My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Minta Ampun


__ADS_3

Helli dan Gavin bisa melihat jika kehadiran mereka sangat tidak diharapkan Mona di rumahnya. Tidak ada keramahtamahan yang terlihat, baik dari sikap atau pun perbuatannya. Bahkan saat salah satu pelayan keluarganya mengantar Gavin dan Helli ke kamar wanita itu, Mona tidak bergerak sama sekali dari tempat tidur. Wanita itu tetap berbaring di sana. Di keningnya terdapat perban luka.


"Bagaimana kabarmu?" Gavin memecahkan keheningan.


"Seperti yang kau lihat. Selamat, aku melihat beritamu dan tunanganmu," Mona secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya kepada Helli. Wanita itu bahkan menolak menyebut nama Helli dan enggan menatap gadis itu meski Helli tepat berdiri di sisi Gavin dan pria itu menggenggam tangannya dengan posesif.


"Ya, kami akan segera menikah," Ucap Gavin yang tidak menangkap kesinisan dalam nada suara Mona. Sudah dikatakan, pria itu tidak akan peka jika menyangkut orang lain. Kepekaannya hanya berfungsi pada Helli.


"Kami akan mengumumkan secara resmi begitu tanggal baik ditentukan," pungkasnya dengan wajah sumringah sembari menatap wajah sang pujaan hati dengan tatapan memuja.


Mona yang sudah mengalami luka fisik dibuat semakin terluka dengan perlakuan sikap Gavin terhadap Helli. Percayalah, luka di keningnya mendadak tidak ada apa-apanya dibanding perih hatinya saat ini. Batin Mona terluka. Sangat terluka.


Gavin sudah membuatnya malu dan patah hati, seolah itu tidak cukup, pria itu malah menabue garam di atas lukanya yang masih menganga dengan sikap manis Gavin terhadap Helli.


"Perasaanmu sudah lebih baik?" Gavin bertanya lembut kepada Helli. Dari rumah Lonela, mereka memang langsung menuju kediaman Mona.


Helli tersenyum meski hatinya masih terluka membayangkan nasib sang Ibu. "Aku baik-baik saja."


"Kita akan membujuk Ibu-mu kembali. Aku yakin dia akan melunak dan bersedia menerima tawaran kita. Kau gadis yang sangat baik dan manis, sangat sulit untuk mengabaikan dan menolakmu. Aku yakin Ibu-mu juga tidak akan kuasa menolakmu." Gavin membelai rambut panjang Helli dengan penuh kasih sayang.


Mona yang menyaksikan hal itu dibuat semakin geram. Dia menganggap dua manusia itu tidak mempunyai hati. Ayolah, dia sedang patah hati, menganggap jika dirinya adalah korban perasaan dari seorang Gavin. Seakan tidak peduli dengan hati dan perasaannya, Gavin dan Helli seenak jidat mereka memamerkan romansa mereka secara suka rela di hadapan Mona, di rumah Mona, tepatnya di kamarnya. Sopankah seperti itu?!

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa tujuanmu datang kemari, Gavin," Akhirnya ia buka suara karena jika dirinya diam, ia yakin Gavin dan Helli tidak akan sadar di mana tepatnya mereka berada.


Ucapan sinis Mona akhirnya berhasil menarik perhatian keduanya.


"Adab dalam membesuk orang sakit adalah membawa buah tangan. Aku tidak melihat kau membawa apa-apa. Artinya kau tidak sedang menjengukku. Jika kau datang untuk bertamu, harusnya kau tahu juga sopan santun dalam bertamu. Tidak mengabaikan tuan rumah. Yang kulihat, aku diabaikan," sarkasnya dengan senyum kecut. "Dan jika kedatanganmu untuk meminta maaf karena hadiah kecil berupa luka yang kau berikan tanpa sengaja, aku tidak mendengar kau mengucap kata maaf, aku tidak melihat kau menunjukkan sikap menyesal sama sekali. Lantas, apa tujuanmu datang kemari, Gavin?"


"Aku tidak sadar dengan yang kulakukan. Aku bahkan tidak ingat bahwa aku mendorongmu. Mom dan Dad menyuruhku kemari untuk meminta maaf. Aku menyesal untuk luka yang kau dapatkan. Tapi tujuan utamaku datang kemari adalah untuk berbagi kabar gembira tadi. Aku dan Helli akan melangsungkan pernikahan. Dan selain itu, aku juga datang untuk memberi peringatan kepadamu sebagai pria yang pernah menjadi sahabatmu."


Mona tidak tahan lagi untuk bersikap sok kuat saat Gavin melontarkan kata pernah menjadi sahabat. Artinya Gavin tidak ingin berhubungan lagi dengannya. Mona merasakan matanya ditusuk hingga menciptakan perih luar biasa. Ia menyalahkan Helli atas luka yang ia dapatkan. Mona bersumpah akan membalas sakit hatinya dengan memberi pelajaran kepada Helli. Mona memiliki beberapa informasi tentang Helli yang sudah ia cari sebelumnya. Mona mengetahui masa kelam hidup wanita yang melahirkan Helli. Seorang lacur murahan yang biasa menjajakan diri dan sekarang sedang menderita AIDS.


Tapi, tunggu dulu, peringatan apa yang akan diberikan Gavin padanya?


Mona yang memang sudah merancang aksi balas dendam pada Helli beberapa menit lalu dibuat terkejut. Belum lagi fakta tentang Helli yang sedang mengandung anak Gavin. Lengkap sudah sakit hatinya.


"Kurasa tidak ada lagi yang ingin kami sampaikan di sini. Cepatlah sembuh. Pernikahan kami akan tetap berlangsung meski kau tidak hadir." Astaga! Mulut Gavin memang tidak ada filternya. Jika dia tidak berniat untuk mengundang Mona ke resepsi mereka, lalu apa tujuannya mengumumkan pernikahan mereka secara langsung kepada Mona?


"Ayo, Helli sayang, kita pergi dari sini. Kau butuh istirahat."


"Apa yang kau katakan kepada Mona, itu terdengar kejam. Dia terlihat sangat terluka." Helli merasa tidak enak hati. Tapi jujur, ia jiga terkejut saat mendengar Gavin memberi peringatan. Helli tidak menyangka jika kekasihnya itu mengetahui ancaman yang dilayangkan Mona kepadanya beberapa waktu lalu.


"Jika aku bersikap lembut kepadanya, dia akan melukaimu dan aku bisa lebih kasar lagi dari apa yang kulakukan tadi. Sudahlah, lupakan saja Mona, kita harus fokus pada persiapan pernikahan kita. Kau juga harus menjaga kesehatan dan anak kita. Omong-omong, apa kita perlu pergi berbulan madu?"

__ADS_1


"Liburan berdua akan terasa sangat menyenangkan." Helli melingkarkan tangan di pinggul Gavin. Begini rasanya dilindungi, disayangi dan dicintai. Helli benar-benar mandapatkan sosok pria yang sempurna. Entah kebaikan apa yang sudah ia lakukan di masa lalu hingga karunia Tuhan begitu indah diberikan kepadanya.


"Katakan ke negara mana kita akan berlibur."


"Asal ada kau di sana."


"Ya ampun, apakah ini rayuan?"


"Itu pernyataan yang jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam, Mr. Vasquez!"


"Oh, Helli, kata-katamu manis sekali."


"Kau suka?"


Gavin mengangguk, "Ya!"


"Aku akan bersikap lebih manis kalau begitu."


"Dibumbui dengan sedikit keliaran akan membuatku meminta ampun. Kau pilih yang mana?"


"Aku ingin kau meminta ampun!"

__ADS_1


__ADS_2