My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Bukan Skandal tapi Berita


__ADS_3

"Helli! Kita mendapatkannya, berkemaslah. Syuting dimulai hari ini." Nicky menarik selimut, membangunkan Helli yang betah mengurung diri selama 72 jam penuh sejak menghadiri pesta pernikahan itu.


"Aku masih mengantuk, Nicky. Lima menit lagi."


"Tidak! Apa kau tidak mendengar jika aku mengatakan syuting hari ini."


Nicky menarik paksa tangan Helli agar bangkit dari tidurnya. "Kau harus mandi. Sekarang!"


Dalam tiga jam selanjutnya, mereka sudah sampai di pelabuhan. Ia melihat sekumpulan fotografer sedang menghimpit pagar sekuriti membuat hatinya menculus.


"Tarik napas, Helli." Nicky yang seolah tahu kegundahan hatinya memberi dukungan. Helli menarik napas berulang kali seperti yang diperintahkan Nicky. Merasa lebih tenang, ia pun segera turun dari mobil.


Dahinya mengernyit begitu melihat wajah gelap nan masam sang sutradara yang melangkah cepat ke arahnya. Ia kenal pria itu. Robert Patinson, sutradara handal yang menjadi saingan Calvin Hugo. Melihat ekspresi pria itu. Helli berasumsi bahwa ada yang salah.


Helli memaksakan senyumannya tetap terlihat tenang, "Selamat siang, Mr.Patinson. Maafkan sirkus media ini, semoga mereka akan kehilangan minat setelah ini."


"Bagaimana mereka akan kehilangan minat jika kau adalah sumber cerita-cerita hangat yang tidak pernah berakhir." suaranya dingin. "Begitu Adrian menyebutkan kau adalah pemeran utama wanita, di situ aku merasa bencana akan datang."


"Rasanya tidak adil jika kau menilaiku berdasarkan tahun-tahun lalu. Kau belum melihat performaku," Helli merasa terguncang, tapi ia tetap berusaha membentengi dirinya agar tetap profesional.


"Performa yang mana yang ingin kau tunjukkan? Performa bahwa kau memang sangat ahli mencuri pria orang lain?"


"Se-sebagai apa?" Helli terlihat bingung.


"Harusnya aku tidak heran dengan kemampuanmu merebut pria mengingat pria ibumu pun sanggup kau rebut."


Helli menggigit bibirnya, selalu itu yang bisa ia lakukan saat ada yang mengungkit mimpi buruknya itu.


"Jika kau terlalu mabuk untuk mengingat apa yang sudah terjadi, sebaiknya kau baca ini." Robert melemparkan surat kabar dengan kasar.

__ADS_1


"Aku tidak minum..." Helli menjeda ucapannya. Bayangan Gavin tiba-tiba melintas begitu saja. "Oke, aku memang minum, hanya sedikit, tidak membuatku mabuk sama sekali." Dengan tangan gemetar, Helli membuka lembaran surat kabar tersebut. Eksklusif: Helli Lepisto mencoba merayu Glend Vasquez, setelah mencoba mencuri pria milikku! Dan di sana, di bawah judul itu terlihat fotonya yang sedang melayangkan tatapan memuja pada Glend Vasquez dan di sebelahnya lagi foto dirinya sedang berciuman dengan Gavin.


Jemarinya mencengkram koran itu dengan erat. Mendadak suara-suara di sekelilingnya hilang. Kepeningan mengempasnya. Bagaimana bisa ada foto ini? Maksudnya, foto dirinya bersama Gavin. Ia lupa bahwa dengan adanya telepon kamera, semuanya bisa menjadi fotografer.


"Ba-bagaimana ini bisa terjadi?"


"Tentu saja bisa terjadi. Wanita itu mendatangi Gavin untuk menjual foto tersebut dengan sejumlah harga. Pria itu hanya tertawa dan mempersilakan wanita itu melakukan inginnya."


Tentu saja dia mampu membayarnya, tapi harusnya dia menghubungiku!


"Aku mengerti kekhawatiranmu, Robert. Ini terlalu buruk, tapi kumohon percayalah padaku..."


"Apa menurutmu segerombolan jurnalis itu akan percaya begitu saja. Adrian Kraby sudah berjalan menuju kemari. Kuberitahu padamu bahwa dia tidak merasa terhibur dengan berita ini. Ceritakan padaku bagaimana kau akan mengatasinya. Berita ini ada dimana-mana. Bagaimana aku bisa fokus membuat film sementara orang di set film semua menatapmu dengan fantasi masing-masing sambil tertawa mengikik. Bersama denganmu di sini saja membuatku merasa kotor."


