My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Kagumi Saja Aku


__ADS_3

Helli memendarkan pandangannya, terkejut menemukan dirinya yang berdiri di salah satu butik terkenal. Terlalu terguncang dengan fakta yang baru ia ketahui, membuatnya berjalan linglung tanpa arah tujuan.


Mengapa ia begitu bodoh hingga tidak menyadari bahwa Gavin bukan orang biasa. Profil pria itu jelas-jelas menunjukkan segalanya. Helli memang terlalu naif. Gavin tidak pernah mengatakan jika dirinya seorang gelandangan secara terang-terangan. Helli lah yang dengan konyolnya melontarkan pernyataan-pernyataan tentang status sosial pria itu.


Astaga! Helli tidak tahu apakah ia harus malu atau tertawa setelah mengingat barang-barang branded yang dipakai Gavin, mobil mewah, rumah dan yang lebih konyolnya adalah saat mereka pergi menonton pertandingan Grace.


"Oh, Tuhan," Helli merasakan kakinya lemas seketika. Ia harus berpegangan pada dinding kaca butik tersebut agar tidak tumbang. Bagaimana tidak lemas, ia mengumumkan perasaannya kepada Glend Vasquez yang ternyata adalah ayah dari pria yang ia cintai.


Bagaimana jika Glend Vasquez membongkar rahasia tentang perasaannya kepada Gavin? Apa yang akan dipikirkan Gavin tentangnya?


Pertanyaan-pertanyaan itu menyerangnya dan berhasil membuatnya takut. Apa yang harus ia lakukan untuk meluruskan keadaan ini? Bagaimana ia harus menjaga harga dirinya di hadapan Gavin.


Harga diri? Aku sudah tidak memiliki harga diri lagi sejak tadi malam.


Helli tiba-tiba tertawa meski air matanya sudah hampir meluruh. Harusnya ia sudah sadar jika Gavin dan Grace adalah saudara. Gavin jelas-jelas mengatakan jika satu-satunya wanita yang tidak akan membuatnya bernafsu adalah Grace. Alasan yang paling tepat untuk pernyataan tersebut hanya dua. Pertama, hanya pria tidak normal yang mengalami penyimpangan yang tidak menoleh pada gadis secantik Grace. Kedua, pria yang memiliki hubungan darah dengan gadis itu.


Jelas Gavin tidak mengalami penyimpangan. Kadar testosteron pria itu kadang-kadang justru sering merepotkan Gavin. Pria itu terlalu normal, hingga langsung aktif begitu berdekatan dengan wanita.


"Helli."


Helli berbalik dan sebelum ia sempat bereaksi, wanita itu sudah langsung melompat ke dalam pelukannya.


"Astaga! Kupikir aku salah mengenalimu! Ini sungguh dirimu." Grace melompat-lompat seperti anak kecil setelah melepaskan pelukan mereka.


"Apa yang kau lakukan di sini? Belanja? Oh, Tuhan, aku senang bertemu denganmu."


Helli tidak tahu harus berkata apa. Yang ia tahu ia terkejut dan bertemu dengan Grace bukanlah hal yang ia harapkan untuk saat ini.


Helli menoleh ke belakang Grace, tidak menemukan yang ia cari, pun ia kembali memindai segala sudut. Tanda-tanda keberadaan Gavin tidak ada di sana. Refleks ia mengembuskan napas lega.


"Ada apa denganmu?" tawa di wajah Grace memudar, berganti dengan mimik penuh rasa khawatir.


Helli tersenyum, sepertinya keturunan Vasquez memang memiliki rasa empati yang begitu kuat.


"Kau sakit? Atau kau tidak suka bertemu denganku?" Mimiknya terlihat menggemaskan.


Helli menggeleng, "Aku senang bertemu denganmu. Tentu saja."


"Kau berbohong."


"Aku jujur."


"Kau tidak membalas pelukanku tadi."


"Aku terlalu terkejut."


"Artinya kau tidak suka kalau begitu."

__ADS_1


"Aku suka. Sungguh."


"Aku melompat-lompat, kau tidak melompat."


Astaga! Apa-apaan ini? Ternyata mereka benar-benar saudara. Posesif tidak pada tempatnya.


"Haruskah aku melompat?"


"Kau juga tidak tertawa."


"Aku tertawa." Helli memamerkan deretan giginya yang putih. "Tadi aku hanya terkejut. Apa yang kau lakukan di sini?" Helli mengusap lengan Grace dengan lembut barulah gadis itu kembali tersenyum sumringah.


"Jadi apa yang kau lakukan di sini?"


"Untuk menghabiskan uang ayahku."


Helli tergelak, enteng sekali jawabannya. Dan Helli tau uang seorang Glend Vasquez tidak akan pernah habis.


"Enak sekali."


"Membosankan. Apa kau sibuk?"


Helli tidak langsung menjawab. Ia butuh teman untuk mengalihkan beban pikirannya. Tapi bersama Grace sama saja akan mengingatkannya pada Gavin. Jika ia menolak, ia juga tidak tega melihat raut kecewa di wajah Grace yang cantik.


"Sepertinya kau tidak menyukaiku." Grace bergumam sedih.


"Astaga, kenapa kau mengatakan seperti itu? Siapa yang tidak menyukaimu. Kebetulan sekali aku juga sedang butuh teman. Untung kau ada di sini. Aku jadi tidak merasa sendiri."


