My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Aku Mencintaimu


__ADS_3

"Kau senang?"


Gavin menoleh kepada Mona yang sedang berbaring di atas pasir. Keduanya sedang berlibur ke Sisilia, menikmati indahnya laut Mediterania dan memukaunya pegunungan Etna.


"Ya," Mona tertawa puas. "Ini menyenangkan. Sangat menyenangkan. Apa kau ingat, jika dulu aku lah yang mengajarimu berenang."


Gavin mengangguk. "Itu hari ulang tahunku. Semua teman-teman kita datang ke rumahku. Salah satu teman wanita kita mendorongku ke kolam saat aku memberikan potongan kue ulang tahun kepadamu."


Mona semakin melebarkan senyumnya. Gavin mengingat semuanya dengan jelas. Bukan hanya Mona yang menganggap semua itu berarti.


"Dan satu bulan lagi adalah ulang tahunmu. Katakan, kau ingin hadiah apa?"


"Aku hanya ingin kau bahagia, Mona."


"Asal kau selalu di sampingku, aku akan selalu bahagia, Gavin." Mona membelai wajah Gavin.

__ADS_1


Keduanya saling mengunci tatapan masing-masing, hingga tidak tahu siapa yang memulai, bibir keduanya saling bertaut. Kedua insan itu berguling-guling di atas pasir, saling bertukar saliva hingga hampir kehabisan napas lalu keduanya sama-sama tertawa.


Sudah satu minggu mereka berada di Sisilia. Mona benar-benar sangat senang dan bahagia Gavin akhirnya meluangkan waktu dengannya meski harus ada drama.


Sebenarnya Mona sangat penasaran dengan hubungan Gavin bersama Helli. Tapi untuk bertanya, ia takut jika kebersamaannya dengan Gavin berakhir. Mona khawatir jika Gavin pergi menemui Helli. Sangat egois memang, tapa mau bagaimana lagi, bukankah semuanya adil dalam cinta.


Mona tiba-tiba naik ke atas tubuh Gavin, kembali menyerang bibir pria itu. Gavin menyambutnya dan ia senang. Mona semakin liar, tangannya mulai menjamah seluruh tubuh Gavin, hingga saat ia hendak meloloskan apa yang dikenakan pria itu, Gavin menahannya. Mona tersentak, matanya menatap rapuh dan memohon, tersirat juga kekecewaan.


Gavin mendorong tubuh Mona, menukar posisi mereka. Sekarang, Mona berada di bawah. Gavin tersenyum lalu menunduk, mengecup kening, kedua mata, kedua pipi dan terakhir bibir Mona.


Mona memeluk Gavin dengan erat. Ia hampir saja merasa malu, mengira Gavin menolaknya. Jika Gavin mengatakan jangan sekarang, artinya akan ada timing yang pas. Baiklah, Mona tidak akan tergesa-gesa.


"Apakah kita akan kembali besok?" Mona tampak tidak rela jika kebersamaan mereka harus berakhir dengan begitu cepat.


"Ya, Mona. Ada rapat yang harus kuhadiri."

__ADS_1


"Aku ingin saat hari ulang tahunmu, kita kembali ke sini."


"Aku akan melihat jadwalku,"


Mona semakin bersorak kegirangan. Artinya Gavin tidak akan bersama dengan Helli.


"Sekarang, sebaiknya kita kembali ke Villa. Kau harus membersihkan tubuhmu. Aku sudah memesan makanan untuk makan malam." Gavin berdiri, mengulurkan tangan kepada Mona agar wanita itu juga berdiri.


"Gavin, aku mencintaimu." Mona tidak bisa menahan diri lagi. "Maksudku, aku mencintaimu sebagai pria."


Tidak ada gunanya memendam perasaan yang justru menyesakkan dada. Lagi pula, ia harus lebih berani untuk mengungkapkan perasaannya. Mona harus mencoba peruntungannya.


Gavin tersenyum, "Aku juga. Ayo, kita kembali ke Villa." Mona menganggukkan kepala.


Ia menyatukan jemari mereka. Apakah ia salah mendengar? Gavin mengatakan jika pria itu juga mencintainya. Lalu apa arti hubungan mereka sekarang? Sepasang kekasih?

__ADS_1


Sabar, Mona, jangan terburu-buru. Semuanya harus bertahap. Mona mencoba mengingatkan dirinya sendiri.


__ADS_2