
"Woow!" Nicky bersiul takjub melihat penampilan Helli yang mengenakan gaun merah merah menyala, melekat indah di tubuhnya yang memang tercipta untuk menyesatkan para pria yang memiliki iman dan cinta yang tipis kepada pasangan mereka.
"Aku yang wanita juga dibuat iri melihat kecantikanmu yang paripurna." Nicky kembali menurunkan tatapannya pada sosok di hadapannya. Gaun yang dikenakan Helli memiliki belahan yang cukup panjang di bagian kaki hingga mempertegas kakinya yang jenjang dan memamerkan kemulusannya.
"Terima kasih atas pujianmu. Tapi pesta siapa yang akan kita hadiri?"
"Stacy Dixton. Keponakan dari Glend Vasquez. Akan banyak media dan orang penting di sana. Ingat apa yang harus kau lakukan."
"Menjaga sikap. Kau tenang saja, meski aku tidak menyukai judul film yang sedikit menyesatkan itu, tapi aku akan berjuang denganmu, Nicky. Kita pasti mendapatkan kontraknya. Kuharap aku bertemu dengan si pengangguran kaya dan ketiban nasib baik dari gadis itu."
"Tentu saja kita akan bertemu dengannya. Mr.Vasquez sangat mencintai keponakannya. Ia menggelar pesta yang sangat luar biasa. Ia dan keluarganya tentu akan hadir. Kabarnya, putranya juga akan datang malam ini."
"Aku penasaran dengan wajahnya. Kemana saja ia selama ini?" Helli memoleskan lipstik ke bibirnya untuk mempertegas kesensualannya. Berbicara tentang pewaris Vasquez, pria itu sedikit misteri. Tidak ada media yang berani menyorotnya. Karena jika hal itu terjadi, bisa dipastikan media tersebut akan mendapat berita buruk.
__ADS_1
"Dia lebih sering menghabiskan waktu bersama ayah angkatnya, Felix Orlando. Itulah yang dikatakan media. Pria itu enggan disorot."
"Apakah wajahnya burik?"
Nicky mengernyit, "Aku tidak tahu. Tapi menurutku itu sesuatu yang tidak mungkin mengingat Mr dan Mrs. Vasquez sangat jauh dari kata burik. Mereka tentunya memiliki bibit unggul yang sangat luar biasa."
"Kau benar juga. Ayo, kita berangkat dan dapatkan kontraknya." Helli merasa pembahasan tentang pewaris Vasquez bukan sesuatu yang menarik. Untuk apa memikirkan yang tidak terlihat.
"Ibumu menghubungiku."
"Stop! Jangan merusak moodku. Kita akan membicarakannya nanti."
"Dia akan menemuimu jika kau tidak mau menjawab panggilannya."
__ADS_1
Huft! Itu benar. Ibunya pasti sudah mendengar kepulangannya. Dan Lusiana pasti mencari cara agar bisa menemuinya dan bisa ia pastikan akan ada pertengkaran lagi.
"Aku belum bisa menemuinya." Moodnya memburuk. Semangatnya yang berkobar tadi lenyap entah kemana. Dua tahun, bukan waktu yang sebentar. Selama itulah ia dan ibunya tidak bertegur sapa, bahkan melalui ponsel sekali pun. Selalu ada kesalahpahaman diantara keduanya. Komunikasi yang tidak bagus membuat kesalahpahaman tersebut semakin lebar.
"Tapi dia ingin bertemu denganmu."
Helli mendesah, selama ini kemana ibunya? Kenapa tidak mencarinya seolah tidak peduli dengan kehidupannya. Ya, memang sejak kapan keduanya saling peduli.
Ting!
Ponselnya berdenting, "Di mana ponselku?"
Nicky segera mencarinya dan menemukannya di bawah ranjang. "Kau selalu melupakan di mana kau meletakkan ponselmu. Untung saja suaranya full."
__ADS_1
"Sepertinya benda itu terjatuh saat aku tertidur," ia menerima ponselnya. Decakan kasar keluar dari mulutnya. Pesan dari ibunya yang menyatakan bahwa ibunya tahu di mana ia tinggal dan proyek apa yang akan ia jalani.
"Aku akan bersenang-senang di pesta. Kuharap aku bertemu seorang pria kaya yang bersedia kurayu agar menyerahkan semua warisannya kepadaku. Aku juga ingin mabuk! Terbang tinggi melintasi nirwana. Ah, aku butuh sampanye!"