Biasanya Helli tidak menyukai jika seseorang menatapnya iba, tapi saat Grace yang melakukannya, ia justru merasa geli. Mimik gadis itu terlihat lucu sekali.


"Apa kau butuh pelukan? Kemarilah, aku akan memelukmu."


Helli benar-benar terjebak. Ia menyukai semua manusia yang berhubungan dengan Vasquez. Grace benar-benar membuatnya jatuh hati. Kemarin, ia memohon kepada ibunya agar bersedia memeluknya. Hari ini, Grace tiba-tiba muncul dan justru menawarkan pelukan untuknya.


Helli menganggukkan kepala dan Grace langsung merentangkan tangan untuk memeluknya.


"Cup... Cup... Kau pasti sangat lelah. Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja." Helli menguluum senyum mendengar cara Grace menenangkannya. Pelukan gadis itu sangat hangat. Helli juga merasakan tangan Grace mengusap lembut punggungnya dan sesekali menepuknya. Helli memejamkan mata, ia seolah sedang memeluk Gavin. Rasanya benar-benar sama. Hangat dan nyaman.


"Jangan bersedih. Gavin memang pria brengsek!"


Sontak saja Helli membuka mata. Ia masih bergeming dalam pelukan Grace. Bertanya-tanya apakah pendengarannya sedang bermasalah? Dia mendengar Grace menyebut nama Gavin.


"Hanya karena kau membenci saudaraku, kau tidak boleh membenciku! Aku ada di pihakmu. Gavin si Playboy kardus itu memang tidak layak untukmu."


Ternyata Helli tidak salah mendengar. Buru-buru ia melepaskan pelukan mereka.


"Apa maksudmu, Grace?"

__ADS_1


"Aku tahu hubunganmu dengan Gavin sudah berakhir. Dia pergi berkencan dengan Mona. Kau jangan bersedih. Gavin memang minim akhlak. Kau terlalu bagus untuknya. Entah kenapa aku senang saat mendengar kau mengakhiri pertunangan palsumu dengan saudaraku. Dia keterlaluan. Tidak masalah jika kau ingin memakinya. Pria bodoh! Dan..."


"Tu...tunggu..." Helli mengangkat kedua tangannya, memberi isyarat pada Grace agar berhenti berbicara.


"Kau tahu ini pertunangan palsu?"


Grace mengangguk. "Aku mendengar Gavin mengatakannya."


Hati Helli mencelus seketika. Artinya Mona tidak berbohong. Gavin benar-benar mengumumkan hal itu.


"Lupakan dia. Kau pasti mendapatkan pria yang lebih baik. Aku ingin meminta maaf atas namanya, tapi jujur aku tidak sudi mewakilinya meski kami adalah saudara. Tapi jika kau merasa lebih baik dengan permintaan maaf, aku tidak keberatan melakukannya untukmu."


Helli tergelak, Grace benar-benar teman yang bisa diandalkan. Sengaja atau tidak, kata-kata yang keluar dari mulut gadis itu berhasil menghiburnya.


"Terima kasih,"


Grace mengerjap bingung, "Kau berterima kasih padaku? Untukmu?"


"Karena sudah menghiburku dan ada di pihakku. Saudaramu memang sangat menjengkelkan!"


"Ya, sangat menjengkelkan. Kau beruntung lepas darinya."


"Begitukah?"


"Ya, kau akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik. Dan saat itu tiba, Gavin akan menyesal dan disitulah kita tertawa."


"Apa kau sungguh saudarinya?"


"Tidak usah ragukan itu. Selama sembilan bulan kami berada di rahim yang sama. Jika kau tidak tahu, kami adalah saudara kembar."


"Benarkah?" Kali ini Helli benar-benar dibuat terkejut.


"Ya, tapi seperti yang kukatakan aku ada di pihakmu. Aku lebih menyukaimu dibandingkan dirinya."


Tawa Helli lepas seketika, "Kau ingin kuberi tahu sesuatu yang menggelikan?"


"Aku akan dengan senang hati menertawakan hal yang menggelikan itu bersamamu. Katakanlah."


"Saat menjadi tunangannya aku tidak tahu jika dirinya adalah seorang Vasquez. Saat menonton pertandinganmu aku juga tidak tahu jika kau dan dia adalah saudara."


"Oh ya?" Kini giliran Grace yang dibuat terkejut. "Gavin membohongimu tentang identitasnya? Benar-benar laki-laki badung brengsek!"


Tadinya Helli mengira jika Grace akan memberikan reaksi seperti Mona yang menganggap dirinya berpura-pura. Ternyata gadis di hadapannya itu justru menyalahkan saudaranya.


"Kau percaya aku tidak tahu jika dia seorang Vasquez?"


"Tentu saja. Kau meragukanku? Aku tahu tentang dirimu yang tidak suka menonton berita, tidak memiliki sosial media dan bahkan jarang menggunakan ponsel. Gavin memang kurang terkenal, jadi wajar kau tidak mengetahuinya. Sekarang kau tahu jika dia pembohong yang licik. Lupakan dia. Pria Vasquez memang tidak ada yang beres. Ayo kita bersenang-senang!"

__ADS_1


"Tapi aku sangat mengagumi ayahmu."


"Astaga! Rasa kagummu akan sirna begitu kau melihat tingkah menjijikkannya saat bersama ibuku. Kagumi saja diriku. Bagaimana jika kita makan sebelum belanja?"


__ADS_2