My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Acara Yang Berantakan


__ADS_3

"Aku tidak tahu jika kau kembali ke dunia entertainment." Rusel kembali mengambil tisu kotor dari tangan Helli dan meletakkannya di atas meja.


"Ya, aku memutuskan kembali."


"Wah, jika begitu aku bisa mengajukan kerja sama? Perusahaanku akan meluncurkan suatu produk kecantikan dan kami belum mendapatkan model yang pas sama sekali. Kurasa kau sangat cocok."


"Ini benar-benar kejutan untukku. Aku butuh pekerjaan yang banyak. Jika harganya cocok, tentunya aku tidak akan menolak."


Rusel mengangguk, "Itu bisa kita bicarakan nanti," ia merogoh kantongnya, mengeluarkan dompet dan menarik satu lembar kartu dari sana. "Hubungi aku kapan kau memiliki waktu."


Helli menerima kartu tersebut dengan sumringah dan memasukkannya ke dalam tasnya.


"Ini acara makan siang, Sayang. Kenapa jadi membahas pekerjaan?" Mona melayangkan protes.Tidak menyembunyikan raut tidak sukanya sama sekali.


Rusel menoleh ke arah Mona, menerbitkan senyum di bibirnya. "Kau dan Gavin sedang bernostalgia. Membicarakan makanan apa yang kau sukai dan ia sukai. Aku dan Helli tidak melayangkan protes sama sekali," Pria itu menggenggam tangan Mona, membelainya dengan lembut. Ucapannya disampaikan dengan nada tenang, tapi menohok.


"Bagaimana mobilmu? Apa suara mesinnya masih merengek?" Gavin sengaja membahas ini agar pria itu merasa terintimidasi. Sedikit kekanakan memang, tapi ia sedang kesal.


Gavin mengalihkan pembicaraan. Mona mengerutkan hidungnya. "Rusel datang ke bengkelmu?"

__ADS_1


"Ya, aku datang ke sana atas saran salah satu teman bisnisku, kenapa kau tidak mengatakan jika Gavin memiliki bengkel dan merupakan montir yang handal, Sayang."


"Kau tidak mengatakan bahwa mobilmu perlu perawatan. Jadi sebelumnya kau dan Gavin sudah bertemu?"


"Ya, tanpa sengaja," aku Rusel dengan sedikit kikuk.


"Katakan kepada sekretarismu jika mobilnya rusak, bengkelku memberikan diskon kepada pelanggan wanita," Gavin masih dengan sikap kekanakannya. Astaga! Sesungguhnya ia merasa malu. Tapi ia tidak bisa menghentikan amarah di hatinya yang tidak ketahui penyebabnya dengan pasti. Yang ia tahu, ia tidak menyukai Rusel. Titik.


"Akan kusampaikan," Rusel menanggapi dengan santai. "Aku lihat kau tidak menyentuh apa pun, Helli? Kau tidak makan?"


"Dia sedang diet, dia sudah mengatakannya tadi," Gavin menjawab sinis.


"Salad tidak akan membuatmu gemuk, makanlah." Rusel mengambil salad dan memasukkannya ke dalam piring Helli. Helli menoleh segan ke arah Mona. Gadis itu menekuk wajahnya. Jelas tidak suka melihat apa yang dilakukan Rusel kepadanya.


"Kau tidak mengambilkan makanan untukku," protes Mona.


"Kau sempat mengambil makanan untuk Gavin, kukira kau juga mampu melakukannya, Sayang," sarkas Rusel yang membuat wajah Mona merona merah. Entah karena malu atau marah.


"Aku tidak tahu kau sangat perhatian pada wanita lain. Terlebih wanita yang baru kau kenal."

__ADS_1


"Apa kau sedang cemburu, Monalisa?" Rusel menyeringai.


"Kau memperhatikan wanita lain, bagaimana dia tidak cemburu?" Gavin menanggapi dengan sengit.


"Kurasa tunanganmu juga cemburu saat kau membiarkan Mona mengisi piringmu. Tapi dia memilih diam." Rusel menatap Gavin dengan tatapan menantang. "Dan kau juga lupa memberikan perhatian padanya."


"Tunanganku bisa mengerti jika Mona adalah sahabatku," sergahnya masih dengan nada sengit. Gavin terprovokasi. Dimana sikap tenangmu selama ini, Dude!


"Nah, harusnya kau juga melakukan hal itu, Mona. Yang kuberi perhatian bukan wanita asing. Tapi wanita dari sahabatmu."


Rusel tidak berencana untuk merusak momen makan siang ini. Tapi perhatian yang diberikan Mona kepada Gavin jelas menginjak harga dirinya. Mona terlihat sibuk berbicara dengan Gavin, tidak melibatkan mereka sama sekali. Rusel sudah muak dengan sikap kekasihnya itu yang tidak ada habisnya membahas dan membicarakan Gavin setiap waktu. Ia mulai merasa jika rencana pernikahan mereka adalah sesuatu yang salah. Akan selalu ada Gavin dalam pembicaraan mereka. Lalu salahkah ia jika mencari ketenangan dan kenyamanan dengan wanita lain? Ia mencintai Mona, tapi cintanya saja tidak lah cukup. Ia juga butuh dihargai.


"Hm, aku ke belakang dulu." Helli berdiri, ia perlu menyelamatkan diri. Suasana mendadak tidak enak.


Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana. Semuanya mendadak canggung dan ia merasa bersalah. Helli berbalik, berjalan meninggalkan mereka tanpa menunggu respon semuanya.


Tanpa ia sadari ketiga pasang mata itu menatap ke arahnya. Punggungnya terekspos. Gavin menggeram. Ia kesal dan marah. Bukan hanya Rusel yang menatap punggung itu, tetapi beberapa tamu lainnya. Bahkan beberapa tamu pria dengan berani meminta foto secara terang-terangan dengan Helli.


Sial! Aku salah memberikan pakaian. Helli terlalu berbahaya untuk kesehatan para pria.

__ADS_1


Rencana berantakan. Gavin hilang kendali dan mendapati dirinya kehilangan mood untuk melanjutkan acara makan siang ini. Yang ada di benaknya saat ini adalah menarik Helli keluar dari resto dan mengurungnya di rumah.


__ADS_2