
"Sudah sampai mana persiapan pernikahan kalian?"
Pertanyaan Glend membuka sisi obrolan pagi ini. Semuanya berkumpul di meja makan. Bella terlihat sibuk menata makanan sesuai kesukaan masing-masing. Secangkir kopi pahit untuk Gavin, teh tanpa gula untuk Glend karena Bella sudah melarang suaminya mengkonsumsi kopi juga gula berlebih, dan secangkir susu untuk Grace.
Semua itu tidak luput dari perhatian Helli. Untuk pertama kalinya ia mengalami hal seperti ini. Duduk di ruang makan bersama keluarga. Inilah yang dulu ia impikan, dan baru pagi ini terwujud. Sayang sekali, ibunya tidak ada di sana.
"Mom tidak tahu apakah kau suka susu vanilla atau cokelat, jadi Mom membuatkan keduanya. Mom juga membuat salad buah dan sayur, Gavin mengatakan kau sering meributkan postur tubuhmu. Kau sedang hamil, asupan gizimu harus seimbang. Ke depannya mungkin Mom akan sangat cerewet karena memusingkan makanan yang mungkin tidak akan kau sentuh. Tolong mengerti bahwa jika itu terjadi, itu hanya sebegai bentuk perhatian kami padamu, bukan karena tidak menyukaimu."
Helli tidak menyangka jika makanannya juga diperhatikan. Ia sudah cukup senang dengan cara ibu mertuanya itu memperhatikan anak dan suaminya. Tapi ternyata, ia cukup beruntung karena mendapat perhatian manis ini dari seorang Bella Vasquez.
"Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?" Bella bertanya kepada suaminya, karena Helli secara mengejutkan menangis sembari menundukkan kepala.
"Tidak... Tidak, kau tidak mengatakan hal yang salah, Mrs. Vasquez..."
Dahi Bella mengernyit mendengar cara Helli menyebutnya.
"Maksudku Mom." Helli langsung menyadari kesalahanya dan segera meralat. "Kau tidak mengatakan hal yang salah. Akhir-akhir ini aku memang sedang sensitif."
"Kau sedang hamil, itu hal yang wajar," Gavin menenangkan sembari mengusap punggung tangannya. Ia memang sudah berguru kepada Justin tentang wanita yang sedang mengandung. Dan ia sudah mempersiakan diri untuk mood Helli yang nantinya akan sering berubah-ubah.
"Yang dikatakan Gavin benar. Jadi, katakan kepada kami apa yang sudah membuatmu menitikkan ait mata, Sayang?" tanya Bella dengan lembut.
Tidak bermaksud untuk membandingkan ibunya dan ibu mertuanya, tapi sungguh Helli merasa dahaganya terpuaskan dengan sikap lembut dan pengertian dari Bella. Pelukan, perhatian, dan kata-kata yang begitu menenangkan. Helli tidak berharap Lonela akan memanggilnya seperti cara Bella memanggilnya dengan sebutan sayang, ia hanya ingin Lonela tersenyum kepadanya. Itu saja.
Gavin menarik dagunya agar mereka berhadapan, pria kesayangannya itu mengusap ait matanya dengan penuh hati-hati seolah dia adalah benda yang sangat rapuh. Mengapa orang-orang di sini begitu sangat manis. Mulai dari suami, istri hingga anak-anaknya. Ah! Helli benar-benar merasa bahwa dia adalah wanita paling beruntung di dunia ini.
"Mom bertanya padamu, kenapa kau menangis? Jawablah, karena aku juga penasaran."
"Aku hanya terharu," Sahut Helli dengan cicitan pelan. "Ini pertama kalinya bagiku. Duduk bersama di meja makan. Ada ayah, ibu, dan anak-anak. Beginilah keluarga. Ini pertama kalinya bagiku. Terdengar sangat aneh, tapi itulah kenyataannya." Helli tertunduk malu. Kehangatan keluarga ini sangat berbanding terbalik dengan hidupnya. Ia dan ibunya tidak pernah makan bersama, dan ia tidak tahu siapa dan di mana ayahnya.