Seluruh dunia akan tahu bahwa kau sangat kotor dan hina, Helli Lepisto.


"Bukan seperti itu yang terjadi..."


Amarah pun lepas, meledak dari dirinya. "Bukan kau yang berhak memecatku!"


"Kalau begitu mari kita tunggu Adrian. Apakah dia memilih mempertahankanmu atau aku."


Helli tahu ia akan kalah di sini. Robert adalah sutradara handal. Adrian tidak sebodoh itu untuk melepaskan pria itu. Ini semua salah Gavin! Kenapa pria itu harus menciumnya. Helli memejamkan mata, ia harus memikirkan sesuatu untuk mengatasi hal ini.


Saat Helli membuka matanya, ia melihat Adrian datang dengan wajah sekelam langit sebelum badai. Helli melirik ke arah Robert, pria itu menyunggingkan senyuman menghina.


"Mr. Krabs, Hm, Mr. Kraby bukan itu yang terjadi." Helli berdecak mendengar suaranya yang sangat putus asa.


"Pertama-tama mengapa kau bisa bersama Gavin?"

__ADS_1


"Kami mengatur pertemuan secara diam-diam." Helli harus menyelamatkan diri terlebih dahulu.


"Apa kau sedang mengatakan bahwa kau dan Gavin berkencan?"


"Ya, begitulah yang terjadi." Jawaban spontan Helli demi untuk menyelamatkannya. Ia akan membereskan kekacauan ini nanti.


"Gavin bukan pria yang mampu menjalin hubungan."


"Ya, kau benar. Itu terjadi sebelum dia bertemu denganku. Sekarang kami saling mencintai. Aku memohon kepadanya untuk merahasiakan hubungan kami, dan dia seorang kekasih yang pengertian. Tidak ada yang nakal dengan sebuah ciuman, kami hanya berbagi hal istimewa sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai." Helli melakukan segala upaya demi mempertahankan karirnya agar tidak terjun bebas kembali.


"Cinta? Heh? Hari ini bersama Gavin O'Neil, besok bersama siapa lagi?" sarkas Robert.


"Tidak ada orang lain untuk besok. Aku dan Gavin saling mencintai dan kami akan menikah!" Sutradara itu terlalu merendahkannya sehingga kalimat itu tercetus begitu saja. Orang selalu memanfaatkannya selama ini. Mengapa ia tidak bisa memanfaatkan orang lain kali ini. Semua yang terjadi karena ulah Gavin, jadi dialah kandidat beruntung yang bisa dimanfaatkan Helli kali ini. Dengan mengarang cerita menjalin kasih dengan Gavin, si pria kurang mampu otomatis akan menghapus salah satu daftar reputasi buruknya yang hanya ingin mengeruk harta para pria tua kaya raya.


"Jika temanku ingin menikah, aku pasti sudah mendengarnya." Adrian merasa ada yang aneh. Ia sudah lama mengenal Gavin dan ia tahu bahwa pria itu sangat anti untuk berkomitmen.


"Ini rahasia." Helli menekan ucapannya. "Tidak ada yang tahu selain kami berdua." Helli mengerem mulutnya sebelum menciptakan kekusutan kebohongan.


"Jika kau ingin aku masih ada di proyek ini, aku menginginkan artis lain." Ucapan si sutradara menciptakan rengutan di alis Adrian. Helli pasrah, seperti yang dikatakan Robert, ia sudah tamat sebelum dimulai.


"Helli tetap di proyek ini."


Mata sutradara itu menyipit, "Jika dia ada di sini, aku pergi."


"Pergilah." ucap Adrian sama sekali tidak merasa simpatik. Ia mengangguk kepada Helli, "Kita akan berbicara pada pers."


"Ka-kau baru saja memecat sutradara," Helli tercengang. Tidak menduga akan mendapatkan dukungan dari Adrian Kraby. "Kemarin kau mengatakan agar aku tidak melakukan wawancara."


"Itu karena kukira kau akan memulainya dengan skandal. Helli Lepisto dan Gavin O'Neil Vasquez, bertunangan, bukan skandal, tetapi berita."

__ADS_1


What? Apa yang dia katakan tadi? Gavin O'Neil Vasquez?


Helli dalam masalah besar. Begitu Adrian tahu bahwa ia berbohong dan mengarang cerita, pria itu akan memecatnya dan yang kedua jika benar Gavin si gelandangan itu adalah Vasquez, Helli yakin begitu berita ini sampai ke telinga Gavin, tamatlah riwayatnya. Pria itu akan dengan senang hati membunuhnya.


__ADS_2