My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Masa Lalu Lonela


__ADS_3

Lenola menarik napas panjang begitu Helli dan Gavin pergi dari rumahnya. Ia benar-benar tidak menginginkan Helli terlibat dalam hidupnya yang hanya menunggu ajal. Ia tahu jika Helli pasti akan melakukan apa pun untuknya meski selama ini dirinya tidak pernah berlaku baik pada Helli.


Lonela sadar bahwa dirinya bukanlah ibu yang baik. Ia tidak menyesali hal itu. Ia memang tidak menyukai kehadiran Helli dalam hidupnya, tapi ia juga tidak membencinya. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menggugurkan Helli semasa dalam kandungan, tapi dari awal ia memang sudah berniat untuk tidak mencintai putrinya tersebut. Hatinya yang keras nyatanya mampu melakukan hal itu. Hatinya tidak terketuk sama sekali saat tangan mungil Helli dulu memberikan pijatan di kakinya saat ia pulang bersenang-senang.


Benar adanya bahwa ia memanfaatkan Helli untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya, ia tidak akan menyangkal hal itu. Tapi untuk menyusahkan Helli demi merawatnya, sungguh ia tidak membutuhkan itu. Ada batasannya yang sudah ia tanamkan di dalam hatinya. Ia membutuhkan dukungan finansial dari Helli bukan tenaga gadis itu untuk merawat dirinya yang kena adzab.


Brak!


Pintu didorong dengan kuat. Seorang wanita sepantarannya berdiri di ambang pintu, menatapnya dengan penuh kebencian. Lonela balas menatapnya dengan kebencian yang sama besarnya.


"Kau tidak akan mendapatkan apa-apa di sini," ucap Lonela dengan ketus.


"Jika kau tidak ingin berbicara kepada putrimu, aku yang akan menemuinya."


Lonela tertawa hambar, "Dia tidak akan percaya dengan apa yang kau katakan. Dia hanya akan percaya denganku. Usahamu hanya sia-sia, Dora."


"Apakah kau ingin melihat Rudolf mati sia-sia?"


Lonela mendecis, "Apa peduliku. Pergilah!"

__ADS_1


"Aku hanya membutuhkan tanda tangan putrimu, hanya itu. Rudolf akan mendapat perawatan terbaik. Dia masih mempunyai kesempatan untuk hidup dan sehat kembali."


"Kau memiliki seorang putri dan putra, kenapa tidak mendonorkan ginjal salah satunya kepada suamimu."


Rudolf Hall, pria masa lalu Lonela. Pria yang menjalin hubungan cukup lama dengannya. Rudolf, putra tunggal dari keluarga Hall. Kaya dan terhormat. Sementara Lonela adalah gadis yang bekerja di salah satu toko roti milik keluarga Hall. Adam Lepisto, selaku ayah dari Lonela juga bekerja sebagai orang kepercayaan Hall.


Rudolf dan Lonela menyembunyikan hubungan mereka dari keluarga selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya Rudolf berhasil menyelesaikan study-nya dan mulai menjabat sebagai CEO di perusahaan mereka sendiri. Rudolf lalu melamar Lonela, berniat untuk membawa gadis pujaannya ke hadapan orang tuanya. Ketidaksabaran Rudolf meminang Lonela adalah karena wanita pujaannya itu sedang mengandung bayinya.


Namun, keinginan mereka ditantang oleh keluarga Hall. Menurut ayah dan ibu Rodulf, Lonela bukanlah gadis yang pantas bersanding dengannya. Lonela mendapat hinaan, dicaci maki dengan kata-kata kotor, keji dan menjijikkan. Bukan hanya Lonela yang mendapat hinaan, Ayahnya juga tidak luput dari amukan keluarga tersebut dengan menunding Lonela dan ayahnya bersekongkolan untuk merayu dan menjerat Rudolf dalam pesona Lonela.


Fakta bahwa Lonela sedang mengandung semakin membuat keluarga Hall mencemoohnya. Menyebut dirinya wanita binal yang tidak tahu diri. Gadis murahan yang memanfaatkan Rudolf untuk mengeruk harta kekayaan Hall.


Rudolf awalnya membela Lonela. Memilih meninggalkan rumah demi bersama Lonela. Lonela sungguh merasa sangat bahagia bahwa kekasihnya lebih memilih dirinya dan bayi yang ia kandung.


