
Gavin menghentikan mobilnya di zona dilarang parkir di depan restoran cantik nan mahal di tepi sungai.
"Apa yang kau lakukan?"
"Parkir."
"Kau tidak boleh parkir di sini. Kau tidak membaca tulisannya?" Manik Helli membeliak melayangkan protes. Larangan parkir tertulis dengan huruf besar dan terpampang jelas. Gavin bukan pria yang buta huruf. Ya, tapi pria itu buta akan tata krama, aturan juga rambu-rambu lainnya.
"Apa kau selalu menaati peraturan?" Gavin menoleh, mengagumi wajah Helli yang terlihat sangat cantik.
Makan malam yang ia janjikan berubah menjadi makan siang. Rambut wanita itu digelung di belakang leher dengan gaya yang sedikit rumit menurut Gavin. Baru ia sadari saat mereka dalam perjalanan jika gadis itu memiliki sepasang mata yang sangat indah, seperti mata kucing.
"Omong-omong, gaun itu tampak indah kau kenakan."
"Aku tahu, karena itu aku memilihnya agar kau tidak merasa sia-sia saat menungguku sedikit lama." Ya, Helli menolak saat Gavin menawarkan akan membeli dress untuknya. Gadis itu lebih memilih untuk mengambil paka iannya ke rumah sahabatnya, Nicky.
__ADS_1
Gavin tergelak mendengar jawaban jujur wanita itu.
"Ini restoran mahal. Kau sengaja menjebakku?"
"Menjebakmu?" Gavin mengerutkan dahinya.
"Lupakan," Helli mengibaskan sebelah tangannya. Tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia harus berhemat sebelum gajinya turun. Lagi pula, Helli tidak pernah membuang-buang uang hanya untuk makanan mahal yang nyatanya tidak akan membuat perut kenyang karena porsinya yang luar biasa sedikit.
"Hei, apa kau lupa jika kita adalah sepasang tunangan." Gavin menyejajarkan langkah mereka. "Ini tempat yang sangat terbuka, mungkin di salah satu sudut sebuah kamera sedang berusaha membidik kita. Kita harus bersikap normal dan romantis. Ingat, kau harus menatapku dengan tatapan penuh pemujaan."
Gavin bergerak cepat saat Helli hendak menarik kursi untuk dirinya. "Pria lah yang melakukannya, duduklah."
Helli sudah tidak mood untuk mengucapkan sekedar terima kasih. Ayolah, rekeningnya sedang menjerit-jerit minta tolong. Ia hanya bisa berharap semoga Gavin cukup tahu diri untuk memesan makanan dengan harga termurah yang ada di restoran ini. Uangnya hanya tinggal beberapa ribu dollar lagi.
"Kau baik-baik saja?" Gavin bertanya saat menyadari wajah Helli yang berubah kecut.
__ADS_1
"Harusnya kau tanyakan itu sebelum kita masuk kemari." Ini juga salahnya karena selama di perjalanan, ia tidak menanyakan tujuan mereka kemana. Helli tidak menyangka jika si montir ini selain penampilannya yang terlihat berkelas, selera pria itu juga tidak main-main.
Ah! Mungkin saja ia memanfaatkanku demi bisa masuk dan menikmati hidangan di resto ini. Helli masih saja menggerutu di dalam hatinya.
Memang hanya orang-orang petinggi yang mampu datang kesana. Dulu, Helli memang sesekali mendatangi tempat ini, tapi tempat ini bukan tempat yang harus ia datangi saat ini. Ia harus berhemat! Dulu, bukan ia juga yang membayar tagihannya karena seperti yang ia katakan, Helli tidak ingin membuang-buang uang hanya demi sebuah makanan yang tidak bisa ia nikmati.
"Maksudmu?"
"Ck! Dimana pelayannya?" Helli mengembuskan napas kasar bertepatan dengan seorang pelayan yang datang dengan dua buku menu di tangannya.
Tanpa minat, Helli menerima buku tersebut. Matanya seketika membeliak lebar melihat harga yang tertera di sana. Harusnya ia sudah menduga jika Gavin sengaja memerasnya saat mobil itu berhenti di sana. Di depan salah satu restoran mewah di Italy. Hanya dengan makanan sekali santap saja ia harus mengeluarkan uang ribuan dollar. Sisa uang di tabungannya hanya untuk berjaga-jaga jika para penagih hutang itu berpapasan dengannya tanpa sengaja dalam arti ia tidak bisa berkelit atau kabur. Ya, Gavin tidak salah. Ini salahnya karena terlalu menganggap remeh pria yang ada di hadapannya. Ia harus ingat, judulnya adalah mereka saling memanfaatkan. Tidak ada yang salah jika Gavin memanfaatkannya untuk bisa memasuki salah satu restoran ternama.
Mungkin pria ini ingin perlu memperbaiki gizi. Tapi harga semahal ini...
"Eum, Gavin, apa kau yakin kita akan makan di di sini?"
__ADS_1