan itulah yang saatnya ini terjadi. Ciuman terlepas seiring dengan berhentinya sang bianglala berputar.

__ADS_1


Saatnya turun dari bianglala, Helli! Ceritamu dan dia harus berakhir sebelum dimulai.


Gavin menempelkan kening mereka, napas keduanya saling bersahutan. Jemarinya mengusap bibir Helli, membersihkan jejak ciuman mereka. "Ciuman yang cukup basah," ucapnya sembari terkekeh.


__ADS_2