
Bab 66 sudah direvisi ya, Genk!!
.
.
.
"Dan kita harus menghentikan mereka sebelum keduanya benar-benar membahas semua aibku, Dad."
Glend tergelak, tapi juga setuju dengan apa yang dikatakan putranya. Ia harus segera pulang karena sudah sangat merindukan istrinya.
"Kau sangat cantik juga menyenangkan. Kenapa kau mau menjadi kekasih playboy kardus seperti dia."
Mendengar penuturan Grace yang polos, Helli tergelak. "Hm, mungkin aku tersesat dan terjebak. Kau sangat hangat, sama seperti ayahmu." Helli kembali memeluknya, kemudian melepaskan pelukan mereka.
Keduanya saling melempar senyuman sebelum Grace berbalik untuk memberikan pelukan kepada ayah dan saudaranya. Helli memperhatikan interaksi Grace dan Glend yang begitu sweet. Glend memeluk dan mendaratkan kecupan berulang kali di kening putrinya. Benar-benar hubungan yang harmonis.
"Hebat. Dad, bangga kepadamu. Kau bahkan berhasil membuat seseorang pingsan dengan bolamu. Kepalanya benjol."
Grace membeliak. Pria yang menjadi sasaran bolanya yang meleset, ternyata seorang pria yang cukup tampan.
"Oh Tuhan, aku melupakanya. Bagaimana kondisinya. Aku harus segera melihatnya, Dad."
"Dia menolak ditangani medis yang ada di sini. Dia sedang menuju ke rumah sakit." Ayahnya memberi penjelasan.
"Astaga, aku merasa ini pertanda buruk. Apakah dia akan melayangkan tuntutan kepadaku, Dad?"
__ADS_1
"Itu hanya kecelakaan. Unsur ketidaksengajaan. Dia tidak bisa menuntutmu." Helli menimbrung, memberi semangat pada Grace yang mendadak murung.
Ini hari bahagia, kemenangan Grace, Helli tidak ingin Grace merusak momennya sendiri. Ya, walau Helli akui korban bola Grace memang terlihat arrogant. Pria itu membentak saat menolak ditangani begitu pria itu sadar.
"Aku senang mendengarnya, Helli. Baiklah, kita ke rumah sakit sekarang. Apa kau keberatan menemaniku, Helli?"
"Selamat," Gavin menginterupsi perbincangan keduanya.
"Aku belum mendapat pelukan dan kau sudah sibuk memikirkan pria lain."
Grace menoleh dan langsung menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Gavin. Pria itu mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan peluh adiknya tanpa rasa jijik.
"Hais, dasar donjuan sejati." Helli geleng-geleng kepala. Helli mendekati Glend kembali. Keduanya saling melempar senyum.
"Mr. Vasquez, apa aku boleh bertanya?"
"Tentu saja."
Dahi Glend mengernyit bingung, "Kau memiliki masalah?"
Helli mengangguk, "Ya, aku memiliki sedikit masalah. Omong-omong, berapa biaya yang dibutuhkan saat kita menggunakan jasa seorang pengacara?"
"Apa masalahmu?" Glend bertanya penuh minat.
Helli tampak ragu untuk mengatakannya. Glend adalah pria terhormat, ia tidak ingin pria paruh baya itu memandangnya dengan tatapan jijik dan tidak suka. Dan ia tidak bisa menyalahkan seseorang jika mendapat reaksi sepert itu terhadapnya.
"Aku tidak bisa membantumu jika kau tidak mengatakan seperti apa masalah yang kau hadapi, Nak. Kau harus percaya kepada orang tersebut saat kau meminta tolong kepadanya. Lagi pula, kau memiliki tunangan yang siap untuk kau repotkan. Berbagilah dengannya," ucap Glend bijak.
__ADS_1
Helli tersenyum miris. Ia menoleh dan tidak menemukan Gavin dan Grace di sana lagi. "Pertunangan kami tidak seperti yang terlihat. Ini hanya hubungan simbiosis."
Glend tampak terkejut dengan penuturan Helli. Jadi ini hanya pura-pura. Pria hangat itu kecewa kepada putranya. Ia akan mempertanyakan hal itu nanti.
"Aku mengatakan ini karena aku percaya padamu. Tapi untuk membeberkan masalahku kepadamu, aku sedikit malu. Maafkan aku."
Glend menganggukkan kepala tanda mengerti. "Apa pun masalahmu, kuharap semuanya segera selesai. Tapi omong-omong, siapa pria yang kau sukai yang tidak melirik ke arahmu?"
Helli tergelak, "Astaga, kau mendengarnya?" ia tersipu malu.
"Kau berteriak sangat keras, Nak. Gendang telingaku hampir pecah."
"Oh, maafkan aku." Helli semakin tersipu.
"Apakah pria itu adalah tunangan palsumu?"
"Astaga," Helli menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Bagaimana bisa kau tahu? Apakah terlihat sangat jelas?"
Glend mengangguk, "Kau tersenyum saat pria itu menggenggam tanganmu. Wajahmu juga bersemu merah. Kau selalu melirik ke arah tangan kalian yang saling bertaut."
"Oh, Tuhan, aku jadi malu." Helli menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ternyata seorang Glend Vasquez adalah seorang pengamat yang baik.
"Tapi dia memiliki wanita yang ia sukai. Dan aku memang tidak seharusnya jatuh hati padanya. Aku membutuhkan pria lain yang lebih berkuasa dibandingkan dengan dirinya. Dia hanya seorang montir," Helli berbisik begitu ekor matanya menangkap kehadiran Gavin dan Grace.
Glend sekuat tenaga mengulum senyumnya melihat kenaifan gadis yang ada di hadapannya itu. Jujur dan apa adanya. Itulah yang Glend lihat dari seorang Helli. Sebagai orang tua, ia hanya berharap permainan yang diperankan kedua anak muda itu tidak menimbulkan masalah. Terlebih putranya yang sebelumnya belum pernah merasa jatuh cinta.
"Apa yang kalian bicarakan?" Gavin menatap Helli penuh selidik.
__ADS_1
"Astaga, tatapanmu seakan hendak menerkamku. Apakah kita akan pulang?"
"Ya, acaranya sudah selesai. Kita akan mampir ke rumah sakit."