"Itulah mengapa kami dikirim Tuhan untukmu." Grace menimpali. "Ke depannya kau dan kami akan sarapan bersama hingga nanti ke depannya kau akan bosan mendengar perdebatan Dad dan Gavin tentang saham, atau pertengkaranku dengan Gavin dan kau juga akan muak melihat kemesuman Dad terhadap Mommy. Percayalah, Helli, yang pertama memang selalu indah, tapi ke depannya kau pasti berusaha mengelak untuk melewatkan sarapan pagi bersama. Tapi, kuharap dengan hadirmu di sini bisa membuat Mom dan Dad lebih mengkondisikan hasrat mereka agar tidak mencemariku dan kumohon dengan sangat, jangan terkontaminasi dengan kemesuman Gavin yang ia warisi dari Daddy. Kau orang kesayanganku, Helli, jangan kecewakan aku."
__ADS_1
Akhirnya Helli tertawa mendengar cerocosan Grace yang sepertinya memang dari hati. "Akan kuingat nasehatmu, tapi sepertinya aku tidak akan pernah rela melewatkan kebersamaan seperti ini. Ini mimpiku."
"Kalau begitu nikmatilah. Selamat datang di keluarga ini, Sayang," ucap Bella.
"Jadi, sudah sampai mana persiapan pernikahan kalian?" Glend mengulangi pertanyaannya yang sempat terabaikan.
"Kami akan menunda pernikahan ini hingga bulan depan, Dad. Helli menginginkan gaun khusus."
Glend mengangguk paham, "Resepsi bisa diadakan bulan depan. Sebaiknya kau dan Helli mendaftarkan pernikahan terlebih dahulu dengan begitu baik kau dan dia tidak perlu menahan diri."
Wajah Helli bersemu merah, ia tahu jika ayah mertuanya tidak bermaksud untuk menggoda apalagi berkata mesum. Apa yang dikatakan ayah mertuanya benar adanya. Tadi malam terjadi kehebohan antara Grace dan Gavin yang memperebutkan Helli. Gavin memaksa agar Helli tidur di kamarnya dan Grace jelas saja menolak dengan dalil mereka belum menikahan. Kesalahan tidak boleh terjadi berulang kali. Ucap Grace dengan bijak. Akhirnya mereka bertiga tidur di kamar yang sama di mana Grace menjadi pembatas diantara Helli dan Gavin.
"Kau benar juga, Dad. Putrimu sedikit menyulitkanku. Dia merebut istriku dariku.'
"Kau mencemarinya!"
"Aku suaminya, aku berhak atas dirinya."
"Calon, kau masih calon!"
"Helli terlalu sempurna untukmu. Oh, Helli-ku yang malang."
"Jangan meracuni otak istriku, Grace!"
"Itu fakta, titik tidak ada koma yang artinya kau tidak bisa lagi berkata-kata!"
Yang dikatakan Grace beberapa saat lalu benar adanya. Kedua saudara itu akhirnya bertengkar.
"Abaikan mereka, nikmati sarapamu dan mulailah terbiasa dengan ini," ucap Glend sembari menarik kursi untuk istrinya, pria itu kemudian mengambil sepotong roti untuk sang istri. "Terima kasih untuk sarapan hari ini. Aku dan anak-anak masih sehat hari ini berkat perhatian dan kegigihanmu," pria itu mengecup tangan istrinya berulang kali.
Ah! Helli ingin masa depannya seperti itu! Dan ia yakin akan merasakan hal demikian karena yang menikahinya adalah seorang Vasquez!
__ADS_1
"Mom, Dad, mulai besok aku akan bekerja di perusahaan Oscar! Aku diterima sebagai sekretaris."
Glend seketika tersedak. "Sekretaris? Bekerja? Kau serius?"
"Tidak pernah seserius ini."
"Kenapa harus di perusahaan lain?"
"Karena di perusahaan lain akan mengajarkanku banyak hal yang bisa membuatku lebih berkembang."
"Tapi..."
Grace menggelengkan kepala, "Aku perlu membuktikan sesuatu kepada diriku. Jika aku bekerja di perusahaanmu, para karyawanmu akan memperlakukanku dengan baik. Mereka akan sungkan dan enggan bergaul denganku. Aku ingin diakui bukan karena aku adalah Vasquez, melainkan karena usaha dan kerja kerasku. Tolong percaya padaku."
Melihat kesungguhan Grace, Glend tidak bisa berkata-kata. Ia menoleh menatap istrinya untuk menyerahkan keputusan.
"Kurasa memang sudah saatnya memberikan kebebasan padanya."
"Oh, Mom." Grace beranjak dari kursinya untuk memberikan pelukan pada ibunya.
"Aku tidak sabar untuk memulai petualangan hidupku. Semoga semenarik kisah kalian!!"
.
.
.
Grace Oneila Vasquez
__ADS_1
Oscar Lawrance