My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Ada Apa Antara Kau dan Dia


__ADS_3

"Aku tunanganmu," akhirnya jawaban itu tercetus begitu saja.


Ya, Gavin meyakinkan dirinya bahwa tindakannya yang ekstrem itu hanya karena ia mendalami perannya sebagai tunangan palsu. Meski bagian dari dirinya menyadari bukan itulah alasan sebenarnya. Dan yang membuatnya pusing dan semakin emosi, ia tidak menemukan alasan untuk jawaban yang sebenarnya.


Selama ini dia tidak pernah bersikap heroin dan sok pahlawan. Tidak pernah terusik jika teman kencannya disentuh pria lain. Justru hal itu merupakan suatu keuntungan baginya. Dijadikan alasan untuk mengakhiri hubungan singkatnya.


Lalu apa yang berbeda dengan Helli? Gavin jelas sadar jika ini hanya hubungan palsu yang memiliki tenggang waktu. Ada aturan permainan yang sudah mereka sepakati. Aksi heroiknya tadi benar-benar berlebihan menurutnya.


"Saat aku melihatmu dalam masalah, aku akan datang melindungimu. Dan ya, aku memang posesif. Jangan harap aku akan meminta maaf untuk apa yang baru saja terjadi. Aku seorang Vasq... Hm, jika bukan itu yang kau inginkan dari sebuah hubungan, mungkin kau bersama pria yang salah."


Helli dibuat terkejut dengan pernyataan Gavin. Tapi sepertinya keterkejutan Helli menyamai keterkejutan Gavin. Keduanya sama bingung, apakah ini nyata atau hanya pura-pura.


Panik mendengar suara yang entah berasal dari mana bahwa kali ini ia memang benar-benar sudah bertingkah tidak masuk akal, ia melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Gavin, tunggu. Tunggu!" Helli mengejar Gavin di tengah rasa mual yang menderanya.


Helli berusaha mengabaikan rasa itu. Ia tahu banyak masalah yang sudah menunggu di set film akibat kekacauan ini. Tapi ada hal-hal lain yang lebih penting mengusik benaknya, misalnya reaksi Gavin yang terlalu ekstrem. Ia tidak pernah melihat Gavin bertindak berlebihan. Pria itu selalu saja bersikap santai. Tapi hari ini...


Gavin hilang kendali. Dan jika pria itu perlu konfirmasi, ia hanya perlu melihat penampilannya yang penuh debu, terdapat bekas perkelahian penuh di tanah.

__ADS_1


Helli melihat robekan celana di kaki pria itu. Robekan yang didapatkan pria itu demi melindunginya. Helli mendengar jantungnya berdebar-debar seperti kuda yang memimpin di arena pacuan.


Sebagai wanita yang sedang jatuh cinta, jauh di dalam lubuk hatinya, Helli tersanjung dengan tindakan Gavin yang terlihat seperti seorang kekasih yang sangat posesif.


Helli menggeleng, mengenyahkan angan-angan konyol yang justru akan menimbulkan harapan yang kelak membuatnya kecewa.


Akhir-akhir ini, ia memang tidak bisa berkonsentrasi. Pikirannya melanglang buana, tentang nasib hubungan mereka. Jika Mona sudah mengakhiri hubungannya dengan Rusell, artinya hubungan baru akan tercipta.


Helli sibuk memikirkan kemana ia harus pindah. Setelah Gavin dan Mona menjalin hubungan, sangat tidak mungkin jika ia terus memanfaatkan kebaikan Gavin.


Belum lagi ia harus mengatasi hatinya yang patah karena pria pujaan hati sudah mendapatkan sandaran hati. Membayangkan Gavin dan Mona tinggal bersama sudah membuat hatinya serasa dicubit.


"Kita perlu bicara. Jangan pergi dulu," pintanya dangan nada membujuk.


Gavin menghentikan langkahnya, ia berbalik manatap Helli. Ekspresi pria itu dingin. Lebih dingin daripada yang pernah Helli lihat.


"Kau baru saja mengatakan bahwa kau tidak menginginkanku ada di sini," ucap pria itu dengan sinis.


"Itu karena kami sedang berada di tengah-tengah syuting," Helli menoleh ke belakang, para kru memperhatikan mereka termasuk Calvin. Wajah Gavin kembali menggelap, tidak menyukai saat Helli menoleh ke belakang dan memikirkan para kru.

__ADS_1


"Jadi, apakah kau akan memberitahuku ada apa antara kau dan pria itu? Maksudku, apa yang terjadi sebenarnya?"


Mulut Helli mendadak kering, jantungnya berdegup keras. Ada godaan ingin mengatakan apa yang sedang membelenggunya. Tapi kenyataan bahwa Gavin mungkin tidak benar-benar serius dengan ucapan untuk melindunginya.


Namun, seandai Gavin serius dengan ucapannya, Helli tidak lantas harus mengandalkan Gavin. Ia harus tahu diri, terlebih ke depannya nanti akan ada Mona di sisi Gavin. Ini yang harus ia ingat di dalam benak juga pikirannya.


"Tidak ada apa-apa." Helli memutuskan untuk bungkam. Cukup ia yang tahu tentang rahasianya.


"Kau sedang berbicara denganku," Gavin kembali emosi saat ia mendekat, menghapus jarak diantara mereka.


"Semalam kau bercerita kepadaku. Semalam kau mulai jujur. Jadi jangan pernah sembunyikan siapa dirimu dariku, Helli Lepisto."


Apa hanya Helli yang menganggap pembicaraan ini sedikit sinting. Ini pertengkaran pertama mereka dan terlihat seperti pertengkaran kekasih pada umumnya.


"Semalam...?" Suaranya tercekat.


Jika bagi Gavin semalam adalah tentang apa mereka bicarakan. Tapi bagi Helli, semalam adalah tentang tubuh mereka yang saling menindih. Helli menyisir rambutnya dengan jemarinya. Tidak tahu pertanyaan apa yang harus ia ajukan atau jawaban apa yang ingin ia dengar. Ia menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa tidak ada orang di dekat mereka untuk mendengar pembicaraan mereka.


"Apa kau sedang berakting? Karena aku tidak tahu lagi mana yang nyata dan mana yang tidak nyata."

__ADS_1


Ini harus dihentikan sebelum ia benar-benar salah paham dengan sikap Gavin. Helli mulai sadar jika pertunangan yang ia anggap sebagai solusi ternyata justru akan menambah masalah dalam hidupnya. Ia menyesali keputusan ini. Firasatnya mulai mengatakan jika pertunangan ini hanya akan menambah perkara dalam hidup mereka berdua.


__ADS_2