Pernikahan memang terjadi, tapi mempelai wanitanya bukan dirinya melainkan Dora, putri dari rekan bisnis keluarga Hall yang juga merupakan teman dari Rudolf, Lonela juga mengenal wanita itu hubungan mereka cukup baik.


Di hari pernikahan keduanya, Lonela harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ayahnya memilih mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri dengan menelan banyak obat. Hal ini dipicu karena tidak sanggup melihat penderitaan putrinya dan tidak kuat menahan tekanan dari keluarga Hall.


"Ah, putramu jelas tidak bersedia karena Rudolf bukan ayah kandungnya. Bagaimana dengan putrimu? Atau jangan-jangan dia juga bukan putrinya?"

__ADS_1


"Apakah kau masih menyimpan dendam kepada kami hanya karena kau dan suamiku tidak berjodoh?"


"Pergilah, wajahmu membuatku muak. Omong-omong, aku menderita penyakit mematikan yang bisa menular," Lonela mengambil catatan kesehatannya yang diberikan rumah sakit. "Kuharap aku bisa menularkan penyakitku kepadamu agar kita sama-sama menderita." Lonela berdiri, mengikis jarak diantara dirinya dan Dora.


Dora jelas takut dan mundur beberapa langkah. Wanita itu baru menyadari jika Lonela memang terlihat lebih kurus dibanding tiga tahun lalu. Ya, selama tiga tahun Dora mencari keberadaan Helli dan akhir-akhir ini ia melihat Helli kembali muncul di media.


"Berhentilah menemuiku jika kau tidak ingin tertular!"


Akhirnya Dora memilih pergi karena percaya dengan apa yang dikatakan Lonela.


Setelah kepergian Dora, Lonela segera mengunci pintunya. Dari kabar yang ia dengar, Rudolf juga sedang menderita sakit. Gagal ginjal yang dialami pria itu mengharuskannya untuk rutin melakukan cuci darah. Kondisinya semakin buruk dengan penyakit lain yang mulai menyerangnya. Kekayaan mereka mulai terkuras habis demi pengobatannya. Beberapa anak perusahaan sudah bangkrut dan akhirnya dijual. Pundi-pundi kekayaan Hall sudah tidak bersisa. Itulah yang Lonela dengar.


Sejak Rudolf memilih menikah dengan Dora, Lonela selalu menghidar dan menolak bertemu lagi dengan pria itu. Sakit yang diberikan pria itu terhadapnya sungguh sangat membekas hingga Lonela menolak maaf dari Rudolf yang mencoba datang menemuinya.


Lonela juga mengatakan bahwa ia sudah menggugurkan kandungannya. Rudolf tidak percaya dan terus menemui Lonela. Keluarga Hall menyerang Lonela sementara Dora bertingkah layaknya istri terdzolimi.


Tidak tahan dengan perlakukan Hall, Lonela akhirnya mengatakan kepada Rudolf bahwa dirinya sudah memiliki kekasih. Lonela mulai sering bergonta ganti pasangan di hadapan Rudolf. Hingga akhirnya pria itu tiba-tiba menghilang yang ternyata pindah ke negara lain. Sementara Lonela semakin terjebak dengan permainannya sebagai gadis murahan yang menjajakan diri kepada siapa pun.


Lima tahun lalu, Rudolf kembali ke negara ini, di mana Helli saat itu sedang naik daun sebagai seorang model. Pria itu kembali menemuinya dan bertanya apakah Helli adalah putrinya. Di situlah Lonela menciptakan drama bahwa Helli adalah putri dari Calvin Hugo, yang ia sebut sebagai kekasihnya.

__ADS_1


Kemarahannya kepada Rudolf dan keluarganya membuat Lonela enggan mengungkapkan kejujuran tersebut. Ia membenci semuanya. Dulu, Rudolf membuang dirinya dan juga janinnya. Lalu, untuk apa dia mencari Helli?


Lonela tidak akan membiarkan Helli bertemu dengan mereka. Jika ia tidak ingin Helli merawat dirinya, ia juga tidak ingin Helli merawat Rudolf, ayah kandungnya yang juga sedang sakit-sakitan. Helli sudah menemukan pria yang mencintainya, Lonela berharap Helli benar-benar bahagia kali ini. Doa pertamanya untuk putri yang ia lahirkan.


__ADS_2