
"Oh, Sial!" Gavin mengumpat lirih ketika salah satu pelayan tanpa sengaja menumpahkan minuman ke atas pakaiannya.
"Ma-maaf, Tuan." Gavin mengangkat kepala. Seorang pelayan wanita, masih muda dan kelihatan jelas sangat ketakutan dengan kesalahan yang baru saja wanita itu lakukan.
Gavin menyorot penampilan wanita itu, dari atas ke bawah dan kembali ke atas. Seragam putih dan rok hitam yang lumayan ketat dan pendek. Gavin juga melihat heels yang dikenakan wanita tersebut.
"Kau pelayan baru di sini?"
"Hanya untuk malam ini, Tuan."
Ya, harusnya Gavin tahu bahwa keluarganya tidak akan memberikan pakaian pelayan yang serba ketat seperti yang wanita itu kenakan.
"Bodoh!" umpatnya dengan suara pelan.
__ADS_1
"Ma-maafkan aku," si pelayan itu semakin ketakutan mendengar umpatannya.
"Bukan kau yang kukatakan bodoh," ia melepaskan jasnya dan memberikannya kepada wanita itu. "Tutupi tubuhmu. Bramu yang berwarna merah tercetak jelas." Wanita itu spontan menyilangkan tangan di dadaa.
"Aku sudah melihatnya, percuma melindunginya dariku," tukas Gavin dengan enteng, membuat si pelayan semakin malu. "Jika kau tidak ingin orang lain juga menyaksikan hal serupa, ambil jasku dan lindungi apa yang ingin kau lindungi dan kembali lah ke dapur. Temui Mrs. Renata, minta kepadanya pakaian baru dan sepatu flat. Katakan jika Gavin yang memintamu. Pesta belum dimulai, kau akan kesulitan dengan heels yang kau kenakan. Aku akan menegur atasanmu untuk hal ini. Sekarang pergilah, lakukan apa yang kukatakan."
Wanita itu segera mengambil jas yang disodorkan Gavin untuk melindungi tubuhnya.
Sambil menggerutu, Gavin membawa nampan tersebut bersamanya.
Di waktu yang sama, di tempat yang sama, Helli baru saja turun dari mobil. Seperti yang dikatakan Nicky, ada begitu banyak sorot lampu kamera. Tapi sepertinya kehadirannya kurang menarik minat para pencari berita tersebut karena terlihat mereka sedang mengerumuni Glend Vasquez yang juga baru saja sampai bersama dua wanita kesayangannya. Bella dan Grace. Pria mengagumkan itu merangkul kedua wanita itu dengan sangat posesif. Melihat hal itu, Helli menarik napas panjang. Glend Vasquez adalah favoritnya. Menurutnya, belum ada yang mampu mengalahkan pesona pria itu.
"Jangan sampai tatapan memujamu itu tersorot salah satu kamera tersembunyi, Helli. Kau akan menghancurkan semuanya dengan jalur cepat."
__ADS_1
"Dia begitu memukau." Erangnya tanpa melepaskan tatapannya dari keluarga bahagia itu.
"Dunia pun mengakuinya. Untuk itu, mari kita pergi sebelum dunia perlambean berhasil membidikmu dengan hengpong jadul!" Nicky segera menarik tangan Helli agar segera pergi dari tempat tersebut. Untuk masuk ke ruang utama, mereka harus melalui kerumunan tersebut.
"Jangan menyeretku, Nick! Stiletto-ku menyulitkanku,- Ahh.." seorang pencari berita yang baru datang, berlari terburu-buru untuk ikut bergabung dengan sekelompoknya. Berita tentang Vasquez memang selalu menjadi incaran. Pria itu, tanpa sengaja mendorong Helli hingga kehilangan keseimbangan. Entah bagaimana ceritanya, Helli sudah ada di tengah kerumunan, di hadapan Glend beserta istri dan putrinya.
"Helli Lepisto, benarkah itu dirimu?"
"Hei, bukankah itu si Lepisto, perayu ulung pria kaya tua. Apa yang dia lakukan di sini? Merayu Glend Vasquez?"
"Ah, ini sungguh Helli? Dia cantik sekali."
Helli mengabaikan bisik-bisik tetangga di belakangnya. Tepatnya, ia tidak mendengar kericuhan para pencari berita itu. Dia tertegun, terpana, terpesona dengan sosok pria yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1