My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Apa Yang Kita Bahas? Teori Berciuman?


__ADS_3

Aku mencintai Rusel.


Gavin menusap wajahnya dengan kasar, memukul roda kemudi meluapkan kekesalannya. Apa yang ia pikirkan tadi saat mengatakan hal itu pada Mona. Meminta Mona agar tidak menikah? Heh? Yang ia rasakan jutsru kemarahan dan kecemburuan begitu Mona menanggapi ucapannya tersebut.


Ck! Gavin merasa malu dan marah pada dirinya yang terlalu besar kepala hanya karena ia dan Mona berciuman dengan sedikit liar. Hei, itu hanya sebuah ciuman. Tidak memiliki arti khusus, setidaknya bagi Mona.


Gavin mempercepat laju mobilnya, melesat kencang beradu dengan angin. Ia kecewa, tapi ia sadar jika ini adalah kebodohannya karena kesembronoannya. Hais, kenapa ia terbawa suasana.


Mungkin jika Mona tidak menanggapi ucapannya, ia bisa mempermalukan dirinya lebih jauh lagi. Detik itu juga, mungkin Gavin akan melamar wanita itu. Apakah Mona memang tidak memiliki secuil rasa terhadapnya? Apa Mona tidak bisa melihat bahwa Gavin menyimpan rasa terhadapnya. Rasa yang lebih dari sekedar sahabat. Kenapa Helli yang baru ia kenal, bisa melihat dan merasakan hal itu.


Gavin terkekeh, perlahan ia melambatkan laju mobilnya dan kemudian mematikan mesinnya. Tanpa sadar ia justru menuju apartemen gadis itu.


Gavin tercenung untuk sesaat. Yang ia lakukan hanya mengarahkan pandangan ke lantai lima. Letak apartemen yang ditempati Helli dan sahabatnya.


Puas memandangi bangunan di hadapannya, Gavin mengeluarkan ponselnya. Membaca kembali pesan yang dikirimkan Helli kepadanya. Ia tersenyum sembari menarikan jemari, menyimpan nomor Helli di kontaknya. Ms. Scandal dengan emoticon peri di belakangnya.


Tok.Tok.


Gavin tersentak dan refleks membuka kaca jendela.


"Apa kau sedang menguntitku? Seingatku kau hanya penasaran dengan apa yang kulakukan esok hari, bukan malam ini. Kali ini peran apa yang kau lakoni? Tunangan posesif?" cecar Helli di balik masker dan topi yang gadis itu kenakan.


Jika tidak mengenali suara dan manik indah itu, mungkin Gavin akan mengira jika wanita di luar mobilnya itu sedang berusaha merayunya.

__ADS_1


Gavin tergelak, "Aku hanya ingin melihatmu."


"Wah, bisa-bisa kau lupa bahwa hubungan ini hanya kepalsuan belaka."


Helli memberi isyarat dengan matanya agar Gavin membuka pintu mobil. Gavin yang cepat tanggap segera membuka pintu, mempersilakan Helli untuk masuk.


Helli melompat masuk dengan kantong plastik di tangan kirinya. "Karena tidak terbiasa membaca naskah, mataku lelah dan aku hampir ketiduran. Aku mampir ke mini market untuk membeli kopi," Helli memberikan satu kepada pria yang di sebelahnya. Gavin menerimanya dan langsung menyesapnya.


"Ah, ini pahit, aku tidak suka." Helli mengernyit saat lidahnya menyecap kopi miliknya. "Hidupku sudah terlalu pahit. Berikan aku senyuman, aku butuh yang manis-manis."


Gavin lagi dan lagi tergelak, "Pembual!"


"Kau suka kopi?"


Gavin mengangguk, "Rata-rata pria suka kopi. Kau tidak suka?"


Gavin menoleh cepat. Keduanya saling berpandangan untuk sesaat. Lalu Gavin kembali memalingkan wajahnya.


"Wajahmu seolah mengatakan, Helli, tolong aku. Kau bertemu dengan Mona?"


Gavin menyesap kopinya untuk kesekian kalinya. Ia tidak langsung menanggapi pertanyaan gadis itu yang lagi dan lagi bisa menebak yang sedang ia pikirkan.


"Tidak masalah jika kau tidak ingin bercerita."

__ADS_1


"Kami berciuman."


"Wow!"


"Yeah, Wow!" Gavin tertawa. "Tunanganmu sedang melakukan pengakuan dosa dan kau berdecak kagum. Ini hubungan yang menggelikan."


"Aku akan menamparmu jika kau mengaku di hadapan kamera."


"Aku memintanya agar tidak menikah."


"Lalu?"


"Dia mencintai pria itu."


"Oh, tunanganku yang malang." Helli meringis, menatap Gavin prihatin.


Gavin berdecak, wajah prihatin Helli terlihat aneh. Tak cocok.


"Sepertinya aku terlalu terburu-buru."


"Kurasa juga begitu. Bagaimana reaksi Mona saat kau menciumnya?"


"Dia membalas, lidah kami saling bertaut, saliva yang saling bertukar, kami sedikit terburu-buru seolah tidak ada hari esok. Agak liar."

__ADS_1


"Yang kumaksud reaksi lainnya, apakah dia shock, marah atau mendorongmu?"


"Aku mengatakan lidah kami saling bertaut, dia membalasku, Helli. Dan apa yang sedang kita bahas ini? Teori berciuman?


__ADS_2